Kamis, 08 April 2021

Sinergitas Gerakan Pemuda Ansor dengan IPSNU Pagar Nusa Ranting Sawahan


Anwalin News
– Sawahan, 07/04 Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Sawahan menggelar Penutupan Kegiatan Rutinan, yaitu Lailatul Ijtima’ Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Hidayatul Hikmah Dusun Njojogan, Desa Sawahan Kecamatan Watulimo.
.
Penutupan kegiatan Lailatul Ijtima’ dilakukan karena bulan ini (red; April) sudah hampir memasuki bulan suci Ramadhan sehingga semua kegiatan organisasi diselaraskan dengan program giat Ramadhan yang telah diprogramkan dalam rapat kerja ranting dengan program dari PAC GP. Ansor Watulimo.
.
Pada kegiatan Ijtimaan Ranting yang dilaksanakan di Masjid Njojogan tersebut Nampak ada yang beda dari kegiatan lailatul ijitima sebelumnya. Hal tersebut karena Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor Desa Sawahan mengundang dan menghadirkan sahabat-sahabat dari Ikatan Pencak Silat Pagar Nusa Ranting Sawahan. Jumlah yang hadir dari kegiatan lailatul ijtima’ GP. Ansor Sawahan adalah 62 orang yang terbagi dari Pengurus dan Anggota Gerakan Pemuda Ansor, Pengurus dan Anggota IPSNU Pagar Nusa dan segenap Takmir Masjid Hidayatul Hikmah Desa Sawahan.

.
Kegiatan lailatul ijtima’, seperti biasanya diawali dengan amalan istighotsah, pembacaan sholawat nabi dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Ketua Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Sawahan, yaitu sahabat Ahmad Misbachudin menjelaskan bahwa pada ijtimaan ini sengaja mengundang sahabat dari IPSNU Pagar Nusa agar terjalin sinergitas dan kebersamaan diantara banom-banom NU yang ada di Desa Sawahan. Ia berharap agar sahabat pagar nusa ikut andil bagian dalam setiap event dan moment yang dilaksanakan di Desa Sawahan khususnya yang diselenggarakan Pengurus Nahdlatul Ulama Ranting Sawahan.
.
Hadir dalam kegiatan Penutupan Lailatul Ijtima’ Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Desa Sawahan dari PAC GP. Ansor Watulimo adalah sahabat Murdiyanto (Ketua PAC) yang didampingi oleh sahabat Sujito (Kasatkorkel Banser Watulimo), sahabat Agus Salim (Kasatkorkel Banser Gemaharjo), sahabat Basori (Kasatkorkel Banser Dukuh), sahabat Abu Hanifah (Kasatkorkel Banser Tasikmadu), Ibnu Tri Mashudi (Sekretaris PR GP. Ansor Dukuh) dan segenap Tim Media Anwalin PAC GP. Ansor Watulimo.
.
Dalam sambutannya Ketua PAC GP. Ansor Watulimo, yaitu sahabat Murdiyanto sangat mengapresiasi atas sinergitas dan kolaborasi yang dilakukan oleh PR GP. Ansor Sawahan dengan sahabat-sahabat IPSNU Pagar Nusa Ranting Sawahan. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap kesolidan antara banom-banom NU khususnya di Ranting Sawahan dalam menciptakan suasana lingkungan yang aman, kondusif, nyaman dan damai. Selain itu juga akan memperkuat serta memperkokoh Persatuan dan Kesatuan didalam mengawal serta menjaga ajaran Ahlussunnah waljamaah An-Nahdliyah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia khususnya untuk lingkungan se-Desa Sawahan. Ia berharap, sinergitas dan kolaborasi kerjasama tersebut untuk terus terjalin dan ditingkatkan agar suasana wilayah/lingkungan penuh dengan keamanan dan kedamaian seperti yang selama ini sudah terjadi dan dirasakan.


Sahabat Murdiyanto juga menyampaikan perihal tata kelola organisasi dan Peraturan Organisasi Ke-Banser-an serta meminta kepada ketua PR GP. Ansor Desa Sawahan bersama Kasatkorkel Banser Sawahan dan Pengurus lainnya untuk segera melengkapi Struktur Kepengurusan GP. Ansor dan Organisasi Banser. Struktur Kepengurusan harus disusun sesuai dengan kebutuhan yang ada di Ranting Sawahan dengan tetap berpedoman pada Peraturan Rumah Tangga dan Peraturan Organisasi yang berlaku.
.
Diakhir acara ketua PAC GP. Ansor Watulimo mengingatkan kembali agar Ranting Sawahan semaksimal mungkin untuk rekruitmen kader NU untuk menjadi anggota Banser sesuai dengan peraturan / prosedur yang ada sehingga Pletonisasi Banser satu Ranting/Desa bisa segera terealisasi sesuai dengan Program dari Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, Pimpinan Cabang dan Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor. (my)
.
.
Redaksi : Tim Media Anwalin
Fotografer : Agus Rianto
Share:

Rabu, 07 April 2021

Isteri NGIDAM, Wajibkan Suami Menuruti?


ISTRI NGIDAM, WAJIBKAH SUAMI MENURUTI?

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Fenomena ‘Ngidam” merupakan hal lumrah yang ada di masyarakat ketika seorang perempuan hamil. Sering kali hal ini dikaitkan dengan permintaan istri yang tidak wajar saat ketika hamil. Lantas adakah kewajiban bagi suami untuk menuruti permintaannya? Terimakasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

(Laras F., Sidoarjo)

____________________________

Admin- Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Apabila diartikan, ngidam adalah fenomena psikologis yang terjadi pada perempuan yang sedang mengandung. Bagi ibu hamil, ngidam adalah sesuatu yang luar biasa. Keinginan itu terkadang tidak rasional dan terkadang terkesan mengada-ada. Menurut sebagian orang keinginan seorang istri yang sedang ngidam merupakan ujian bagi suaminya.

Memenuhi permintaan perempuan ngidam berarti menunjukkan kasih sayang kepadanya, dan juga sebaliknya. Bahkan jika keinginannya tidak dipenuhi, sebagian masyarakat percaya hal itu berdampak pada calon bayi yang ada dalam kandungan. Karena itulah bagi seorang suami diharuskan bisa memenuhi permintaan istri yang sedang ngidam. Bahkan keharusan memenuhinya selama tidak membahayakan dan tidak melanggar norma syariah. Terlebih ketika yang diidamkan adalah sebagian dari kewajiban suami, seperti nafkah sehari-hari.

Namun dalam pandangan syariat, memenuhi permintaan istri yang sedang ngidam itu bukanlah suatu kewajiban, namun sebatas anjuran. Syekh Sulaiman Al-Jamal mengutip pendapat imam ar-Ramli demikian:

يَنْبَغِي أَنْ يَجِبَ نَحْوُ الْقَهْوَةِ إذَا اُعْتِيدَتْ وَنَحْوُ مَا تَطْلُبُهُ الْمَرْأَةُ عِنْدَ مَا يُسَمَّى بِالْوَحَمِ مِنْ نَحْوِ مَا يُسَمَّى بِالْمُلُوحَةِ إذَا اُعْتِيدَ ذَلِكَ

“Sebaiknya suami menuruti kebiasaan istri, misalkan istri penyuka kopi. Begitu juga sebaiknya menuruti selera istri ketika mengalami sesuatu yang dikenal dengan istilah ngidam seperti halnya ketika menginginkan yang asam-asam sebagaimana yang menjadi adat kebiasaan.”[1]

Memang tidak ada dalil yang mewajibkan seorang suami memenuhi permintaan istri yang sedang ngidam sebagaimana tidak adanya pelarangan untuk memenuhinya pula. Akan tetapi mempertimbangkan kepayahan perempuan yang hamil, tentunya pemenuhan itu bisa menjadi dukungan moral tersendiri bagi istri yang sedang hamil. []waAllahu a’lam

[1] Sulaiman al-Jamal, Hasyiyah Al-Jamal, IV/490
.
.
Sumber : FB LIRBOYO
Share:

Eratkan Koordinasi dan Konsolidasi, PAC GP Ansor Watulimo "Ngopi Bareng" Bersama Kapolsek Watulimo

 

Anwalin NewsSelasa, 6 April 2021, digelar agenda “Ngopi Bareng” PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo, PAC IPNU IPPNU Kecamatan Watulimo bersama Kapolsek Watulimo, AKP. Suyono, S.H.,M.Hum di Mapolsek Watulimo. Acara tersebut merupakan bentuk acara silaturrahim serta jalinan kemitraan antara pihak Kepolisian Sektor Watulimo dengan organisasi kepemudaan di Kecamatan Watulimo. Hal ini dipandang perlu untuk dilakukannya kerjasama dengan beberapa pihak, khususnya dengan organisasi kepemudaan. Mengingat bahwa kultur masyarakat Kecamatan Watulimo sangat variatif. Cukup banyaknya warga pendatang yang berasal dari luar Kabupaten Trenggalek, termasuk juga perbedaan pola kehidupan masyarakat Kecamatan Watulimo bagian atas dan bawah menjadi faktor pembeda dalam menangani permasalahan yang mungkin bisa muncul kapan saja.

Kecamatan Watulimo, merupakan kecamatan yang unik dan antik di Kabupaten Trenggalek. Hal ini berbeda dengan keadaan Kecamatan-kecamatan lainnya. Kawasan yang luas yang meliputi permukiman, lahan pertanian, lahan perkebunan, serta lautan semua bisa dipotensikan sebagai sarana kesejahteraan masyarakat. Pola-pola interaksi antara warga pendatang dengan warga tetap mumungkinkan terjadinya asimilasi budaya, pertukaran pengetahuan dan ketrampilan.

Namun dibalik itu, aspek keamanan, ketertiban masyarakat serta pembinaan mental spiritual juga harus berbanding lurus dengan itu semua. Agar stabilitas keamanan dan ketertiban Kecamatan Watulimo tetap kondusif. Sebagaimana slogan Kecamatan Watulimo, ”KONDANG”, Kondusif, Andalan, Ngangeni.

"Untuk itulah kader organisasi kepemudaan harus jadi contoh bagi masyarakat. Ansor-Banser harus mampu menjadi teladan bagi warga sekitar. Malahan di beberapa tempat Ansor menjadi AC atau pendingin di lingkungannya. Kemitraan ini dilakukan demi untuk kondusifitas Kecamatan Watulimo”,ungkap AKP. Suyono sebagai pembuka obrolan.

Ke depannya, Pria asal Probolinggo ini menginginkan adanya kerjasama dengan beberapa pihak pemangku kebijakan di Kecamatan Watulimo. Hal ini berkaitan dengan rencana dilaksanakannya dakwah Islam yang dilakukan secara santun, lemah lembut dan penuh kasih sayang. Tidak hanya soalan dakwah Islam, beliau juga menghimbau kepada generasi muda untuk ikut mensosialisasikan dan penyadaran kepada masyarakat agar taat hukum negara, khususnya peratutan lalu lintas.

“Sajadah Mantap (Safari Jum’at, aman dan berkah, melayani terpercaya dan profesional), merupakan program Satbimas Polres Trenggalek yang nantinya akan kita program dalam jangka waktu dekat dan akan dilaksanakan bersama Forkopimcam, MUI Kecamatan dan KUA serta Penyuluh Agama Islam Kecamatan Watulimo”, jelas AKP Suyono.

Di pihak lain, PAC GP Ansor Watulimo bersyukur dengan adanya rencana jalinan kemitraan antara Polsek Watulimo dengan GP Ansor Kecamatan Watulimo. Dengan demikian, hubungan ini menserasikan kerjasama keduanya demi kamtibmas Kecamatan Watulimo. “Kami sangat senang dan bersyukur atas ditugaskannya Bapak AKP Suyono sebagai Kepala Polsek Watulimo. Semogo keakraban ini membawa manfaat bagi Ansor dan Polsek Watulimo demi kondusifnya Kecamatan Watulimo.”, ungkap Sahabat Murdiyanto, Ketua terpilih PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo di Konferancab XI.

Selanjutnya, ada beberapa poin rencana kerjasama PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo dengan Polsek Watulimo,diantaranya yaitu:

1.  Koordinasi dan konsolidasi setiap ada kegiatan GP Ansor-Banser serta IPNU IPPNU Kecamatan Watulimo.

2.    Pembukaan acara pembentukan Ansor Kepanduan sekaligus sebagai pemateri ke-Saka-an.

3. Turba Safari Ramadhan yang akan digelar di seluruh ranting GP Ansor Kecamatan Watulimo

4.  Mendukung Program Sajadah Mantap Polsek Watulimo, yang selanjutnya menunggu rencana waktu dan pelaksanaannya.

Semoga “Ngopi Bareng” ini mempererat koordinasi dan konsolidasi antara PAC GP Ansor Watulimo dan Polsek Watulimo demi menunjang Watulimo Kondang. (dh)
.
.
Redaksi : Tim Media Anwalin
Fotografer : Agus Rianto
Share:

Selasa, 06 April 2021

Meragukan Kehalalan Uang Transaksi

MERAGUKAN KEHALALAN UANG TRANSAKSI.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Bagaimana hukum bermuamalah dengan seseorang yang sebagian besar hartanya berstatus haram, menimbang kita selalu akan kehalalan terhadap uang yang kita terima? Mohon penjelasannya, terimakasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

(Asrori,- Jambi)

_____________________

Admin- Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Ketika melakukan interaksi sosial, terkadang seseorang merasa bingung ketika menerima uang dari seseorang yang diketahui sebagian besar hartanya berasal dari sumber pendapatan yang haram. Dalam keadaan seperti ini, ia pasti akan meragukan kehalalan dari uang yang diterimanya.

Menanggapi kasus demikian, Syekh Zainuddin al-Malibari memberikan komentarnya dalam kitab Fath Al-Mu’in:

وَلَا تَحْرُمُ مُعَامَلَةُ مَنْ أَكْثَرُ مَالِهِ حَرَامٌ وَلَا الْاَكْلُ مِنْهَا… قَالَ فِي الْمَجْمُوْعِ: يُكْرَهُ الْاَخْذُ مِمَّنْ بِيَدِهِ حَلَالٌ وَحَرَامٌ كَالسُّلْطَانِ الْجَائِرِ. وَتَخْتَلِفُ الْكَرَاهَةُ بِقِلَّةِ الشُّبْهَةِ وَكَثْرَتِهَا، وَلَا يَحْرُمُ إِلَّا إِنْ تَيَقَّنَ أَنَّ هَذَا مِنَ الْحَرَامِ. وَقَوْلُ الْغَزَالِي: يَحْرُمُ الْاَخْذُ مِمَّنْ أَكْثَرُ مَالِهِ حَرَامٌ وَكَذَا مُعَامَلَتُهُ: شَاذٌ

“Tidak diharamkan bermuamalah dengan seseorang yang sebagian besar hartanya berupa barang haram, begitu pula tidak haram memakan makanannya… Imam an-Nawawi menjelaskan dalam kitab al-Majmu’: Dimakruhkan menerima sesuatu dari seseorang yang hartanya tercampur antara yang halal dan yang haram. Misalkan harta pemimpin yang sewenang-wenang. Kadar kemakruhannya juga berbeda sesuai kadar kesamaran harta. Hukum ini tidak haram kecuali ketika ia yakin bahwa sesuatu yang diambilnya Itu nyata-nyata barang yang haram. Adapun pendapat Al-Ghazali yang mengatakan haram bermuamalah dengan seseorang yang sebagian besar hartanya berupa barang haram adalah pendapat yang ganjil (tidak wajar).”[1]

Kesimpulannya, berinteraksi dengan harta seseorang yang sebagian besar berupa barang haram tetap diperbolehkan selama belum diyakini secara pasti bahwa apa yang diterimanya berasal dari barang haram tersebut. Terlebih lagi ketika seseorang tersebut masih memiliki harta atau pendapat yang halal.[]waAllahu a’lam

[1] Hamisy Fath al-Mu’in, vol. I hal. 39
.
.
Sumber : FB LIRBOYO
Share:

RTL dan Upgrading Banser Watuagung oleh PAC GP. Ansor Watulimo

Dok. Sebagian Anggota Banser Watuagung

Anwalin News
– Watuagung (05/04), Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Watulimo mengadakan Turba ke Ranting Watuagung. Turba PAC kali ini dengan agenda Upgrading dan Rencana Tindak Lanjut Satkorkel Banser Watuagung pasca Diklatsar Banser yang dilaksanakan pada bulan November 2020 tahun lalu. RTL Banser Watuagung tersebut semula direncanakan pada bulan Februari 2021, namun karena kondisi lingkungan masih dalam masa pandemi covid-19 dan adanya pembatasan kegiatan serta harus menerapkan protocol kesehatan maka agenda RTL Banser ditunda dan akhirnya bisa terlaksana pada bulan April 2021.
.
Kegiatan Turba PAC GP. Ansor Watulimo yang bersamaan dengan RTL Diklatsar Banser Watuagung tersebut bertempat di Auditorium MI Watuagung dengan menghadirkan seluruh Banser Ranting Watuagung dan mengundang bapak-bapak Pengurus NU serta rekan/rekanita IPNU-IPPNU Watuagung dengan jumlah keseluruhan undangan 42 orang.


Seperti biasanya, rangkaian acara GP. Ansor tersebut disusun secara formal yaitu dimulai dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathon, Mars GP. Ansor, Mars Banser kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dan puncaknya acara diisi pembinaan serta pembekalan untuk kader-kader Ansor-Banser Watuagung oleh Ketua PAC GP. Ansor Watulimo.
.
Dalam sambutan awal yang diisi oleh sahabat Muyani sebagai wakil dari Ketua GP. Ansor Watuagung yang berhalangan hadir, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada PAC GP. Ansor Watulimo atas perkenan dan kehadirannya dalam agenda turba RTL yang diprakarsai oleh sahabat-sahabat Banser dari Watuagung. Selain itu sahabat Muyani juga menyampaikan motivasinya untuk anggota Banser Watuagung agar menjadi pelopor dalam setiap pergerakan di Rantingnya baik dalam bidang keagamaan, sosial, pendidikan maupun dalam kegiatan lain yang bersinggungan langsung dengan kemaslahatan warga masyarakat.
.
Senada dengan hal tersebut diatas, Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama Ranting Watuagung yaitu Bapak Muniri juga menyampaikan beberapa hal diantaranya; seorang Banser harus cekatan dalam bertindak untuk menjadi penolong, seorang banser harus disiplin sesuai dengan nawa prasetya-nya dan seorang banser harus energik serta militan dalam berkhidmah di organisasi Nahdlatul Ulama melalui Gerakan Pemuda Ansor. Beliau mengatakan, Pengurus NU Ranting Watuagung siap mendukung baik tenaga, pikiran maupun material terhadap kebutuhan Banser dengan catatan harus ada komunikasi yang baik dan jelas terkait kebutuhan tersebut.


Pada sambutan berikutnya sebagai puncak acara turba RTL Diklatsar Banser diisi dengan pembekalan dan pembinaan oleh sahabat Murdiyanto selaku ketua PAC GP. Ansor Watulimo. Ia mengingatkan kembali akan baiat Ansor-Banser yang harus tetap dijaga dan diamalkan di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Seorang Banser harus peka dan peduli terhadap situasi dan kondisi dilingkungan masyarakat sekitarnya. Ia menjelaskan juga, pasca Diklatsar Banser sebagai tugas dan tanggungjawab masing-masing anggota banser harus bisa mencari dan mengajak kader NU yang baru untuk gabung di Gerakan Pemuda Ansor sehingga pletonisasi Banser setiap ranting bisa terpenuhi dengan cepat. Ketua PAC juga meminta kepada kasatkorkel Banser Watuagung untuk segera melengkapi kepengurusan Bansernya dengan membentuk Biro-biro sesuai dengan Peraturan Organisasi Banser.
.
Dipenghujung acara setelah ditutup dengan pembacaan Doa, kegiatan RTL diisi dengan penyampaian Sertifikat dan KTA bagi anggota Banser yang telah lulus Diklatsar Banser yang diselenggarakan pada bulan November 2020 tahun lalu. Alhamdulillah, kegiatan RTL dan Turba di Ranting Watuagung telah terlaksana dengan baik, lancar, aman dan sukses; dengan harapan semoga membawa kemanfaatan dan keberkahan untuk semuanya. Aamiin (my)
Share:

Senin, 05 April 2021

PR. GP Ansor Dukuh mengadakan kerja bakti dijalan poros Desa Dukuh

Ahad, 04/04/2021, Gerakan Pemuda Ansor Ranting Dukuh dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan melakukan kegiatan Bakti Sosial Bersih jalan yang bertempat di jalur poros Desa Dukuh,
Kegiatan ini diikuti mulai dari Bapak Nu, Sahabat Ansor, Sahabat Banser, Rekan IPNU dan Rekanita IPPNU, kerja bakti bersih jalan ini dimulai pukul 07.00 WIB yang dimulai pekerjaanya dari bawah Gunung Lanceng ke barat sampai simpang 6 Tumpak Waru, dalam acara ini dihadiri juga oleh Bapak kepala desa Dukuh.
Kegiatan ini sebenarnya sudah teragendakan setiap tahun sebelum menjelang bulan suci Ramadhan
Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Dukuh mengagendakan kegiatan ini bermaksud untuk Meningkatkan jiwa sosial bermasyakat dan sinergitas antar banom NU

Semoga kegiatan Bakti Sosial terus berlanjut disetiap tahunya.
Share:

Minggu, 04 April 2021

PAC GP Ansor Watulimo Sambut Pasukan Kirab Panji NU 98

 

Anwalin News - Ahad (04/04) Sejak kelahirannya, semangat Gerakan Pemuda Ansor selalu diwarnai oleh nilai-nilai perjuangan, persatuan, serta nasionalisme. Arah perjuangan GP Ansor tidak terlepas dari konteks perjuangan kemerdekaan serta usaha untuk tetap mempertahankan kemerdekaan. Sehingga arah perjuangan dari GP Ansor meliputi aspek keagamaan, kerakyatan serta kebangsaan.

Dari awal berdirinya, GP Ansor  ketap konsisten untuk menjaga NKRI dan selalu setia pada Pancasila. Hal ini bisa dibuktikan dengan adanya laskar hisbullah, resolusi jihad, pertempuran 10 November, penumpasan pemberontakan PKI serta di masa transisi reformasi. Tidak hanya itu, belakangan ini keberadaan dan pergerakan organisasi transnasional di Indonesia yang merongrong NKRI dan Pancasila. Namun komitmen GP Ansor tetap kukuh menyatakan “NKRI Harga Mati, Pancasila Jaya.”

Oleh karena itulah, dalam rangka memperingati Harlah NU ke-98, pada hari Minggu, 4 April 2021, PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo ikut serta dalam acara Kirab Panji NU 98 yang dilaksanakan oleh Satkorcab Banser Kabupaten Trenggalek. Kirab ini dimulai dari Gedung PCNU Trenggalek menuju pos 1 PAC GP Ansor Kecamatan Dongko. Selesai dari Pos 1 acara kirab dilanjutkan menuju ke Pos 2 yaitu di PAC GP Ansor Kecamatan Panggul yang kemudian dilanjutkan ke pos 3 PAC GP Ansor Kecamatan Munjungan. Dari pos 3, kirab panji NU 98 selanjutnya menuju pos 4 PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo. 

Sesampainya di pos 4, bertempat di Jalan Lintas Selatan (JLS) Pantai Cengkrong, pasukan kirab pembawa bendera merah putih, panji NU serta panji banom NU lainnya disambut semarak oleh Kapolsek Watulimo, MWC NU Watulimo, PAC GP Ansor Watulimo dan juga pimpinan banom NU lainnya serta segenap jajaran Banser Satkoryon Watulimo. 

Setelah penyambutan peserta kirab dan serahterima bendera merah putih serta panji-panji NU, di pos 4 acara dilanjutkan apel kebangsaan dengan rangkaian acara; pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathon, Mars GP. Ansor, Mars Banser, kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dan diakhiri dengan pembacaan doa. Dalam sambutannya Kasatkorcab Banser Trenggalek, Komandan Fathurrahman MQ, mengatakan bahwa tujuan dari Kirab Panji NU 98 ini adalah untuk menunjukkan dan meningkatkan etos semangat serta perjuangan NU dan banom-banomnya dalam menjunjung tinggi nasionalisme, menjaga dan merawat NKRI dan Pancasila.  

"Tidak tanpa alasan, NU memandang nasionalisme dan patriotisme sebagai modal untuk tetap menegakkan NKRI dan Pancasila. NU percaya bahwa bangsa yang damai serta negara yang aman merupakan modal yang paling dasar untuk terlaksananya dakwah keagamaan ataupun sosial kemasyarakatan. Tanpa adanya keamanan dan kedamaian negara, maka mustahil dakwah atau gerakan sosial kemasyarakatan itu dilaksanakan" terang H. Fatkhurrohman selaku Kasatkorcab Banser Trenggalek yang sekaligus Pimpinan Kirab Panji NU 98.

Hal senada juga disampaikan oleh Bapak AKP. Suyono, S.H., M.Hum. selaku Kapolsek Watulimo. “Kirab ini akan meningkatkan rasa nasionalisme. NU sebagai salah satu pendiri NKRI, harus menjadi garda depan dalam menjaga dan merawat NKRI dan Pancasila. Menjadi pelopor menjaga dan menegakkan aturan-aturan negara" begitu pungkasnya.

Keberadaan serta peran dari NU beserta banom lainnya sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kecamatan Watulimo. NU beserta banomnya sudah lama menjadi mitra yang baik bagi aparat kamtibmas demi tetap terjaganya keutuhan NKRI.

Sebagaimana rundown Kirab Panji NU 98, setelah dari pos PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo, maka pasukan kirab menuju ke pos PAC GP Ansor Kecamatan Durenan. Tepat pukul 17.35 WIB secara resmi Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo, Sahabat Murdiyanto memberangkatkan  pasukan Kirab Panji NU 98 untuk menuju pos PAC GP Ansor Kecamatan Durenan dan pos-pos selanjutnya sampai di Pos Finish kegiatan kirab panji NU98 yaitu kembali ke Gedung PCNU Kabupaten Trenggalek.

Semoga acara Kirab Panji NU 98, dapat meningkatkan semangat nasionalisme dan patriotisme demi menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila. (dh)

Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung