Minggu, 04 April 2021

PAC GP Ansor Watulimo Sambut Pasukan Kirab Panji NU 98

 

Anwalin News - Ahad (04/04) Sejak kelahirannya, semangat Gerakan Pemuda Ansor selalu diwarnai oleh nilai-nilai perjuangan, persatuan, serta nasionalisme. Arah perjuangan GP Ansor tidak terlepas dari konteks perjuangan kemerdekaan serta usaha untuk tetap mempertahankan kemerdekaan. Sehingga arah perjuangan dari GP Ansor meliputi aspek keagamaan, kerakyatan serta kebangsaan.

Dari awal berdirinya, GP Ansor  ketap konsisten untuk menjaga NKRI dan selalu setia pada Pancasila. Hal ini bisa dibuktikan dengan adanya laskar hisbullah, resolusi jihad, pertempuran 10 November, penumpasan pemberontakan PKI serta di masa transisi reformasi. Tidak hanya itu, belakangan ini keberadaan dan pergerakan organisasi transnasional di Indonesia yang merongrong NKRI dan Pancasila. Namun komitmen GP Ansor tetap kukuh menyatakan “NKRI Harga Mati, Pancasila Jaya.”

Oleh karena itulah, dalam rangka memperingati Harlah NU ke-98, pada hari Minggu, 4 April 2021, PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo ikut serta dalam acara Kirab Panji NU 98 yang dilaksanakan oleh Satkorcab Banser Kabupaten Trenggalek. Kirab ini dimulai dari Gedung PCNU Trenggalek menuju pos 1 PAC GP Ansor Kecamatan Dongko. Selesai dari Pos 1 acara kirab dilanjutkan menuju ke Pos 2 yaitu di PAC GP Ansor Kecamatan Panggul yang kemudian dilanjutkan ke pos 3 PAC GP Ansor Kecamatan Munjungan. Dari pos 3, kirab panji NU 98 selanjutnya menuju pos 4 PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo. 

Sesampainya di pos 4, bertempat di Jalan Lintas Selatan (JLS) Pantai Cengkrong, pasukan kirab pembawa bendera merah putih, panji NU serta panji banom NU lainnya disambut semarak oleh Kapolsek Watulimo, MWC NU Watulimo, PAC GP Ansor Watulimo dan juga pimpinan banom NU lainnya serta segenap jajaran Banser Satkoryon Watulimo. 

Setelah penyambutan peserta kirab dan serahterima bendera merah putih serta panji-panji NU, di pos 4 acara dilanjutkan apel kebangsaan dengan rangkaian acara; pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathon, Mars GP. Ansor, Mars Banser, kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dan diakhiri dengan pembacaan doa. Dalam sambutannya Kasatkorcab Banser Trenggalek, Komandan Fathurrahman MQ, mengatakan bahwa tujuan dari Kirab Panji NU 98 ini adalah untuk menunjukkan dan meningkatkan etos semangat serta perjuangan NU dan banom-banomnya dalam menjunjung tinggi nasionalisme, menjaga dan merawat NKRI dan Pancasila.  

"Tidak tanpa alasan, NU memandang nasionalisme dan patriotisme sebagai modal untuk tetap menegakkan NKRI dan Pancasila. NU percaya bahwa bangsa yang damai serta negara yang aman merupakan modal yang paling dasar untuk terlaksananya dakwah keagamaan ataupun sosial kemasyarakatan. Tanpa adanya keamanan dan kedamaian negara, maka mustahil dakwah atau gerakan sosial kemasyarakatan itu dilaksanakan" terang H. Fatkhurrohman selaku Kasatkorcab Banser Trenggalek yang sekaligus Pimpinan Kirab Panji NU 98.

Hal senada juga disampaikan oleh Bapak AKP. Suyono, S.H., M.Hum. selaku Kapolsek Watulimo. “Kirab ini akan meningkatkan rasa nasionalisme. NU sebagai salah satu pendiri NKRI, harus menjadi garda depan dalam menjaga dan merawat NKRI dan Pancasila. Menjadi pelopor menjaga dan menegakkan aturan-aturan negara" begitu pungkasnya.

Keberadaan serta peran dari NU beserta banom lainnya sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kecamatan Watulimo. NU beserta banomnya sudah lama menjadi mitra yang baik bagi aparat kamtibmas demi tetap terjaganya keutuhan NKRI.

Sebagaimana rundown Kirab Panji NU 98, setelah dari pos PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo, maka pasukan kirab menuju ke pos PAC GP Ansor Kecamatan Durenan. Tepat pukul 17.35 WIB secara resmi Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo, Sahabat Murdiyanto memberangkatkan  pasukan Kirab Panji NU 98 untuk menuju pos PAC GP Ansor Kecamatan Durenan dan pos-pos selanjutnya sampai di Pos Finish kegiatan kirab panji NU98 yaitu kembali ke Gedung PCNU Kabupaten Trenggalek.

Semoga acara Kirab Panji NU 98, dapat meningkatkan semangat nasionalisme dan patriotisme demi menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila. (dh)

Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung