Sabtu, 03 Oktober 2020

NGOLAH PIKIR ; Pentingnya Website Resmi bagi Organisasi GP. Ansor

Perkembangan teknologi menuntut sebuah organisasi turut andil dalam penyebaran informasi. Besar atau kecilnya organisasi yang dimiliki, selain aktif dalam media sosial ada baiknya organisasi juga memiliki website resminya/
official website sendiri.
 
Sekarang ini banyak organisasi kemasyarakatan, social politik maupun nirlaba yang percaya bahwa memiliki akun di Facebook cukup atau sama saja memiliki sebuah situs resmi. Padahal keduanya sangatlah berbeda. Mengapa sebuah organisasi memerlukan situs resmi dalam pengelolaan organisasi?
 
Berikut beberapa alasan mengapa sebuah organisasi harus mulai berinovasi dengan membuat website resmi.
 
1. Website resmi membantu legitimasi organisasi.
Sebuah website membantu para donator, mitra, bahkan relawan untuk mencari informasi lebih lanjut mengenai misi organisasi dalam satu tempat. Keberadaan website yang aktif sangat membantu melegitimasi peran organisasi serta keberadannya dinilai memberikan kredibilitas dengan peningkatan reputasi dan kepercayaan publik.
 
2. Website resmi membantu dalam branding dan profesionalisme organisasi
Adanya website resmi juga berfungsi sebagai branding organisasi karena semua yang dipublikasikan jelas. Sebuah organisasi yang memiliki website resmi sudah pasti akan mendapatkan perhatian lebih. Keberadaan website resmi menunjukkan profesionalisme organisasi dalam menggarap berbagai program dan kegiatannya kepada publik.
 
3. Website resmi meningkatkan kesadaran publik
Secara tidak langsung, keberadaan website resmi tentu saja dapat meningkatkan kesadaran publik. Dengan mempublikasikan program, dokumentasi acara, dan ajakan untuk mengikuti kegiatan hingga informasi penting lainnya tanpa disadari juga dapat meningkatkan keterlibatan publik dalam mendukung kegiatan organisasi.
 
4. Website sebagai sarana memperkenalkan program/layanan
Suatu organisasi dapat menggunakan website untuk memperkenalkan kegiatan organisasi. Dengan banyaknya pengguna internet, tentu saja organisasi memiliki peluang untuk mendapatkan calon donor, mitra, bahkan relawan untuk mendukung kegiatan.
 
5. Website sebagai sarana komunikasi.
Fitur yang beragam dalam sebuah website dapat memudahkan terjalinnya komunikasi antara pengelola/staf organisasi dengan publik. Website modern telah dilengkapi dengan berbagai fitur seperti live chat, voice note, kotak saran, hingga kontak untuk memastikan terjalinnya komunikasi dengan baik.
 
6. Website sebagai sarana publikasi resmi organisasi.
Dengan menggunakan website, organisasi dapat memanfaatkan sebagai sarana publikasi resmi. Misalnya menampilkan kegiatan yang sedang berjalan, laporan bulanan, hingga agenda kegiatan selama satu tahun masa kerja. Hal ini menunjukkan organisasi bersifat transpaan dan akuntabel dalam pelaksanaan program kerja organisasi.
 
7. Membangun jaringan/partner
Keberadaan website resmi juga mendukung terjalinnya jejaring kerja sama baru baik antar organisasi maupun pihak terkait bahkan donor. Pengoptimalisasian website menunjukkan eksistensi organisasi dalam melakukan berbagai kegiatan. Hal ini sangat membantu apabila ada organisasi lain yang ingin bekerja sama, misalnya melalui kegiatan CSR atau kolaborasi program.


Berorientasi dari pemikiran tersebut di atas, PAC GP. Ansor Watulimo mengadakan peluncuran (launching) secara resmi Akun Media Sosial Organisasi dengan Tema : NGOLAH PIKIR (Ngobrolin Maslahah Perlu Inspirasi, Kreatifitas, Inovasi dan Refreshing). Acara tersebut digelar secara sederhana dan bertempat dirumah sahabat Murdiyanto (Ketua PAC), pada tanggal 3 Oktober 2020 Pukul 20.00 WIB yang dihadiri oleh Tim Redaksi Anwalin (Ansor Watulimo Online), segenap creator dan kontributor dan para support web program lainnya.
 
Dalam acara launching, dijelaskan beberapa hal yang harus dikerjakan oleh Tim Anwalin beserta tupoksi dari masing-masing crew/personal. Semua anggota tim harus berupaya semaksimal mungkin, bagaimana pengelolaan Media Sosial tersebut bisa selalu Update dan On Time. Selain itu juga perlu adanya konten-konten yang relevan yang disuguhkan di media sosial organisasi tersebut.

Logo Anwalin; Creator By : Sulton Ali
 
Terkait dengan Media Anwalin, PAC GP. Ansor Watulimo menyuguhkan kehadapan publik beberapa Medsos yang nantinya dijadikan jendela informasi dan komunikasi oleh pada Kader dan pemangku kepentingan yang berkaitan dengan Gerakan Pemuda Ansor Anak Cabang Watulimo. Medsos tersebut antara lain :
 
 
Dari Launchingnya Media Sosial ini, diharapkan PAC GP. Ansor Watulimo kedepannya semakin maju, professional, manfaat dan membawa keberkahan untuk semuanya. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, nikmat, taufiq dan hidayahNya kepada kita dalam berbuat, berkreasi, berinovasi dan berbagi untuk kebaikan dan kemaslahatan. Aamiin. (MY)


----------------
Keterangan :
Penanggungjawab : Ketua PAC GP. Ansor Watulimo
Desain Web : Murdiyanto
Pimred : David Hariyanto
Creator : Sulton Ali
Kontributor : Muh. Choirur Rokhim, Ibnu Tri Mashudi, Mustarom
Dokumentasi : Agus Salim, Agus Rianto, Muh. Rifa'i
Humas : Imam Mukhlisin, Sujito, Sigit Murtejo
Supported by : Agus Muhaimin, Endri Supriyo, Sukaji, Much. Muhyidin 
 


Tags Resmi Anwalin :
#anwalinnews
#ansor #banser
#pacgpansorwatulimo
#satkoryonbanserwatulimo
#nkrihargamati
#pancasilajaya
#aswajaakidahkita
#crewanwalin
Share:

Ansor Tasikmadu dan Banser Ikuti Rutinan Sholawat Nariyah dengan Protokol Kesehatan


Tasikmadu, Anwalin News - Jamaah Sholawat Nariyah gelar acara rutinan bertempat di Masjid Al-Hidayah, Dusun Gares, Desa Tasikmadu pada tanggal 02 Oktober 2020. Acara berjalan penuh khitmad dan lancar. Sebelum acara dimulai, para petugas atau relawan Covid-19 Desa Tasikmadu bekerja sama dengan Banser serta BKTM dan Babinsa menerapkan protokol kesehatan kepada para jamaah Sholawat Nariyah. Di mana, sebelum masuk masjid, para Jamaah; baik warga sekitar maupun dari Alumni Pondok Panggung Tulungagung yang berada di Tasikmadu dan Karanggandu diminta untuk menggunakan masker serta menggunakan hand sanitizer dan tetap mematuhi peraturan dari pemerintah.

Acara tersebut dimulai sholat Magrib berjamaah. Setelah sholat Magrib selesai, acara disambung dengan sholat tasbih, sholat Hajat dan Sujud Syukur. Setelah itu acara puncak dimulai. Yakni membaca amalan Sholawat Nariyah yang dipimpin  langsung oleh Gus Huda. Sholawat Nariyah merupakan salah satu sholawat yang populer di kalangan umat muslim. Sholawat Nariyah disusun oleh Syekh Nariyah sebagai bentuk pujian kepada Allah SWT dan bentuk kecintaan umat kepada Nabi Muhmmad SAW.

Setelah amalan Sholawat Nariyah selesai dilantunkan yang dipimpin langsung oleh seorang imam, lalu  acara tersebut dilanjutkan dengan Sholat Isyak berjamaah. Acara tak berhenti sampai di sini. Acar tersebut berlanjut dengan membaca Tahlil Qasar, disambung sambutan Kepala Desa Tasikmadu dan Mauidhoh Hasanah oleh KH. Fatkur Rohman. Kepala Desa Tasikmadu, Wignyo Handoyo sekaligus Ketua Panitia dan Tuan Rumah menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini harus rutin dilaksanakan. Dengan adanya acara-acara seperti ini kita bisa terjauhkan dari wabah Covid-19 yang hingga kini masih mewabah negara kita.

"Kegiatan ini perlu rutin dilaksanakan karena mampu meningkatkan ketaqwaan, juga mampu membuat kerukunan dan kekompakan warga. Selain tentunya mendapatkan syafaat Nabi besar Muhammad Saw. Harapan masyarakat Desa Tasikmadu senantiasa dalam lindungan Allah Swt," ujarnya dalam sambutannya.

"Dan terima kasih kepada para semua pihak yang terlibat demi kelancaran ini dari awal hingga akhir acara. Baik para kawan-kawan panitia, Relawan, Banser dan lain-lainnya. Semoga dengan Sholawat Nariyah ini mampu menjauhkan dari wabah yang sedang mendera Bangsa kita, dunia dan bahkan desa kita," pungkasnya.

KH. Fatkhur dalam Mauidhoh Hasanah mengingatkan kembali kepada para jamaah Sholawat Nariyah yang hadir di acara tersebut. Sebelum membaca amalan Sholawat Nariyah, para jamaah melakukan sholat tasbih. Yang membedakan sholat sunah lain dengan sholat tasbih adalah sholat tasbih dikerjakan empat rakaat, yang sepanjang rakaat, seseorang mengucapakn kalimat tasbih 300 kali. Yang setiap rakaat, seseorang membaca membaca 75 kali tasbih.


Dan acara tersebut turut hadir para jamaah Masjid Al-Hidayah, warga dan para tamu undangan. Jamaah yang hadir lebih dari 50 jamaah Sholawat Nariyah. Dalam rutinan Showalat Nariyah ini turut hadir pula Ketua Gerakan Pemuda Ansor Tasikmadu, Much. Muhyidin, Banser, Relawan Covid-19 Desa Tasikmadu, BKTM dan Babinsa dan para jamaah Sholawat Nariyah Alumni Pondok Panggung Tulungagung yang berada di Kecamatan Watulimo, baik yang berasal dari Desa Tasikmadu maupun Desa Karanggandu.

Semoga dilaksanakannya Sholawat Nariyah kita senantiasa diberi kesehatan, keselamatan dan dijauhkan dari wabah yang mendera negara kita maupun dunia. Semoga pandemi ini segera berlalu. Sehingga kita bisa beraktifitas seperti sedia kala. Tetapi kita tetap mengikuti anjuran dari pemerintah dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan, yakni menggunakan masker, sering-sering cuci tangan, baik pakai sabun maupun menggunakan Hand Sanitizer dan tetap jaga jarak. [MCR]

Share:

Jumat, 02 Oktober 2020

Rapat Anggota GP Ansor Ranting Sawahan Dilaksanakan Bersamaan Rutinan Naharul Ijtima’ NU

Anwalin News
– Jum’at, 2 Oktober 2020 Segenap Pengurus Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor Ranting Sawahan menggelar acara Rapat Anggota/Konferensi tingkat Ranting. Rapat Anggota tersebut dilaksanakan di masjid Nurul Falah Dusun Dadapan Desa Sawahan Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek.
 
Rencana awal rapat anggota dijadwalkan pada bulan September kemarin, namun karena banyaknya agenda Ranting serta kesibukan masing-masing pengurus, akhirnya tertunda hingga bulan Oktober 2020 ini bisa terlaksana.
 
Agenda Rapat Anggota Ranting Sawahan tersebut bersamaan dengan kegiatan naharul ijtima’ pengurus Nahdlatul Ulama serta banom-banom NU Ranting Sawahan lainnya yang didahului dengan kegiatan istighotsah bersama dan mauidloh hasanah/ceramah agama oleh tokoh agama/kyai setempat. Usai ceramah agama dilanjutkan dengan laporan hasil infaq KOIN Nusantara kepada para pengurus NU yang hadir saat itu agar dapatnya diketahui dan difahami antara pemasukan KOIN dan pengeluaran Koin Nusantara dimaksud.
 
Kegiatan naharul ijtima’ Pengurus Nahdlatul Ulama Ranting Sawahan, Alhamdulillah sudah bisa berjalan dengan istiqomah setiap hari Jum’at Legi Sore dan terlaksana dalam periode yang sangat lama/panjang. Dengan adanya naharul ijtima’ tersebut para pengurus NU dan banom bisa menjalin silaturahim satu sama lainnya dan bisa bertukar informasi terkait dengan perkembangan dan kemajuan zaman dimana saat ini media informasi sosial sangat mudah diakses melalui dunia virtual/internet.

 
Adapun yang hadir dalam kegiatan Rapat Anggota Gerakan Pemuda Ansor Ranting Sawahan dari PAC GP. Ansor Watulimo adalah sahabat Murdiyanto (Ketua PAC) yang didampingi oleh sahabat Muh. Rifa’i (Wakil Sekretaris PAC), sahabat Sujito (waka Satkoryon), dan teman-teman dari Media ANWALIN (Ansor Watulimo Online), antara lain sahabat; Agus Salim, Sigit Moertejo, Agus Muhaimin, Imam Abu Hanifah, Ibnu Tri Mashudi, Basori dan sahabat Mustarom.
 
Sebelum dilaksanakan Rapat Anggota, acara didahului dengan sambutan dari Ketua GP. Ansor Ranting Sawahan, yaitu sahabat Jayus yang sekaligus pernyataan domisioner kepengurusan masa khidmah 2018-2020. Dalam sambutannya sahabat Jayus menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diamanatkan kepadanya selama masa kepengurusan berlaku, dan juga permohonan maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan didalam menjalankan roda organisasi selama ini.
 
Selanjutnya dari Pimpinan Anak Cabang, sahabat Murdiyanto juga memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya, atas pengabdian dan perjuangan pengurus ranting sawahan yang sangat solid dalam membentengi dan menjaga kader-kader mudanya sehingga tidak terpengaruh dengan faham-faham yang tidak selaras dengan ajaran Nahdlatul Ulama yang ada disekelilingnya. Ketua PAC juga berharap dan berpesan, kedepan Gerakan Pemuda Ansor Ranting Sawahan semakin berkembang, lebih maju dan istiqomah dalam menegakkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah sebagaimana yang dibaiatkan ketika diklat-diklat kader NU dilaksanakan.


Pada prosesi Rapat Anggota (pemilihan) yang dipimpin sahabat Muh. Rifa’i tercapai kata sepakat dalam aklamasi dan ditetapkan oleh forum yaitu, sahabat Ahmad Misbachuddin sebagai Ketua terpilih Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Sawahan untuk masa khidmah 2020-2022. Setelah terbentuk (terpilih) ketua yang baru tersebut dari PAC GP. Ansor Watulimo memberikan batasan waktu kepada tim formatur untuk melengkapi kepengurusannya selama waktu 1 (satu) Minggu dari tanggal Rapat Anggota dilaksanakan.
 
Semoga Allah SWT, senantiasa membimbing, melindungi dan meridloi setiap upaya kita bersama dalam berkhidmah di Organisasi NU – GP. Ansor serta diakui sebagai santrinya Mbah Hasyim Asy’ari. Aamiin. (MY)
Share:

Dawuh Mbah KH. Maimoen Zubair


1. "Jangan meremehkan kebaikan sekecil apapun, bisa jadi seseorang itu masuk Surga bukan karena puasa sunahnya, bukan karena panjang sholat malamnya, tetapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda."

2. "Kita sekalian meskipun orang biasa bukan keturunan kiai, bukan keturunan ulama tidak bisa memiliki anak-anak yang Sholeh jangan berkecil hati, berdoalah dan mendekatlah kepada para kiai, para ulama. Allah maha mendengar, dan akan mengabulkan doa hamba-hambanya, tentu dengan tetap ada usaha."

3. "Jika engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah, barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akherat."

4. "Jangan mudah berburuk sangka, biar hatimu tidak gelap dan tidak sengsara."

5. "Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa mengganggu jalannya kaum muslimin, maka singkirkanlah, barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju Surga."

6. "Ketika melihat murid-murid yang menjengkelkan dan melelahkan, terkadang hati diuji kesabarannya, namun hadirkanlah gambaran di antara satu dari mereka kelak akan menarik tangan kita menuju Surga."

7. "Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya, semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di Surga."

8. "Jangan mikir kelak akan jadi apa yang penting belajar saja yang giat."

9. "Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia, barangkali itu mejadi sebab kelapangan rezekimu di dunia."

10. "Lebih baik menjadi orang bener, meski tidak pinter, sebab membuat orang jadi bener membutuhkan kejernihah hati dan keluasan cinta."

11. "Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba' ta' kepada anak-anakmu, setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu, yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu."

12. "Jika engkau tidak bisa berbuat kebaikan sama sekali, maka tahanlah tangan dan lisanmu dari menyakiti, setidaknya Itu menjadi sedekah untuk dirimu."

Al- Fatihah untuk Mbah Moen

Dari Berbagai Sumber
Share:

SATUKAN TEKAT SPIRIT ANSOR JATIM DALAM RAKERWIL



Mojokerto - Masa Pandemi Covid 19 tak kunjung usai. Bahkan di beberapa daerah masih menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar). Hal ini mengakibatkan beberapa hal mengalami hambatan.  Demikian juga bagi Organisasi NU dan Banomnya. Namun tidak bagi GP ANSOR JATIM. Masa Pandemi merupakan moment kader Ansor untuk berinovasi program. 

Kamis, 1 Oktober 2020 Bertempat di Grand Wish Hotel Trawas Mojokerto. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur melaksanakan Rapat Kerja Wilayah. Kegiatan yang bertemakan Bersinergi mewujudkan spirit Baru Ansor Jatim menitik beratkan pada kekompakan Ansor satu komando. Sejumlah 41 Pimpinan Cabang hadir dalam acara tersebut. 

Dalam Sambutannya, Ketua PW GP ANSOR Jatim , Gus Syafiq Syauqi menyampaikan bahwa Ansor kedepan harus lebih maju dan bersinergi " kami yakin bahwa ke depan Ansor jatim akan menjadi yang terdepan" ujar Gus syafiq

Selain itu beliau menambahkan bahwa dalam periode ini kita perkuat internal organisasi." selama kita satu komando , saya yakin akan membuat Ansor semakin terdepan" tambahnya

Senada dengan apa yang di sampaikan oleh Ketua PW GP ANSOR Jawa Timur,  Komandan Banser Jawa Timur, Gus Irsyad Yusuf menjelaskan bahwa penting bagi Ansor untuk mensolidkan ikatan dan solidaritas organisasi. " kita harus perkuat sinergi dan kekompakan membantu Gus syafiq untuk menjadikan Ansor jatim semakin maju " ujar bupati pasuruan tersebut. 

Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut dibuka oleh ketua PW GP ANSOR JATIM dan di tutup doa oleh ketua PW MDS RIJALUL ANSOR JATIM, gus Nailurrohman, SIP. MPd.


Sumber : FB PC GP ANSOR Sidoarjo
Share:

Kamis, 01 Oktober 2020

HUKUM DAN KEUTAMAAN MENGUMANDANGKAN ADZAN DI LIANG KUBUR


Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Salah satu amaliah umat Islam yang menjadi perbincangan adalah mengumandangkan adzan ketika memasukkan jenazah ke dalam liang kubur. Sebenarnya bagaimanakah hukumnya? Dan apakah ada keutamaan atau fadhilah khusus dari hal tersebut? Terimakasih, mohon penjelasannya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
(Ahmad ZA, Lombok – NTB)
_____________________________

Admin- Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Di antara para ulama, permasalahan adzan ketika memasukkan jenazah ke dalam liang kubur masih diperselisihkan (khilafiyyah). Di antara mereka ada yang menganjurkan namun ada pula yang tidak menganjurkan. Sayyid ‘Alawi al-Maliki mencoba menjadi penengah dari dua poros pendapat tersebut. Beliau mengatakan dalam kitabnya yang berjudul Majmu’ Fatawa wa Rasail:

اَلنَّوْعُ الثَّالِثُ فِعْلُهُ فِي الْقَبْرِى بَعْدَ وَضْعِ الْمَيِّتِ فِيْهِ. وَهَذا لَمْ يَثْبُتْ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِخُصُوْصِهِ لَكِنْ قَالَ الاَصْبَحِيْ لَا اَعْلَمُ فِيْ ذَلِكَ خَبَرًا وَلَا اَثَرًا اِلَّا شَيْئَا يُحْكَى عَنْ بَعْضِ الْمُتَأَخِّرِيْنَ قَالَ لَعَلَّهُ قِيْسَ عَلَى اسْتِحْبَابِ الْاَذَانِ وَالْاِقَامَةِ فِي اُذُنِ الْمَوْلُوْدِ وَكَاَنَّهُ يَقُوْلُ الْوِلَادَةُ اَوَّلُ الْخُرُوْجِ اِلَى الدُّنْيَا وَهَذَا اَخِرُ الْخُرُوْجِ مِنْهَا. وَفِيْهِ ضُعْفٌ فَاِنَّ هَذَا لَايَثْبُتُ اِلَّا بِتَوْقِيْفٍ اَعْنِى تَخْصِيْصَ الْاَذَانِ وَالْاِقَامَةِ وَاِلَّا فَذِكْرُ اللهِ تَعَالىَ مَحْبُوْبٌ عَلَى كُلِّ حَالٍ اِلَّا فِي وَقْتِ قَضَاءِ الْحَاجَةِ

“Macam yang ketiga adalah adzan yang dilakukan setelah meletakkan mayit di dalam kuburan. Perbuatan ini tidak ada dalil khusus dari Rasulullah Saw. Tapi al-Ashbahi berkata: Dalam hal itu saya tidak menjumpai khabar atau atsar kecuali dalil yang diceritakan oleh sebagian ulama mutaakhirin, (mereka mengatakan) mungkin perbuatan itu disamakan dengan kesunahan adzan dan iqamah di telinga anak yang baru lahir. Seakan-akan ia ingin mengatakan, bahwa kelahiran merupakan awal masuk ke dalam dunia sedangkan kematian merupakan akhir keluar dari dunia. Pendapat seperti ini termasuk lemah karena mengkhususkan adzan dan iqamah tersebut merupakan perbuatan yang langsung diatur oleh Allah Swt. Namun—yang perlu diperhatikan—bahwa zikir kepada Allah Swt. merupakan perbuatan yang sangat disenangi, kapanpun dan dimanapun, kecuali saat buang hajat.”[1]

Mengenai keutamaannya, dalam kitab I’anah at-Thalibin, Sayyid Abi Bakar Muhammad Syato ad-Dimyathi mengutip pendapat ibn Hajar:

إِذَا وَافَقَ إِنْزَالُهُ القَبْرَ أَذَانٌ خَفَّفَ عَنْهُ فِى السُّؤَالِ

“Ketika jenazah diturunkan ke dalam kubur bersamaan dengan adzan maka jenazah tersebut diringankan dari pertanyaan kubur.”[2] []WaAllahu a’lam

[1] Majmu’ Fatawi wa Rasa’il, hlm. 113.
[2] I’anah at-Thalibin, II/230.


Sumber : FB LIRBOYO
Share:

NU Mendayung Sendirian Antara Masyumi Dan PKI

SEJARAH YG TERLUPAKAN 
NU Mendayung sendirian antara Masyumi dan PKI menuju NKRI bermartabat, berwibawa, bermanfaat di Dunia Akherat.

Oleh: KH. Abdul  Mun’im, Dz
----------------
Sewaktu NU mengadakan Muktamar ke-20 di Medan, Desember 1956, daerah itu sedang bergolak akibat tindakan yang dilakukan oleh Dewan Gajah pimpinan Kol. Simbolon. Di Sumatera Barat, Dewan Banteng pimpinan Kol. Ahmad Husein yang juga melakukan tindakan sama, sehingga Muktamar berlangsung di bawah dentuman meriam dan tekanan bayonet. Untungnya semua hambatan bisa diatasi. Muktamar selesai dengan lancar, meski beberapa peserta termasuk KH. Idham Cholid dan KH. Djamaludin Malik sempat tertahan.

Selesai Muktamar, NU dikejutkan lagi dengan rencana Masyumi untuk menarik para Menterinya di Kabinet. NU berusaha keras membujuknya agar Masyumi tetap bertahan di Kabinet, sebab kalau posisi itu ditinggalkan, maka akan diduduki PKI. Nasehat NU tidak digubris. Masyumi tetapkeukeuh menarik diri dari Kabinet sehingga mengakibatkan Ali-Rum-Idham bubar.

Mengingat keadaan Negara waktu itu sedang genting, maka Presiden Soekarno pada 14 Maret 1957 mengumumkan Negara dalam keadaan bahaya (SOB). Padahal saat itu sangat dibutuhkan keamanan mengingat para wakil rakyat di Konstituante sedang giatnya menyusun Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. Dengan demikian, kehidupan sosial politik menjadi terganggu. Seluruh peraturan normal tidak berjalan lagi dalam mengatur kehidupan Negara.

Tepat tengah malam pada 15 Februari 1958, Kiai Wahab terkejut bukan main mendengar Masyumi bergabung dengan pemberontak Dewan Banteng dan Dewan Gajah yang memproklamirkan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Tanpa menunggu waktu lama, Rais Aam PBNU itu segera mengutus Santrinya untuk memanggi Ketua Umum PBNU KH. Idham Cholid dan yang lainnya untuk melakukan koordinasi.

Ketika mendapat panggilan dari Rais Aam, tanpa berpikir panjang Idham Cholid segera bangun dan bergegas berangkat. Tentu saja isterinya kaget di tengah malam seperti itu Sang Kiai hendak pergi.

Idham hanya bilang pada isterinya, “Saya sedang mendapat tugas dari Pangti (Panglima Tertinggi),” demikian Idham biasa menyebut Rais Aam. 

Sang isteri segera mafhum terhadap watak Pangti-NU yang cerdik dan tak kenal lelah itu sehingga membiarkan suaminya pergi.

Ketika sampai di rumahnya, ternyata di sana telah berkumpul beberapa orang. Kiai Wahab segera menyambut Idham Cholid dan berkata, “Celaka... Masyumi melakukan pemberontakan dan membentuk Pemerintahan sendiri dengan cara kekerasan dengan memproklamirkan PRRI di Sumatera Barat.”

“Wah ini sudah jelas Bughot, tidak bisa dibenarkan, lalu apa yang musti kita lakukan Kiai ?,” tanya Idham Cholid.

“Kita harus segera membuat Statement (Pernyataan sikap) agar tidak didahului oleh kelompok Syuyuiyin (PKI), karena PKI akan memanfaatkan peristiwa ini untuk menggebuk Masyumi dan umat Islam semuanya. Karena itu, kita mengeluarkan pernyataan sikap ini dengan tujuan :
Pertama, agar PKI tahu bahwa tidak semua Islam setuju dengan pemberontakan PRRI. Kedua, agar dunia Internasional jangan sampai menganggap bahwa Pemerintah pusat sudah sepenuhnya dikuasai PKI, sebagaimana dipropagandakan Masyumi dan PSI untuk menggalang dukungan internasional.” tandas Kiai Wahab dengan yakin.

"Kapan Statement kita keluarkan ?,” tanya Kiai Idham Chalid. 

“Malam ini kita rapat untuk menyusun draftnya, besok pagi sudah harus diumumkan.” jawab Kiai Wahab tegas, layaknya seorang Pangti.

Walaupun NU selalu bergandengan tangan dengan Masyumi, tetapi soal pemberontakannya tetap tidak setuju. Bagi NU, Masyumi merupakan mitra penting dalam menghadapi PKI. Karena itu ketika Masyumi dibubarkan tahun 1960, akibat pemberontakan PRRI itu, NU merasa sangat kehilangan mitra perjuangan, sehingga NU berjuang sendiri melawan PKI dalam Kabinet dan Nasakom.

Tetapi Sejarawan berbicara lain. NU dituduh ikut mendorong pembubaran Masyumi, kemudian dituduh Oportunis karena ikut masuk dalam Pemerintahan Bung Karno. Padahal di sana NU tidak hanya bertopang dagu menikmati kekuasaan, melainkan berjuang sendirian menyelamatkan Islam, menyelamatkan Negara dan termasuk menyelamatkan Bung Karno dari cengkeraman PKI.



Sumber: nu.or.id (15/1/2009) dan diterbitkan di buku Fragmen Sejarah NU Menyambung Akar Budaya Nusantara, Pustaka Compass, hal. 389
Share:

Rabu, 30 September 2020

GP. Ansor Tasikmadu Adakan Rapat (Intern) Bahas Program Usaha Pertama di Tingkat Ranting


News Ansor Tasikmadu -
Gerakan Pemuda Ansor Tasikmadu melakukan rapat intern pada hari Selasa (29/09/2020) di rumah Much. Muhyidin, Ketua Ansor Ranting Tasikmadu. Rapat intern tersebut merupakan salah satu tindak lanjut dari acara Raker dan Pemantapan Pengurus Ranting Tasikmadu yang digelar beberapa hari yang lalu. Dalam rapat tersebut membahas beberapa program yang menjadi program dari Pemuda Ansor Ranting Tasikmadu masa khidmah 2020-2022.

Dalam acara rapat intern tersebut, dihadiri hanya terbatas anggota ansor saja. Hanya koordinator di bidang Departemen Pemberdayaan Ekonomi dan UKM dan pengurus Harian Ansor Ranting Tasikmadu. Sebenarnya, tidak sedikit program yang segera dilaksanakan oleh Ansor Ranting Tasikmadu. Namun menjadi skala prioritas adalah di bidang Ekonomi tersebut.

Hal tersebut dilakukan supaya bisa lebih fokus dalam membahas program dari bidang Departemen Pemberdayaan Ekonomi dan UKM. Sebenarnya program yang dinahkodai oleh sahabat Much. Muhyidin tidak sedikit. Masih banyak beberapa Departemen yang memiliki program yang harus dijalankan. Namun salah satu gebrakan di tingkatan ranting, maka Ketua Ansor Desa Tasikmadu ini lebih menekankan program dari Bidang Departemen Pemberdayaan Ekonomi dan UKM.

Salah satunya adalah dibukanya atau didirikannya pertamiNU Ansor Tasikmadu dan berjalannya koin Ansor Tasikmadu. Hal tersebut dilakukan untuk mendanai dan menjadi income bagi berlangsungnya kepengurusan di tingkat ranting.

"Dalam raker intern ini membahas rencana dibukanya atau mendirikan usaha PertamiNU Ansor Tasikmadu. Salah satu cara yang kami bahas kemarin adalah dengan sistem saham kepada semua anggota Ansor Ranting Tasikmadu," ujarnya ketua Ansor Ranting Tasikmadu, Much. Muhyidin dari balik sambungan aplikasi WhatsApp tersebut.

Dok. Pribadi: Koin Ansor GP Ansor Ranting Tasikmadu
Selain PertamiNU, juga membahas berjalannya Koin Ansor. Koin Ansor ini kami fokuskan kepada setiap Anggota. Namun tidak menutup kemungkinan nanti akan disebarluaskan kepada masyarakat umum atau ke pengusaha-pengusaha setempat.

"Untuk koin Ansor sudah tersebar masih ke anggota. Yang sudah tersebar tersebut merupakan salah satu misi uji coba. Kalau sudah berjalan dengan baik, maka akan kita perbanyak. Namun saat ini kami memproduksi 15 kotak koin Ansor kepada setiap anggota Ansor Ranting Tasikmadu saja," tambah laki-laki paruh baya tersebut.

Oleh karena itu, dalam waktu dekat ini ada beberapa program yang segera eksen. Doakan kami semua (semua anggota Ansor Ranting Tasikmadu--Red) bisa merealisasi program di beberapa bidang, termasuk di bidang Departemen Pemberdayaan Ekonomi dan UKM. Karena bagaimana pun sebuah program harus dirumuskan, dibicarakan, dimusyawarahkan bersama-sama dan akhirnya bisa dieksekusi, termasuk rapat intern tersebut.

Semoga program kerja yang telah disusun sedemikian rupa di bidang-bidang lain, di departemen Pimpinan Ranting GP. Ansor Tasikmadu ini bisa teralisasi dengan baik dan memberikan manfaat kepada semua lapisan masyarakat; baik memberikan manfaat dan barokah kepada internal organisasi khususnya, maupun kepada masyarakat luas pada umumnya. Amin./[mcr]
Share:

Selasa, 29 September 2020

Menghianati Pancasila dan NKRI adalah Tindakan Bughat

Hari kesaktian pancasila adalah sebutan untuk mengingatkan bangsa Indonesia akan tragedy sejarah penghianatan bangsa yang dilakukan oleh suatu kelompok yaitu PKI yang ingin mengubah Pancasila sebagai dasar Negera Kesatuan Republik Indonesia. Saat ini yang perlu di waspadai gerakan yang ingin mengganti Pancasila adalah gerakan HTI. Meskipun HTI telah di bubarkan tapi sel-sel nya masih bergentayangan dg propagandanya khilfah ala HTI.

Momentum ini seharusnya menjadi pelajaran bagi segenap bangsa bahwa segala upaya penggantian dasar NKRI dan usaha menyingkirkan Pancasila merupakan sebuah tindakan penghianatan terhadap bangsa. Dan dengan ‘kesaktian’-nya, Pancasila akan menindak tegas hal tersebut. Karena Pancasila dengan segenap butir-butirnya merupakan hasil kesepakatan bersama para pendiri Negara Indonesia yang telah disesuaikan dengan karakter bangsa dan telah terbukti hingga kini .

Dengan demikian uapaya penggantian Pancasila dengan ideologi lainnya apapun (namanya) merupakan bentuk perlawanan kepada pemerintah Indonesia yang sah. Sebagaimana termaktub dalam

 الإمــامــة 
الــعــظــمـى عند اهل السنة والجماعة
ذَهَـــبَ غَــالِــبُ أهْـــلِ الــسُّــنـَّـةِ وَالــجَــمَــاعَــةِ إلَـَى أنـَّــهُ لا يَــجُــوزُ الــخُـــرُوجُ عَــلـَـى أئِــمَّــةِ الــظُّـلْــمِ وَالــجَــوْرِ بِــالــسَّــيْــفِ مَــا لـَـمْ يَـصِــلْ بِــهِــمْ ظُــلـْـمُــهُــمْ وَجَـــوْرُهـُـمْ إلـَى الـكـُـفْــرِ البـَـوَاحِ أوْ تـَـرْكِ الــصَّــلاةِ وَالــدَّعـْـــوَةِ إلـَـيــهَــا أوْ قِــيـَـادَةِ الأُمـَّـةِ بِــغـَـيْــرِ كِــتـَـابِ اللهِ تـَــعــالـَى كـَـمـَـا نـَـصَّــتْ عَــلَــيــهـَـا الأحَــادِيــثُ الــسَّــابِـــقـَـةُ فَِــي أسْــبَــابِ الــعَـــزْلِِ

Mayoritas golongan ahlussunnah wal jama’ah berpendapat bahwa tidak diperbolehkan membangkang terhadap pemimpin-pemimpin yang dhalim dan menyeleweng dengan jalan memerangi selama kedhaliman dan penyelewengannya tidak sampai kepada kekufuran yang jelas atau meninggalkan shalat dan da’wah kepadanya atau memimpin umat tanpa berdasarkan kitab Allah sebagaimana dijelaskan oleh hadits-hadits yang sudah lalu dalam menerangkan sebab-sebab pemecatan imam.

Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa, jika membangkang dari pemerintahan yang dhalim saja tidak boleh apalagi membangkan dari pemerintah Indonesia yang sah dengan mengganti pancasila yang telah terbukti mengamankan bangsa ini dari perpecahan dan pertikaian.

Walaupun usaha penggantian itu bertujuan menjadikan Indonesia lebih baik. Karena sesungguhnya tujuan menjadi lebih baik itu masih bersifat wahm (asumsi) , sedangkan keadaan yang baik ini yang sudah berjalan hingga kini (dari 1945-2012) bersifat pasti. Maka berlakulah kaedah dar’ul mafasid muqaddamun ala jalbil mashalih. Apalagi jika penggantian itu dipastikan membawa keburukan. Demikian diterangkan oleh Syaikh Abdul Qadir Audah dalam al-Tasyri’ al-Jina’

ومع ان العدالة شرط من شروط الامامة الا ان الرأي الراجح في المذاهب الاربعة ومذهب الشيعة الزيدية هو تحريم الخروج على الامام الفاسق الفاجر ولو كان الخروج للامر بالمعروف والنهي عن المنكر لان الخروج على الامام يؤدي عادة الى ماهو انكر مما فيه وبهذا يمتنع النهي عن المنكر لان مشروطه لايؤدي الانكار الى ماهو انكر من ذلك الى الفتن وسفك الدماء وبث الفساد واضطراب البلاد واضلال العباد وتوهين الامن وهدم النظام

Memang sikap adil merupakan salah satu syarat-syarat menjadi imam / pemimpin, hanya saja pendapat yang  egar (unggul) dalam kalangan madzhab empat dan madzhab Syi’ah Zaidiyyah mengharamkan bertindak  egar terhadap imam yang fasik lagi curang walaupun  egar itu dengan dalih amar ma’ruf nahi munkar. Karena  egar kepada imam biasanya akan mendatangkan suatu keadaan yang lebih munkar dari pada keadaan sekarang. Dan sebab alasan ini maka tidak diperbolehkan mencegah kemungkaran, karena persyaratan mencegah kemungkaran harus tidak mendatangkan fitnah, pembunuhan, meluasnya kerusakan, kekacauan  egara, tersesatnya rakyat, lemah keamanan dan rusaknya stabilitas. 

Bahkan dalam literatur fiqih usaha pembinasaan Pancasila sebagai dasar Negara sah Republik Indoneia dapat dikategorikan sebagai tindakan pembangkangan bughot. Yaitu menyalahi imam (pemerintah) yang adil dengan cara memberontak dan tidak menta’atinya serta menolak segala perintahnya. Demikian diterangkan dalam Kifayatul Akhyar

والباغي فى اصطلاح العلماء هو المخالف للإمام العدل الخارج عن طاعته بامتناعه من اداء ما وجب عليه ...

Demikian juga sebaliknya jika perubahan faham Pancasila bagi bangsa Indonesia adalah sebuah kemadharatan yang nyata. Maka usaha dan perjuangan menyelamatkan Pancasila dan melanggengkan sesuatu yang bersifat baik hukumnya fardhu kifayah.

 Seperti yang dijelaskan dalam kitab 

كشاف القناع
وَمِنْ فُرُوْضِ الْكَفَايَاتِ الأَمْرُ بِالْمَعْرُوْفِ وَالنَّهْيُ عَنِ الْمُنْكَرِ

Diantara fardlu kifayah yaitu memerintahkan kebajikan dan melarang kemungkaran.

#NKRI_HARGA_MATI
#PANCASILA_JAYA
#NU_ANSOR_BANSER_PENJAGA_NKRI
Share:

Pemuda Indonesia Harus Tahu Sejarah

TKR pertama, Yang nanti menjadi TNI. Dan komandan divisi pertama TKR itu bernama Kolonel KH. Sam’un, pengasuh pesantren di Banten. Komandan divisi ketiga masih Kyai, yakni kolonel KH. Arwiji Kartawinata (Tasikmalaya). Sampai tingkat resimen Kyai juga yang memimpin.

Fakta, resimen 17 dipimpin oleh Letnan Kolonel KH. Iskandar Idris. Resimen 8 dipimpin Letnan Kolonel KH. Yunus Anis. Di batalyon pun banyak komandan Kyai. Komandan batalyon TKR Malang misalnya, dipimpin Mayor KH. Iskandar Sulaiman yang saat itu menjabat Rais Suriyah NU Kabupaten Malang. Ini dokumen arsip nasional, ada Sekretariat Negara dan TNI.

Tapi semua data itu tidak ada di buku bacaan anak SD/SMP/SMA. Seolah tidak ada peran Kyai. KH. Hasyim Asy'ari yang ditetapkan pahlawan oleh Bung Karno pun tidak ditulis. Jadi jasa para Kyai dan santri memang dulu disingkirkan betul dari sejarah berdirinya Republik Indonesia ini.

Waktu itu, Indonesia baru berdiri. Tidak ada duit untuk bayar tentara. Hanya para Kyai dengan santri-santri yang menjadi tentara dan mau berjuang sebagai militer tanpa bayaran. Hanya para Kyai, dengan tentara-tentara Hizbulloh yang mau korban nyawa tanpa dibayar. Sampai sekarang pun, NU masih punya tentara swasta namanya Banser, ya gak dibayar.

Tentara itu baru menerima bayaran pada tahun 1950. Selama perjuangan 45 sampai di tahun 50-an itu, tidak ada tentara yang dibayar negara.

Kalau mau mikir, 10 November Surabaya adalah peristiwa paling aneh dalam sejarah. Kenapa? Kok bisa ada pertempuran besar yang terjadi setelah perang dunia selesai 15 Agustus.

Sebelum pertempuran 10 November, ternyata ada perang 4 hari di Surabaya. Tanggal 26, 27, 28, 29 oktober 1945. Kok ‘ujug-ujug’ muncul perang 4 hari ceritanya gimana? Jawabnya: Karena sebelum tanggal 26 Oktober, Surabaya bergolak, setelah ada fatwa resolusi jihad PBNU pada tanggal 22 Oktober. Kini diperingati sebagai Hari Santri.

Tentara Inggris sendiri aslinya tidak pernah berfikir akan perang dan bertempur dg penduduk Surabaya. Perang sdh selesai kok, Begitu pikirnya. Tapi karena masarakat Surabaya terpengaruh fatwa dan resolusi jihad, mereka  nyerang Inggris, yang waktu itu mendarat di Surabaya. Sejarah inilah yang selama ini ditutupi.

Jika resolusi jihad  ditutupi, orang yang membaca sekilas peristiwa 10 November akan menyebut tentara Inggris ‘ora waras’. Ngapain Ngebomi kota Surabaya tanpa sebab? Tapi kalau melihat rangkaian dari resolusi jihad, baru masuk akal; “Oya, mereka marah karena jenderal dan pasukannya dibunuh arek-arek Bonek Suroboyo”.

Fatwa Jihad muncul karena Presiden Soekarno meminta fatwa kepada PBNU: apa yang harus dilakukan warga Negara Indonesia kalau diserang musuh mengingat Belanda ingin kembali menguasai. Bung Karno juga menyatakan bagaimana cara agar Negara Indonesia diakui dunia. Sejak diproklamasikan 17 Agustus, tidak ada satupun negara di dunia yang mau mengakui.

Oleh dunia, Indonesia diberitakan sebagai Negara boneka bikinan Jepang. Bukan atas kehendak rakyat. Artinya, Indonesia disebut sebagai negara yang tidak dibela rakyat. Fatwa dan Resolusi Jihad lalu dimunculkan oleh PBNU. Gara-gara itu, Inggris yang mau datang 25 Oktober tidak diperbolehkan masuk Surabaya karena penduduk Surabaya sudah siap perang.

Ternyata sore hari, Gubernur Jawa Timur mempersilakan. “Silahkan Inggris masuk tapi di tempat yang secukupnya saja”. Ditunjukkanlah beberapa lokasi, kemudian mereka masuk. Tanggal 26 Oktober, ternyata Inggris malah membangun banyak pos-pos pertahanan dengan karung-karung pasir yang ditumpuk & diisi senapan mesin.

“Lho, ini apa maunya Inggris. Kan sudah tersiar kabar luas kalau Belanda akan kembali menguasai Indonesia dengan membonceng tentara Inggris”, begitu kata arek-arek. Pada 26 Oktober sore hari, pos pertahanan itu diserang massa. Penduduk Surabaya dari kampung-kampung keluar ‘nawur’ pasukan inggris. “Ayo ‘tawur..tawuran..’!”.

Para pelaku mengatakan, itu bukan perang mas, tp tawuran. Kenapa? Gak ada komandanya, gak ada yg memimpin. “Pokoke wong krungu jihad.. jihad… Mbah hasyim.. Mbah hasyim…”. Berduyun-duyun, arek2 Suroboyo sudah keluar rumah semua dan langsung tawur sambil teriak ‘Allahu Akbar’ dan itu berlangsung 27 Oktober.

Mereka bergerak karena seruan jihad Mbah Hasyim itu disiarkan lewat langgar-langgar, masjid-masjid, dan spiker-spiker. Pada 28 Oktober, tentara ikut arus arek2, ikut gelut dengan Inggris. Massa langsung dipimpin tentara. Dalam pertempuran 28 Oktober ini, 1000 lebih tentara Inggris mati dibunuh.

Tapi tentara tidak mau mengakui, karena Indonesia meski sudah merdeka, belum ada yang mengakui. Itu jadi urusan besar tingkat dunia jika ada kabar tentara Indonesia yg bunuh Inggris. Tentara tidak mau ikut campur. Negara belum ada yang mengakui kok sudah klaim bunuh tentara Inggris. Itu semua ikhtiyar arek-arek Suroboyo kabeh.

Pada 29 Oktober pertempuran itu masih terus terjadi. Inggris akhirnya mendatangkan presiden Soekarno dan wakil presiden Mohammad Hatta utk mendamaikan. Pada 30 Oktober ditandatanganilah kesepakatan damai tidak saling tembak-menembak. Yang tanda tangan Gubernur Jatim juga. Sudah damai, tapi massa kampung tidak mau damai.

Pada 30 Oktober, akhirnya Brigadir Jenderal Mallaby digranat arek-arek Suroboyo. Mati mengenaskan di tangan pemuda Ansor. Ditembak, mobilnya digranat di Jembatan Merah. Sejarah kematian Mallaby ini tidak diakui oleh Inggris. Ada yang menyebut Mallaby mati dibunuh secara licik oleh Indonesia. Aneh, jenderal mati tp disembunyikan sebabnya karena malu.

Inggris marah betul. Masa negara kolonial kalah. Mereka malu & bingung. Perang sudah selesai, tapi pasukan Inggris kok diserang, jenderalnya dibunuh. Apa ini maksudnya? “Kalau sampai tanggal 9 Nopember jam 6 sore pembunuh Mallaby tidak diserahkan, dan tanggal itu orang-orang surabaya masih yang memegang bedil, meriam dst. tidak menyerahkan senjata kepada tentara Inggris, maka tanggal 10 Nopember jam 6 pagi Surabaya akan dibombardir lewat darat, laut, dan udara," begitu amuk jenderal tertinggi Inggris.

Datanglah tujuh kapal perang langsung ke Pelabuhan Tanjung Perak. Meriam Inggris sudah diarahkan ke Surabaya. Diturunkan pula meriam Howidser yang khusus untuk menghancurkan bangunan. Satu skuadron pesawat tempur dan pesawat pengebom juga siap dipakai. Surabaya kala itu memang mau dibakar habis karena Inggris marah kepada pembunuh Mallaby.

Pada 9 November jam setengah empat sore, Mbah Hasyim yang baru pulang usai Konferensi Masyumi di Jogja sebagai ketua, mendengar kabar arek-arek Suroboyo diancam Inggris. “Fardhu a'in bagi semua umat Islam yang berada dalam jarak 94 kilo dari Kota Surabaya untuk membela Kota Surabaya”. 94 kilo itu- jarak dibolehkannya solat qoshor.

Wilayah Sidoarjo, Tulungagung, Trenggalek, Kediri, wilayah Mataraman, Mojokerto, Malang, Pasuruan, Jombang datang semua karena dalam jarak radius 94 kilo. Dari Kediri, Lirboyo ini datang dipimpin Kyai Mahrus. Seruan Mbah Hasyim langsung disambut luar biasa. Bahkan Cirebon yang lebih dari 500 kilo datang- ke Surabaya ikut seruan jihad PBNU.

Anak-anak kecil bahkan orang-orang dari lintas agama juga ikut perang. Orang Konghucu, Kristen, dan Budha semua ikut jihad. Selain Mallaby, pertempuran di Surabaya menewaskan Brigadir jendral Loder Saimen. Luar biasa pengorbanan arek-arek Surabaya, para Kyai, dan santri. Tapi lihat, apa yang dilakukan pemerintah di kemudian hari kepada para Kyai ini? Dimanipulasi.

Demikian kultweet #dutaislamcom dari KH. Agus Sunyoto saat menghadiri bedah buku "Fatwa dan Resolusi Jihad" di Pondok Lirboyo 3 November 2017.
Share:

DUA ULAMA AHLI TAFSIR JAMAN NOW


Beliau adalah Al-Fadhil KH. Bahauddin Nur Salim & Ad-Duktur KH. Muhammad Afifuddin Dimyathy al-Indunisy

Berkat 2 kiyai muda ini, Indonesia berhak untuk berbangga dan bersyukur, jarang orang tahu prestasi dan karya2 ke-2 orang ini banyak dilirik oleh Dunia Internasional.

KH. Bahauddin atau akrab disebut Gus Baha, beliau adalah ulama jebolan pesantren yang tidak pernah mengenyam pendidikannya di bangku sekolah dan kuliah, berangkat dari latar belakang keluarga pesantren, Gus Baha banyak mengemban dan menuntut ilmu pada ayahnya juga pesantren2 nusantara salah satunya adalah pesantren al-Anwar Sarang, Rembang asuhan Almarhum Al-Hafidz KH. Maemun Zubair. Ayah beliau pernah dididik oleh para Ahlul Qur'an yaitu KH. Arwani Al-Hafidz Kudus dan KH. Abdullah Sallam Al-Hafidz pati.

Berkat ketekunan, kecerdasan dan keikhlasan guru2 yg mendidiknya kini Gus Baha di akui sebagai ulama muda & banyak mengemban amanat di berbagai lembaga, menjadi tim ahli di forum2 tertentu dan menjadi ulama yg mumpuni dalam bidang Tafsir, Fiqh dan Qira'ah, dan yang tak lepas dari itu, beliau tetap istiqomah mengajar santri2nya mengaji dan mengkaji ilmu di pesantren asuhan beliau setiap hari. 

Ada komentar yg menunjukan bahwa beliau adalah Kiyai yg mumpuni dalam bidangnya, yaitu ungkapan Prof. Quraish Shihab yg juga salah satu Ahli Tafsir kebanggaan Indonesia, beliau katakan: "Sulit ditemukan orang yang sangat memahami dan hafal detail-detail al-Quran hingga detail-detail fikih yang tersirat dalam ayat-ayat al-Quran seperti Pak Baha.” 

Salah satu karya beliau yg saat ini dilirik dan diburu para penuntut ilmu dalam bidang ilmu Al-Quran & Tafsir adalah :
- Al-Quran terjemah beliau yg di cetak Oleh UII
- Hifdzuna li Hadza Almushaf fii bayani rosmi utsmani
-dll.

Adduktur KH. Afifuddin Dimyathi atau biasa disebut Gus Awis, masih jarang orang mengenal beliau namun karya2 nya sudah banyak di buru dan diminati di kalangan penuntut Ilmu baik dlm negeri maupun Iuar negeri salah satu karya2 nya adalah:
- Jam'ul 'Abiir fi kutubi Attafsir
- Asyaamil fii Balaghotil Quran
- Irsyad al-Darisin ila Ijma’ al-Mufassirin
- Ushuluh wa Manahijuhu 
-Dll.
Bahkan percetakan Daarus Solah Kairo Mesir sudah beberapa kali mencetak kitabnya Jam'ul 'Abiir menunjukan banyaknya peminat akan karya beliau tersebut.

Silahkan cari tahu sendiri hal-hal yg masih menjadi pertanyaan seputar beliau. Semoga memberi manfaat. Aamiin

Dari Berbagai Sumber
Share:

SANDAL - Kenapa Para Santri Suka Menata Sandal?


بسم الله الرحمن الرحيم 
Ngalap berkah dengan menata sandal

التبرُّكُ بالنَّعلين من الوليِّ أفضلُ منه بغيرهما لأنهما يَحمِلانِ الجُثَّةَ كلَّها . ( الفوائد المختارة : ٥٧٠ )

Ngalap berkah melalui sandal seorang wali labih utama dari pada dengan selainnya. Karena sandal di gunakan untuk membawa jasad seutuhnya.

Satu hal unik yang sudah menjadi ciri khas santri adalah mereka suka berebutan menata sandal kyainya. Menata sandal kyai adalah bentuk kepatuhan yang tulus dan keta'dziman kepada sosok guru atau kyai dan diyakini didalamnya ada keberkahan. Santri menyebutnya sebagai upaya ngalap berkah.

Perbuatan menata sandal ini juga melibatkan  2 kyai besar Indonesia yaitu KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari saat mereka bersama berguru pada Kyai Sholeh Darat Semarang.

Keduanya selalu berebutan dan bersaing untuk dapat menata sandal kyainya. Sebagai ganjarannya, karena perbuatannya itu dimata Kyai keduanya dipandang sangat istimewa.

Kegiatan menata sandal ini terlihat sepele, namun ternyata ada dasar kisah dibalik perbuatan yang melibatkan 2 ulama besar Indonesia itu. Ceritanya adalah sebagai berikut :

Di zaman Rasulullah صلى الله عليه وسلم ada seorang bocah berumur belasan tahun bernama Salman. Ia selalu datang lebih dulu ke Mesjid sebelum nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم datang.
Setelah nabi Muhammad  masuk mesjid, Salman kemudian bergegas merapikan dan membalik posisi sandal Rasulullah. Hal itu dilakukan setiap hari sehingga membuat Rasulullah صلى الله عليه وسلم penasaran untuk mengetahui siapa yang melakukan itu.

Suatu kali saat masuk Mesjid, Rasulullah  sengaja bersembunyi untuk melihat siapa orang yang merapikan dan mengubah letak sandalnya. Saat itulah dilihatlah Salman yang melakukannya.

Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم kemudian mendoakan Salman agar menjadi orang yang alim dalam ilmu Fiqh.
Setelah dewasa dikalangan ulama Salman dikenal kemudian sebagai ahli Fiqh sesuai doa nabi yg Nabi doakan terhadapnya. (dari buku kebiasaan2 ulama besar KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari)

والله اعلم بالصواب
Share:

Cari Tau Penyakit Anda Dan Obati Dengan Cara Ini Oleh Diri Anda Sendiri


1. Maag
Bukan hanya diakibatkan karena kesalahan pola makan yg tidak teratur, Akan tetapi justru lebih didominasi karena "stress" coba untuk lebih Fress dan memerdekan Diri.

2. Hypertensi
Bukan hanya diakibatkan oleh terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang asin, Daging tapi lebih dominan karena kesalahan dalam memanage "emosi" Jadi Coba dengan cara mengatur Emosi Dan Rasa.

3. Kolesterol
Bukan hanya diakibatkan oleh makanan berlemak, tapi rasa "malas berlebih" yang lebih dominan menimbulkan lemak, Jadi coba perbanyak Gerak Dan Tingkatkan semangat hingga Seluruh organ dapat bergerak.

4. Asthma
Bukan hanya karena terganggunya suplai oksigen ke paru-paru, akan tetapi Dikarenakan sering merasa "sedih" yang membuat kerja paru-paru tidak stabil, Jadi Coba Terus Membuat suasana Hati riang dan Refresing

5. Diabetes 
Bukan hanya karena terlalu banyak konsumsi glucousa, yang manis manis, tapi Bisa saja sikap "egois dan keras kepala" yang mengganggu fungsi pankreas, Coba Ikhlas Dan Rela Dalam segala Hal.

6. Penyakit liver
Bukan hanya karena kesalahan pola tidur, tapi sifat "ngrasani" orang lain yang justru merusak hati kita, Coba Untuk Membuat hati kita tenang Dan Damai.

7. Jantung koroner
Bukan hanya diakibatkan oleh sumbatan pada aliran darah ke jantung, tapi kita jarang sedekah atau memberi yg membuat jantung kita kurang merasakan ketenangan, sehingga detaknya tidak stabil

Jadi kalau kita ingin selalu sehat, perbaiki :
Diri kita
Pikiran kita
terutama hati kita dari segala jenis penyakit.

Hati-hati 
Hindari :
Dari Rasa iri, dengki, pendendam, fitnah, benci, amarah terpendam, sombong, pelit, egois, keras kepala, sedih, malas, dan lainnya, karena itu sumber penyakit.

SARAN Perbanyaklah Doa dan jadilah orang yang mudah memaafkan, Lembutkan hati dan ikhlaskan yang sudah terjadi, Banyak Banyak bersyukur dan nikmati kebahagiaan sekecil apapun Jalin persaudaraan yang mengajak dan selalu mengingatkan dalam kebaikan Serap ilmu dari arah mana saja Dari kawan maupun lawan.

SILAKAN DICOBA DAN RASAKAN PERUBAHANNYA, BELAJAR MENGOBATI DIRI SENDIRI


Dari Berbagai Sumber
Share:

Tanggung Jawab Seorang Pemimpin

Khalifah Umar bin Khathab memiliki kebiasaan berkeliling ke rumah-rumah penduduk untuk mengetahui secara langsung kondisi rakyat yg dipimpinnya. Ketika melewati sebuah rumah, Khalifah mendengar suara tangis seorang wanita. Beliau lantas menghentikan langkahnya. Didengarnya ada seorang wanita berkata kepada anak-anaknya, “Allah lah yg akan mengadili antara aku dan Umar bin Khathab.”
Khalifah Umar penasaran, ingin tahu apa yg terjadi dan juga ingin meredakan kesusahan yg dialami keluarga yg berada di rumah itu.

Beliau kemudian mengetuk pintu dan dipersilakan masuk. Seisi rumah itu belum pernah ada yg mengenal dan melihat wajah Umar bin Khathab.

Khalifah Umar bertanya kepada wanita yg ada di rumah itu, “Apa yg telah dilakukan Umar kepadamu?”

“Dia telah mengirim suamiku ke sebuah peperangan. Suamiku meninggalkan anak-anak yg masih kecil. Aku tidak memiliki apapun untuk aku gunakan menafkahi mereka.” jawab wanita tsb.

Seketika menangislah anak-anak kecil yg ada di situ sambil berkata, “Amirul mu’minin telah melalaikan kami.”
Tanpa pikir panjang Khalifah bergegas pamit. Beliau segera mengambil sekarung tepung dan beberapa potong daging yg diangkut ke atas punggungnya. Seseorang yg ada di sampingnya heran melihat Khalifah melakukan hal tsb. Dia kemudian berkata, “Letakkanlah, biar aku saja yg membawanya.”

“Tidak. Jika kamu memikul ini di dunia, siapakah yg akan memikul dosaku di hari kiamat kelak?” jawab Khalifah Umar dengan berlinang air mata.

Beliau menangis sampai memasuki rumah wanita yg dimasukinya tadi. Khalifah kemudian membuat tepung dari gandum yg dibawa, menghidupkan api di dapur dan memasak roti & daging. Setelah makanan matang, beliau membangunkan anak-anak kecil di rumah itu kemudian disuapi dengan tangan beliau sendiri hingga mereka kenyang.

Sebelum pamit Khalifah mengungkap siapa dirinya sambil memohon, “Jadikanlah diriku terbebas dari tuntutan. Jangan kalian tuntut aku di hari kiamat kelak.”

Mereka mengiyakan permohonan tersebut.
Khalifah lantas pulang dengan perasaan lega.

* * *

Sangat relevan dengan kisah ini, adalah sabda Rasulullah SAW.

سيد القوم خادمهم

“Pemimpin masyarakat adalah pelayan bagi mereka.”

***

Ya Allah, kami merindukan sosok pemimpin yg seperti ini.

***

Semoga Kita dan pemimpin-pemimpin kita bisa meneladani sikap tanggung jawab Amirul Mu’minin Umar bin Khathab.


Sumber : FB LIRBOYO
Share:

Senin, 28 September 2020

Alasan Kiai Lirboyo Melarang Santrinya Menumpas PKI Lirboyo

Dari masa-masa awal pondok pesantren Lirboyo, selain masyarakatnya yang terkenal kurang bermoral, desa Lirboyo juga merupakan salah satu sarang besar bermukimnya orang-orang berpaham Komunis. Maka tidak heran bila dalam perjalanannya, kia-kiai Lirboyo dan para santri seringkali mengalami gangguan-gangguan dari masyarakat sekitarnya. Dengan alasan itu pula kiai soleh Banjarmelati, mertua dari mbah Abdul Karim, memerintahkan putranya, kiai Ya’qub untuk menemani sang kakak ipar berdakwah di desa Lirboyo.

Sudah masyhur pada masanya, bahwa PKI terkenal dengan kebrutalannya kepada para kiai dan orang-orang yang tidak sepaham dengannya. Tidak terkecuali di desa Lirboyo, gangguan dan cacian terhadap para kiai, santri dan masyarakat sudah tidak terhitung lagi jumlahnya.

Dalam buku ‘Kesan Mendalam Para Tokoh Alumni Terhadap Tiga Tokoh Lirboyo’, KH. Solahuddin Rifa’i –Penasehat Himasal Jombang- menuturkan bahwa dulu sewaktu masih menjadi santri, pernah saat menghafalkan pelajaran di perkebunan pondok, beliau didatangi orang desa lalu diolok-olok dan dicaci maki habis-habisan.

Beliau juga menuturkan bahwa pernah suatu ketika mendengar suara tembakan dari ndalem Kiai Marzuqi. Ternyata, menurut salah satu santri yang menyaksikan langsung, tembakan-tembakan itu dilakukan oleh tak dikenal (menurut penjelasan kiai Thahir, penembak adalah anggota KKO, semacam prajurit PKI) kepada Kiai Marzuqi yang sedang mengaji. Namun untungnya, tidak ada satu pun peluru yang menembus beliau.

al–Maghfurlah KH. Thahir Marzuqi juga menuturkan dalam buku ‘Pesantren Lirboyo: Sejarah, Fenomena, Peristiwa dan Legenda’, suatu kali oknum PKI pernah menjarah sawah milik dzuriyyah (sanak) Lirboyo, namun pada akhirnya dikembalikan lagi setelah ada perlawanan dari para santri untuk mengambil alih kembali sawah-sawah tersebut.

KH. Abdullah Kafabihi Mahrus –dalam buku yang sama- menuturkan, bahwa pada tahun 1965, PKI pernah menggali lubang-lubang sumur yang akan digunakan sebagai tempat pembuangan mayat. Sebab mereka berencana akan membunuh kiai-kiai yang ada di Lirboyo. Tapi, alhamdulillah, rencana mereka bisa digagalkan sehingga tidak ada kiai dan santri yang terbunuh dalam peristiwa tersebut.

Ulah PKI yang bertebaran di desa Lirboyo memang meresahkan warga. Kebrutalan dan kekejaman mereka sudah sampai pada titik merugikan bahkan mengancam nyawa orang lain. Namun yang menarik, sedemikian parah gangguan dan teror yang PKI sekitar lancarkan, tidak lantas membuat para kiai dan santri Lirboyo bergerak untuk menumpas mereka.

Ketika para pemuda Ansor memasuki Lirboyo dengan tujuan menumpas para PKI yang sering berulah itu, mbah Mahrus malah melarangnya. Beliau justru memasrahkan urusan penumpasan PKI di Lirboyo kepada para tentara saja. Padahal di tempat-tempat lain, pemuda Ansor selalu berada di garda terdepan untuk melawan tindakan-tindakan komunis. Tidak hanya itu, bahkan menurut al-Maghfurlah KH. Thahir Marzuqi, santri-santri yang ketahuan bentrok dengan penganut paham komunis, setelah sampai pondok mereka malah dihukum oleh mbah Marzuqi.

Mengapa demikian? Dalam buku, ‘Pesantren Lirboyo: Sejarah, Fenomena, Peristiwa dan Legenda’ KH. Abdullah Kafabihi Mahrus menuturkan, “Memang benar jika pondok Lirboyo itu di kelilingi komplek PKI, tapi orang-orangnya sudah diamanatkan tidak boleh dibunuh meski pada waktu itu banyak dari mereka yang mengganggu para santri. Akan tetapi, PKI diamankan (tidak di apa-apa kan, pen.) oleh para kiai, sebab para kiai di Lirboyo masih mengharapkan keislaman dari putera-puterinya. Disamping itu, hal ini juga sangat berguna dalam menjalin keharmonisan hubungan pondok pesantren dengan masyarakat Lirboyo.” Demikian ungkap beliau. (IM)


Sumber : FB LIRBOYO
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung