Sabtu, 25 September 2021

Sambung Rasa dan Konsolidasi PAC GP. Ansor Watulimo Dalam Kegiatan Turba di Ranting Watuagung


Anwalin News – Watuagung (24/09) Segenap jajaran Pengurus Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Watulimo mengadakan Turba ke Ranting Watuagung yang bertempat di aula MI Suwur Desa Watuagung Kecamatan Watulimo. Kegiatan turun bawah tersebut dalam rangka koordinasi dan evaluasi kepengurusan serta program organisasi yang saat ini dilaksanakan oleh pengurus Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Watuagung.

 

Hadir dalam kegiatan Turba antara lain; Pengurus Harian PAC GP. Ansor Watulimo, Tim Media Anwalin, Pengurus NU Ranting Watuagung, Pengurus PR GP. Ansor Watuagung dan segenap Anggota Banser Satkorkel Watuagung.

 

Kegiatan Turba merupakan program rutin yang diagendakan oleh kepengurusan PAC saat ini sebagai sarana untuk sambung rasa antara kepengurusan PAC dan Ranting yang ada di wilayah Kecamatan Watulimo. Selain itu untuk mengetahui sejauhmana program dan kegiatan yang ada disetiap Ranting bisa berjalan sesuai dengan planning dan schedule yang telah disusun oleh masing-masing ranting.


 

Pada kegiatan turba kali ini didahului dengan sholat isya berjamaah yang dipimpin oleh sahabat Murdiyanto (Ketua PAC GP. Ansor Watulimo) yang kemudian dilanjutkan dengan Sholat Ghoib atas wafatnya Bapak Purnama (Pengawas Pendidikan Agama Islam – Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek). Bapak Purnama (alm.) merupakan Guru MI Watuagung diawal beliau bertugas sebelum menjadi Pegawai Negeri Sipil. Selain itu juga dilakukan sholat ghoib atas wafatnya sahabat dan guru kita semua; yaitu Bapak Kyai M. Ihsan Permadi yang mana beliau adalah Ketua PAC GP. Ansor Pule saat ini (2021) dan sekaligus salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatulloh Pule Kabupaten Trenggalek.

 

Selepas acara sholat Isya’ dan sholat Ghoib, kegiatan dilanjutkan dengan Ceremonial Organisasi dengan susunan acara antara lain; Pembukaan, Menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathon, Mars GP. Ansor, Prakata Shohibul Madrasah, Sambutan dari Ketua PAC GP. Ansor Watulimo, Pembekalan dari Pengurus NU Ranting Watuagung, Musyawarah dan diakhiri dengan penutup yang diisi dengan doa.


 

Dalam sambutannya, sahabat ketua (Kang Myanto – begitu panggilan akrabnya) menyampaikan beberapa poin pokok terkait kondisi kepengurusan GP. Ansor yang ada di Ranting Watuagung. Mulai dari struktur kepengurusan yang kurang aktif, program organisasi yang tidak berjalan sampai terkait masalah hasil akreditasi yang kurang bagus.

 

“Dalam berorganisasi kita harus totalitas dan loyalitas, jangan setengah-setengah. Kita harus saling bahu-membahu antara personil yang ada dikepengurusan” begitu terangnya.

 

“Dikepengurusan GP. Ansor semua harus belajar terkait dengan Peraturan Organisasi dan Tata kelola Administrasi yang telah ditetapkan” lanjut kang Myanto dalam sambutannya.



Selesai sambutan ketua PAC, seremonial dilanjutkan dengan Pembekalan oleh Pengurus NU Ranting Watuagung yang diisi oleh Bapak K. Muniri (Ketua Tanfidziyah) dan Bapak K. Samsul Hadi (Wakil Syuriyah NU Ranting Watuagung). Beliau berdua berpesan, bahwasanya Pemuda/Kader NU (red; Ansor) harus selalu upgrade diri dan menyesuaikan dengan kebutuhan organisasi untuk kemanfaatan bersama. Hal tersebut sejalan dengan kaidah bahwa hidupnya ummat yang akan datang akan ditentukan oleh pemudanya saat ini.

 

Pada puncak acara diisi dengan musyawarah (diskusi) antara pengurus PAC, pengurus NU Ranting Watuagung, pengurus dan anggota GP. Ansor Ranting Watuagung terkait dengan program-program organisasi yang saat ini belum berjalan secara aktif dan efektif. Selain itu juga untuk menyikapi pernyataan dari Ketua Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Watuagung (sahabat Muspan) yang mengundurkan diri dari kepemimpinan yang ada. Pengunduran diri tersebut disampaikan melalui sahabat Mustarom (wakil ketua PAC) pada beberapa hari yang lalu (red; Selasa, 21/09) yang kemudian ditindaklanjuti dengan beberapa kali koordinasi baik antara PAC dengan Ranting Watuagung. Setelah melalui hasil rapat dan konsolidasi akhirnya disepakati secara bersama-sama antara Pengurus Nahdlatul Ulama Ranting Watuagung dengan Pimpinan dan Anggota GP. Ansor Ranting Watuagung maka diadakan reorganisasi (pembaharuan) untuk kepengurusan baru masa khidmah 2021-2023.

 

Pengurus Nahdlatul Ulama Ranting Watuagung setuju dan merestui dengan adanya reorganisasi yang didukung secara bulat oleh Pimpinan Ranting dan anggota GP. Ansor Watuagung yang hadir dalam acara tersebut.


 

Acara Pemilihan Ketua baru yang diistilahkan dengan Rapat Anggota (sesuai PD/PRT-PO) akhirnya memilih dan menyepakati sahabat Muhammad Rifai sebagai ketua terpilih untuk masa khidmah 2021-2023. Sebelumnya sahabat Rifai merupakan Pengurus PR GP. Ansor Watuagung yang menjabat sebagai Wakil Ketua 2. Kemudian secara marathon ketua terpilih didampingi pengurus PAC dan sebagian perwakilan dari kader Ansor Watuagung melengkapi kepengurusan harian, mengingat dalam beberapa hari kedepan PR GP. Ansor Watuagung harus melaksanakan Akreditasi Ulang yang sebelumnya menghasilkan Predikat nilai C (kurang layak).

 

Semoga dikepengurusan yang baru ini, Gerakan Pemuda Ansor Ranting Watuagung semakin tertata dengan baik, solid dalam kebersamaan, satu komando dalam instruksional, maju dalam tata kelola organisasi, jaya dan manfaat untuk umat dan masyarakat. Aamiin (MY)


Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung