Sabtu, 15 Mei 2021

Gelar Koordinasi dan Konsolidasi, Kapolres Trenggalek Ajak Perguruan Silat Jaga Kamtibmas

 

Anwalin News - Idul Fitri adalah hari kemenangan bagi umat Islam. Setelah sebulan lamanya kaum muslimin ditempa menjadi muttaqin. Menahan lapar, dahaga, serta meninggalkan hawa nafsu lainnya yang dapat membatalkan dari ibadah puasa. Semua itu dilakukan semata-mata untuk mengharap ridha Ilahi serta mendapatkan pahala dari-Nya.

Di malam hari kemenangan itu, selayaknya muslim mengagungkan asma Allah. Menggemakan takbir, tahlil, tasbih serta tahmid seraya merendahkan diri di hadapan Allah Yang Maha Perkasa Lagi Maha Mulia. Penuh dengan harapan, agar muslim benar-benar kembali fitri sebagaimana seorang bayi yang baru saja dilahirkan oleh sang ibu.

Namun ternyata dibalik perayaan hari raya yang seharusnya penuh dengan hikmat itu, ada aksi yang seharusnya tidak perlu terjadi. Adanya clash antar oknum anggota perguruan silat hingga sampai adanya pengrusakan atribut organisasi kepemudaan, memaksa pihak berwajib serta pihak terkait untuk harus turun tangan. Hingga akhirnya kejadian tersebut harus diselesaikan ke ranah hukum.

Oleh karena itulah, pada hari Sabtu, 15 Mei 2021, bertempat di Gedung Pujasera Taman 360 Tasikmadu, Kapolres Trenggalek beserta Kapolsek Watulimo mengadakan pertemuan koordinasi dan konsolidasi dengan beberapa pengurus perguruan pencak silat yang ada di Kecamatan Watulimo. Acara tersebut langsung dipimpin oleh Kapolres Trenggalek Bapak AKBP Doni Satria Sembiring, S.H., S.I.K., M.Si. Turut hadir dalam acara tersebut, Kasat Intelkam Polres Trenggalek, Wakapolres Trenggalek, Kapolsek Watulimo, Ketua PAC GP Ansor Watulimo beserta Kasatkoryon Banser Watulimo, Disparbud Watulimo, Ketua Pagar Nusa, Pengurus PSHT, Pengurus TS, Pengurus IKSPI.

Acara ini dibuka dengan sambutan dari Bapak Kapolres Trenggalek. Dalam sambutan pembukanya, Beliau menjelaskan maksud dan tujuannya diadakan acara pertemuan ini, yaitu untuk tetap menggalang semangat persatuan dan kesatuan demi terwujudnya kerukunan dan nama baik Kecamatan Watulimo. Beliau juga menjelaskan adanya permasalahan kamtibmas yang telah terjadi sehingga pada akhirnya memerlukan komunikasi yang lebih intens antara pihak berwajib dengan pihak terkait. Sehingga pada akhirnya keamanan dan ketertiban di Kecamatan Watulimo bisa kondusif.

“Adanya clash yang terjadi di malam hari raya, serta adanya pengrusakan atribut salah satu organisasi kepemudaan mengharuskan kita untuk mengadakan pertemuan ini. Siapa yang terlibat (bersalah) pada kejadian itu, akan ditindak secara hukum. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga persatuan dan kesatuan demi kerukunan bersama serta nama baik Watulimo”, ungkap Kapolres Trengglek mengawali sambutannya.

Kedepannya pihaknya akan berkoordinasi dengan IPSI kaitannya dengan pembuatan aturan bagi anggora perguruan pecak silat yang melanggar hukum akan dikeluarkan dan tidak boleh diterima di perguruan lain. Selain itu, adanya beberapa organisasi atau komunitas yang tidak masuk dalam wadah IPSI akan ditindaklanjuti bersama. Hal ini merupakan langkah prefentif terhadap adanya gangguan-gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Beberapa tahun terakhir ini, untuk meminimalisir gangguan kamtibmas yang disebabkan adanya clash antar perguruan silat ini, telah diadakannya program pembuatan spanduk/benner bersama dalam rangka menyambut Bulan Ramadhan dan Idul fitri. Hal ini bertujuan, agar semangat keakraban, kebersamaan serta persatuan di antara anggota perguruan silat ini semakin kuat. Menjaga nama baik perguruan serta daerah domisilinya. Sehingga dengan demikian, tawuran dan bentrok tidak akan terjadi. Dan malah sebaliknya, solidaritas sebagai sesama anggota perguruan semakin erat.

Ke depannya, pihak kepolisian akan masuk dalam acara perguruan silat. Misalnya saja untuk penyampaian materi Wawasan Kebangsaan, materi Pancasila, serta perundang-undangan yang kesemuanya itu mempunyai tujuan akhir yaitu untuk menumbuhkan rasa memiliki, merawat kebhinekaan dan cinta tanah air serta persauan sesama anak bangsa.

Pernyataan dari Kapolres Trenggalek tersebut juga dikuatkan oleh Kasat Intelkam Polres Trenggalek.Pihaknya telah mengetahui ada beberapa organisasi/komunitas di luar perguruan silat.

“Terdapat beberapa kelompok atau komunitas (pencak silat) yang ada di luar perguruan. Hal ini memberikan efek yang sangat besar, sehingga pengawasannya menjadi sangat sulit. Dan juga karena tidak melekat pada perguruan silat, maka pengendalinya menjadi tidak ada”, ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa adanya kelompok-kelompok tersebut harus segera dipetakan. Hal tersebut bertujuan untuk mengantisipasi serta menghindari adanya gangguan stabilitas keamanan. Oleh sebab itu, semua potensi konflik atau masalah tersebut secepanya ada usaha pencegahan sejak dini.

Menanggapi kejadian malam hari raya, Kapolsek Watulimo, Bapak AKP. Suyono, S.H.,M.Hum, mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak terkait karena sudah bisa berdamai. Adapun tentang adanya atribut salah satu organisasi pemudaan yang telah dirusak pihaknya mengatakan bahwa hal ini telah dikomunikasikan dengan pengurus atau ketua organisasi tersebut. Namun selebihnya proses hukum tetap berlanjut. Karena hal ini pada dasarnya bukan permasalahan organisasi, tetapi sudah masuk dalam masalah pribadi.

Senada dengan yang dikatakan oleh Kapolsek Watulimo, Ketua PAC GP Ansor Watulimo, Sahabat Murdiyanto mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan komunikasi dan menjalin koordinasi dengan pihak berwajib. Hukum adalah kuasa tertinggi dalam berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu sebagai warga negara yang baik hendaklah mendukung serta menerima keputusan dari pihak berwajib. Pun demikian, Beliau juga meminta kepada seluruh ketua atau pengurus perguruan silat yang ada di Kecamatan Watulimo untuk legowo (menerima dengan lapang dada) menerima dari hasil putusan hukum, apapun hasilnya.

Kaitannya dengan clash yang terjadi di Desa Tasikmadu, yang notabenenya daerah wisata, Disparbud Kabupaten Trenggalek, Bapak Sunyoto, mengatakan bahwa kamtibmas merupakan modal dasar majunya pariwisata. Dengan majunya parwisata tentunya akan meningkatkan taraf ekonomi masyaraat sekitar. Kamtibmas yang buruk disamping akan mempengaruhi nama Watulimo juga akan mempengaruhi sektor pariwisata.

Sebagai pernyataan penutup, Bapak Kapolres Trenggalek mengajak kepada semua masyarakat umumnya serta kepada perguruan pencak silat khususnya, untuk bersama-sama menjaga serta meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat agar pembangunan serta kegiatan pariwisata tetap berjalan dengan baik. Memberikan sumbangsih bagi masyarakat serta pembangunan nasional. (dh)

Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung