Ansor Watulimo News - Beberapa bulan terakhir ini, ketika pandemi covid 19 menyebar, segala yang berkaitan dengan aktivitas lapangan dan gerakan masa tidak bisa dilaksanakan dengan maksimal. Sedangkan permasalahan yang berkaitan dengan isu pelestarian lingkungan semakin kompleks. Diantaranya adalah permasalahan yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan, sumber daya air serta pemanfaatannya.
Sabtu, 26 September 2020
PAC GP. Ansor Watulimo Ikuti Sekolah Sungai Bersama KPST dan BBWS Brantas
Jumat, 25 September 2020
Kitab Kuning Karya Sepanjang Masa
Biografi KH. Ridwan Abdullah
KAPANKAH SESEORANG DIANGGAP MEMUTUS SILATURAHIM.
Kamis, 24 September 2020
Gus Dur, Quraish Shihab dan Sepak Bola
Sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga terfavorit di dunia. Sepak bola memiliki penggemar atau masa sangat banyak juga fanatik. Selain itu, semua kalangan bisa memainkan dan bisa menikmati. Jangkauan ke masyarakat lebih dekat ketimbang olahraga lain semacam glof, baseball dan olahraga lain. Dari masyarakat menengah ke bawah sampai kalangan menengah ke atas dapat memainkan si kulit bundar itu.
Gus Dur memiliki kegemaran membaca buku. Ia tidak membatasi dalam mengonsumsi buku. Gus Dur memiliki banyak koleksi buku-buku agama, filsafat, sastra, serta buku mengenai catur dan sepak bola pun tidak luput dari koleksinya.
Ulama kelahiran tanah Bugis ini merupakan salah satu penggila Real Madrid. Pengakuan ini ia tulis dalam buku teranyarnya yang berjudul Cahaya, Cinta, dan Canda M Quraish Shihab (2015) terbitan Lentera hati.
Rabu, 23 September 2020
Gus Baha' : Kyai Tidak Bisa Guyon Itu Kurang ALIM
Menilik Resolusi Hasyim Asy’ari
Islam adalah agama penebar kasih sayang. Islam tidak memandang ras, suku bangsa, warna kulit, bahkan toleran terhadap agama lain. Islam adalah agama Rahmatan Lil ‘Alamin, namun pada kenyataannya sebagian umat manusia memandang agama Islam hanya sebagai ritual yang dikhususkan kepada Tuhan. Tidak diekspresikan dalam perilaku melindungi sesama mahkluk Tuhan di bumi.
Judul Buku : Jihad Ala KH. Hasyim Asy’ari; Upaya Menangkal Islam Radikal
Penulis : Muhammad Rahmatullah
Penerbit : Imtiyaz-Surabaya
Tebal : xviii +180 hlm
Cetakan : 1, April 2015
Kata-Kata Gusdur Yang Penuh Makna
- Orang yang masih terganggu dengan hinaan dan pujian manusia, dia masih hamba yang amatiran.
- Allah itu maha besar. Ia tidak memerlukan pembuktian akan kebesaran-Nya. Ia Maha Besar karena Ia ada. Apapun yang diperbuat orang atas diri-Nya, sama sekali tidak ada pengaruhnya atas wujud-Nya dan atas kekuasaan-Nya.
- Tidak penting apapun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak Tanya apa agamamu.
- Semakin tinggi ilmu seseorang, maka semakin tinggi toleransinya.
- Agama mengajarkan pesan-pesan damai dan ekstremis memutarbalikannya. Kita butuh Islam ramah, bukan Islam marah.
- Perbedaan itu fitrah. Dan ia harus diletakkan dalam prinsip kemanusiaan universal.
- Islam itu datang bukan untuk mengubah budaya leluhur kita jadi budaya Arab. Bukan untuk ‘aku’ menjadi ‘ana’, ‘sampeyan’ jadi ‘antum’, ‘sedulur’ jadi ‘akhi’. Kita pertahankan milik kita. Kita harus serap ajarannya, bukan budaya Arabnya.
- Islam di Indonesia itu timbul dari basis kebudayaan. Jika itu dihilangkan, maka kemungkinannya ada dua, yaitu pertama kebudayaan akan mati, kedua Islam akan hancur. Pesan saya, jadilah pemikir yang sehat.
- Berkat perbedaan, semuanya jadi terang benderang.
- Dari sudut agama, saya ingin mengingatkan, agar ketidaksenangan kita terhadap seseorang atau suatu kaum jangan sampai menyebabkan kita berlaku tidak adil dalam memutuskan sesuatu.
- Memuliakan manusia berarti memuliakan penciptanya. Merendahkan dan menistakan manusia berarti merendahkan dan menistakan penciptanya.
- Kemajemukan harus bisa diterima, tanpa adanya perbedaan.
- Esensi Islam tidak terletak pada pakaian yang dikenakan, melainkan pada kahlak yang dilaksanakan.
- Rentenir memang melakukan kerja manipulatif, karena ia mengambil keuntungan dari penderitaan orang lain. Sementara Tuhan tidak memanipulasikan apa-apa. Yang diberikan-Nya hanyalah kehidupan itu sendiri. Terserah mau diapakan oleh manusia, dijadikan ajang pengrusakan, atau lahan untuk penyejahteraan hidup.
- Jika kita merasa muslim terhormat, maka kita akan berpuasa dengan menghormati orang yang tidak berpuasa.
- Jika kamu membenci orang karena dia tidak bisa membaca Al-Quran, berarti yang kamu pertuhankan itu bukan Allah, tapi Al-Quran. Jika kamu memusuhi orang yang berbeda agama dengan kamu, berarti yang kamu pertuhankan itu bukan Allah, tapi Agama. Jika kamu menjauhi orang yang melanggar moral, berarti yang kamu pertuhankan bukan Allah, tapi moral. Pertuhankanlah Allah, bukan yang lainnya. Dan pembuktian bahwa kamu mempertuhaknkan Allah, kamu harus menerima semua makhluk. Karena begitulah Allah.
- Memaafkan tidak akan mengubah masa lalu, tetapi memberi ruang besar untuk masa depan.
- Sebenar apapun tingkahmu, sebaik apapun perilaku hidupmu, kebencian dari manusia itu pasti ada. Jadi jangan terlalu diambil pusing. Terus saja jalan.
- Perbedaan dalam berbagai hal termasuk aliran dan agama, sebaiknya diterima karena itu bukan sesuatu masalah.
- Tuhan tidak perlu dibela, Dia sudah maha segalanya. Belalah mereka yang diperlakukan tidak adil.
- Bukalah hatimu dan bertindaklah dengan jujur.
- Mestinya yang merayakan hari natal bukan hanya umat Kristen, melainkan juga umat Islam dan umat beragama lain, bahkan seluruh umat manusia. Sebab, Yesus Kristus atau Isa Al-Masih adalah juru selamat seluruh umat manusia, bukan juru selamat umat Kristen saja.
- Saya sudah pernah bilang, mereka itu masih seperti anak TK. Buktinya girang banget ketemu sama si Donald.
- Sebuah masyarakat tanpa spritualitas hanyalah akan berujung pada penindasan, ketidakadilan, pemerasan, dan perkosaan, atas hak-hak Asasi warganya.
- Negeri ini paling kaya di dunia tapi sekarang negeri ini menjadi melarat karena para koruptor tidak ditindak dengan tegas.
- Humor tidak bisa menjatuhkan pemerintah. Tetapi humor bisa membantu membusukkan suatu rezim.
- Tragedi BOM Bali yang terjadi di ambang Ramadhan adalah sebuah teguran Ilahi tentang berjangkitnya epidemi perilaku iblis di kalangan masyarakat yang semakin hari semakin sering melakukan kekerasan.
- Saya tidak peduli, mau popularitas saya hancur, difitnah, dicaci maki, atau dituduh apapun. Tapi bangsa dan negara ini harus diselamatkan dari perpecahan.
- Menyesali nasib tidak akan mengubah keadaan, Terus berkarya dan bekerjalah yang membuat kita berharga.
- Kepemimpian yang baik dapat membawa hasil yang baik tanpa banyak menumpahkan darah.
- Tidak ada jabatan di dunia ini yang perlu dipertahankan mati-matian.
- Marilah kita bangun bangsa dan kita hindarkan pertikaian yang sering terjadi dalam sejarah. Inilah esensi tugas kesejarahan kita, yang tidak boleh kita lupakan sama sekali.
Romantisme Seorang Hamba Merayu Tuhan
Tokoh Kang Sudron banyak yang mengenal dengan tokoh yang sangat inspiratif, humoris serta paling balelo di antara teman-temannya di pesantren. Ia dikenal di kalangan santri di pondok dengan tampilan kisah yang menggelitik dan insipratif. Sangat indah bila diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ia biasanya dikisahkan sebagai seorang hamba yang melakukan perjalanan hidup penuh makna.
Selasa, 22 September 2020
41 Nasehat Pendiri Pondok Pesantren Lirboyo
Raker dan Pemantapan Pengurus Gerakan Pemuda Ansor Tasikmadu
Senin, 21 September 2020
Inilah 6 Rekomendasi Konbes XXIII GP Ansor
- Pandemi COVID-19 adalah krisis kesehatan, sehingga semua pendekatan dan kebijakan harus dilakukan dengan menjadikan pertimbangan kesehatan sebagai prioritas utama;
- Belajar dari pengalaman negara lain yang telah berhasil membatasi penyebaran Covid-19, pengambil kebijakan harus terus menerus mengevaluasi pendekatan yang dijalankan dengan mengadopsi praktik terbaik dari negara lain dan menyesuaikannya dengan kearifan lokal;
- Dalam kondisi krisis kesehatan ini, semua keputusan yang diambil oleh para pemangku kebijakan termasuk birokrasi dan aparat pemerintah harus dilakukan secara cepat, efektif, dan efisien;
- Untuk menanggulangi dampak pertumbuhan ekonomi yang negatif, pemerintah diharapkan menyusun ulang prioritas baik kebijakan maupun anggaran untuk memastikan masyarakat terdampak tetap memiliki daya beli dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, dan program-program pembangunan diprioritaskan kepada program pemberdayaan dan jaring pengaman ekonomi untuk masyarakat;
- Para elite politik harus bergandengan tangan, saling menguatkan dan mengedepankan kemaslahatan bangsa dengan menghentikan rivalitas yang dapat berdampak kepada perlambatan pengambilan keputusan dalam penanggulangan krisis Covid-19 sebagai musuh bersama;
- Mengingat pembatasan mobilitas masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19 tidak hanya menganggu kehidupan perekonomian, namun juga kehidupan sosial masyarakat, perlu dilakukan mitigasi dampak sosial dengan melibatkan para ahli dan pemimpin informal masyarakat untuk memastikan tidak muncul gejala keterasingan dan ketakutan/paranoid yang berlebihan dari sebagian rakyat kita.

















