Kamis, 17 Juni 2021

Tim Media Anwalin PAC GP. Ansor Watulimo Adakan Mujahaddah Dalam Kegiatan Turba Lailatul Ijtima’


Anwalin News  - Margomulyo (16/06) Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Watulimo mengadakan kegiatan rutinan yang dikemas dalam bentuk Lailatul Ijtima’ dan Mujahaddahan (Istighotsah / Dzikir Bersama). Mujahaddah tersebut dilaksanakan dirumah Sahabat David Hariyanto yang beralamat di Dusun Ketok Desa Margomulyo Kecamatan Watulimo.

Sahabat David Hariyanto adalah Sekretaris PAC GP. Ansor Watulimo yang telah dipilih dan ditetapkan oleh Tim Formatur untuk masa Khidmah Kepengurusan 2021-2023. Pada kesempatan yang sama Kang David (panggilan akrabnya) menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada sahabat-sahabat yang telah berkenan hadir dirumahnya yang mana selama ini belum pernah untuk ditempati kegiatan-kegiatan organisasi utamanya Gerakan Pemuda Ansor. Kang David berharap, semoga dengan adanya kegiatan GP. Ansor yang diisi dengan Mujahadah/Dzikir bersama tersebut menjadikan timbul “BERKAH” buat keluarganya, lingkungan dan organisasi secara keseluruhan.

Kegiatan Lailatul Ijtima’ PAC GP. Ansor Watulimo  ini merupakan kerjasama antara Pengurus Harian PAC bersama Tim Media Anwalin PAC GP. Ansor Watulimo yang digelar 2 (dua) Minggu sekali setiap malam Kamis dengan system Turba kerumah para Pengurus Harian dan anggota Tim Media Anwalin yang telah terjadwal dan tersusun berdasarkan hasil musyawarah sebelumnya. Selain Mujahaddah / Dzikir Bersama, kegiatan Ijtimaan tersebut setiap turbanya juga diisi dengan kegiatan yang berbeda-beda, antara lain Istima’ul Qur’an, Tahlilan, Manakiban, Dikrul Ghofilin, Pembacaan Al-Barzanji dan/atau Sholawat Nabi Muhammad SAW. Perbedaan amalan setiap Turba tersebut didasarkan dengan permintaan dari Shohibul Bait/Hajat serta menyesuaikan dengan kebutuhan pada saat rutinan berlangsung/digelar.

Setelah selesai Mujahaddahan, kegiatan diisi dengan pembinaan keorganisasian oleh sahabat Murdiyanto selaku Ketua PAC GP. Ansor Watulimo. Kang Myanto berpesan kepada para Pengurus yang hadir agar lebih meningkatkan pengetahuan dibidang organisasi, ilmu pengetahuan dan teknologi serta lebih aktif untuk berdakwah di media sosial. Hal tersebut dikarenakan tantangan untuk generasi saat ini dan mendatang adalah setiap Kader Ansor harus mampu untuk Upgrade di dunia teknologi dan media sosial.  

“Kader Ansor harus mampu mengaplikasikan dan mengimplementasikan ilmunya dalam berdakwah di media sosial dan online, hal tersebut adalah suatu keniscayaan bagi setiap kader / generasi muda NU” begitu tutur Kang Myanto dalam sambutannya.

Hadir dalam kegiatan Lailatul Ijtima’ PAC GP. Ansor Watulimo adalah segenap Pengurus Harian PAC bersama Tim Media Anwalin PAC GP Ansor Watulimo dengan jumlah keseluruhan 23 Orang. Jumlah yang hadir pada kegiatan Ijtimaan memang sengaja dibatasi mengingat wilayah Watulimo khususnya dan Negara Indonesia umumnya pada saat ini masih dilanda Pagebluk dengan adanya Pandemi Covid-19 yang bahkan pada saat ini muncul lagi Varian baru yang lebih ganas dari Covid-19 tersebut.

Semoga dengan ikhtiyar kita mentaati protocol kesehatan dan mujahaddah / dzikir bersama tersebut Pandemi Covid-19 semakin hilang dari bumi Indonesia, semua warganya senantiasa diberi kesehatan dan keselamatan sehingga bisa beraktifitas normal seperti sebelum adanya Covid-19 dan bisa lebih banyak berbuat kemaslahatan serta kemanfaatan untuk pribadi, keluarga, sesama, organisasi dan khalayak luas pada umumnya. Aamiin (MY)
.

Kontributor : MY
Fotografer : Agus Rianto
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung