Anwalin News - Pimpinan Anak Cabang Gerakan pemuda Ansor gelar Doa Kebangsaan Peringatan HUT KE 76 RI serta Sosialisasi Akreditasi GP Ansor ranting se kecamatan Watulimo di Pendopo GUPILI Desa Slawe Kecamatan Watulimo. Pada agenda kali ini dihadiri oleh Pengurus Harian PAC GP Ansor Watulimo, dan perwakilan dari masing masing Ranting se Kecamatan Watulimo yang terdiri dari Ketua Ansor Ranting, Ketua MDS Rijalul Ansor, Sekertaris dan Kasatkorkel.
Minggu, 22 Agustus 2021
Doa Kebangsaan Peringatan HUT KE 76 RI dan Sosialisasi Akreditasi Gerakan Pemuda Ansor Ranting se Kecamatan Watulimo
Anwalin News - Pimpinan Anak Cabang Gerakan pemuda Ansor gelar Doa Kebangsaan Peringatan HUT KE 76 RI serta Sosialisasi Akreditasi GP Ansor ranting se kecamatan Watulimo di Pendopo GUPILI Desa Slawe Kecamatan Watulimo. Pada agenda kali ini dihadiri oleh Pengurus Harian PAC GP Ansor Watulimo, dan perwakilan dari masing masing Ranting se Kecamatan Watulimo yang terdiri dari Ketua Ansor Ranting, Ketua MDS Rijalul Ansor, Sekertaris dan Kasatkorkel.
Senin, 16 Agustus 2021
9 Tokoh NU Bergelar Pahlawan Nasional
Senin, 09 Agustus 2021
Raih Keberkahan Pada Bulan Muharram
Bulan Muharram adalah salah satu bulan yang istimewa. Bulan ini merupakan awal pergantian tahun hijriah. Pada tahun ini, 1 Muharram 1443 H akan jatuh pada hari Selasa (10/8/2021).
|
|
Jadwal Puasa Tasu'a dan Asyura
Puasa
Tasu'a 9 Muharram : Rabu, 18 Agustus 2021
Puasa Asyura 10 Muharram : Kamis, 19 Agustus 2021
Kemuliaan Bulan Muharram Menurut KH Sholeh Darat
Orang Jawa menyebut bulan Muharram dengan “Sasi Suro” dan terdapat peristiwa agung di dalamnya yang disebut “Bodo Suro”. Bagi masyarakat Muslim, Muharram memang menjadi momentum mulia karena menjadi bulan pembuka tahun baru. Wajar jika dalam kondisi ini disebut sebagai “Hari Raya Umat Islam” karena banyak kenangan yang terdapat dalam bulan Muharram. Darimana penjelasan “Hari Raya Suro” itu didapatkan?
Penjelasan tentang kemuliaan bulan Muharram ini ditulis oleh KH Sholeh Darat pada bulan Muharram tahun 1317 H. Jika dilihat dalam penanggalan Jawa online, 1 Muharram 1317 H jatuh pada hari Jum’at Pon bersamaan dengan 12 Mei 1899 M atau 1 Suro 1829 (Jawa). Jika kita hitung sekarang sudah memasuki tahun 2021, maka kitab karya KH Sholeh Darat ini sudah berumur 122 tahun. Kitab ini ditulis saat KH Sholeh Darat berusia 79 tahun.
KH Sholeh Darat menyebutkan dalam kitab Lathaifut Thaharah wa Asrarus Shalah tentang kemuliaan bulan Muharram: “Bahwa awal Muharram itu adalah tahun barunya seluruh umat Islam. Adapun tanggal 10 Muharram adalah “Hari Raya”yang digunakan untuk bergembira dengan shadaqah. Hari raya ini adalah untuk mensyukuri nikmat Allah, bukan hari raya dengan shalat. Tetap hari raya dengan pakaian rapi dan memberikan makanan kepada para faqir. Sebaiknya orang Islam mengetahui tahun baru Islam. Hari wuquf di Arafah itu akan menjadi hari pertama bulan Muharram dan akan menjadi tanggal 27 bulan Rajab”.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اَللّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْأتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ، فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْأَلُكَ اَللّهُمَّ يَا كَرِيْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّي وَلاَ تَقْطَعْرَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيْمُ.وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
KH Sholeh Darat menjelaskan bahwa siapa saja yang membaca doa akhir tahun ini tidak akan digoda oleh syetan dalam tahun itu. Syetan hanya bisa merusak manusia dalam waktu satu jam. Itupun semua dosa selama setahun telah diampuni oleh Allah karena membaca doa ini. “Maka seyogyanya bagi orang beriman, jangan lupa membaca doa ini saat akhir tahun” tegas KH Sholeh Darat.
Selain membaca doa akhir tahun, umat Islam juga diminta untuk membaca tiga kali doa awal tahun setelah shalat maghrib pada awal bulan Muharram. Bacaan doa awal tahun adalah sebagai berikut:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اَللّهُمَّ أَنْتَ اْلأَبَدِيُّ اْلقَدِيْمُ اْلاَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَجُوْدِكَ الْمُعَوَّلِ وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ نَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَاءِهِ وَجُنُوْدِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ اْلأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ وَاْلإِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفٰى يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ. يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا ومولانا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَاصْحَابِهِ وَسَلَّم.
Doa awal tahun ini ketika dibaca, akan membuat umat Islam terlindungi dari godaan syetan. KH Sholeh Darat menjelaskan: “Barangsiapa membaca doa ini tiga kali di awal bulan Muharram setelah shalat maghrib, maka sesungguhnya syetan itu mengucapkan bahwa anak Adam ini sudah aman dalam sisa umurnya selama tahun itu. Sebab Allah Swt memberikan asisten berupa dua Malaikat untuk menjaganya agar tidak digoda syetan”.
Sungguh mulia sekali bacaan doa akhir dan awal tahun Islam ini. Tentunya amalan-amalan semacam ini akan semakin memperkuat hubungan antara manusia dengan Allah Swt, termasuk memperkuat hubungan manusia dengan manusia. Maka ketika suasana semacam ini, muslim Jawa selalu menggelar acara Suronan dengan berdoa bersama di Musholla dan Masjid. Ada dua hal penting dalam majelis itu, berdoa pada Allah dan berkumpul antar jama’ah untuk membuat hidup rukun dan damai.
Dalam memahami dimensi waktu bulan Muharram ini dapat diambil sebuah hikmah bahwa kehidupan itu mengenal awal (hidup) dan mengenal akhir (kematian). Manusia akan melewati proses itu semua. Untuk menjelaskan kehidupan dan kematian, KH Sholeh Darat juga menyinggung tentang husnul khatimah dan su’ul khatimah dalam Kitab Munjiyat. Bahkan secara rinci tanda-tanda adanya husnul khatimah dan su’ul khatimah bagi setiap orang.
Oleh sebab itu, dalam menyiapkan kehidupan yang baik menuju khusnul khatimah, maka KH Sholeh Darat mengajarkan tentang ketenangan hati dan ketenangan perilaku. Dua hal ini penting untuk dijalani bagi setiap orang yang masih hidup. Ketenangan hati akan didapatkan jika manusia sadar dan menghayati kalimat “La ilaha illallah”. Kalimat itu selalu diucapkan tanpa putus dan dijalani dengan baik. Yang muncul kemudian adalah sifat positif dalam melihat keberadaan Allah sebagai dzat yang maha rahman dan ra’uf.
Setiap gerak langkah orang yang dekat dengan Allah selalu mendapatkan jalan terbaik dari Allah. Maka KH Sholeh Darat mengingatkan agar orang Islam tidak minta kesehatan dan selalu menyalahkan Allah. Sebab Allah sudah memberikan kenikmatan sehat selamanya, dan jika dalam kondisi sakit, maka Allah tetap memberikan kasih sayangnya. Menyalahkan Allah sama halnya dengan kita protes dan lepas dari makna “La ilaha illallah”. Disitulah ketenangan hati dan ketenangan perilaku itu diuji.
Adapun tanda-tanda orang husnul khatimah ketika sudah wafat sebagaimana dijelaskan oleh KH Sholeh Darat berdasar hadits Nabi adalah tiga hal: kening atau pelipisnya berkeringat, kedua matanya mengeluarkan air mata dan mulutnya kering. Dalam kondisi itu, Allah Swt memberikan kasih sayangnya bagi jenazah itu. Semoga kita dituntun oleh Allah dengan hidayahnya dalam menatap tahun baru hijriyah ini.
Sumber : NU Online
Jumat, 09 Juli 2021
KISAH TRAGIS PEMBENCI SHALAWAT
Minggu, 27 Juni 2021
Mujahaddah Bersama Oleh GP. Ansor Ranting Dukuh Sebagai Ikhtiyar Bathin Menghadapi Covid-19
Anwalin News – Dukuh (26/06), Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Dukuh menggelar Mujahaddah bersama dengan rangkaian acara Istighotsah, Pembacaan Hizib dan Sosialisasi Prokes serta Proker Gerakan Pemuda Ansor. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Miftahul Huda yang berlokasi di RT. 09 RW. 03 Dusun Krajan Desa Dukuh Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek.
.
Tujuan dilaksanakannya kegiatan mujahaddah yang diisi dengan istighotsah dan dzikir bersama tersebut adalah sebagai ikhtiyar bathin keluarga besar GP. Ansor dalam menghadapi adanya wabah corona yang sampai saat ini belum sirna dari wilayah Kecamatan Watulimo dan bumi Indonesia. Dengan harapan dan memohon kepada Allah SWT, supaya pandemi covid-19 tersebut segera diangkat dari bumi Indonesia sehingga semua warga bisa beraktifitas normal seperti sebelum adanya pandemi.
Acara mujahaddah dihadiri oleh segenap Pengurus GP. Ansor Desa Dukuh, Pengurus Harian PAC GP. Ansor Watulimo, Pengurus Nahdlatul Ulama Ranting Dukuh, Crew Media Anwalin, dan segenap Jamaah Masjid Miftahul Huda Dusun Krajan Desa Dukuh. Sebelum acara mujahaddah bersama dilaksanakan sholat Isya’ berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Istighotsah bersama yang dipimpin oleh bapak Kyai Muhammad Syamsun yang mana beliau adalah Rais Syuriyah Nahdlatul Ulama Desa Dukuh. Selesai istighotsah acara dilanjutkan dengan pembacaan hizib dan diteruskan dengan sosialisasi Prokes serta planning Program Kerja PAC GP. Ansor Watulimo oleh sahabat Murdiyanto (Ketua PAC GP. Ansor Watulimo).
.
Pada sambutannya, kang Myanto (begitu panggilan akrabnya) menyampaikan himbauan dari Pemerintah terkait dengan pengetatan penerapan protokol kesehatan kepada seluruh warga masyarakat yang hadir diacara mujahadah bersama tersebut. Mengingat sampai saat ini wabah corona semakin meningkat dan semakin ganas penularannya kepada setiap warga yang daya tahan tubuhnya (imunnya) lemah.
.
“Sampai saat ini, wabah covid-19 belum sirna/hilang dari bumi Indonesia; maka penerapan protokol kesehatan harus ditingkatkan guna meminimalisir serta mencegah terhadap penularannya virus (covid-19) tersebut. Selain ikhtiyar lahir (penerapan prokes) setiap warga/jamaah harus secara istiqomah mengadakan mujahaddah yang berisi istighotsah, dzikir bersama, pembacaab hizib, dan lain-lain; dan tentunya harus dibersamai dengan penerapan protokol kesehatan tersebut” begitu kang Myanto menyampaikan dalam pembukaan Sambutannya.
Selain menyampaikan masalah Prokes, Kang Myanto yang diamanahi sebagai ketua PAC untuk yang kedua kalinya tersebut juga menyampaikan Planning Program Kerja PAC GP. Ansor Watulimo masa Bhakti 2021-2023 untuk tahun pertama. Ia menyampaikan bahwa Proker PAC untuk periode saat ini, metode dan penerapannya berbeda dengan periode sebelumnya. Mengingat sampai saat ini Pandemi Covid-19 belum hilang, maka untuk system kerja, perencanaan dan realisasi program diselaraskan dengan kondisi wilayah saat ini. Begitu juga dengan Tupoksi Pengurus Harian dan Departemensasi PAC disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi yang ada guna meminimalisir (mencegah) tertularnya virus corona serta untuk memaksimalkan realisasi program kerja PAC GP. Ansor Watulimo masa khidmah 2021-2023.
.
Diakhir kegiatan acara diisi dengan diskusi bersama sebagai upaya untuk menyerap usulan dan masukan dari sahabat-sahabat Ansor dengan harapan organisasi Gerakan Pemuda Ansor yang berada dibawah komando Pimpinan Anak Cabang Watulimo semakin baik, bermanfaat, maju dan membawa keberkahan untuk semuanya. (MY).















