Minggu, 19 September 2021

Turba PAC GP. Ansor Watulimo ke Ranting Tasikmadu Sebagai Bentuk Sinergitas dan Kesolidan Dalam Berorganisasi


Anwalin NewsTasikmadu (19/09) Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Watulimo mengadakan Turba ke Ranting Tasikmadu. Kegiatan PAC kali ini bersamaan dengan rutinan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Ranting Tasikmadu yang diisi dengan Kajian Kitab Kuning “Risalah Ahlussunnah Wal Jamaah” yang disampaikan oleh Ustadz Sahabat Saiful Anam dari Pengurus PR GP. Ansor Tasikmadu.


Kegiatan MDS-RA tersebut dilaksanakan di Masjid Al-Istiqomah RT. 02 RW. 01 Dusun Ketawang Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo yang dihadiri oleh Pengurus PAC GP. Ansor Watulimo, Pengurus MDSRA PAC, jajaran Satkoryon Banser Watulimo, Tim Media Anwalin, Pengurus PR GP. Ansor Tasikmadu dan segenap Jajaran Satkorkel Banser Tasikmadu.


 

Sebelum dilaksanakan Kajian Kitab kuning, acara diisi dengan pembacaan tahlil, dzikir dan doa bersama yang dipimpin oleh sahabat Agus Muhaimin (Ketua MDSRA GP. Ansor Tasikmadu) yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh sahabat Much. Muhyidin selaku Ketua PR GP. Ansor Tasikmadu. Dalam sambutannya sahabat Muhyidin menyampaikan pesan bahwa Kader Ansor harus tetap solid satu komando dan kebersamaan.


“Kader Ansor harus berusaha untuk istiqomah dalam setiap kegiatan baik yang bersifat keagamaan, sosial kemasyarakatan dan pendidikan” begitu terangnya dalam sambutannya.



Usai sambutan dari ketua GP. Ansor Tasikmadu, acara berlanjut dengan Kajian Kitab Kuning yang diisi oleh sahabat Saiful Anam. Ustadz Saiful Anam menyampaikan beberapa mutiara hikmah diantaranya; Barangsiapa yang menghendaki keturunannya Alim (menjadi orang yang berilmu) maka seyogyanya ia berkhidmah pada Guru/Kyai.


“Jadi Seorang Kader Ansor / NU harus berniat / ikhlas dalam berkhidmah dan pengabdian” begitu jelasnya.


 

Selepas Kajian Kitab Kuning acara berlanjut dengan sambutan dan Pembekalan Kader yang disampaikan oleh PAC GP Ansor Watulimo. Dalam hal ini disampaikan langsung oleh sahabat Murdiyanto selaku Ketua PAC saat ini. Dalam sambutannya Kang Myanto (begitu panggilan akrabnya) menyampaikan ucapan terima kasih atas segala partisipasi dan kerjasama dari Ranting Tasikmadu dalam pelaksanaan Akreditasi Gerakan Pemuda Ansor Ranting se-Kecamatan Watulimo yang dilaksanakan pada tanggal 12 September 2021 di Gedung Serbaguna Tasikmadu.


Ketua PAC juga menyampaikan apresiasi serta ucapan selamat dan sukses kepada Pimpinan Ranting GP. Ansor Tasikmadu atas kerja keras bersama pengurus dan kader Ansor Tasikmadu dalam Penilaian Akreditasi yang telah memperoleh Predikat Nilai “A”. Hal tersebut tentunya tidak mudah dicapai tanpa adanya koordinasi dan kebersamaan yang baik antar pengurus dan anggota.


“Tetap jaga kekompakan dan kebersamaan dalam berorganisasi yang baik serta saling asah, asih dan asuh. Tetap berkreasi dan berinovasi agar kegiatan terus berjalan sehingga para anggota/kader semakin bertambah dan tidak gampang bosan” begitu imbuhnya.



Lain daripada hal tersebut diatas, sahabat Murdiyanto juga menyampaikan Program baru PAC yang akan dilaksanakan secara rutin melalui Turba ke setiap Ranting. Kegiatan tersebut adalah “Madrasah Kader Digital” yang diperuntukkan khusus bagi Tim Cyber Media PAC dan Ranting se-Kecamatan Watulimo. Sedianya kegiatan tersebut akan dilaksanakan secara rutin 2 (dua) minggu sekali. Kegiatan tersebut akan membahas terkait dengan pembuatan, pengelolaan akun media sosial organisasi serta dasar-dasar jurnalistik sebagai bekal untuk para tim cyber media yang berada di PAC GP. Ansor Watulimo dan Pimpinan Ranting se-Kecamatan Watulimo.


Harapannya, semoga dengan adanya Madrasah Kader Digital para Tim Cyber Media semakin professional dan canggih dalam mengelola akun media sosial organisasi sehingga apa yang menjadi tujuan organisasi GP. Ansor bisa terealisasi dan terlaksana dengan sebaik-baiknya (MY).

  

Kontributor : Kang MY

Fotografer : Agus Rianto 

Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung