Kamis, 08 April 2021

Sinergitas Gerakan Pemuda Ansor dengan IPSNU Pagar Nusa Ranting Sawahan


Anwalin News
– Sawahan, 07/04 Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Sawahan menggelar Penutupan Kegiatan Rutinan, yaitu Lailatul Ijtima’ Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Hidayatul Hikmah Dusun Njojogan, Desa Sawahan Kecamatan Watulimo.
.
Penutupan kegiatan Lailatul Ijtima’ dilakukan karena bulan ini (red; April) sudah hampir memasuki bulan suci Ramadhan sehingga semua kegiatan organisasi diselaraskan dengan program giat Ramadhan yang telah diprogramkan dalam rapat kerja ranting dengan program dari PAC GP. Ansor Watulimo.
.
Pada kegiatan Ijtimaan Ranting yang dilaksanakan di Masjid Njojogan tersebut Nampak ada yang beda dari kegiatan lailatul ijitima sebelumnya. Hal tersebut karena Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor Desa Sawahan mengundang dan menghadirkan sahabat-sahabat dari Ikatan Pencak Silat Pagar Nusa Ranting Sawahan. Jumlah yang hadir dari kegiatan lailatul ijtima’ GP. Ansor Sawahan adalah 62 orang yang terbagi dari Pengurus dan Anggota Gerakan Pemuda Ansor, Pengurus dan Anggota IPSNU Pagar Nusa dan segenap Takmir Masjid Hidayatul Hikmah Desa Sawahan.

.
Kegiatan lailatul ijtima’, seperti biasanya diawali dengan amalan istighotsah, pembacaan sholawat nabi dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Ketua Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Sawahan, yaitu sahabat Ahmad Misbachudin menjelaskan bahwa pada ijtimaan ini sengaja mengundang sahabat dari IPSNU Pagar Nusa agar terjalin sinergitas dan kebersamaan diantara banom-banom NU yang ada di Desa Sawahan. Ia berharap agar sahabat pagar nusa ikut andil bagian dalam setiap event dan moment yang dilaksanakan di Desa Sawahan khususnya yang diselenggarakan Pengurus Nahdlatul Ulama Ranting Sawahan.
.
Hadir dalam kegiatan Penutupan Lailatul Ijtima’ Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Desa Sawahan dari PAC GP. Ansor Watulimo adalah sahabat Murdiyanto (Ketua PAC) yang didampingi oleh sahabat Sujito (Kasatkorkel Banser Watulimo), sahabat Agus Salim (Kasatkorkel Banser Gemaharjo), sahabat Basori (Kasatkorkel Banser Dukuh), sahabat Abu Hanifah (Kasatkorkel Banser Tasikmadu), Ibnu Tri Mashudi (Sekretaris PR GP. Ansor Dukuh) dan segenap Tim Media Anwalin PAC GP. Ansor Watulimo.
.
Dalam sambutannya Ketua PAC GP. Ansor Watulimo, yaitu sahabat Murdiyanto sangat mengapresiasi atas sinergitas dan kolaborasi yang dilakukan oleh PR GP. Ansor Sawahan dengan sahabat-sahabat IPSNU Pagar Nusa Ranting Sawahan. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap kesolidan antara banom-banom NU khususnya di Ranting Sawahan dalam menciptakan suasana lingkungan yang aman, kondusif, nyaman dan damai. Selain itu juga akan memperkuat serta memperkokoh Persatuan dan Kesatuan didalam mengawal serta menjaga ajaran Ahlussunnah waljamaah An-Nahdliyah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia khususnya untuk lingkungan se-Desa Sawahan. Ia berharap, sinergitas dan kolaborasi kerjasama tersebut untuk terus terjalin dan ditingkatkan agar suasana wilayah/lingkungan penuh dengan keamanan dan kedamaian seperti yang selama ini sudah terjadi dan dirasakan.


Sahabat Murdiyanto juga menyampaikan perihal tata kelola organisasi dan Peraturan Organisasi Ke-Banser-an serta meminta kepada ketua PR GP. Ansor Desa Sawahan bersama Kasatkorkel Banser Sawahan dan Pengurus lainnya untuk segera melengkapi Struktur Kepengurusan GP. Ansor dan Organisasi Banser. Struktur Kepengurusan harus disusun sesuai dengan kebutuhan yang ada di Ranting Sawahan dengan tetap berpedoman pada Peraturan Rumah Tangga dan Peraturan Organisasi yang berlaku.
.
Diakhir acara ketua PAC GP. Ansor Watulimo mengingatkan kembali agar Ranting Sawahan semaksimal mungkin untuk rekruitmen kader NU untuk menjadi anggota Banser sesuai dengan peraturan / prosedur yang ada sehingga Pletonisasi Banser satu Ranting/Desa bisa segera terealisasi sesuai dengan Program dari Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, Pimpinan Cabang dan Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor. (my)
.
.
Redaksi : Tim Media Anwalin
Fotografer : Agus Rianto
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung