Sabtu, 25 September 2021

Sambung Rasa dan Konsolidasi PAC GP. Ansor Watulimo Dalam Kegiatan Turba di Ranting Watuagung


Anwalin News – Watuagung (24/09) Segenap jajaran Pengurus Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Watulimo mengadakan Turba ke Ranting Watuagung yang bertempat di aula MI Suwur Desa Watuagung Kecamatan Watulimo. Kegiatan turun bawah tersebut dalam rangka koordinasi dan evaluasi kepengurusan serta program organisasi yang saat ini dilaksanakan oleh pengurus Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Watuagung.

 

Hadir dalam kegiatan Turba antara lain; Pengurus Harian PAC GP. Ansor Watulimo, Tim Media Anwalin, Pengurus NU Ranting Watuagung, Pengurus PR GP. Ansor Watuagung dan segenap Anggota Banser Satkorkel Watuagung.

 

Kegiatan Turba merupakan program rutin yang diagendakan oleh kepengurusan PAC saat ini sebagai sarana untuk sambung rasa antara kepengurusan PAC dan Ranting yang ada di wilayah Kecamatan Watulimo. Selain itu untuk mengetahui sejauhmana program dan kegiatan yang ada disetiap Ranting bisa berjalan sesuai dengan planning dan schedule yang telah disusun oleh masing-masing ranting.


 

Pada kegiatan turba kali ini didahului dengan sholat isya berjamaah yang dipimpin oleh sahabat Murdiyanto (Ketua PAC GP. Ansor Watulimo) yang kemudian dilanjutkan dengan Sholat Ghoib atas wafatnya Bapak Purnama (Pengawas Pendidikan Agama Islam – Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek). Bapak Purnama (alm.) merupakan Guru MI Watuagung diawal beliau bertugas sebelum menjadi Pegawai Negeri Sipil. Selain itu juga dilakukan sholat ghoib atas wafatnya sahabat dan guru kita semua; yaitu Bapak Kyai M. Ihsan Permadi yang mana beliau adalah Ketua PAC GP. Ansor Pule saat ini (2021) dan sekaligus salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatulloh Pule Kabupaten Trenggalek.

 

Selepas acara sholat Isya’ dan sholat Ghoib, kegiatan dilanjutkan dengan Ceremonial Organisasi dengan susunan acara antara lain; Pembukaan, Menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathon, Mars GP. Ansor, Prakata Shohibul Madrasah, Sambutan dari Ketua PAC GP. Ansor Watulimo, Pembekalan dari Pengurus NU Ranting Watuagung, Musyawarah dan diakhiri dengan penutup yang diisi dengan doa.


 

Dalam sambutannya, sahabat ketua (Kang Myanto – begitu panggilan akrabnya) menyampaikan beberapa poin pokok terkait kondisi kepengurusan GP. Ansor yang ada di Ranting Watuagung. Mulai dari struktur kepengurusan yang kurang aktif, program organisasi yang tidak berjalan sampai terkait masalah hasil akreditasi yang kurang bagus.

 

“Dalam berorganisasi kita harus totalitas dan loyalitas, jangan setengah-setengah. Kita harus saling bahu-membahu antara personil yang ada dikepengurusan” begitu terangnya.

 

“Dikepengurusan GP. Ansor semua harus belajar terkait dengan Peraturan Organisasi dan Tata kelola Administrasi yang telah ditetapkan” lanjut kang Myanto dalam sambutannya.



Selesai sambutan ketua PAC, seremonial dilanjutkan dengan Pembekalan oleh Pengurus NU Ranting Watuagung yang diisi oleh Bapak K. Muniri (Ketua Tanfidziyah) dan Bapak K. Samsul Hadi (Wakil Syuriyah NU Ranting Watuagung). Beliau berdua berpesan, bahwasanya Pemuda/Kader NU (red; Ansor) harus selalu upgrade diri dan menyesuaikan dengan kebutuhan organisasi untuk kemanfaatan bersama. Hal tersebut sejalan dengan kaidah bahwa hidupnya ummat yang akan datang akan ditentukan oleh pemudanya saat ini.

 

Pada puncak acara diisi dengan musyawarah (diskusi) antara pengurus PAC, pengurus NU Ranting Watuagung, pengurus dan anggota GP. Ansor Ranting Watuagung terkait dengan program-program organisasi yang saat ini belum berjalan secara aktif dan efektif. Selain itu juga untuk menyikapi pernyataan dari Ketua Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Watuagung (sahabat Muspan) yang mengundurkan diri dari kepemimpinan yang ada. Pengunduran diri tersebut disampaikan melalui sahabat Mustarom (wakil ketua PAC) pada beberapa hari yang lalu (red; Selasa, 21/09) yang kemudian ditindaklanjuti dengan beberapa kali koordinasi baik antara PAC dengan Ranting Watuagung. Setelah melalui hasil rapat dan konsolidasi akhirnya disepakati secara bersama-sama antara Pengurus Nahdlatul Ulama Ranting Watuagung dengan Pimpinan dan Anggota GP. Ansor Ranting Watuagung maka diadakan reorganisasi (pembaharuan) untuk kepengurusan baru masa khidmah 2021-2023.

 

Pengurus Nahdlatul Ulama Ranting Watuagung setuju dan merestui dengan adanya reorganisasi yang didukung secara bulat oleh Pimpinan Ranting dan anggota GP. Ansor Watuagung yang hadir dalam acara tersebut.


 

Acara Pemilihan Ketua baru yang diistilahkan dengan Rapat Anggota (sesuai PD/PRT-PO) akhirnya memilih dan menyepakati sahabat Muhammad Rifai sebagai ketua terpilih untuk masa khidmah 2021-2023. Sebelumnya sahabat Rifai merupakan Pengurus PR GP. Ansor Watuagung yang menjabat sebagai Wakil Ketua 2. Kemudian secara marathon ketua terpilih didampingi pengurus PAC dan sebagian perwakilan dari kader Ansor Watuagung melengkapi kepengurusan harian, mengingat dalam beberapa hari kedepan PR GP. Ansor Watuagung harus melaksanakan Akreditasi Ulang yang sebelumnya menghasilkan Predikat nilai C (kurang layak).

 

Semoga dikepengurusan yang baru ini, Gerakan Pemuda Ansor Ranting Watuagung semakin tertata dengan baik, solid dalam kebersamaan, satu komando dalam instruksional, maju dalam tata kelola organisasi, jaya dan manfaat untuk umat dan masyarakat. Aamiin (MY)


Share:

Minggu, 19 September 2021

Turba PAC GP. Ansor Watulimo ke Ranting Tasikmadu Sebagai Bentuk Sinergitas dan Kesolidan Dalam Berorganisasi


Anwalin News – Tasikmadu (19/09) Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Watulimo mengadakan Turba ke Ranting Tasikmadu. Kegiatan PAC kali ini bersamaan dengan rutinan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Ranting Tasikmadu yang diisi dengan Kajian Kitab Kuning “Risalah Ahlussunnah Wal Jamaah” yang disampaikan oleh Ustadz Sahabat Saiful Anam dari Pengurus PR GP. Ansor Tasikmadu.


Kegiatan MDS-RA tersebut dilaksanakan di Masjid Al-Istiqomah RT. 02 RW. 01 Dusun Ketawang Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo yang dihadiri oleh Pengurus PAC GP. Ansor Watulimo, Pengurus MDSRA PAC, jajaran Satkoryon Banser Watulimo, Tim Media Anwalin, Pengurus PR GP. Ansor Tasikmadu dan segenap Jajaran Satkorkel Banser Tasikmadu.


 

Sebelum dilaksanakan Kajian Kitab kuning, acara diisi dengan pembacaan tahlil, dzikir dan doa bersama yang dipimpin oleh sahabat Agus Muhaimin (Ketua MDSRA GP. Ansor Tasikmadu) yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh sahabat Much. Muhyidin selaku Ketua PR GP. Ansor Tasikmadu. Dalam sambutannya sahabat Muhyidin menyampaikan pesan bahwa Kader Ansor harus tetap solid satu komando dan kebersamaan.


“Kader Ansor harus berusaha untuk istiqomah dalam setiap kegiatan baik yang bersifat keagamaan, sosial kemasyarakatan dan pendidikan” begitu terangnya dalam sambutannya.



Usai sambutan dari ketua GP. Ansor Tasikmadu, acara berlanjut dengan Kajian Kitab Kuning yang diisi oleh sahabat Saiful Anam. Ustadz Saiful Anam menyampaikan beberapa mutiara hikmah diantaranya; Barangsiapa yang menghendaki keturunannya Alim (menjadi orang yang berilmu) maka seyogyanya ia berkhidmah pada Guru/Kyai.


“Jadi Seorang Kader Ansor / NU harus berniat / ikhlas dalam berkhidmah dan pengabdian” begitu jelasnya.


 

Selepas Kajian Kitab Kuning acara berlanjut dengan sambutan dan Pembekalan Kader yang disampaikan oleh PAC GP Ansor Watulimo. Dalam hal ini disampaikan langsung oleh sahabat Murdiyanto selaku Ketua PAC saat ini. Dalam sambutannya Kang Myanto (begitu panggilan akrabnya) menyampaikan ucapan terima kasih atas segala partisipasi dan kerjasama dari Ranting Tasikmadu dalam pelaksanaan Akreditasi Gerakan Pemuda Ansor Ranting se-Kecamatan Watulimo yang dilaksanakan pada tanggal 12 September 2021 di Gedung Serbaguna Tasikmadu.


Ketua PAC juga menyampaikan apresiasi serta ucapan selamat dan sukses kepada Pimpinan Ranting GP. Ansor Tasikmadu atas kerja keras bersama pengurus dan kader Ansor Tasikmadu dalam Penilaian Akreditasi yang telah memperoleh Predikat Nilai “A”. Hal tersebut tentunya tidak mudah dicapai tanpa adanya koordinasi dan kebersamaan yang baik antar pengurus dan anggota.


“Tetap jaga kekompakan dan kebersamaan dalam berorganisasi yang baik serta saling asah, asih dan asuh. Tetap berkreasi dan berinovasi agar kegiatan terus berjalan sehingga para anggota/kader semakin bertambah dan tidak gampang bosan” begitu imbuhnya.



Lain daripada hal tersebut diatas, sahabat Murdiyanto juga menyampaikan Program baru PAC yang akan dilaksanakan secara rutin melalui Turba ke setiap Ranting. Kegiatan tersebut adalah “Madrasah Kader Digital” yang diperuntukkan khusus bagi Tim Cyber Media PAC dan Ranting se-Kecamatan Watulimo. Sedianya kegiatan tersebut akan dilaksanakan secara rutin 2 (dua) minggu sekali. Kegiatan tersebut akan membahas terkait dengan pembuatan, pengelolaan akun media sosial organisasi serta dasar-dasar jurnalistik sebagai bekal untuk para tim cyber media yang berada di PAC GP. Ansor Watulimo dan Pimpinan Ranting se-Kecamatan Watulimo.


Harapannya, semoga dengan adanya Madrasah Kader Digital para Tim Cyber Media semakin professional dan canggih dalam mengelola akun media sosial organisasi sehingga apa yang menjadi tujuan organisasi GP. Ansor bisa terealisasi dan terlaksana dengan sebaik-baiknya (MY).

  

Kontributor : Kang MY

Fotografer : Agus Rianto 

Share:

Rabu, 15 September 2021

Ketika Syekh Abdul Qodir Bersujud Karena Pertanyaan Seorang Pemabuk


Saat perjalanan bersama murid-muridnya, mereka berpapasan dengan seorang pemabuk yang sedang mabuk berat. Tak disangka, pemabuk tersebut menghentikan langkah rombongan Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani dan mengutarakan tiga pertanyaan yang membuat beliau kaget.

“Wahai Syekh, apakah Allah mampu mengubah pemabuk sepertiku menjadi ahli taat?”

Syekh Abdul Qadir Al-Jalani menjawabnya: 
“Tentu mampu, Allah Maha Kuasa”

Kemudian si pemabuk bertanya lagi : 
“Apakah Allah mampu mengubah ahli maksiat sepertiku menjadi ahli taat setingkat dirimu?”

Dengan penuh kasih sayang Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani Menjawabnya : 
“Sangat Mampu, Allah Maha Kuasa Atas segala sesuatu.”

Si pemabuk bertanya kembali : 
“Apakah Allah mampu mengubah dirimu menjadi ahli maksiat sepertiku?”

Mendengar pertanyaan ketiga, seketika itu Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani menangis tersungkur dan bersujud kepada Allah.

Murid-murid Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani pun penasaran dan kebingungan. Lalu mereka memberanikan diri untuk bertanya, 
“wahai Tuan Syekh, apa gerangan yang membuat mu menangis?"

Kemudian Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani menjawab pertanyaan muridnya dengan penuh perhatian dan Hati Tergetar, 

“Betul sekali si pemabuk itu, Pertanyaan terkahir yang menyebabkanku menangis karena takut kepada Allah, Kapan saja Allah mampu mengubah nasib seseorang termasuk diriku. Siapa yang bisa menjamin diriku bernasib baik, meninggal dalam keadaan husnul khotimah.
Pertanyaan itu pula yang mendorongku untuk bersujud dan berdoa kepada Allah agar tidak menjadikanku merasa aman terhadap rencana Allah. Semoga Allah memelihara kesehatanku dan menutupi aibku.”

Pelajaran penting yang bisa dipetik dari kisah ini adalah agar kita tidak tertipu dengan kedudukan, amal perbuatan dan ilmu yang kita miliki. Maha Suci Dzat yang mampu mengubah seseorang kapan saja dia kehendaki.
Dalam sujud ketika shalat, senantiasalah kita berdoa “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agama-Mu.”

Demikian kisah pertemuan Syekh Abdul Qadir dengan seorang pemabuk, Sekelas beliau saja sangat khawatir dengan dirinya dan tidak pernah bangga dengan maqam kewaliannya. Bagaimana dengan kita yang belum jelas kedudukannya di sisi Allah.

Wallahua’lam 

Kisah ini di sampaikan oleh Al Habib Thohir bin Abdullah Al Kaff dalam Haul Ke-10 Hadratusy Syeikh Achmad Asrori Al Ishaqi ra.
Share:

Senin, 13 September 2021

Sembilan dari 12 Ranting di PAC GP. Ansor Watulimo Berhasil mendapat Predikat Nilai A Dalam Proses Akreditasi Organisasi


Anwalin News  - Akreditasi organisasi Gerakan Pemuda Ansor adalah kegiatan penilaian secara sistematis dan komprehensif yang dilakukan oleh Pimpinan Pusat terhadap Pimpinan Wilayah, Pimpinan Cabang, Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan Ranting untuk menentukan kelayakan dan kinerja organisasi.

 

Akreditasi organisasi Gerakan Pemuda Ansor bertujuan untuk menentukan tingkat kelayakan organisasi dalam menyelenggarakan kegiatannya serta untuk memperoleh gambaran tentang kinerja organisasi. Sedangkan fungsi dari Akreditasi adalah (a) mengetahui kelayakan dan kinerja organisasi dengan mengacu pada indikator-indikator yang telah ditentukan; (b) mempertanggungjawabkan kegiatan organisasi sesuai dengan visi dan misi Gerakan Pemuda Ansor; dan (c) meningkatkan kualitas atau kinerja organisasi.



Seiring dengan Peraturan Organisasi terkait Akreditasi dimaksud, Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Watulimo menggelar Akreditasi untuk seluruh Ranting yang ada di Kecamatan Watulimo yang berjumlah 12 Ranting/Desa. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Serbaguna – Balai Desa Tasikmadu yang berlokasi di sebelah barat Pantai Prigi -+ 100 meter dari Pelabuhan Nusantara Pantai Prigi Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek.

 

Hadir pada kegiatan Akreditasi adalah segenap Jajaran Pengurus Harian PAC GP. Ansor Watulimo, Delegasi Peserta dari seluruh Ranting se-Kecamatan Watulimo yang masing-masing Ranting diikuti oleh 4 peserta meliputi; Ketua Pimpinan Ranting, Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor tingkat Ranting, Kasatkorkel Banser dan Sekretaris Ranting. Selain itu juga dihadiri oleh segenap tamu undangan dari Pengurus NU Ranting Tasikmadu, Kapolsek Watulimo, Kepala Desa Tasikmadu, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Rekan-rekanita PR IPNU-IPPNU Tasikmadu.



Dari Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Trenggalek yang hadir adalah jajaran Pengurus Harian Cabang yang dikomandani langsung oleh Ketua PC, yaitu sahabat Muh. Izuddin Zakki (Gus Zakki), sekretaris PC sahabat Robby Taufika, bendahara PC sahabat Ali Saddad dan segenap Tim Assesor Akreditasi PC GP. Ansor Trenggalek antara lain sahabat Zainudin, sahabat Imron Sulistyanto, sahabat Zidni Ilman Nafia dan beberapa Crew dari Media Ansor Trenggalek Online.

 

Sebelum pelaksanaan Akreditasi berlangsung didahului dengan Opening Ceremony yang meliputi Pembukaan, Pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathon, Mars GP. Ansor, Sambutan Ketua PAC GP. Ansor Watulimo, Sambutan Ketua PC GP. Ansor Trenggalek dan penutup yang diisi dengan pembacaan doa. Setelah acara ceremonial selesai acara dilanjutkan dengan prosesi Akreditasi setiap Ranting oleh Tim Assesor Akreditasi Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Trenggalek.



Dari 12 Ranting yang ada diwilayah Kecamatan Watulimo, setelah dilakukan visitasi dan verifikasi Data / Borang Akreditasi; Alhamdulillah 9 diantaranya mendapat peringkat nilai A (Ranting Dukuh, Gemaharjo, Tasikmadu, Karanggandu, Prigi, Sawahan, Slawe, Watulimo dan Ngembel), satu nilai B (Ranting Pakel) dan 2 Ranting (Watuagung dan Margomulyo) proses Akreditasi ulang (perbaikan) dikarenakan sebagian berkasnya ada yang hilang / tidak sinkron antar variabel dan bukti fisik berkas.

 

Alhamdulillah secara keseluruhan Pelaksanaan Akreditasi berjalan dengan lancar, aman dan Sukses dengan harapan Semoga Organisasi GP. Ansor yang berada diwilayah PAC Watulimo semakin maju, berkualitas, maslahat dan manfaat sesuai dengan Tujuan Organisasi serta para Pengurus yang mengelola organisasi semakin professional dan mampu meningkatkan diri dalam tata kelola administrasi dan manajemen organisasi. (my)

.

----------------

Kontributor : Myanto

Fotografer : Agus Rianto & Fahmi NH.

Share:

Senin, 30 Agustus 2021

Profil Hasan Basri Sagala Kasatkornas Banser


Profil Hasan Basri Sagala Kasatkornas Banser

Berdasarkan rapat pengurus harian Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor hari Jumat, Tanggal 27 Agustus 2021 telah ditetapkan Sahabat Hasan Basri Sagala menjadi Kasatkornas Banser. 

Ucapan beredar melalui group wa, media resmi instagram @gp.ansor twitter @Official_Ansor 

"Selamat bertugas Sahabat Hasan Basri Sagala sebagai Kasatkornas Banser (Kepala Satuan Koordinasi Nasional)." di postingan media pimpinan pusat GP Ansor.

Biodata Hasan Basri Sagala

Sahabat Hasan Basri Sagala, M. Si lahir pada tanggal 10 Juni 1977. Beliau masuk dalam jajaran Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor sebagai ketua. 

HBS begitu sapaan akrabnya adalah Ketua GP Ansor Koordinator Wilayah I (Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau)

Selain aktif di organisasi kepemudaan, beliau menjabat Komisaris PT. VAI (Victoria Alife Indonesia) Jakarta. Sebuah penyedia jasa asuransi jiwa terpadu dan terlengkap untuk memberikan perlindungan terhadap risiko dan hasil investasi yang menguntungkann bagi stake holder melalui produk yang komprehensif, sesuai kebutuhan dan kemudahan bagi pemegang polis dan mitra kerja.

Saat ini beliau Hasan Basri Sagala menjadi Tenaga Ahli Menteri Agama.

Sahabat HBS beralamat di Manggala Dua Residence No. B-3 Jagakarsa Jakarta Selatan. 

Sebelum ditetapkan sebagai Kasatkornas sahabat Hasan Basri Sagala adalah Wakasatkornas periode Ndan H. Alfa Isnaeni.


Sumber : ANSOR WEB ID

.
Share:

Jumat, 27 Agustus 2021

GP Ansor Ranting Tasikmadu Gelar Rapat Lanjutan Persiapan Akreditasi Organisasi


Anwalin News
- (26/08) pada agenda selanjutnya PAC GP Ansor Watulimo dampingi ranting Tasikmadu dalam rapat mengenai Instrumen Akreditasi pada pukul 22.00 WIB bertempatan di Masjid Al Istiqomah dusun Ketawang desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek, yang mana pada agenda sebelumnya PAC GP Ansor Watulimo menghadiri rapat di ranting prigi kemudian dilanjut ke ranting Tasikmadu.

Pada agenda tersebut beberapa Pengurus Harian dan anggota GP Ansor Tasikmadu membahas mengenai progres sekaligus mengisi draf instrimen akreditasi yang sudah dikirimkan oleh PAC, adapun beberapa perihal yang kurang begitu dipahami mengenai pengisian draf, kemudian dibahas langsung bersama Pengurus Harian PAC GP Ansor Watulimo. Untuk kedepannya PAC juga akan mengagendakan turba ke beberapa ranting dengan tujuan supaya mengetahui sejauh mana perogres yang sudah kerjakan dari tiap ranting.

Semoga kedepannya Ansor Tasikmadu bisa lebih maju dan berkembang, dan semoga apa yang diharapkan dari ranting bisa tercapai, amiin 3× ya robbal alamiin.


Kontributor : Fahmi NH.
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung