Jumat, 02 Oktober 2020

Dawuh Mbah KH. Maimoen Zubair


1. "Jangan meremehkan kebaikan sekecil apapun, bisa jadi seseorang itu masuk Surga bukan karena puasa sunahnya, bukan karena panjang sholat malamnya, tetapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda."

2. "Kita sekalian meskipun orang biasa bukan keturunan kiai, bukan keturunan ulama tidak bisa memiliki anak-anak yang Sholeh jangan berkecil hati, berdoalah dan mendekatlah kepada para kiai, para ulama. Allah maha mendengar, dan akan mengabulkan doa hamba-hambanya, tentu dengan tetap ada usaha."

3. "Jika engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah, barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akherat."

4. "Jangan mudah berburuk sangka, biar hatimu tidak gelap dan tidak sengsara."

5. "Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa mengganggu jalannya kaum muslimin, maka singkirkanlah, barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju Surga."

6. "Ketika melihat murid-murid yang menjengkelkan dan melelahkan, terkadang hati diuji kesabarannya, namun hadirkanlah gambaran di antara satu dari mereka kelak akan menarik tangan kita menuju Surga."

7. "Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya, semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di Surga."

8. "Jangan mikir kelak akan jadi apa yang penting belajar saja yang giat."

9. "Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia, barangkali itu mejadi sebab kelapangan rezekimu di dunia."

10. "Lebih baik menjadi orang bener, meski tidak pinter, sebab membuat orang jadi bener membutuhkan kejernihah hati dan keluasan cinta."

11. "Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba' ta' kepada anak-anakmu, setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu, yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu."

12. "Jika engkau tidak bisa berbuat kebaikan sama sekali, maka tahanlah tangan dan lisanmu dari menyakiti, setidaknya Itu menjadi sedekah untuk dirimu."

Al- Fatihah untuk Mbah Moen

Dari Berbagai Sumber
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung