Sabtu, 20 Mei 2023

Habib Mahdi: GP Ansor Paling Berdosa Jika NU “Diserang”


Meskipun baru dibentuk sekitar tiga bulan lalu, Badan Siber Ansor atau yang sering disingkat BSA menjadi lembaga yang strategis untuk menghadapi tantangan era digital seperti sekarang ini.

Menurut Habib Muhammad Mahdi Khered, Wakil Ketua GP Ansor Jawa Timur sekaligus Kepala Badan Siber Ansor Jawa Timur, saat ini adalah zaman yang bergerak tapi tidak kelihatan. Namun demikian, Ansor tetap harus pasang badan untuk tetap terlihat dalam setiap pertarungan di dunia maya. Terutama yang menyangkut Islam Aswaja dan kebangsaan.

Sebagai anak pertama NU, lanjut Mahdi, Ansor memiliki warisan paling besar dari NU yaitu tanggungjawab. Jika NU diserang oleh pihak luar, maka Ansor lah yang paling berdosa dan bertanggungjawab untuk membangun pertahanan dan melakukan pembelaan terhadap NU.

“Tugas Ansor hanya satu yaitu mengampanyekan atau mendakwahkan Islam Aswaja An-Nahdliyyah ke kalangan pemuda, termasuk di ruang-ruang modern. Tidak yang lain,” tegas pria asal Ambunten Sumenep tersebut.

Oleh karena itu, dalam tradisi Ansor ada hukum tak tertulis, Ansor tidak boleh sarungan. Agar bisa masuk ke medan dakwah yang strategis yakni ruang milenial atau setelahnya.

“Meskipun tinggal lima bulan, saya harap Badan Siber Ansor Kota Malang ini menjadi percontohan dan kebanggaan bagi Ansor di seluruh dunia. Ini lembaga kedua yang dibentuk untuk Jawa Timur,” tegas alumni PMII UIN Malang tersebut.

Habib Mahdi Khered juga meminta Badan Siber Ansor Kota Malang untuk segera membentuk tim di setiap PAC Ansor, membuat Madrasah Siber, dan perkuat jaringan tingkat basis.

Hal ini disampaikan oleh Habib Mahdi dalam Halal Bi Halal GP Ansor Kota Malang sekaligus pelantikan Badan Siber Ansor di Gedung PCNU Kota Malang pada Jumat, 19 Mei 2023.

Editor: Herlinto. A


Sumber : Tugu Malang
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung