Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk melaporkan hasil Konferancab ke-XIII, menyampaikan perkembangan kaderisasi, serta memohon pembekalan dan pengarahan dari Ketua MWC NU Watulimo.
Dalam pertemuan tersebut, Kyai Leif Sulaiman memberikan apresiasi atas inisiatif jajaran PAC GP Ansor Watulimo yang datang untuk bersilaturahim dan melapor secara resmi. “Ini tradisi baik yang harus dijaga. Organisasi harus selalu berkoordinasi dengan MWC NU, agar program berjalan searah dengan visi Nahdlatul Ulama,” ungkap beliau.
Kyai Leif Sulaiman menegaskan peran strategis Ansor dan Banser di masyarakat. “Ansor dan Banser adalah benteng ulama dan NKRI. Kepengurusan yang baru harus melanjutkan program yang baik, meningkatkan sinergi dengan MWC NU, serta menjaga akhlak dan adab sebagai kader Nahdliyin,” pesannya.
Beliau juga mengingatkan pentingnya kelanjutan kaderisasi dan hubungan harmonis antaranggota. “Pergantian kepemimpinan itu wajar, tapi jangan sampai memutus tali persaudaraan. Jadikan estafet ini sebagai penguat ukhuwah dan pemacu semangat untuk bekerja lebih baik,” tegasnya.
Selain itu, beliau menekankan perlunya peran aktif di tengah masyarakat. “Jangan hanya aktif di internal organisasi. Turunlah ke tengah masyarakat, bantu mereka, dan tunjukkan bahwa Ansor selalu hadir untuk umat,” tambah Kyai Leif.
Pertemuan yang berlangsung hangat ini diakhiri dengan diskusi ringan membahas rencana kerja sama antara MWC NU Watulimo dan PAC GP Ansor Watulimo, khususnya dalam bidang kaderisasi, dakwah, dan pemberdayaan pemuda.
Dengan kunjungan ini, Ketua MWC NU Watulimo berharap kolaborasi dan kekompakan antara Ansor, Banser, dan seluruh Banom NU di Watulimo semakin menguat, sehingga perjuangan membentengi aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah dan menjaga NKRI bisa berjalan lebih optimal.
Kontributor : Tim Media NU Online Watulimo
.








