Sabtu, 20 Maret 2021

KARTANU - Kartu Anggota Nahdlatul Ulama

Kartanu adalah akronim dari Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama. Kartu ini merupakan kartu identitas yang dimiliki oleh setiap warga NU. kehadiran Kartanu dimaksudkan bukan hanya hadir sebagai penanda atau identitas saja, namun lebih dari itu Kartanu terus dikembangkan dalam rangka memudahkan warga NU dan juga sekaligus sebagai sebuah bentuk khidmat dan pelayanan keummatan. Perkembangan teknologi di era digital mendorong kami sebagai pengurus NU untuk mengembangkan kartu tersebut menjadi Elektronik Kartanu (E-Kartanu). Kini E-Kartanu dapat di download melalui akun Google Palystore.


Elektronik Kartanu atau disingkat dengan E-Kartanu, menjadi bagian dari tuntutan kemajuan teknologi yang hari ini tidak dapat dipisahkan dengan aktifitas manusia di era revolusi 4.0 atau era digital. oleh karena itu untuk memudahkan warga NU membuat kartu dan merapihkan data base warga NU, dibawah naungan PBNU yang bekerjasama dengan PT. Tujjar Gung Persada, kami membangun flatform aplikasi sebagai solusi mempercepat pembuatan kartu dan merapihkan database warga NU.

Selain fitur pembuatan kartu, e-kartanu juga memiliki beberapa fitur lainnya seperti PPOB, Marketplace dan crowdfounding yang akan memudahkan warga NU untuk melakukan kebaikan dan membantu sesama manusia. PPOB yang kami hadirkan untuk warga NU adalah kemudahan untuk bertransaksi membeli pulsa dari berbagai provider yang ada di Indonesia, melakukan Top Up listrik pasca bayar, membayar tagihan listrik, melakukan top up e-money, membayar tagihan internet, BPJS, dan banyak lagi yang lainnya dan akan dikembangkan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan warga NU . setidaknya ada empat garis besar di kartanu :

Database Warga NU
Meliputi segala data warga NU seperti identitas warga, profesi, pendidikan, penghasilan dan induk organisasi. Dengan aplikasi tersebut, warga NU akan mendapatkan kartu NU resmi dengan mendownload dan mengisi formulir yang telah disediakan oleh aplikasi kartanu dan mendapatkan persetujuan dari pihak NU, hal tersebut bertujuan untuk merapihkan database warga NU. Database tersebut sangat penting untuk mengorganisir dan profiling warga NU agar dapat dikaji sebagai bahan untuk saling memberdayakan dan memajukan warga NU ke depannya.
Tabungan Masa Depan
Berbagai macam bentuk tabungan seperti Tabungan zakat, Tabungan kurban, Tawaf, Tabungan haji dan umroh, infaq & Sodaqoh dan banyak lagi yang lainnya untuk memperbanyak amal ibadah sebagai bekal di akhirat. Selain perapihan database, aplikasi ini memudahkan bagi setiap warga NU untuk melakukan kebaikan secara cepat dan mudah. Hadirnya aplikasi ini akan melengkapi kegiatan crowdfounding yang sudah berjalan di PBNU.


Alat Pembayaran
Sebagaimana sudah disinggung diatas, aplikasi kartanu juga menyediapakan fitur PPOB yang meliputi Pembayaran Listrik, Pembayaran Air, Pembelian Pulsa, Paket Internet, BPJS, tagihan Telkom dan akan mengembangkan beberapa fitur dalam menciptakan ekosistem kebutuhan warga NU.
Market Place

Dalam rangka menjaga komitmen PBNU dalam mengembangkan UMKM bagi warga NU, kami menyiapkan fitur marketplace sebagai bagian dari ikhtiar NU untuk membangkitkan UMKM dikalangan NU. Hal ini akan menjadi menarik jika setiap warga NU dapat membeli produk proudk dari kalangan NU lainnya, dari NU, oleh NU dan untuk NU.

Adapun visi misi kartanu adalah :

Visi : Menjadikan aplikasi kartanu yang siap melayani kebutuhan warga NU dan masyarakat Indonesia dalam menjawab tantangan hidup kekinian.

Misi :
1. Melakukan inovasi teknologi sebagai unsur pemenuhan kebutuhan warga NU dan masyarakat Indonesia.
2. Mempermudah beramal hanya dengan satu aplikasi dan terdistribusikan dengan baik kepada para warga NU yang membutuhkan..
3. Merapihkan dan mendata setiap warga NU yang ada di dalam maupun luar negeri.



Sumber : Aplikasi KARTANU di PlayStore
Share:

Kamis, 18 Maret 2021

Pelatihan Jurnalistik Dasar dan Pembuatan Website oleh PAC GP. Ansor Watulimo


Anwalin News
– Watuagung (Rabu, 18/03/2021) Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Watulimo mengadakan Pelatihan dan Bimtek Jurnalistik Dasar dan Pembuatan Website untuk sekolah dan Organisasi. Pelatihan tersebut bersifat terbatas mengingat saat ini masih musim Pandemi Covid-19 dan harus tetap mentaati Protokol Kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan). Selain itu juga mempertimbangkan ketersediaan internet/wifi terkait dengan speed dan bandwithnya.
.
Pelatihan Jurnalistik Dasar dan Pembuatan Website sekolah dan organisasi tersebut terlaksana berkat kerjasama dengan kepala sekolah MI Watuagung yang sekaligus sebagai ketua panitia pelaksana pelatihan/bimtek. Dalam sambutannya ketua panitia, yaitu bapak Mustarom, S.Pd.I sangat mendukung dan berterima kasih jika sekolah/madrasah yang dipimpinnya sering digunakan untuk acara oleh keluarga besar Nahdlatul Ulama beserta banom-banomnya. Dengan harapan semoga dengan sering adanya kegiatan di sekolah yang ia pimpim keberkahan dari Organisasi Nahdlatul Ulama dan dari para muassis NU harapannya bisa tercurahkan kepada semua keluarga besar MI Watuagung terutama kepada segenap Dewan Asatidz/dzah dan para siswa/santri MI Watuagung.


Bertindak sebagai Pemateri/Nara sumber pada pelatihan dan bimtek jurnalistik serta pembuatan website adalah sahabat Murdiyanto yang juga merupakan Ketua PAC GP. Ansor Watulimo saat ini. Dalam pengantar sambutannya kang Myanto begitu panggilan akrabnya; menyampaikan bahwa kelemahan kita dalam mengelola berita dan publikasi segala kegiatan adalah kurangnya kepedulian pengurus dan personil dalam bidang jurnalistik dan informatika. Sebagian menganggap hal tersebut “tidaklah penting”, padahal dalam dunia IT (globalisasi) saat ini sebuah organisasi dituntut harus mempu ikut berjihad melalui media masa dan media online.
.
“Setiap (calon) wartawan wajib memahami dan menguasai dasar-dasar jurnalistik (basics of journalisme) agar menjalankan aktivitas jurnalistik dengan baik dan benar. Wartawan profesional tidak sekadar "bisa nulis berita", tapi juga memahami dan menaati aturan yang berlaku di dunia jurnalistik, terutama Kode Etik Jurnalistik. Jika ada keluhan tentang kinerja wartawan, misalnya tulisannya "asal" atau beritanya "ngawur" --dari segi penulisan ataupun dari segi substansi, kemungkinan besar sang wartawan belum/tidak memahami dan menguasai dasar-dasar jurnalistik. Bisa jadi, ia menjadi wartawan hanya bermodal "bisa nulis", tidak punya bekal dasar-dasar jurnalistik sebagaimana peserta pelatihan atau mahasiswa jurnalistik” begitu pungkasnya.

Sebagian Peserta Pelatihan dan Bimtek Jurnalistik - Website

Selain pelatihan jurnalistik dasar, juga dilaksanakan pelatihan pembuatan website untuk sekolah dan organisasi. Hal tersebut dikandung maksud, setelah faham akan jurnalistik seseorang dapat mengelola berita/informasinya melalui media Online yaitu Website atau Blog. Sehingga dengan adanya pemahaman jurnalistik seseorang dapat menyalurkan pengetahuannya melalui website sekolah maupun organisasi yang diikutinya.
.
Kegiatan Pelatihan Jurnalistik Dasar dan Pembuatan Website diikuti oleh sekitar 20 orang yang merupakan perwakilan/utusan dari GP. Ansor, Sekolah/Madrasah, IPNU dan IPPNU. Acara dimulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 15.30 WIB. Alhamdulillah, secara keseluruhan kegiatan pelatihan dan bimtek berjalan dengan lancar, aman dan sukses. Semoga dengan adanya pelatihan jurnalistik dasar dan pembuatan website tersebut dapat memotivasi pengurus/personil organisasi dalam mengelola pemberitaan di media masa maupun media-media online lainnya. (Admin-My)
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung