Minggu, 16 Mei 2021
Gus Yaqut: Kader Ansor Harus Percepat Adaptasi Teknologi, Jangan Sampai Mlongo
Sabtu, 15 Mei 2021
Gelar Koordinasi dan Konsolidasi, Kapolres Trenggalek Ajak Perguruan Silat Jaga Kamtibmas
Anwalin News - Idul Fitri adalah hari kemenangan bagi umat Islam. Setelah sebulan
lamanya kaum muslimin ditempa menjadi muttaqin. Menahan lapar, dahaga, serta
meninggalkan hawa nafsu lainnya yang dapat membatalkan dari ibadah puasa. Semua
itu dilakukan semata-mata untuk mengharap ridha Ilahi serta mendapatkan pahala
dari-Nya.
Di malam hari kemenangan itu, selayaknya
muslim mengagungkan asma Allah. Menggemakan takbir, tahlil, tasbih serta tahmid
seraya merendahkan diri di hadapan Allah Yang Maha Perkasa Lagi Maha Mulia.
Penuh dengan harapan, agar muslim benar-benar kembali fitri sebagaimana seorang
bayi yang baru saja dilahirkan oleh sang ibu.
Namun ternyata dibalik perayaan hari raya
yang seharusnya penuh dengan hikmat itu, ada aksi yang seharusnya tidak perlu
terjadi. Adanya clash antar oknum anggota perguruan silat hingga sampai
adanya pengrusakan atribut organisasi kepemudaan, memaksa pihak berwajib serta
pihak terkait untuk harus turun tangan. Hingga akhirnya kejadian tersebut harus
diselesaikan ke ranah hukum.
Oleh karena itulah, pada hari Sabtu, 15 Mei
2021, bertempat di Gedung Pujasera Taman 360 Tasikmadu, Kapolres Trenggalek
beserta Kapolsek Watulimo mengadakan pertemuan koordinasi dan konsolidasi dengan
beberapa pengurus perguruan pencak silat yang ada di Kecamatan Watulimo. Acara
tersebut langsung dipimpin oleh Kapolres Trenggalek Bapak AKBP Doni Satria
Sembiring, S.H., S.I.K., M.Si. Turut hadir dalam acara tersebut, Kasat Intelkam
Polres Trenggalek, Wakapolres Trenggalek, Kapolsek Watulimo, Ketua PAC GP Ansor
Watulimo beserta Kasatkoryon Banser Watulimo, Disparbud Watulimo, Ketua Pagar
Nusa, Pengurus PSHT, Pengurus TS, Pengurus IKSPI.
Acara ini dibuka dengan sambutan dari Bapak
Kapolres Trenggalek. Dalam sambutan pembukanya, Beliau menjelaskan maksud dan
tujuannya diadakan acara pertemuan ini, yaitu untuk tetap menggalang semangat
persatuan dan kesatuan demi terwujudnya kerukunan dan nama baik Kecamatan
Watulimo. Beliau juga menjelaskan adanya permasalahan kamtibmas yang telah
terjadi sehingga pada akhirnya memerlukan komunikasi yang lebih intens antara
pihak berwajib dengan pihak terkait. Sehingga pada akhirnya keamanan dan
ketertiban di Kecamatan Watulimo bisa kondusif.
“Adanya clash yang terjadi di malam
hari raya, serta adanya pengrusakan atribut salah satu organisasi kepemudaan
mengharuskan kita untuk mengadakan pertemuan ini. Siapa yang terlibat
(bersalah) pada kejadian itu, akan ditindak secara hukum. Hal ini dimaksudkan
untuk menjaga persatuan dan kesatuan demi kerukunan bersama serta nama baik Watulimo”,
ungkap Kapolres Trengglek mengawali sambutannya.
Kedepannya pihaknya akan berkoordinasi
dengan IPSI kaitannya dengan pembuatan aturan bagi anggora perguruan pecak
silat yang melanggar hukum akan dikeluarkan dan tidak boleh diterima di perguruan
lain. Selain itu, adanya beberapa organisasi atau komunitas yang tidak masuk
dalam wadah IPSI akan ditindaklanjuti bersama. Hal ini merupakan langkah
prefentif terhadap adanya gangguan-gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Beberapa tahun terakhir ini, untuk
meminimalisir gangguan kamtibmas yang disebabkan adanya clash antar
perguruan silat ini, telah diadakannya program pembuatan spanduk/benner bersama
dalam rangka menyambut Bulan Ramadhan dan Idul fitri. Hal ini bertujuan, agar
semangat keakraban, kebersamaan serta persatuan di antara anggota perguruan
silat ini semakin kuat. Menjaga nama baik perguruan serta daerah domisilinya.
Sehingga dengan demikian, tawuran dan bentrok tidak akan terjadi. Dan malah
sebaliknya, solidaritas sebagai sesama anggota perguruan semakin erat.
Ke depannya, pihak kepolisian akan masuk dalam acara perguruan silat. Misalnya saja untuk penyampaian materi Wawasan Kebangsaan, materi Pancasila, serta perundang-undangan yang kesemuanya itu mempunyai tujuan akhir yaitu untuk menumbuhkan rasa memiliki, merawat kebhinekaan dan cinta tanah air serta persauan sesama anak bangsa.
Pernyataan dari Kapolres Trenggalek tersebut juga dikuatkan oleh Kasat Intelkam Polres Trenggalek.Pihaknya telah mengetahui ada beberapa organisasi/komunitas di luar perguruan silat.
“Terdapat beberapa kelompok atau komunitas
(pencak silat) yang ada di luar perguruan. Hal ini memberikan efek yang sangat
besar, sehingga pengawasannya menjadi sangat sulit. Dan juga karena tidak
melekat pada perguruan silat, maka pengendalinya menjadi tidak ada”, ungkapnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa adanya
kelompok-kelompok tersebut harus segera dipetakan. Hal tersebut bertujuan untuk
mengantisipasi serta menghindari adanya gangguan stabilitas keamanan. Oleh
sebab itu, semua potensi konflik atau masalah tersebut secepanya ada usaha
pencegahan sejak dini.
Menanggapi kejadian malam hari raya,
Kapolsek Watulimo, Bapak AKP. Suyono, S.H.,M.Hum, mengucapkan terima kasih
kepada pihak-pihak terkait karena sudah bisa berdamai. Adapun tentang adanya
atribut salah satu organisasi pemudaan yang telah dirusak pihaknya mengatakan
bahwa hal ini telah dikomunikasikan dengan pengurus atau ketua organisasi
tersebut. Namun selebihnya proses hukum tetap berlanjut. Karena hal ini pada
dasarnya bukan permasalahan organisasi, tetapi sudah masuk dalam masalah
pribadi.
Senada dengan yang dikatakan oleh Kapolsek
Watulimo, Ketua PAC GP Ansor Watulimo, Sahabat Murdiyanto mengungkapkan bahwa
pihaknya terus melakukan komunikasi dan menjalin koordinasi dengan pihak
berwajib. Hukum adalah kuasa tertinggi dalam berbangsa dan bernegara. Oleh
karena itu sebagai warga negara yang baik hendaklah mendukung serta menerima
keputusan dari pihak berwajib. Pun demikian, Beliau juga meminta kepada seluruh
ketua atau pengurus perguruan silat yang ada di Kecamatan Watulimo untuk legowo
(menerima dengan lapang dada) menerima dari hasil putusan hukum, apapun
hasilnya.
Kaitannya dengan clash yang terjadi
di Desa Tasikmadu, yang notabenenya daerah wisata, Disparbud Kabupaten Trenggalek, Bapak Sunyoto, mengatakan bahwa kamtibmas merupakan modal dasar
majunya pariwisata. Dengan majunya parwisata tentunya akan meningkatkan taraf
ekonomi masyaraat sekitar. Kamtibmas yang buruk disamping akan mempengaruhi
nama Watulimo juga akan mempengaruhi sektor pariwisata.
Sebagai pernyataan penutup, Bapak Kapolres
Trenggalek mengajak kepada semua masyarakat umumnya serta kepada perguruan
pencak silat khususnya, untuk bersama-sama menjaga serta meningkatkan keamanan
dan ketertiban masyarakat agar pembangunan serta kegiatan pariwisata tetap
berjalan dengan baik. Memberikan sumbangsih bagi masyarakat serta pembangunan
nasional. (dh)
Jumat, 14 Mei 2021
KH Abdul Wahab Chasbullah Penggagas Istilah "Halal Bi Halal"
Rabu, 12 Mei 2021
Kisah Kawanan Perampok Tobat Berkat Kejujuran Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani
Senin, 10 Mei 2021
Gelar Koordinasi dan Konsolidasi dengan PC GP Ansor Trenggalek, PAC GP Ansor Watulimo Mantapkan Kepengurusan Masa Khidmah 2021-2023
Anwalin News- Organisasi dapat diibaratkan dengan sebuah pohon. Di mana antara
bagian satu dengan yang lainnya terkoneksikan dengan sempurna. Pokok dengan
cabang, cabang dengan ranting, ranting dengan daun, bunga ataupun dengan buah. Pola hubungan dalam pohon ini menjadikannya tumbuh kembang dengan sempurna. Hal
ini dikarenakan ada alasan yang mendasar. Pertama, semua bagian-bagian tersebut berjalan
sesuai dengan tugas dan fungsinya. Dan yang kedua, semua bagian terkoneksikan
atau terhubung dengan sempurna.
Begitupun dengan organisasi, di satu sisi
setiap tingkatan bagian harus mampu untuk menjalankan tugas serta fungsinya
berdasarkan peraturan organisasi yang ada dalam setiap tingkatan. Dan di sisi
lain, antara bagian atau tingkatan, garis perintah dan koordinasi harus jelas
dan terhubung dengan baik. Sehingga dengan demikian, ketika dua faktor ini berjalan
dan berfungsi dengan baik, maka sebuah organisasi akan dapat berjalan dengan
baik, mulai dari tingkatan paling bawah (ranting) sampai dengan pusat (pokok).
Koordinasi serta konsolidasi perlu bahkan harus terjalin dengan baik antara organisasi di tingkat bawah dengan di tingkat atasnya. Agar kedekatan dan keserasian hubungan antar tingkatan ini dapat memudahkan dalam mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itulah, pada hari Ahad malam, tanggal 9 Mei 2021 M yang dalam hal ini bertepatan dengan malam yang ke 28 Ramadhan 1442 H, PAC GP Ansor Watulimo mengadakan silaturrahim dalam agenda Koordinasi dan Konsolidasi Kepengurusan GP Ansor Watulimo masa khidmah 2021-2023 dengan PC GP Ansor Trenggalek. Acara silaturrahim ini diadakan di kediaman Ketua PC GP Ansor Trenggalek, Sahabat Agus Muhammad Izzudin Zakki.
Terdapat beberapa poin agenda dari acara koordinasi dan konsolidasi tersebut, diantaranya yaitu:
1. Ini merupakan agenda silaturrahim antara
pengurus harian PAC GP Ansor Watulimo dengan Ketua PC GP Ansor Trenggalek. Oleh
karena itulah Ketua PAC GP Ansor Watulimo memperkenalkan personil dari pengurus
harian PAC GP Ansor Watulimo untuk masa khidmah 2021-2023.
2. Sekaligus melalui silaturahim ini, PAC GP Ansor
Watulimo mengundang Ketua PC GP Ansor Trenggalek dalam acara Malam Penutupan Safari
Ramadhan 1442 H yang akan di gelar di Masjid Baiturrahman Desa Gemaharjo
Kecamatan Watulimo pada hari Ahad tanggal 10 Mei 2021.
3. Penyampaian serta koreksi dari progres kegiatan
yang sedang dilaksanakan oleh PAC GP Ansor Watulimo. Termasuk juga dalam hal
ini adalah kegiatan yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu dekat ini.
4. Bahwa dalam Reker ke-2 PC GP Ansor Trenggalek,
sebagian agenda kegiatan GP Ansor akan dipusatkan di tingkat PAC. Hal ini
dimaksudkan sebagai langkah untuk penguatan internal organisasi. Karena selama
ini menurut Ketua PC GP Ansor Trenggalek sudah banyak agenda yang bersifat show
on eksternal. Di sisi lain, kinerja dari PAC serta Ranting perlu untuk optimalkan.
5. Ketua PC GP Ansor Trenggalek berpesan bahwa apa
yang sudah tertulis dan tertuang dalam SK pengangkatan dalam struktural
organisasi, harus mampu untuk sepenuhnya dijalankan oleh kader organisasi. Hal ini
bermakna bahwa anggota GP Ansor -Banser harus berperan secara aktif sesuai
dengan pedelegasian wewenang dalam jabatan yang sedang diembannya. Hal ini
tentunya sebagai wujud khidmah kader kepada organisasinya yaitu GP
Ansor.
6. Di era milenial yang serba digital ini, kader GP
Ansor harus mampu mengambil peluang untuk keuntungan pergerakan organisasi. Media
sosial sebagai sarana yang paling efektif dan efisien untuk menunjukkan
eksistensi kader dan organisasi. Artinya, kader GP Ansor harus bisa menggunakan
media sosial sebagai sarana dakwah, menyebarkan Islam ala ahlussunnah wal jama’ah
an-nahdhiyyah, sekaligus untuk memperkuat keberadaan GP Ansor di tengah-tengah masyarakat. Di sisi lain, tujuan digunakannya media sosial untuk sarana dakwah
dan menunjukkan pelaksanaan program kerja atau kegiatan GP Ansor yaitu sebagai motivasi
kepada pimpinan di daerah-daerah lain untuk berlomba-lomba dalam hal
pelaksanaan program kerja strategis demi terwujudnya tujuan oraganisasi.
Semoga acara silaturrahim
kali ini mempererat jalinan ukhuwah islamiyyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah
bashariyah serta membawa membawa manfaat bagi semua pihak. (dh)
Minggu, 09 Mei 2021
Safari Ramadhan Ke-12 PAC GP Ansor Watulimo, LDNU Watulimo: "Santri Harus Jelas Sanad Keilmuannya".
Anwalin News- Sabtu, 8 Mei 2021, Tim Safari Ramadhan PAC GP Ansor Watulimo
bersama dengan MWC NU Watulimo, MUI Kecamatan Watulimo, Forkopimcam Watulimo,
PAC IPNU IPPNU Watulimo menggelar safari yang ke-12. Safari kali ini bertempat
di Masjid Shirotul Iman, Desa Slawe, Kecamatan Watulimo. Bertepatan dengan
malam ke-27 Ramadhan 1442 H, maka acara ini sekaligus ditujukan untuk
memperingati malam lailatul qadar.
Sebagaimana rundown terjadwal dari Tim
Safari Ramadhan. Acara ini dimulai dengan Shalat Isya’ berjamaah dan
dilanjutkan dengan Shalat Tarawih dan Witir berjamaah di Masjid Shirotul Iman.
Memasuki acara inti safari ramadhan, acara dibuka dengan pembacaan Ummul
Kitab, dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci al-Qur’an yang dalam hal
ini dilantunkan oleh Rekanita Riska Dwi Cahyani dari PAC IPPNU Watulimo.
Meningkat acara selanjutnya sambutan dari Takmir Masjid Shirotul Iman, Bapak H. Supeno, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya dalam gelaran safari Ramadhan yang laksanakan di Masjid Shiratul Iman. Karena juga dalam memperingati malam laiatul qadar, beliau berpesan untuk meningkatkan kuanitas serta kualitas ibadahnya. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya menyambut lailatul qadar. Diharapkan dengan begitu, bisa mendapatkan “rahmah dan hikmah” dari malam yang lebih baik dari seribu bulan itu.
Sambutan selanjutnya dari Bapak Mujiyat selaku Kepala Desa Slawe. Beliau menyampaikan semangat Ramadhan ini harus berimbas pada meningkatnya kualitas ibadah, khususnya pada 10 terakhir Bulan Ramadhan ini. Beliau juga menghimbau kepada masyarakat khususnya jamaah Masjid Shiratul Iman untuk tetap mematuhi protokol kesehatan ketika melakukan ibadah qiyamul lail di masjid ataupun musholla.
Memasuki acara yang selanjutnya, yaitu sambutan dari PAC GP Ansor Watulimo. Dalam kesempatan kali ini, sambutan disampaikan oleh Sahabat Devid Hariyanto. Dalam sambutannya, mewakili PAC GP Ansor Watulimo, ia menjelaskan tentang pelaksanaan dari Safari Ramadhan tahun 1442 H ini. Penjelasan tersebut meliputi dari latar belakang, tim pelaksana lapangan, sasaran, tujuan serta fungsi atau nilai-nilai yang yang terdapat dalam pelaksanaan Safari Ramadhan tahun ini.
Di samping itu, ia juga memberikan pesan
serta motivasi kepada para jamaah untuk terus menjalankan protokol
kesehatan. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari
kerumunan, serta mengurangi interaksi. Pelaksanaan protokol kesehatan ini harus
dilaksanakan baik ketika beraktifitas di dalam maupun di luar ruangan. Terlebih
pada saat di tempat atau fasilitas umum.
Sambutan selanjutnya dari pihak Forkopimcam Watuimo yang dalam hal ini disampaikan oleh Babinkamtibmas Desa Slawe, Bapak Setiono. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan kondisi terkini persebaran covid-19, khususnya yang terjadi di Desa Slawe. Masyarakat harus selalu patuh untuk memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak aman. Upaya ini merupakan langkah yang paling efektif dan efisien untuk melindungi diri sendiri, keluarga dan lingkungan dari ancamaan covid-19. Beliau juga berharap kepada masyarakat untuk terus mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah dalam kaitannya penanganan covid-19. Tidak lain dan tidak bukan, kebijakan-kebijakan tersebut dalam upaya melindungi segenap masyarakat Indonesia dari wabah covid-19.
Memasuki sesi orasi keagamaan, tausiyah disampaikan oleh Bapak K. Syamsudin dari Rais Syuriah NU Ranting Slawe sekaligus Ketua LDNU MWC NU Watulimo. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan bahwa sanad keilmuan harus bersambung sampai kepada guru. Santri harus tawadhu’ dan taat pada sang guru, agar ridho dan hikmah dari bisa masuk dalam hati santri. Sedangkan di era sekarang banyak orang yang mencari ilmu agama dengan mengenyampingkan sanad keilmuannya. Misal, adanya anggapan bahwa cukup dengan melihat google. Sehingga hal ini tentunya juga berimbas pada ilmu serta pengetahuan yang didapat. Munculnya kaum takfiri, seakan mengulngi sejarah masa lalu akan adanya kelompok Khawarij. Maka dari itulah, NU dengan sistem pendidikan agamanya, terlebih lagi tradisi mengaji di pondok pesantren merupakan trend sistem pembelajaran yang sangat komprehensif. mencetak generasi yang benar-benar paham agama, penerus perjuangan bangsa dan negara.
Semoga safari ke-12 ini sekaligus malam
peringatan lailatul qadar memberi manfaat dan barokah kepada kite sekalian. Aamiin.



















