Senin, 28 September 2020

GP. Ansor dan Banser Mengikuti Bakti Sosial Pembangunan Mushola di Balai Desa Gemaharjo

Ansor Watulimo News – Gemaharjo, 27 September 2020 segenap jajaran Pengurus Gerakan Pemuda Ansor dan Satkorkel Banser Gemaharjo mengikuti Giat Bakti Sosial dalam Pembangunan Mushola diarea Balai Desa Gemaharjo. Giat tersebut berupa Pengecoran bangunan mushola balai Desa Gemaharjo untuk bagian atapnya.
 
Hadir pada kegiatan baksos antara lain bapak kepala Desa Gemaharjo, segenap perangkat desa, para anggota BPD Desa Gemaharjo, Babinsa, Babinkamtibmas dan juga beberapa tokoh masyarakat sekitar kantor Balai Desa Gemaharjo. Tak ketinggalan dari sahabat-sahabat Ansor dan Banser Desa Gemaharjo yang hadir antara lain; sahabat H. Syukur (Ketua GP. Ansor Ranting Gemaharjo), sahabat Khusnul Mutholib (sekretaris), sahabat Agus Salim (Kasatkorkel), Imam Mukhlisin, Sukamto, Samsul Nur Aziz, Purnomo, Sunarno dan sahabat-sahabat lainnya.
 
Keterlibatan sahabat ansor dan banser dalam bakti sosial pembangunan mushola di Balai Desa Gemaharjo tersebut sebagai bentuk kepedulian untuk perkembangan dan kemajuan Desa Gemaharjo Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek. Karena mengingat sampai saat ini, pasca pemugaran kantor balai Desa Gemaharjo belum ada ruang/gedung khusus untuk peribadatan terutama bangunan mushola yang sebelumnya ruang (mushola) peribadatan menggunakan salah satu ruang kantor balai Desa Gemaharjo
.

Pembangunan mushola balai Desa Gemaharjo dimaksud sebenarnya sudah lama sekali direncanakan, namun karena saat ini kantor balai Desa juga masih dalam penyempurnaan dari pembangunannya, maka akhirnya rencana pembangunan mushola tertunda dan baru bisa terwujud pada saat ini.
 
Harapan kedepan, mushola yang berlokasi di (area) kantor balai Desa Gemaharjo tersebut bisa dimanfaatkan sesuai dengan pokok dan fungsinya bangunan, sehingga akan tampak syiar dan dakwah Islamiyah yang berada di Desa Gemaharjo khususnya dilingkup pemerintahan Desa Gemaharjo. (MY)


Kontributor : Khusnul Mutholib
Dokumentasi : Agus Salim

Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung