Senin, 24 Agustus 2020

Pimpinan Ranting GP. Ansor Dukuh adakan Rapat Anggota

Ansor Watulimo News - Ahad, 23 Agustus 2020 Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Dukuh mengadakan Rapat Anggota untuk masa khidmah kepengurusan periode 2020-2022. 
.
Rapat Anggota bertempat di Masjid Nuril Hidayah Dusun Nglaban, Desa Dukuh Kecamatan Watulimo dengan dihadiri oleh pengurus dan anggota GP. Ansor se Desa Dukuh Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek. Acara dimulai pada pukul 19.30 usai sholat Isya'. Dalam acara ini dihadiri pula dari perwakilan struktural PAC GP Ansor Watulimo, yaitu Sahabat Dimyati Rofi'i (wakil Ketua PAC), sahabat Supandi (Departemen Hubungan Ormas Kepemudaan dan Kemasyarakatan) dan sahabat Sayudi (Departemen Olah Raga, Seni Budaya dan Lingkungan Hidup). Sebagai jurnalis dari PAC adalah sahabat Ibnu Tri Mashudi dan sahabat Sulton Ali yang merangkap sebagai Tim Kreatif Ansor Dukuh.
.
.
Kegiatan dilakukan dengan cara voting surat suara, dengan kandidat Sahabat Sayudi, Sahabat Supandi, Sahabat Hudi, dan Sahabat Basori dengan perolehan suara unggul pada Sahabat Sayudi, sehingga mengantarkannya menjadi Ketua pada masa khidmad 2020-2022.
.
Rapat Anggota ini dilaksanakan secara marathon oleh PAC GP Ansor Watulimo dari ranting ke ranting dalam rangka persiapan Konferensi Anak Cabang Watulimo yang akan segera dilaksanakan tahun ini.
.
.
Semoga perjuangan dan pengorbanan Sahabat sekalian menjadi bekal dan barokah dari Allah SWT. Amin yaa Rabbal'alamin. (Ibnu TM)
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung