Jumat, 02 Oktober 2020

Rapat Anggota GP Ansor Ranting Sawahan Dilaksanakan Bersamaan Rutinan Naharul Ijtima’ NU

Anwalin News
– Jum’at, 2 Oktober 2020 Segenap Pengurus Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor Ranting Sawahan menggelar acara Rapat Anggota/Konferensi tingkat Ranting. Rapat Anggota tersebut dilaksanakan di masjid Nurul Falah Dusun Dadapan Desa Sawahan Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek.
 
Rencana awal rapat anggota dijadwalkan pada bulan September kemarin, namun karena banyaknya agenda Ranting serta kesibukan masing-masing pengurus, akhirnya tertunda hingga bulan Oktober 2020 ini bisa terlaksana.
 
Agenda Rapat Anggota Ranting Sawahan tersebut bersamaan dengan kegiatan naharul ijtima’ pengurus Nahdlatul Ulama serta banom-banom NU Ranting Sawahan lainnya yang didahului dengan kegiatan istighotsah bersama dan mauidloh hasanah/ceramah agama oleh tokoh agama/kyai setempat. Usai ceramah agama dilanjutkan dengan laporan hasil infaq KOIN Nusantara kepada para pengurus NU yang hadir saat itu agar dapatnya diketahui dan difahami antara pemasukan KOIN dan pengeluaran Koin Nusantara dimaksud.
 
Kegiatan naharul ijtima’ Pengurus Nahdlatul Ulama Ranting Sawahan, Alhamdulillah sudah bisa berjalan dengan istiqomah setiap hari Jum’at Legi Sore dan terlaksana dalam periode yang sangat lama/panjang. Dengan adanya naharul ijtima’ tersebut para pengurus NU dan banom bisa menjalin silaturahim satu sama lainnya dan bisa bertukar informasi terkait dengan perkembangan dan kemajuan zaman dimana saat ini media informasi sosial sangat mudah diakses melalui dunia virtual/internet.

 
Adapun yang hadir dalam kegiatan Rapat Anggota Gerakan Pemuda Ansor Ranting Sawahan dari PAC GP. Ansor Watulimo adalah sahabat Murdiyanto (Ketua PAC) yang didampingi oleh sahabat Muh. Rifa’i (Wakil Sekretaris PAC), sahabat Sujito (waka Satkoryon), dan teman-teman dari Media ANWALIN (Ansor Watulimo Online), antara lain sahabat; Agus Salim, Sigit Moertejo, Agus Muhaimin, Imam Abu Hanifah, Ibnu Tri Mashudi, Basori dan sahabat Mustarom.
 
Sebelum dilaksanakan Rapat Anggota, acara didahului dengan sambutan dari Ketua GP. Ansor Ranting Sawahan, yaitu sahabat Jayus yang sekaligus pernyataan domisioner kepengurusan masa khidmah 2018-2020. Dalam sambutannya sahabat Jayus menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diamanatkan kepadanya selama masa kepengurusan berlaku, dan juga permohonan maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan didalam menjalankan roda organisasi selama ini.
 
Selanjutnya dari Pimpinan Anak Cabang, sahabat Murdiyanto juga memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya, atas pengabdian dan perjuangan pengurus ranting sawahan yang sangat solid dalam membentengi dan menjaga kader-kader mudanya sehingga tidak terpengaruh dengan faham-faham yang tidak selaras dengan ajaran Nahdlatul Ulama yang ada disekelilingnya. Ketua PAC juga berharap dan berpesan, kedepan Gerakan Pemuda Ansor Ranting Sawahan semakin berkembang, lebih maju dan istiqomah dalam menegakkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah sebagaimana yang dibaiatkan ketika diklat-diklat kader NU dilaksanakan.


Pada prosesi Rapat Anggota (pemilihan) yang dipimpin sahabat Muh. Rifa’i tercapai kata sepakat dalam aklamasi dan ditetapkan oleh forum yaitu, sahabat Ahmad Misbachuddin sebagai Ketua terpilih Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Sawahan untuk masa khidmah 2020-2022. Setelah terbentuk (terpilih) ketua yang baru tersebut dari PAC GP. Ansor Watulimo memberikan batasan waktu kepada tim formatur untuk melengkapi kepengurusannya selama waktu 1 (satu) Minggu dari tanggal Rapat Anggota dilaksanakan.
 
Semoga Allah SWT, senantiasa membimbing, melindungi dan meridloi setiap upaya kita bersama dalam berkhidmah di Organisasi NU – GP. Ansor serta diakui sebagai santrinya Mbah Hasyim Asy’ari. Aamiin. (MY)
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung