Kamis, 27 Agustus 2020

Lafal Niat Puasa Tasu'a dan Asyura'


Puasa Tasu'a (9 Muharram) dan Asyura' (10 Muharram) merupakan salah satu kesunahan di bulan Muharram. Syekh Zakaria al-Anshari dalam kitab Fathul Wahhab halaman 145 mencantumkan dalil kedua amaliah tersebut. Yakni dari dua sabda Rasulullah SAW:

 لَئِنْ بَقِيتُ إلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ
 
"Jika aku tetap hidup hingga tahun depan niscaya aku benar-benar akan puasa Tasu'a." (HR. Muslim)

وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

"Dan puasa hari Asyura' aku mengharap kepada Allah agar menghapus dosa satu tahun lalu." (HR. Muslim) 

Tata cara melakukan puasa Tasu'a dan Asyura' adalah sama dengan puasa pada umumnya. Yang berbeda hanyalah dari segi niat. Karena keduanya merupakan puasa sunah, maka dianjurkan niat pada malam harinya. Namun juga diperbolehkan niat di pagi hari sebelum tergelincirnya matahari.

Contoh lafal niatnya sebagai berikut:

 نَوَيْتُ صَوْمَ سُنَّةِ تَاسُوْعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى 
  
"Aku niat puasa sunah Tasu‘a karena Allah Ta'ala” 

 نَوَيْتُ صَوْمَ سُنَّةِ ِعَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى
 
“Aku niat puasa sunah Asyura' karena Allah Ta'ala.”

Sumber : Page FB LIRBOYO
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung