Minggu, 04 Oktober 2020

ULAMA ITU KEKASIH ALLAH


Yang dimaksud dengan al-'alim (العالم) ialah orang yang menggunakan waktunya untuk mendidik (التعليم), memberi fatwa (الإفتاء), menyusun karya ilmiah (التصنيف), dan sebagainya.

Sedangkan yang dimaksud dengan al-'abid (العابد) ialah orang yang memutuskan diri untuk hanya beribadah meninggalkan semua itu, meskipun ia 'alim (orang yang berilmu). Bukan berarti orang 'alim yang utama itu yang tidak beramal, dan tidak pula berarti al-'abid (ahli ibadah) itu orang yang kosong dari ilmu, tetapi yang dimaksud dengan itu al-alim adalah bahwa ilmu merupakan fokus amalnya, sedangkan fokus amalan al-'abid adalah ibadah berdasarkan ilmunya.

Oleh karena itu, pada prinsipnya ibadah orang yang tidak berdasarkan ilmu (عبادة الجاهل) berpotensi merusak dirinya dan tidak bernilai menurut ajaran agama, sehingga dalam pandangan ajaran agama seorang yang tidak berilmu, al-jahil, itu mustahil menjadi kekasih (wali) Allah ( يستحيل شرعا أن يكون وليا لله تعالى).

Bahwa al-wali itu lebih umum dari al-'alim, itu benar. Konon ada yang mengatakan,

إن الولي هو العالم العامل بعلمه
Sesungguhnya al-wali adalah al-'alim (orang berilmu) yang mengamalkan ilmunya.
Sehingga antara al-wali dan al-'alim adalah dua hal yang sama.
Ibnu Bun dalam al-Wasilah-nya menyatakan,
والأولياء المؤمنون الأتقياء فالعلماء العاملون أولياء

"Al-Auliya' (para kekasih Allah) yang beriman itu adalah al-atqiya' (orang-orang yang bertakwa,

Al-ulama' (orang-orang yang berilmu) yang mengamalkan ilmunya itu, mereka adalah auliya'."

Jelasnya sebagaimana dikatakan oleh al-Imam al-Syafi'i,

إذا لم يكن العلماء أولياء فليس لله تعالى ولي

"Bila ulama itu bukan auliya', maka Allah tidak memiliki seorangpun wali (kekasih)."



Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung