Jumat, 09 Oktober 2020

Rekanita IPPNU Anak Cabang Watulimo Lembur Makaryo Administrasi di Sekretariat Anwalin

Anwalin News; Gemaharjo – Jum’at, 9 Oktober 2020 Segenap Rekanita dari Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kecamatan Watulimo mengadakan silaturahim dan “Lembur Makaryo” keadministrasian di Sekretariat ANWALIN / MAKO PAC GP. Ansor Watulimo.
 
Bertempat di MAKO (rumah sahabat Murdiyanto, Ketua PAC GP. Ansor Watulimo), rekan-rekanita dari IPPNU Anak Cabang Watulimo tersebut mengerjakan administrasi persuratan dalam rangka persiapan Pelantikan Kepengurusan IPNU-IPPNU untuk masa Khidmah 2020-2022.
 
Kegiatan persuratan/ keadministrasian tersebut langsung dipimpin oleh rekanita Mega Pajarwati (Ketua PAC IPPNU Watulimo terpilih) yang dibantu oleh rekanita Rini Widodewi (Dept. Pengembangan Organisasi dan Komisariat) dan rekanita Oktaviani Anissulfa (Dept. Pendidikan, Pengkaderan dan Pengembangan SDM) Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajaran Putri Nahdlatul Ulama Kecamatan Watulimo.
 
Dalam pengerjaan administasi persuratan tersebut, rekanita IPPNU saling bantu-membantu guna tercapainya persuratan yang lengkap (komplit) sesuai dengan kebutuhan administarasi yang dibutuhkan.
 
Acara pelantikan kepengurusan IPNU-IPPNU Anak Cabang Watulimo tersebut merupakan tindak lanjut dari Konferensi Anak Cabang IPNU-IPPNU Watulimo yang dilaksanakan pada bulan September 2020 kemarin dan rencananya akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 tahun ini.
 
Progres kegiatan dari Konferancab ke pelantikan tersebut sebagai upaya untuk melegitimasi kepengurusan yang baru sehingga diharapkan para kader (pelajar NU) yang tergabung dikepengurusan masa khidmah 2020-2022 bisa segera bekerja sesuai dengan garis-gari besar organisasi, yaitu Peraturan Dasar, Peraturan Rumah Tangga dan Peraturan Organisasi IPNU-IPPNU. (MY)


"... Mekar Seribu Bunga di Taman, Mekar Cintaku Pada Ikatan,
Ilmu Kucari Amal Kuberi Untuk Agama, Bangsa, Negeri"

"Selamat Belajar, Berjuang dan Bertaqwa"
 
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung