Selasa, 29 September 2020

DUA ULAMA AHLI TAFSIR JAMAN NOW


Beliau adalah Al-Fadhil KH. Bahauddin Nur Salim & Ad-Duktur KH. Muhammad Afifuddin Dimyathy al-Indunisy

Berkat 2 kiyai muda ini, Indonesia berhak untuk berbangga dan bersyukur, jarang orang tahu prestasi dan karya2 ke-2 orang ini banyak dilirik oleh Dunia Internasional.

KH. Bahauddin atau akrab disebut Gus Baha, beliau adalah ulama jebolan pesantren yang tidak pernah mengenyam pendidikannya di bangku sekolah dan kuliah, berangkat dari latar belakang keluarga pesantren, Gus Baha banyak mengemban dan menuntut ilmu pada ayahnya juga pesantren2 nusantara salah satunya adalah pesantren al-Anwar Sarang, Rembang asuhan Almarhum Al-Hafidz KH. Maemun Zubair. Ayah beliau pernah dididik oleh para Ahlul Qur'an yaitu KH. Arwani Al-Hafidz Kudus dan KH. Abdullah Sallam Al-Hafidz pati.

Berkat ketekunan, kecerdasan dan keikhlasan guru2 yg mendidiknya kini Gus Baha di akui sebagai ulama muda & banyak mengemban amanat di berbagai lembaga, menjadi tim ahli di forum2 tertentu dan menjadi ulama yg mumpuni dalam bidang Tafsir, Fiqh dan Qira'ah, dan yang tak lepas dari itu, beliau tetap istiqomah mengajar santri2nya mengaji dan mengkaji ilmu di pesantren asuhan beliau setiap hari. 

Ada komentar yg menunjukan bahwa beliau adalah Kiyai yg mumpuni dalam bidangnya, yaitu ungkapan Prof. Quraish Shihab yg juga salah satu Ahli Tafsir kebanggaan Indonesia, beliau katakan: "Sulit ditemukan orang yang sangat memahami dan hafal detail-detail al-Quran hingga detail-detail fikih yang tersirat dalam ayat-ayat al-Quran seperti Pak Baha.” 

Salah satu karya beliau yg saat ini dilirik dan diburu para penuntut ilmu dalam bidang ilmu Al-Quran & Tafsir adalah :
- Al-Quran terjemah beliau yg di cetak Oleh UII
- Hifdzuna li Hadza Almushaf fii bayani rosmi utsmani
-dll.

Adduktur KH. Afifuddin Dimyathi atau biasa disebut Gus Awis, masih jarang orang mengenal beliau namun karya2 nya sudah banyak di buru dan diminati di kalangan penuntut Ilmu baik dlm negeri maupun Iuar negeri salah satu karya2 nya adalah:
- Jam'ul 'Abiir fi kutubi Attafsir
- Asyaamil fii Balaghotil Quran
- Irsyad al-Darisin ila Ijma’ al-Mufassirin
- Ushuluh wa Manahijuhu 
-Dll.
Bahkan percetakan Daarus Solah Kairo Mesir sudah beberapa kali mencetak kitabnya Jam'ul 'Abiir menunjukan banyaknya peminat akan karya beliau tersebut.

Silahkan cari tahu sendiri hal-hal yg masih menjadi pertanyaan seputar beliau. Semoga memberi manfaat. Aamiin

Dari Berbagai Sumber
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung