Senin, 30 Agustus 2021

Profil Hasan Basri Sagala Kasatkornas Banser


Profil Hasan Basri Sagala Kasatkornas Banser

Berdasarkan rapat pengurus harian Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor hari Jumat, Tanggal 27 Agustus 2021 telah ditetapkan Sahabat Hasan Basri Sagala menjadi Kasatkornas Banser. 

Ucapan beredar melalui group wa, media resmi instagram @gp.ansor twitter @Official_Ansor 

"Selamat bertugas Sahabat Hasan Basri Sagala sebagai Kasatkornas Banser (Kepala Satuan Koordinasi Nasional)." di postingan media pimpinan pusat GP Ansor.

Biodata Hasan Basri Sagala

Sahabat Hasan Basri Sagala, M. Si lahir pada tanggal 10 Juni 1977. Beliau masuk dalam jajaran Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor sebagai ketua. 

HBS begitu sapaan akrabnya adalah Ketua GP Ansor Koordinator Wilayah I (Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau)

Selain aktif di organisasi kepemudaan, beliau menjabat Komisaris PT. VAI (Victoria Alife Indonesia) Jakarta. Sebuah penyedia jasa asuransi jiwa terpadu dan terlengkap untuk memberikan perlindungan terhadap risiko dan hasil investasi yang menguntungkann bagi stake holder melalui produk yang komprehensif, sesuai kebutuhan dan kemudahan bagi pemegang polis dan mitra kerja.

Saat ini beliau Hasan Basri Sagala menjadi Tenaga Ahli Menteri Agama.

Sahabat HBS beralamat di Manggala Dua Residence No. B-3 Jagakarsa Jakarta Selatan. 

Sebelum ditetapkan sebagai Kasatkornas sahabat Hasan Basri Sagala adalah Wakasatkornas periode Ndan H. Alfa Isnaeni.


Sumber : ANSOR WEB ID

.
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung