Sabtu, 29 Agustus 2020

PEMIMPIN MUSLIM AMERIKA MAULANA SYAIKH HISHAM KABBANI MASUK NU


Ada yg menarik  usai penutupan acara ICIS ( International Conference of Islamic Scholar). Seorang pemimpin Islam dari Amerika Serikat  Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani menyatakan masuk organisasi Nahdlatul Ulama. 

“Saya tertarik dgn Nadlatul Ulama. Saya rasa ada banyak kesamaan antara saya dan NU. Saya masuk NU saja,”katanya di hadapan Ketua PBNU H Rozy Munir, M.Si.

Keinginan  Kabbani  itu langsung ditanggapi serius oleh mantan menteri BUMN pada kabinet Gus Dur tersebut. “Kami akan mengangkat beliau sebagai anggota kehormatan pertama di Amerika,” ujar Rozy ya juga dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu. 

Wartawan NU Online   yang menyaksikan langsung  pernyataan  tersebut seketika melakukan konfirmasi kepada Kabbani. “Anda ingin menjadi anggota NU dan akan membuka kantor perwakilan  di Amerika?” “Tentu saja, kenapa tidak?”jawabnya disambut tawa kegembiraan beberapa  cendikiawan  yang terlibat dalam pembicaraan.

Sementara itu, Ketua PBNU. H. Ahmad Bagja di tempat terpisah menyatakan kegembiraannya atas kesediaan  Syaikh Hisyam Kabbani menjadi anggota kehormatan NU. “Sebenarnya dia sudah NU sejak lama,”jelas mantan ketua PB. PMII itu.
Keterangan H. Ahmad Bagja tersebut cukup beralasan. Diperhatikan, saat pembacaan doa penutupan acara ICIS  yg dilakukan oleh tiga ulama terkemuka dunia, yaitu Syaikh Wahbah Zuhaili dari Syiria, Syaikh Tashgiri dari Iran, dan Syaikh Kabbani, pemimpin sufi Amerika ini mengakhiri doa dgn bacaat qunut. Doa qunut  adalah doa yg dibaca pada rakaat terakhir shalat subuh.

Syaikh Kabbani adalah seorang sarjana teknik kimia dari Universitas Amerika di Bairut, kemudian belajar ilmu kedokteran di Belgia. Perjalanan intelektual Kabbani kemudian mengantarkannya di Fakultas Hukum Universitas Damascus Syiria. Pada beberapa tahun terakhir perjalan spiritual Kabbani lebih  menonjol hingga memimpin  thariqot Naqsabandi Haqqani di Amerika. 

Sebagai seorang pemimpin muslim di negeri adi daya, ia kemudian banyak terlibat dalam pergumulan antara pemimpin dunia. Tercatat ia pernah menjadi pembicara dan peserta pada pertemuan internasional di  sejumlah negara seperti Spanyol

Sumber : NU Online
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung