Rabu, 15 September 2021

Ketika Syekh Abdul Qodir Bersujud Karena Pertanyaan Seorang Pemabuk


Saat perjalanan bersama murid-muridnya, mereka berpapasan dengan seorang pemabuk yang sedang mabuk berat. Tak disangka, pemabuk tersebut menghentikan langkah rombongan Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani dan mengutarakan tiga pertanyaan yang membuat beliau kaget.

“Wahai Syekh, apakah Allah mampu mengubah pemabuk sepertiku menjadi ahli taat?”

Syekh Abdul Qadir Al-Jalani menjawabnya: 
“Tentu mampu, Allah Maha Kuasa”

Kemudian si pemabuk bertanya lagi : 
“Apakah Allah mampu mengubah ahli maksiat sepertiku menjadi ahli taat setingkat dirimu?”

Dengan penuh kasih sayang Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani Menjawabnya : 
“Sangat Mampu, Allah Maha Kuasa Atas segala sesuatu.”

Si pemabuk bertanya kembali : 
“Apakah Allah mampu mengubah dirimu menjadi ahli maksiat sepertiku?”

Mendengar pertanyaan ketiga, seketika itu Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani menangis tersungkur dan bersujud kepada Allah.

Murid-murid Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani pun penasaran dan kebingungan. Lalu mereka memberanikan diri untuk bertanya, 
“wahai Tuan Syekh, apa gerangan yang membuat mu menangis?"

Kemudian Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani menjawab pertanyaan muridnya dengan penuh perhatian dan Hati Tergetar, 

“Betul sekali si pemabuk itu, Pertanyaan terkahir yang menyebabkanku menangis karena takut kepada Allah, Kapan saja Allah mampu mengubah nasib seseorang termasuk diriku. Siapa yang bisa menjamin diriku bernasib baik, meninggal dalam keadaan husnul khotimah.
Pertanyaan itu pula yang mendorongku untuk bersujud dan berdoa kepada Allah agar tidak menjadikanku merasa aman terhadap rencana Allah. Semoga Allah memelihara kesehatanku dan menutupi aibku.”

Pelajaran penting yang bisa dipetik dari kisah ini adalah agar kita tidak tertipu dengan kedudukan, amal perbuatan dan ilmu yang kita miliki. Maha Suci Dzat yang mampu mengubah seseorang kapan saja dia kehendaki.
Dalam sujud ketika shalat, senantiasalah kita berdoa “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agama-Mu.”

Demikian kisah pertemuan Syekh Abdul Qadir dengan seorang pemabuk, Sekelas beliau saja sangat khawatir dengan dirinya dan tidak pernah bangga dengan maqam kewaliannya. Bagaimana dengan kita yang belum jelas kedudukannya di sisi Allah.

Wallahua’lam 

Kisah ini di sampaikan oleh Al Habib Thohir bin Abdullah Al Kaff dalam Haul Ke-10 Hadratusy Syeikh Achmad Asrori Al Ishaqi ra.
Share:

Senin, 13 September 2021

Sembilan dari 12 Ranting di PAC GP. Ansor Watulimo Berhasil mendapat Predikat Nilai A Dalam Proses Akreditasi Organisasi


Anwalin News  - Akreditasi organisasi Gerakan Pemuda Ansor adalah kegiatan penilaian secara sistematis dan komprehensif yang dilakukan oleh Pimpinan Pusat terhadap Pimpinan Wilayah, Pimpinan Cabang, Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan Ranting untuk menentukan kelayakan dan kinerja organisasi.

 

Akreditasi organisasi Gerakan Pemuda Ansor bertujuan untuk menentukan tingkat kelayakan organisasi dalam menyelenggarakan kegiatannya serta untuk memperoleh gambaran tentang kinerja organisasi. Sedangkan fungsi dari Akreditasi adalah (a) mengetahui kelayakan dan kinerja organisasi dengan mengacu pada indikator-indikator yang telah ditentukan; (b) mempertanggungjawabkan kegiatan organisasi sesuai dengan visi dan misi Gerakan Pemuda Ansor; dan (c) meningkatkan kualitas atau kinerja organisasi.



Seiring dengan Peraturan Organisasi terkait Akreditasi dimaksud, Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Watulimo menggelar Akreditasi untuk seluruh Ranting yang ada di Kecamatan Watulimo yang berjumlah 12 Ranting/Desa. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Serbaguna – Balai Desa Tasikmadu yang berlokasi di sebelah barat Pantai Prigi -+ 100 meter dari Pelabuhan Nusantara Pantai Prigi Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek.

 

Hadir pada kegiatan Akreditasi adalah segenap Jajaran Pengurus Harian PAC GP. Ansor Watulimo, Delegasi Peserta dari seluruh Ranting se-Kecamatan Watulimo yang masing-masing Ranting diikuti oleh 4 peserta meliputi; Ketua Pimpinan Ranting, Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor tingkat Ranting, Kasatkorkel Banser dan Sekretaris Ranting. Selain itu juga dihadiri oleh segenap tamu undangan dari Pengurus NU Ranting Tasikmadu, Kapolsek Watulimo, Kepala Desa Tasikmadu, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Rekan-rekanita PR IPNU-IPPNU Tasikmadu.



Dari Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Trenggalek yang hadir adalah jajaran Pengurus Harian Cabang yang dikomandani langsung oleh Ketua PC, yaitu sahabat Muh. Izuddin Zakki (Gus Zakki), sekretaris PC sahabat Robby Taufika, bendahara PC sahabat Ali Saddad dan segenap Tim Assesor Akreditasi PC GP. Ansor Trenggalek antara lain sahabat Zainudin, sahabat Imron Sulistyanto, sahabat Zidni Ilman Nafia dan beberapa Crew dari Media Ansor Trenggalek Online.

 

Sebelum pelaksanaan Akreditasi berlangsung didahului dengan Opening Ceremony yang meliputi Pembukaan, Pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathon, Mars GP. Ansor, Sambutan Ketua PAC GP. Ansor Watulimo, Sambutan Ketua PC GP. Ansor Trenggalek dan penutup yang diisi dengan pembacaan doa. Setelah acara ceremonial selesai acara dilanjutkan dengan prosesi Akreditasi setiap Ranting oleh Tim Assesor Akreditasi Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Trenggalek.



Dari 12 Ranting yang ada diwilayah Kecamatan Watulimo, setelah dilakukan visitasi dan verifikasi Data / Borang Akreditasi; Alhamdulillah 9 diantaranya mendapat peringkat nilai A (Ranting Dukuh, Gemaharjo, Tasikmadu, Karanggandu, Prigi, Sawahan, Slawe, Watulimo dan Ngembel), satu nilai B (Ranting Pakel) dan 2 Ranting (Watuagung dan Margomulyo) proses Akreditasi ulang (perbaikan) dikarenakan sebagian berkasnya ada yang hilang / tidak sinkron antar variabel dan bukti fisik berkas.

 

Alhamdulillah secara keseluruhan Pelaksanaan Akreditasi berjalan dengan lancar, aman dan Sukses dengan harapan Semoga Organisasi GP. Ansor yang berada diwilayah PAC Watulimo semakin maju, berkualitas, maslahat dan manfaat sesuai dengan Tujuan Organisasi serta para Pengurus yang mengelola organisasi semakin professional dan mampu meningkatkan diri dalam tata kelola administrasi dan manajemen organisasi. (my)

.

----------------

Kontributor : Myanto

Fotografer : Agus Rianto & Fahmi NH.

Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung