Kamis, 27 Agustus 2020

Gus Yaqut Hadir, Alfian Tanjung Mangkir! - Mediasi Somasi PP GP Ansor

TANGERANG- Alfian Tanjung sebagai tergugat atas somasi dari PP GP Ansor tidak menampakkan batang hidungnya, Rabu (26/8). AT mestinya hadir dalam mediasi ketiga di PN Tangerang, Banten. Sementara penggugat, menghadirkan Gus Yaqut Cholil Qoumas, Ketum PP GP Ansor  yang juga Panglima tertinggi Banser. 

"Sejujurnya kami kecewa karena tergugat tidak hadir dalam mediasi. Kurang menunjukkan itikad baik, karena sebelumnya tergugat menyatakan siap hadir. Tindakan mangkir ini menyepelekan proses hukum," kata Ketua LBH PP GP Ansor Abdul Qodir.

Untuk diketahui, beredar video pernyataan saudara AT sedang menyampaikan pidato di hadapan para jamaah. Dalam video itu AT kerap memaki pemerintah Indonesia dan menyebut Ansor Banser saat ini keturunan PKI.  

"Kalau memang tidak bersalah dan yakin pernyataannya benar, kenapa tidak mau klarifikasi langsung. Jika mau hadir langsung di kantor PP GP Ansor, kami sendiri yang akan menjamin keamanan," kata Abdul Qodir lagi. 

Gus Yaqut sendiri menilai somasi yang dilayangkan merupakan bentuk keseriuasan dan komiten Ansor terhadap keutuhan NKRI. "Sejak awal Ansor Banser tegas, tidak akan memberi ruang pada intoleransi yang bisa menjadi bibit radikalisme. Termasuk, orang-orang yang asal ngomong tanpa dasar data fakta dan cenderung provokasi. Saya hadir karena komitmen untuk itu dan menghormati proses hukum," tegasnya. 

AT, kata Gus Yaqut seperti diketahui tidak kali ini saja memberikan pernyataan kontroversi. "Makanya, langkah somasi yang mungkin juga dilakukan gugatan pidana dan perdata semata-mata untuk efek jera. Khususnya kepada tergugat, umumnya siapapun yang doyan provokasi dan merusak ketenanan NKRI," tegasnya lagi. 

Untuk diketahui, AT selama ini kerap menjadikan PKI sebagai salah satu materi pembicaraan. Terakhir, yang kemudian berbuah somasi dari LBH Ansor PP GP Ansor adalah pernyataanya yang menyebut anak keturunan PKI menjadi pengurus Banser.

“Karena dulu yang membunuh ulama itu adalah Pemuda Rakyat PKI, ketika terjadi serangan balik oleh Banser, Banser membunuh orang-orang PKI, maka tidak semua orang-orang PKI itu tidak diselesaikan terutama yang tokoh-tokohnya. Akibatnya tokoh-tokoh PKI masa lalu punya anak, punya cucu jadi pengurus Banser”, ujar Alfian dalam video yang beredar.(*)


Sumber: Ansor News
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung