Rabu, 07 April 2021

Eratkan Koordinasi dan Konsolidasi, PAC GP Ansor Watulimo "Ngopi Bareng" Bersama Kapolsek Watulimo

 

Anwalin NewsSelasa, 6 April 2021, digelar agenda “Ngopi Bareng” PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo, PAC IPNU IPPNU Kecamatan Watulimo bersama Kapolsek Watulimo, AKP. Suyono, S.H.,M.Hum di Mapolsek Watulimo. Acara tersebut merupakan bentuk acara silaturrahim serta jalinan kemitraan antara pihak Kepolisian Sektor Watulimo dengan organisasi kepemudaan di Kecamatan Watulimo. Hal ini dipandang perlu untuk dilakukannya kerjasama dengan beberapa pihak, khususnya dengan organisasi kepemudaan. Mengingat bahwa kultur masyarakat Kecamatan Watulimo sangat variatif. Cukup banyaknya warga pendatang yang berasal dari luar Kabupaten Trenggalek, termasuk juga perbedaan pola kehidupan masyarakat Kecamatan Watulimo bagian atas dan bawah menjadi faktor pembeda dalam menangani permasalahan yang mungkin bisa muncul kapan saja.

Kecamatan Watulimo, merupakan kecamatan yang unik dan antik di Kabupaten Trenggalek. Hal ini berbeda dengan keadaan Kecamatan-kecamatan lainnya. Kawasan yang luas yang meliputi permukiman, lahan pertanian, lahan perkebunan, serta lautan semua bisa dipotensikan sebagai sarana kesejahteraan masyarakat. Pola-pola interaksi antara warga pendatang dengan warga tetap mumungkinkan terjadinya asimilasi budaya, pertukaran pengetahuan dan ketrampilan.

Namun dibalik itu, aspek keamanan, ketertiban masyarakat serta pembinaan mental spiritual juga harus berbanding lurus dengan itu semua. Agar stabilitas keamanan dan ketertiban Kecamatan Watulimo tetap kondusif. Sebagaimana slogan Kecamatan Watulimo, ”KONDANG”, Kondusif, Andalan, Ngangeni.

"Untuk itulah kader organisasi kepemudaan harus jadi contoh bagi masyarakat. Ansor-Banser harus mampu menjadi teladan bagi warga sekitar. Malahan di beberapa tempat Ansor menjadi AC atau pendingin di lingkungannya. Kemitraan ini dilakukan demi untuk kondusifitas Kecamatan Watulimo”,ungkap AKP. Suyono sebagai pembuka obrolan.

Ke depannya, Pria asal Probolinggo ini menginginkan adanya kerjasama dengan beberapa pihak pemangku kebijakan di Kecamatan Watulimo. Hal ini berkaitan dengan rencana dilaksanakannya dakwah Islam yang dilakukan secara santun, lemah lembut dan penuh kasih sayang. Tidak hanya soalan dakwah Islam, beliau juga menghimbau kepada generasi muda untuk ikut mensosialisasikan dan penyadaran kepada masyarakat agar taat hukum negara, khususnya peratutan lalu lintas.

“Sajadah Mantap (Safari Jum’at, aman dan berkah, melayani terpercaya dan profesional), merupakan program Satbimas Polres Trenggalek yang nantinya akan kita program dalam jangka waktu dekat dan akan dilaksanakan bersama Forkopimcam, MUI Kecamatan dan KUA serta Penyuluh Agama Islam Kecamatan Watulimo”, jelas AKP Suyono.

Di pihak lain, PAC GP Ansor Watulimo bersyukur dengan adanya rencana jalinan kemitraan antara Polsek Watulimo dengan GP Ansor Kecamatan Watulimo. Dengan demikian, hubungan ini menserasikan kerjasama keduanya demi kamtibmas Kecamatan Watulimo. “Kami sangat senang dan bersyukur atas ditugaskannya Bapak AKP Suyono sebagai Kepala Polsek Watulimo. Semogo keakraban ini membawa manfaat bagi Ansor dan Polsek Watulimo demi kondusifnya Kecamatan Watulimo.”, ungkap Sahabat Murdiyanto, Ketua terpilih PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo di Konferancab XI.

Selanjutnya, ada beberapa poin rencana kerjasama PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo dengan Polsek Watulimo,diantaranya yaitu:

1.  Koordinasi dan konsolidasi setiap ada kegiatan GP Ansor-Banser serta IPNU IPPNU Kecamatan Watulimo.

2.    Pembukaan acara pembentukan Ansor Kepanduan sekaligus sebagai pemateri ke-Saka-an.

3. Turba Safari Ramadhan yang akan digelar di seluruh ranting GP Ansor Kecamatan Watulimo

4.  Mendukung Program Sajadah Mantap Polsek Watulimo, yang selanjutnya menunggu rencana waktu dan pelaksanaannya.

Semoga “Ngopi Bareng” ini mempererat koordinasi dan konsolidasi antara PAC GP Ansor Watulimo dan Polsek Watulimo demi menunjang Watulimo Kondang. (dh)
.
.
Redaksi : Tim Media Anwalin
Fotografer : Agus Rianto
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung