Selasa, 06 April 2021

RTL dan Upgrading Banser Watuagung oleh PAC GP. Ansor Watulimo

Dok. Sebagian Anggota Banser Watuagung

Anwalin News
– Watuagung (05/04), Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Watulimo mengadakan Turba ke Ranting Watuagung. Turba PAC kali ini dengan agenda Upgrading dan Rencana Tindak Lanjut Satkorkel Banser Watuagung pasca Diklatsar Banser yang dilaksanakan pada bulan November 2020 tahun lalu. RTL Banser Watuagung tersebut semula direncanakan pada bulan Februari 2021, namun karena kondisi lingkungan masih dalam masa pandemi covid-19 dan adanya pembatasan kegiatan serta harus menerapkan protocol kesehatan maka agenda RTL Banser ditunda dan akhirnya bisa terlaksana pada bulan April 2021.
.
Kegiatan Turba PAC GP. Ansor Watulimo yang bersamaan dengan RTL Diklatsar Banser Watuagung tersebut bertempat di Auditorium MI Watuagung dengan menghadirkan seluruh Banser Ranting Watuagung dan mengundang bapak-bapak Pengurus NU serta rekan/rekanita IPNU-IPPNU Watuagung dengan jumlah keseluruhan undangan 42 orang.


Seperti biasanya, rangkaian acara GP. Ansor tersebut disusun secara formal yaitu dimulai dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathon, Mars GP. Ansor, Mars Banser kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dan puncaknya acara diisi pembinaan serta pembekalan untuk kader-kader Ansor-Banser Watuagung oleh Ketua PAC GP. Ansor Watulimo.
.
Dalam sambutan awal yang diisi oleh sahabat Muyani sebagai wakil dari Ketua GP. Ansor Watuagung yang berhalangan hadir, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada PAC GP. Ansor Watulimo atas perkenan dan kehadirannya dalam agenda turba RTL yang diprakarsai oleh sahabat-sahabat Banser dari Watuagung. Selain itu sahabat Muyani juga menyampaikan motivasinya untuk anggota Banser Watuagung agar menjadi pelopor dalam setiap pergerakan di Rantingnya baik dalam bidang keagamaan, sosial, pendidikan maupun dalam kegiatan lain yang bersinggungan langsung dengan kemaslahatan warga masyarakat.
.
Senada dengan hal tersebut diatas, Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama Ranting Watuagung yaitu Bapak Muniri juga menyampaikan beberapa hal diantaranya; seorang Banser harus cekatan dalam bertindak untuk menjadi penolong, seorang banser harus disiplin sesuai dengan nawa prasetya-nya dan seorang banser harus energik serta militan dalam berkhidmah di organisasi Nahdlatul Ulama melalui Gerakan Pemuda Ansor. Beliau mengatakan, Pengurus NU Ranting Watuagung siap mendukung baik tenaga, pikiran maupun material terhadap kebutuhan Banser dengan catatan harus ada komunikasi yang baik dan jelas terkait kebutuhan tersebut.


Pada sambutan berikutnya sebagai puncak acara turba RTL Diklatsar Banser diisi dengan pembekalan dan pembinaan oleh sahabat Murdiyanto selaku ketua PAC GP. Ansor Watulimo. Ia mengingatkan kembali akan baiat Ansor-Banser yang harus tetap dijaga dan diamalkan di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Seorang Banser harus peka dan peduli terhadap situasi dan kondisi dilingkungan masyarakat sekitarnya. Ia menjelaskan juga, pasca Diklatsar Banser sebagai tugas dan tanggungjawab masing-masing anggota banser harus bisa mencari dan mengajak kader NU yang baru untuk gabung di Gerakan Pemuda Ansor sehingga pletonisasi Banser setiap ranting bisa terpenuhi dengan cepat. Ketua PAC juga meminta kepada kasatkorkel Banser Watuagung untuk segera melengkapi kepengurusan Bansernya dengan membentuk Biro-biro sesuai dengan Peraturan Organisasi Banser.
.
Dipenghujung acara setelah ditutup dengan pembacaan Doa, kegiatan RTL diisi dengan penyampaian Sertifikat dan KTA bagi anggota Banser yang telah lulus Diklatsar Banser yang diselenggarakan pada bulan November 2020 tahun lalu. Alhamdulillah, kegiatan RTL dan Turba di Ranting Watuagung telah terlaksana dengan baik, lancar, aman dan sukses; dengan harapan semoga membawa kemanfaatan dan keberkahan untuk semuanya. Aamiin (my)
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung