Kamis, 17 September 2020

Ngopi Bareng Dalam Agenda Evaluasi dan Konsolidasi Organisasi

Ansor Watulimo News - Rabu, 16 September 2020 Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Watulimo menggelar acara NGOPI BARENG. Acara tersebut bertempat dirumah sahabat Murdiyanto (Ketua PAC GP. Ansor Watulimo - saat ini) dengan dihadiri oleh segenap jajaran Pengurus Harian PAC, Anggota Satkoryon Banser Watulimo dan juga Tim Media Center Ansor Watulimo News.

Agenda Ngopi Bareng tersebut bersifat santai dengan mengambil tema/pokok bahasan mengevaluasi beberapa program PAC, kaderisasi, akreditasi organisasi dan kebutuhan-kebutuhan pokok riil organisasi saat ini seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi.

Kegiatan diskusi yang dikemas dalam tajuk Ngopi Bareng tersebut dipandu langsung oleh Ketua PAC dengan diawali evaluasi terkait Turba PAC dalam menyelesaikan Agenda Rapat Anggota Turba ke Ranting sekaligus sebagai laporan kegiatan pada bulan September 2020.


Sebagai laporan, sampai digelarnya Diskusi dengan tajuk Ngopi Bareng ini bahwa Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor se-Kecamatan Watulimo yang sudah melaksanakan Rapat Anggota / Konferensi adalah Ranting Gemaharjo, Watuagung, Slawe, Watulimo, Tasikmadu, Dukuh, Margomulyo, Ngembel, Pakel dan Karanggandu. Sedangkan untuk Ranting Prigi dan Sawahan dalam proses persiapan pelaksanaan dan insya Allah dijadwalkan kesemuanya selesai pada bulan September 2020 ini menngingat semua SK. Pengesahan kepengurusan sudah habis masa berlakunya.


Perlu diketahui, bahwa jumlah Ranting/Desa yang ada diwilayah Anak Cabang Watulimo adalah 12 Ranting yang alhamdulillah kesemuanya mempunyai kepengurusan aktif.

Dari 10 Ranting yang sudah melaksanakan Rapat Anggota, Ranting yang sudah menyusun Program Kerja melalui Raker adalah Ranting Dukuh dan Ranting Gemaharjo. Untuk Ranting yang lainnya masih dalam proses pembahasan dan persiapan Orientasi Kader / Pelatihan.

Selain laporan kegiatan turba, dalam agenda ngopi bareng juga dibahas terkait dengan persiapan pembinaan / bimtek Akreditasi yang sedianya akan dilaksanakan pada akhir bulan September 2020 ini. Tujuan diadakannya bimtek akreditasi adalah untuk mengoptimalkan peran organisasi khususnya pengurusnya dalam pengelolaan dan tertibnya administrasi. Mengingat kelemahan kepengurusan saat ini adalah kurang pedulinya terhadap peraturan organisasi terkait dengan keadministrasian. 


Sehingga dari ketidakpedulian itu muncul paradigma "sing penting gelem tandang, sing penting gelem mlaku" yang harus kita rubah menjadi "kreatif, inovatif dan profesional yang bertanggungjawab".

Harapan kedepan adalah setiap kepengurusan yang ada di Ranting dan PAC Watulimo semakin tertata, terprogram dan maju yang pada akhirnya bisa mewujudkan generasi penerus yang handal melalui pendidikan, kaderisasi dan bimtek di Gerakan Pemuda Ansor sehingga bisa membawa kemanfaatan dan keberkahan untuk semuanya. Aamiin (MY) 
Share:

LOGO Hari Santri 22 Oktober 2020

Tahun ini bangsa Indonesia bahkan seluruh dunia sedang menghadapi ujian yang luar biasa, khususnya kita kalangan pesantren dengan adanya wabah pandemi Covid-19. Sampai saat ini pandemi semakin meluas dengan bertambahnya korban di berbagai kalangan dan kluster, dan kita belum tahu pasti sampai kapan ini semua akan berakhir. 

Dalam rangka Hari Santri yang akan jatuh pada tanggal 22 Oktober 2020 ini, kami RMI PBNU sengaja mengambil tema "Santri Sehat Indonesia Kuat" dengan logo ayo mondok pakai masker, sebagai spirit untuk kita semua selalu menjaga kesehatan, semoga bangsa Indonesia khususnya kalangan pesantren dijauhkan dari fitnah corona, karena dengan Pesantren Sehat maka Indonesia akan Kuat.  

Bersama ini RMI PBNU menghimbau kepada kalangan pesantren untuk :
1. Senantiasa menjaga kewaspadaan dan selalu taat protokol serta menerapkannya di lingkungan pesantren
2. Semua warga pesantren terlibat aktif dalam menjaga pesantren dari terpapar covid-19, supaya visi misi pesantren sebagai lembaga pendidikan, dakwah dan pemberdayaan akan senantiasa eksis dan berkembang.
3. Mesnsosialisasikan logo Hari Santri 2020 

Demikian, semoga kita semua dijauhkan dari fitnah covid-19, Aamin
Share:

Rabu, 16 September 2020

Presiden Jokowi Bakal Hadiri Konbes GP Ansor di Minahasa Secara Virtual

Ketum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, Sekjen Abdul Rochman dan beberapa pengurus saat webinar dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, beberapa waktu lalu
Ansor Watulimo News, JAKARTA - Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor akan menggelar Konferensi Besar (Konbes) XXIII di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), 18-20 September mendatang. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Mercure Manado Tateli Resort and Convention ini akan dibuka langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara virtual. 
Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, peserta Konbes nantinya akan menyaksikan sambutan dan arahan langsung dari Presiden Jokowi melalui layar monitor. Meski tidak bisa bertatap muka langsung, Yaqut menilai hal itu sama sekali tak mengurangi kekhidmatan acara pembukaan. 
"Gelaran Konbes pada tahun ini tergolong istimewa karena berlangsung di tengah pandemi. Dengan demikian, Ansor sangat memahami jika dalam pembukaan nanti Presiden Jokowi tidak bisa hadir secara fisik langsung," ujar Yaqut, Selasa (15/9/2020).
Pria yang akrab disapa Gus Yaqut ini menandaskan, Konbes yang digelar di tengah pandemi Covid-19 ini tepat dijadikan Ansor sebagai momentum untuk menegaskan dan menguatkan jatidirinya. Di saat bangsa ini mengalami berbagai kontraksi akibat dampak Covid, kata dia, saatnya semua pihak untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, bukan saling mencela atau melakukan tindakan yang kontraproduktif. 
Menurut Gus Yaqut, dengan cara itu maka Indonesia akan bisa bangkit dan mampu membuktikan diri sebagai bangsa yang kuat dalam menghadapi berbagai ujian, termasuk wabah global seperti tengah dihadapi saat ini. 
"Ansor sebagai bagian anak bangsa terpanggil untuk mewujudkan keyakinan itu seperti dengan menggelar berbagai aksi sosial dan kemanusiaan selama ini," ucapnya. 
Gus Yaqut mengatakan, aksi-aksi nyata Ansor membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19 dilakukan dengan pembentukan Gugus Tugas di semua tingkatan dari pusat hingga ranting. Bekerjasama dengan berbagai pihak, lanjutnya, Gugus Tugas ini membagikan jutaan masker, APD untuk tenaga medis, serta mendistribusikan ratusan ribu bantuan sosial (bansos) ke masyarakat dan pondok pesantren. 
Untuk membantu kesulitan siswa sekolah dalam mengakses pembelajaran jarak jauh (PJJ), jelas Gus Yaqut, kader Ansor secara mandiri menyediakan lebih dari 3.000 titik WiFi gratis di berbagai penjuru nusantara. Ansor, imbuhnya, juga memberikan berbagai keterampilan secara online bagi pemuda dan masyarakat lainnya agar bisa menekan angka pengangguran. 
"Aksi-aksi sosial itu akan terus dilakukan para kader Ansor di seluruh Indonesia dengan menggandeng pemerintah dan berbagai pihak. Dengan kolaborasi aktif tersebut maka semua elemen bangsa akhirnya akan memiliki kesadaran dan tanggung jawab bersama menghadapi musibah ini," tuturnya. 
Selain penataan organisasi, katanya,  program-program aksi sosial juga akan menjadi bagian dalam pembahasan Konbes XXIII yang bertema "Ansor Satu Barisan: Menuju Kemandirian Organisasi" tersebut.
Gus Yaqut menjelaskan, Konbes adalah agenda besar organisasi yang digelar secara nasional yang tujuannya antara lain menghasilkan rumusan atau mitigasi dalam merespons perkembangan terkini. 
Sementara itu, peserta Konbes Ansor adalah para pengurus pimpinan pusat dan wilayah dengan jumlah terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan  ketat. (*)

Sumber : Ansor News
Share:

Gerakan Pemuda Ansor Ranting Karanggandu Adakan Reorganisasi Melalui Forum Rapat Anggota

Ansor Watulimo News – Selasa, 15 September 2020 Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Karanggandu mengadakan reorganisasi dalam bingkai Rapat Anggota. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Madrasah Ibtidaiyah Karanggandu Kecamatan Watulimo dengan mengundang segenap Pengurus dan Anggota Ansor – Banser se Desa Karanggandu.

Acara Rapat Anggota dimulai pukul 19.30 WIB dengan diawali ceck in Peserta yang hadir dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan yaitu pakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai air mengalir dan sabun serta memakai hand sanitizer.

Rapat Anggota yang dilaksanakan di Ranting Karanggandu tersebut merupakan rangkaian agenda Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Watulimo dan merupakan Rapat Anggota yang ke-10 kalinya setelah Rapat Anggota di Ranting Pakel. 

Selain undangan dari Pengurus dan Anggota Ansor juga dihadiri oleh Pengurus Nahdlatul Ulama Ranting Karanggandu dan undangan dari tokoh masyarakat – tokoh agama yang ada di Desa Karanggandu.

Dari PAC GP Ansor Watulimo, hadir Ketua PAC (sahabat Murdiyanto) yang didampingi oleh sahabat Endri Supriyo (Sekretaris PAC) dan segenap jajaran Pengurus Harian PAC GP. Ansor Watulimo maupun Jajaran Satkoryon Banser Watulimo. 

Rapat Anggota didahului dengan Pembukaan, pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars GP. Ansor, Mars Syubbanul Wathon, Sambutan-sambutan, Prosesi Pemilihan dan diakhiri dengan Penutup yang diisi Doa.

Dalam Sambutannya, Ketua GP. Ansor Ranting Karanggandu, yaitu sahabat Thoyibun menyampaikan Bahwa dalam 1 tahun terakhir untuk Ranting Karanggandu hampir vakum dari kegiatan ijtimaan. Namun demikian dalam bidang tertentu Ranting Karanggandu sangat eksis dalam melaksanakan kegiatan tersebut, misal dalam hal perekonomian dan usaha organisasi sampai masa Bhakti berakhir Ranting Karanggandu menyisakan (Saldo) Kas Organisasi sekitar Rp. 38 juta. Sungguh sangat fantastis dalam pengelolaan sumber dana dan usaha organisasi.

Selanjutnya sahabat Murdiyanto selaku Ketua PAC GP. Ansor Watulimo menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap jajaran Pengurus Ranting Gerakan Pemuda Ansor Karanggandu beserta segenap jajaran satkorkel Banser Karanggandu Masa Khidmah 2018-2020. Ketua PAC juga berharap, kedepan GP. Ansor Karanggandu harus lebih solid lagi, serta berupaya untuk disiplin dan tertib administrasi dengan berpedoman pada Peraturan Organisasi yang berlaku. 

Hal ini dikarenakan selain tuntutan dalam Pedoman Organisasi juga karena GP. Ansor berbeda dengan Banom-banom NU lainnya. Pada organisasi GP. Ansor ada sistem Akreditasi Organisasi yang mensinyalkan kepada para pengurus untuk lebih giat dan tertib dalam penataan administrasi secara baik dan benar.

Selain hal tersebut diatas, juga disampaikan beberapa hal terkait Program Kerja yang harus terus digiatkan dan diistiqomahkan. Mengingat beberapa bulan terakhir, kegiatan Ansor banyak yang tertunda dan terbengkalai akibat Wabah Covid-19 (Virus Corona) yang menghambat segala aktifitas manusia dalam bertemu dan berkumpul bersama dibatasi. Program-program tersebut antara lain kegiatan Rijalul Ansor dan Kaderisasi yang sampai saat ini masih Vakum. 

Acara Rapat Anggota GP. Ansor Karanggandu memilih dan menetapkan sahabat Ali Azhar Makmun sebagai Ketua Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Karanggandu untuk Masa Khidmah 2020-2022. Semoga kedepan Gerakan Pemuda Ansor Ranting Karanggandu semakin maju, jaya, bermanfaat dan membawa keberkahan untuk semuanya . (MY)
Share:

Selasa, 15 September 2020

Riwayat Penusukan Pemuka Agama dan Pentingnya Posisi Banser

Kejadian penusukan terhadap Ustadz Ali Jabir mengingatkan kita pada rentannya penceramah (di atas panggung) atas serangan bersenjata. Dulu, ketika sedang berceramah, KH. Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta, pernah didatangi seseorang yang membabat beliau dengan linggis. Tentu saja beliau langsung ambruk dan kemudian dirawat di rumah sakit. Namun, beliau memaafkan orang tersebut yang, lagi-lagi, sakit jiwa. KH. Maimoen Zubair, ketika berceramah di atas panggung, juga didatangi seseorang yang menusuk beliau. Mbah Moen selamat, tapi salah seorang yang melindunginya terluka, lantas sakit, hingga wafat. 

Ketika berkunjung ke Filipina, Syekh Aidh al-Qarni juga pernah diberondong AK-47. Beliau selamat. Di Mesir, Syekh Ali Jum'ah mengalami kejadian yang sama. Dibedil teroris. Beliau dilindungi Allah. Selamat. Di Suriah, Syekh Said Ramadhan al-Buthy gugur dibom tatkala sedang mengajar di masjid.

Resiko berceramah di hadapan massa memang rentan pada aksi kekerasan bersenjata. Yang terjadi bukan saja menimpa orator muslim. Mahatma Gandhi, pejuang antikekerasan, ditembak ekstremis Hindu, Nathuram Godse, 30 Januari 1948. Di AS, Malcolm X, muslim berkulit hitam yang berpengaruh di negara tersebut, juga diberondong bedil semi-otomatis dari anggota Nation of Islam, organisasi yang pernah dia labuhi, menjelang ceramah, pada 21 Februari 1965. Dia gugur. 

Pendeta pejuang kesetaraan ras, Martin Luther King Jr, juga dibunuh pengikut ultra-konservatif AS tatkala menghadiri aksi massa, 20 tahun setelah Gandhi gugur.

Pembunuhan yang paling mengerikan, di hadapan massa dialami Rajiv Gandhi, PM India, ketika seseorang mengalungkan bunga berisi bom, 1991, yang membuat nyawanya melayang (film Bollywood berjudul "Madras Cafe" mengisahkannya). 16 tahun berselang, giliran mantan PM Pakistan, Benazir Bhutto, dihabisi dari jarak dekat oleh Bilal, pemuda 15 tahun, yang segera meledakkan dirinya menggunakan bom. Rajiv dibunuh oleh pemberontak Macan Tamil. Sedangkan Benazir dieksekusi utusan Taliban.

*
Apapun motifnya, juga kondisi kejiwaan penusuk, kita pantas bersimpati pada apa yang menimpa Ustadz Ali Jabir. Semoga tidak ada lagi kejadian sama yang menimpa mubaligh lain.

Dalam tradisi NU, sudah menjadi kewajiban Banser mengawal dan menjaga ulama saat berada di panggung. Beberapa kejadian yang menimpa ulama NU di atas, sebatas pengetahuan saya, pada saat "tidak dikawal resmi" oleh mas-mas Banser.

Almaghfurlah KH. Ma'shum Jauhari,  Lirboyo, yang kondang sebagai pendekar pilih tanding juga pernah diserang oleh pemuda pada saat berceramah di Ponorogo. Setelah pidato usai, beliau turun panggung, tiba-tiba beliau menendang seorang pemuda hingga terpelanting, nyemplung dalam got. Ternyata pemuda ini berusaha menusuk beliau menggunakan keris. Sayang tidak mempan. Hanya baju yang terkoyak, sedangkan tusukan keris hanya menyisakan goresan kecil saja.

Karena itu, wajar jika mas-mas Banser ikut serta mengamankan para kiai. Keselamatan kiai menjadi tanggungjawabnya. Jangan heran jika seringkali kita disuguhkan pemandangan, seorang kiai berceramah yang di samping kanan kirinya berdiri tegap mas-mas Banser. (Kuat berdiri, sanggup menahan haus, juga tahan ngempet pipis berjam-jam). 

Sebelum maupun sesudah naik panggung-pun, mas-mas Banser ini juga membentuk pagar mengelilingi kiainya. Sungguhpun kadang malah tampak menghalangi masyarakat yang mau cium tangan kepada teladannya. Soal ini, ada anekdot.

Di Probolinggo, seorang Banser senior yang bertubuh tegap gagah mengawal kedatangan Gus Dur dalam pengajian. Dia memegang erat lengan Gus Dur sembari tangannya menghalau siapapun yang mau mencucup tangan Gus Dur.

"Minggir, ayo minggir. Kasih jalan, kasih jalan...Kiai mau lewat! Minggir". katanya tegas menggelegar.

Hadirin beringsut. Nggak mau berurusan sama Banser galak ini. Sebagian menggerutu. 

Setelah Gus Dur duduk di kursi paling depan, siapa yang pertama kali mencium tangan Gus Dur?

Ya si Banser galak ini. 

"Minta barokahnya, kiai." katanya takzim sambil mencium tangan Gus Dur bolak balik.

Cup...cup..

Cerdik juga!


--------------------------------------
Keterangan :
Sumber : FB @Rijal Mumazziq Z. 
Foto : Sahabat Endri Supriyo (Sekr. PAC GP. Ansor Watulimo) dan Sahabat Isnaini (Kasatkoryon Banser Pakel) Ketika Mengawal Romo Kyai Haji Anwar Zahid
Share:

Senin, 14 September 2020

Sebaik-baik Perhiasan Dunia

Perempuan itu berlian, akan tampak lebih indah jika dibalut dengan akhlak terpuji. Pahala mereka melimpah ruah meski hanya di dalam rumah. Komunikasi yang baik dalam rumah tangga merupakan ceruk yang harus dibangun sejak dini agar lekas tercipta Chemistry antara suami-istri. Semua bisa dicapai dengan saling menjaga perasaan satu sama lain. Mau menerima kondisi dan keadaan pasangannya, dan sebagainya. Bagaimanapun itu merupakan lahan pahala.

Bersabar dengan apa yang ada dalam diri pasangannya. Materi, fisik maupun hal-hal indrawi lainnya hanyalah penunjang kebahagiaan. Semua dapat diatasi dengan penyikapan yang telah dituntunkan agama.

Bagi istri, ketaatan kepada suami adalah modal besar kelak di hadapan Tuhan. Dalam kesehariannya, ada banyak poin mengenai etika terhadap suami. Diantaranya hanya bersolek untuk suami. Menjaga martabat suami di depan orang lain. Tidak menghina kondisi fisik suami jika memang kurang begitu menyenangkan untuk dipandang. Bahkan janganlah membanggakan kecantikannya kepada suami.

Sebuah kisah menarik diceritakan oleh Syekh Asmu’i. : “Suatu ketika aku masuk pada sebuah perkampungan. Di sana aku bertemu dengan seorang wanita yang kecantikannya sungguh sangat. Dia menjadi istri dari sosok lelaki yang (maaf) buruk rupa.” Beliau heran kenapa ia mau diambil istri.

“Duhai, kenapa engkau mau menjadi istri dari seorang suami yang macam dia.” Pertanyaan beliau ini sungguh menyinggung perasaan perempuan itu.

“Diam kau!. Buruk sekali perkataanmu itu.” Jelas ia tidak terima. Namun ia menjawab kenapa mau dijadikan istri dengan jawaban yang mempesona nan bijaksana.

“Bisa saja suamiku itu saleh dan taat. Memenuhi segala hak-hak Allah Sang Khaliq. Sebagai pahalanya (mungkin) Allah menjadikanku istrinya. Sedangkan aku, bisa saja aku telah berlaku buruk dan tidak taat kepada Allah. Untuk balasannya (mungkin) menjadikannya sebagai suamiku. Kenapa aku tidak rida dengan sesuatu yang Allah rida terhadapnya?. ” Jawabanya begitu menohok sanubari Syekh Asmu’i.

“Sungguh ia membuatku diam seribu bahasa.” Tandas beliau.

Sekian, semoga bisa menjadi renungan agar bisa bersikap positif terhadap kenyataan yang pahit dalam segala lini kehidupan kita.

الدُّنْيَا مَتاَعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim no. 1467).
Share:

Rapat Koordinasi dan Evaluasi Gerakan Pemuda Ansor Ranting Gemaharjo

Ansor Watulimo News – Ahad, 13 September 2020 Pukul 19.00 WIB Gerakan Pemuda Ansor Ranting Gemaharjo Anak Cabang Watulimo mengadakan Rapat Kerja dengan Tema Evaluasi dan Konsolidasi Organisasi. Raker tersebut di gelar di Mushola “Al-Ikhlas” Dk. Thukul Desa Gemaharjo Kecamatan Watulimo tepatnya dekat rumah Sahabat H. Syukur (Ketua PR GP. Ansor Desa Gemaharjo).

Hadir dalam Raker tersebut segenap Pengurus Ranting Gerakan Pemuda Ansor Gemaharjo beserta segenap jajaran Satkorkel Banser Gemaharjo. Sebelum acara rapat diawali dengan sholat Isya berjamaah dan dilanjutkan dengan amalan tawasulan/iftitah bersama.

Pada kegiatan Rapat Kerja Ranting Gemaharjo juga dihadiri oleh Ketua PAC GP. Ansor Watulimo saat ini yaitu Sahabat Murdiyanto yang didampingi oleh Pengurus Harian PAC lainnya yaitu Sahabat Muh. Rifa'i, Sahabat Mustarom dan Segenap Jajaran Satkoryon Banser Watulimo. Dalam Sambutannya Ketua PAC menyampaikan amanat organisasi yaitu penting dan perlunya untuk meningkatkan tertib administrasi. Mengingat kelemahan organisasi pada umumnya adalah kurang pedulinya terhadap administrasi yang tertib, tertata dan semakin professional.

Hal ini dikarenakan selain tuntutan dalam Pedoman Organisasi juga karena GP. Ansor berbeda dengan Banom-banom NU lainnya. Pada organisasi GP. Ansor ada sistem Akreditasi Organisasi yang mensinyalkan kepada para pengurus untuk lebih giat dan tertib dalam penataan administrasi secara baik dan benar.

Selain hal tersebut diatas, juga disampaikan beberapa hal terkait Program Kerja yang harus terus digiatkan dan diistiqomahkan. Mengingat beberapa bulan terakhir, kegiatan Ansor banyak yang tertunda dan terbengkalai akibat Wabah Covid-19 (Virus Corona) yang menghambat segala aktifitas manusia dalam bertemu dan berkumpul bersama. Program-program tersebut antara lain kegiatan Rijalul Ansor dan Kaderisasi yang sampai saat ini masih Vakum. 

Dipenghujung acara Ketua PAC juga berpesan, bahwa untuk saat-saat ini karena masih Era New Normal segala aktifitas harus tetap berpedoman pada Protokol Kesehatan yang telah ditentukan. (MY)
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung