Sabtu, 03 April 2021

BIOGRAFI PENDIRI IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama)


Nyai Hj. Umroh Mahfudzoh lahir pada 4 Februari 1936 M di Kabupaten Gresik. Beliau merupakan anak pertama dari Lima bersaudara, dari pasangan KH. Wahib Wahab dengan Hj. Siti Channah. Beliau juga merupakan cucu dari KH. Abdul Wahab Chasbullah (Pendiri NU dan Rais Aam PBNU 1946 - 1971).

Nyai Hj. Umroh Mahfudzoh meninggal dunia pada jum'at 6 November 2009, pagi pada sekitar pukul 06.45 WIB, di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Almarhumah meninggal pada usia 73 tahun, jenazah beliau dimakamkan sekitar pukul 15.30 WIB di Pemakaman dekat kediaman Komplek Pondok Pesantren Sunni Darussalam, Tempelsari, Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.

Nyai Hj. Umroh Mahfudzoh melepas masa lajangnya dengan dinikahi oleh KH. Tholchah Mansoer. Pernikahan tersebut berlangsung pada 05 Desember 1957. Sebelum melangsungkan pernikahan, awalnya sang ayah, Kiai Wahib tak menyetujui pernikahan ini. Namun, berkat hasil sholat istikharah, Nyai Wahib, Istri Kiai Wahib, mendukung hubungan keduanya. Dukungan juga datang dari kakek Umroh, KH. Abdul Wahab Chasbullah, yang melihat keduanya cocok, sama-sama merupakan aktivis organisasi.

Dari pernikahan mereka, Tholchah dan Umroh dikaruniai tujuh orang anak, tiga diantaranya menjadi tokoh yang menonjol dalam kehidupan bermasyarakat. Anak pertama mereka, Muhammad Fajrul Falakh mengikuti ayahnya menjadi pakar hukum tata negara. Anak kelima, Safira Machrusah,  sejak 13 Januari 2016 diangkat oleh presiden Joko Widodo menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Republik Demokratik Aljazair. Rosa, panggilan akrabnya, juga mengikuti jejak ibunya pernah menjadi Ketua Umum IPPNU 1926 - 2000.

Selain itu, Anak ketujuh mereka, Romahurmuziy, kini menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP). Si bungsu yang memiliki kesamaan tanggal lahir dengan ayahnya itu, menyelesaikan studi S1dan S2 di Institusi Teknologi Bandung (ITB) sebelum terjun ke dunia politik.

Sebagai cucu pendiri NU, masa kecil pendidikan Umroh banyak dihabiskan di pesantren, khususnya pada masa liburan yang banyak dihabiskan di pesantren Tambakberas, Jombang, tanah kelahiran sang ayah. Selain itu, sejak dini Umroh juga dididik untuk bisa hidup mandiri. Umroh mengawali pendidikan dasar di kota kelahirannya.  Sempat berhenti sekolah hingga tahun 1946, ia melanjutkan pendidikan ke MINU di Boto Putih, Surabaya. Keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah menengah sekaligus mewujudkan impian merantau nya terpenuhi ketika diterima sebagai siswa SGA (Sekolah Guru Agama) Surakarta. Dan beliau dapat menyelesaikan nya.

Setelah itu, beliau melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Syari'ah IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Pendidikan S-1 diselesaikan dalam waktu enam tahun sembari aktif sebagai Wakil Ketua Pengurus Poliklinik PW Muslimat NU DIY.

Berdirinya IPNU yang khusus menghimpun pelajar-pelajar putra pada awal tahun 1954, memang tak lepas dari perjuangan Umroh dan kawan-kawan untuk membuat organisasi serupa khusus untuk para pelajar putri. Gagasannya dituangkan lewat diskusi intensif dengan para pelajar Putri NU di Muallimat NU dan SGA Surakarta yang sama-sama belajar di pesantren asuhan Nyai Masyhud. Kegigihan Umroh memperjuangkan pendirian IPNU-Putri (kelak berubah menjadi IPPNU) membawanya duduk sebagai Ketua Dewan Harian (DH) IPPNU. DH IPPNU adalah organ yang bertindak sebagai rahim pendirian sekaligus pelaksana harian organisasi IPPNU.

IPPNU lahir dari diskusi ringan yang dilakukan oleh beberapa remaja Putri yang tengah menuntut ilmu di Sekolah Guru Agama (SGA) Surakarta. Tentang keputusan Mukatamar ke - 20 NU di Surakarta. Dalam diskusi itu, Umroh dan teman-temannya merasa perlu adanya organisasi pelajar di kalangan nahdliyat. Maka mereka mengusulkan adanya IPNU untuk pelajar putri. Kalangan NU, baik Muslimat, Fatayat NU, GP Ansor dan Banom NU lainnya memutuskan untuk membentuk tim resolusi IPNU putri pada Kongres IPNU I di Malang, Jawa Timur. Dalam pertemuan itu, disepakati bahwa peserta putri yang akan hadir di Kongres Malang itu dinamakan IPNU Putri.

Dalam Suasana kongres, ternyata keberadaan IPNU Putri sepertinya masih diperdebatkan secara alot. Semula direncanakan secara administratif hanya menjadi departemen di dalam tubuh organisasi IPNU. Hasil negosiasi dengan pengurus PP IPNU, bagi Umroh dan kawan-kawan, menimbulkan semacam kesan eksklusivitas IPNU yang hanya diperuntukkan pelajar putra.

Melihat hasil tersebut maka pada hari kedua kongres, Umroh memotori peserta putri kongres yang hanya diwakili delegasi dari lima daerah (Yogyakarta, Surakarta, Malang, Lumajang, dan Kediri) terus melakukan konsultasi dengan dua jajaran di pengurus badan otonom NU yang menangani pembinaan organisasi pelajar, yaitu PB Ma'arif, yang saat itu dipimpin bapak KH. Syukri Ghazali, dan ketua PP Muslimat NU saat itu, Nyai Mahmudah Mawardi.

Dari pembicaraan selama beberapa hari, telah membuat keputusan untuk membentuk organisasi IPNU Putri secara organisatoris dan administratif terpisah dengan IPNU. Tanggal 02 Maret 1955 M atau 08 Rajab 1374 H dideklarasikan sebagai hari kelahiran IPNU Putri. Untuk menjalankan roda organisasi dan upaya pembentukan Cabang, Umroh Mahfudzoh ditetapkan sebagai Ketua Umum. Saat itu, kantor PP IPNU Putri berkedudukan di Surakarta.

Namun, Umroh dan Kawan-kawan, mengusulkan perubahan nama dari IPNU Putri menjadi IPPNU. Kemudian, tak lama setelah itu, PB Ma'arif NU menyetujui perubahan nama itu, sehingga IPNU Putri berubah menjadi IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama). Aktivitas di IPPNU yang tidak begitu lama, diisi oleh Umroh dengan kegiatan Sosialisasi dan pembentukan Cabang-cabang IPPNU, khususnya di Jawa. Umroh juga tampil sebagai juru kampanye partai NU pada pemilu 1955, sejak itulah awal mula ia mengenal dunia politik.

Peranan di Nahdlatul Ulama (NU) Umroh saat itu juga nyantri di pesantren Al Masyhudiyah Keprabon Solo asuhan KH. Masyhud dan Nyai Syuaibah, mulai aktif terlibat di NU sebagai wakil ketua Fatayat NU cabang Surakarta. Riwayat Organisasi Umroh berlanjut pada tahun 1962 sebagai pengurus seksi sosial PW Muslimat NU DIY. Hingga mengantar jabatan beliau sampai menjadi, Ketua PW Muslimat NU DIY diemban selama dua periode berturut-turut sejak tahun 1975.

Kedudukan ini mengantarkan Umroh sebagai Ketua I Badan Musyawarah Wanita Islam Yogjakarta hingga tahun 1987. Kesibukan ini juga tidak menghalangi aktivitasnya sebagai seksi Pendidikan Persahi (Pendidikan Wanita Persatuan Sarjana Hukum Indonesia) dan Gabungan organisasi wanita wilayah Yogyakarta. Sementara itu, perhatian di bidang sosial disalurkan dengan menjabat sebagai ketua Yayasan Kesejahteraan Keluarga (YKK) yang membidangi kegiatan-kegiatan di bidang peningkatan kesejahteraan sosial di wilayah Yogyakarta.

Pada pertengahan tahun 50-an, Umroh mulai terjun ke dunia politik, waktu itu dia menjabat sebagai seksi keputrian Pelajar Islam Indonesia (PII), Sebuah organisasi pelajar yang berafiliasi dengan partai Masyumi, ranting SGA Surakarta. Namun, sejak berdirinya NU sebagai partai politik sendiri tahun 1952. Naluri politik yang tersimpan selama belasan tahun ternyata tidak bisa dipendam Umroh begitu saja. Aktivitas sebagai bendahara DPW PPP menghantarkannya terpilih sebagai anggota DPRD DIY Periode 1982 - 1987.

Karir politiknya terus meningkat dari wakil ketua menjadi Pjs. Ketua DPW PPP DIY, jabatan terakhir ini membawanya ke Jakarta sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Persatuan Pembangunan Selama dua periode. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Wanita Persatuan pusat, organisasi yang berada dibawah naungan PPP. Sebagai anggota dewan, Umroh tercatat beberapa kali mengadakan kegiatan internasional, diantaranya muhibah ke India, Hongaria, Perancis, Belanda, dan Jerman.

Tinggal di Jakarta mempermudah Umroh meneruskan aktivitasnya di NU sebagai Ketua Departemen Organisasi PP Muslimat NU, yang kemudian naik menjadi Ketua III. Sempat menikmati pensiun pasca pemilu 1997, partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang didirikan oleh tokoh-tokoh NU mengajak Umroh terjun kembali ke dunia politik sebagai salah satu anggota DPR RI hasil pemilu 1999 dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa.

Almarhumah hingga kini dan sampai kapan pun dikenang sebagai pendiri IPPNU. Bersama sang suami, dia telah mengabdikan diri untuk NU dan Bangsa ini lewat jalur organisasi dan politik. Tangga organisasi yang dipijakinya juga runtut, dari mendirikan IPPNU, aktif di Fatayat NU, dan penggerak di Muslimat NU. Aktif di politik mulai dari partai NU, PPP, dan PKB. Nyai Umroh Mahfudzoh  adalah sekian dari perempuan-perempuan NU yang menginspirasi, menjadi pionir dan pelopor gerakan wanita, khususnya di kalangan Umat Islam dan NU.
.
.
Sumber : TIM PELAJAR MEDIA (Generasi Muda NU Watusalam)
Share:

Konferancab XI GP Ansor Kecamatan Watulimo Telah Sukses digelar, Kepanitiaan Resmi Dibubarkan

Anwalin News - Konferensi Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Watulimo yang dilaksanakan pada tanggal 27 Maret 2021 sukses digelar. Sejumlah rumusan program kerja serta kader militan baru telah tercetak. Kini sejumlah formasi jabatan  di jajaran kepengurusan PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo tengah digodok oleh Tim Formatur. Harapannya, kedepannya agar kepengurusannya bisa berjalan dengan baik demi mewujudkan program strategis yang telah dirumuskan.

Dengan telah selesainya tugas dari Kepanitiaan Konferancab XI GP Ansor Kecamatan Watulimo, maka secara resmi Panitia Konferancab XI GP Ansor Kecamatan Watulimo pada hari Sabtu, 2 April  2021 bertempat di MI Pakel, Desa Pakel Kecamatan Watulimo di bubarkan. Dalam sambutannya, Sahabat Dimyati Rofi’i selaku Ketua Panitia, mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada segenap jajaran kepanitiaan, serta kepada sivitas MI Pakel dan PR GP Desa Pakel yang dalam hal ini sebagai tuan rumah kegiatan.

Secara tipologi, Desa Pakel merupakan daerah ujung dari Kecamatan Watulimo, oleh sebab itu kegiatan-kegiatan dari program kerja PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo juga harus bisa diselenggarakan di daerah tersebut. Hal ini bertujuan sebagai upaya dan bentuk kedekatan dan realisasi koordinasi PAC dengan PR. Sehingga soliditas dan solidaritas keduanya bisa terjalin lebih intens. Senada dengan hal ini, Sahabat Khoirudin sebagai Kepala MI Pakel sekaligus Ketua PR GP Ansor Desa Pakel mengucapkan terima kasih kepada PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo atas kepercayaannya menggelar Konferancab kali ini di Ranting Pakel. Ia berharap, nantinya bentuk-bentuk kerjasama lainnya bisa dilaksanakan demi meningkatkan soliditas dan solidaritas PR GP Ansor Desa Pakel dan PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo.

Setelah Konferancab ini digelar, maka kepengurusan PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo berstatus demisioner. Sehingga segala tugas dan kewenangan dijalankan oleh tim formatur PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo. Sebagaimana yang dituturkan oleh Ketua  tim formatur sekaligus ketua terpiih PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo Sahabat Murdiyanto,”Saat ini kepengurusan PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo berstatus demisioner. Untuk sementara kewenangan yang terdapat dalam PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo menjadi wewenang tim formatur. Yang sedang kami (tim farmatur) kerjakan saat ini adalah menyusun komposisi yang ideal di struktural PAC GP Ansor Kecamatan Watuimo untuk masa khidmat 2021-2023. Semoga nantinya bisa mendapatkan formasi yang ideal, sehingga nantinya mempermudah langkah organisasi dalam melaksanakan program kerja yang telah dirumuskan."

Sebagai pamungkas dari acara pembubaran panitia ini yaitu acara megengan. Salah satu tradisi di amaliyah NU yang bertujuan untuk menyambut Ramadhan sekaligus untuk mendoakan arwah para pendiri NU beserta banomnya dan arwah pendahulu (muslimin dan muslimat).(dh)


Share:

Selasa, 30 Maret 2021

Ketua PAC GP. Ansor Watulimo Hadiri Pelantikan Pengurus IPNU-IPPNU Ranting Gemaharjo


Anwalin News
– Gemaharjo (30/02/2021) Ketua PAC GP. Ansor Kecamatan Watulimo yang baru terpilih, yaitu sahabat Murdiyanto menghadiri undangan pelantikan Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Gemaharjo. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Al-Falah Ndayu Desa Gemaharjo Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek.
.
Acara Pelantikan Pengurus Ranting IPNU-IPPNU Desa Gemaharjo ini dilakukan setelah sebelumnya diadakan pemilihan Pengurus / Rapat Anggota yang dilaksanakan beberapa bulan lalu. Pada saat Rapat Anggota terpilih rekan Enrico sebagai ketua IPNU dan rekanita Nunung sebagai ketua IPPNU Ranting Gemaharjo untuk masa bhakti 2020-2022.
.
Pelantikan Pengurus Pimpinan Ranting IPNU dan IPPNU Desa Gemaharjo tersebut dihadiri oleh Pengurus Cabang IPNU-IPPNU Trenggalek yang sekaligus mengukuhkan dan mengesahkan kepengurusan IPNU-IPPNU Ranting Gemaharjo masa bhakti 2020-2021.


Selain dari Cabang, acara pelantikan juga dihadiri oleh Pengurus PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Watulimo, Ketua Ranting IPNU-IPPNU se-Kecamatan Watulimo dan ketua Komisariat IPNU-IPPNU yang berada diwilayah kecamatan Watulimo.
.
Sebagai tamu undangan, hadir pula segenap Pengurus Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Gemaharjo, Pengurus NU Ranting Gemaharjo, Muslimat NU, Fatayat NU dan segenap Jamaah Masjid Al-Falah Ndayu Desa Gemaharjo.
.
Acara pelantikan Pengurus IPNU-IPPNU Desa Gemaharjo didahului dengan pentas lantunan sholawat Nabi oleh Jam’iyah Rebana Remaja Masjid Al-Falah Desa Gemaharjo. Selesai lantunan sholawat Nabi, acara dilanjutkan dengan ceremonial Pelantikan Pengurus Ranting IPNU-IPPNU Desa Gemaharjo oleh Panitia dan Petugas dari PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Watulimo dan PC IPNU-IPPNU Trenggalek.
.
Alhamdulillah, prosesi pelantikan pengurus IPNU-IPPNU Ranting Gemaharjo terlaksana dengan penuh khidmah dan lancar, semoga dengan dikukuhkannya kepengurusan IPNU-IPPNU Desa Gemaharjo tersebut dapat memotivasi para pelajar untuk bergabung dengan organisasi IPNU-IPPNU yang pada akhirnya bisa membentengi para pelajar dari pengaruh yang tidak baik dan bisa memperbanyak kegiatan yang bernilai maslahat serta manfaat dimasyarakat/lingkungan sekitar kita. (MY)
Share:

Minggu, 28 Maret 2021

Terpilih Secara Aklamasi, Sahabat Murdiyanto Kembali Pimpin PAC GP. Ansor Watulimo

Anwalin News - Sabtu, 27 Maret 2021 bertempat di MI Pakel, Desa Pakel Kecamatan Watulimo, PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo mengadakan Konferancab yang ke-11. Acara yang dihelat dua tahunan ini mengusung tema “Konsolidasi Internal Menuju Transformasi Organisai Modern yang dijiwai Nilai-nilai Ahlus Sunnah Wal Jama’ah”. Mestinya, acara yang secara konstitusi ini sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam organisasi tingkat anak cabang ini digelar dengan semarak luar biasa. Karena masih dalam situasi pandemi, acara dilaksanakan harus dengan mematuhi protokol kesehatan. Manual acara dibuat dan dilaksanakan se-simple mugkin. Namun demikian, hal ini tidak mengurangai nilai dan esensi dari kegiatan.

Diawali dengan acara pembukaan, atas nama Forkopimcam Watulimo, Bapak Cikini dari Polsek Watulimo, secara resmi membuka Konferancab XI GP Ansor Kecamatan Watulimo. Dalam sambutannya, beliau berpesan bahwa Konferancab harus dilaksanakan dengan tertib dan sesuai dengan jadwal. Persaingan adalah hal yang biasa dalam setiap pemilihan pemimpin baru. Semangat muda harus ada. Namun, menjaga kerukunan adalah hal yang harus dimiliki oleh setiap kader atau peserta konferensi.

Berkaca pada beberapa daerah di luar sana, terjadinya anarkisme, maraknya aksi kekerasan adalah sebagian besar dilakukan oleh kelompok pemuda. Oleh karena itu, beliau menaruh harapan, bahwa kehadiran Ansor di masyarakat harus bias menjadi penyejuk dan penebar kedamaian. Ansor harus menjadi pelopor kerukunan dan toleransi ditengahtengah masyarakat. Selain itu, peran Ansor harus mampu dan terus meningkatkan fungsinya sebagai organisasi kepemudaan keagamaan dan sosial. Menjadi pelopor dalam gerakan sosial kemasyarakatan.

Di sesi sidang pleno pelaporan pertanggungjawaban PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo masa khidmat 2018-2020, dari 12 Pimpinan Ranting yang ada di Kecamatan Watulimo semua menerima dan menyetujui tanpa ada catatan atau pembenahan. Bisa dikatakan bahwa laporan pertanggungjawaban organisasi yang di nahkodai oleh Sahabat Murdiyanto kali ini wajar tanpa pengecualian. Hal ini tentunya mempunyai makna bahwa selama masa khidmat ini laju perkembangan PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo sangat baik. Terbukti juga bahwa di masa khidmat ini PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo bisa menggait akreditasi predikat A+ (A Plus).

Sebelum segmen acara pemilihan Ketua PAC, Camat Watulimo (Bapak Edi Santoso, SSTP,M.Si) memberikan pernyataan dan arahan tentang kondisi Kecamatan Watulimo sekarang serta harapan kepada kepengurusan PAC GP Ansor yang baru. Potensi serta prestasi yang telah diraih sebagai kecamatan terbaik Jawa Timur memungkinkan Forkopimcam untuk terus melakukan kemitraan dengan berbagai pihak, khususnya dalam hal ini adalah PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo. PAC GP Ansor harus mampu mengambil peran dalam pembangunan sesuai dengan kapasitas dan kapabilitasnnya.  Selalu aktif dan responsif terhadap isu-isu terbarukan. Misalnya: isu lingkungan, isu kesejahteraan sosial, ataupun isu keamanan.

Dipuncak acara Konferancab, yaitu pemilihan Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo untuk masa khidmat 2021-2023. Sejumlah perangkat telah disiapkan untuk dilakukannya sesi pemilihan Ketua PAC. Pembacaan seperangkat aturan organisasi oleh pimpinan sidang pleno, pengecekan kembali surat mandat dari masing-masing Pimpinan Ranting, serta kertas suara harus dilakukan secara jelas dan transparan. Masing-masing Pimpinan Ranting memiliki satu hak suara. Artinya dalam pemilihan ini terdapat 12 hak suara yang akan diberikan Pimpinan Ranting kepada calon Ketua PAC sebagai bentuk dari dukungannya.


Hasil dari pemilihan Ketua PAC ini, Sahabat Murdiyanto yang sebelumnya menjadi petahana mengantogi 10 suara dari total 12 suara. Berdasarkan Pasal 9 ayat 6 tentang Pemilihan Ketua, disebutkan "apabila pada tahap pencalonan seorang bakal calon telah memperoleh sekurang-kurangnya 9 suara Ranting GP Ansor, maka secara aklamasi ditetapkan sebagai ketua terpilih tanpa melalui proses pemilihan di Tahap Pemilihan". Sehingga sidang memutuskan dan menetapkan Sahabat Murdiyanto menjadi Ketua Terpilih PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo masa khidmat 2021-2023.

Dalam sambutannya sebagai Ketua Terpilih, pria yang akrab dipanggil kang Myanto ini mengucapkan terima kasih atas amanah yang telah diberikan. Namun beliau juga menagih konsekuensi pemberian amanat tersebut kepada Pimpinan Ranting untuk tetap solid dan terus bersinergi dengan kepengurusan PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo yang baru.

Selamat dan sukses, atas terpilihnya kembali Sahabat Murdiyanto sebagai Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo masa khidmat 2021-2023. Semoga selalu membawa maslahat, manfaat dan barokah untuk umat. Aamiin. (DH)

Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung