Minggu, 09 Mei 2021

Safari Ramadhan Ke-12 PAC GP Ansor Watulimo, LDNU Watulimo: "Santri Harus Jelas Sanad Keilmuannya".

 

Anwalin News- Sabtu, 8 Mei 2021, Tim Safari Ramadhan PAC GP Ansor Watulimo bersama dengan MWC NU Watulimo, MUI Kecamatan Watulimo, Forkopimcam Watulimo, PAC IPNU IPPNU Watulimo menggelar safari yang ke-12. Safari kali ini bertempat di Masjid Shirotul Iman, Desa Slawe, Kecamatan Watulimo. Bertepatan dengan malam ke-27 Ramadhan 1442 H, maka acara ini sekaligus ditujukan untuk memperingati malam lailatul qadar.

Sebagaimana rundown terjadwal dari Tim Safari Ramadhan. Acara ini dimulai dengan Shalat Isya’ berjamaah dan dilanjutkan dengan Shalat Tarawih dan Witir berjamaah di Masjid Shirotul Iman. Memasuki acara inti safari ramadhan, acara dibuka dengan pembacaan Ummul Kitab, dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci al-Qur’an yang dalam hal ini dilantunkan oleh Rekanita Riska Dwi Cahyani dari PAC IPPNU Watulimo.

Meningkat acara selanjutnya sambutan dari Takmir Masjid Shirotul Iman, Bapak H. Supeno, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya dalam gelaran safari Ramadhan yang laksanakan di Masjid Shiratul Iman. Karena juga dalam memperingati malam laiatul qadar, beliau berpesan untuk meningkatkan kuanitas serta kualitas ibadahnya. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya menyambut lailatul qadar. Diharapkan dengan begitu, bisa mendapatkan “rahmah dan hikmah” dari malam yang lebih baik dari seribu bulan itu.

Sambutan selanjutnya dari Bapak Mujiyat selaku Kepala Desa Slawe. Beliau menyampaikan semangat Ramadhan ini harus berimbas pada meningkatnya kualitas ibadah, khususnya pada 10 terakhir Bulan Ramadhan ini. Beliau juga menghimbau kepada masyarakat khususnya jamaah Masjid Shiratul Iman untuk tetap mematuhi protokol kesehatan ketika melakukan ibadah qiyamul lail di masjid ataupun musholla.

Memasuki acara yang selanjutnya, yaitu sambutan dari PAC GP Ansor Watulimo. Dalam kesempatan kali ini, sambutan disampaikan oleh Sahabat Devid Hariyanto. Dalam sambutannya, mewakili PAC GP Ansor Watulimo, ia menjelaskan tentang pelaksanaan dari Safari Ramadhan tahun 1442 H ini. Penjelasan tersebut meliputi dari latar belakang, tim pelaksana lapangan, sasaran, tujuan serta fungsi atau nilai-nilai yang yang terdapat dalam pelaksanaan Safari Ramadhan tahun ini.

Di samping itu, ia juga memberikan pesan serta motivasi kepada para jamaah untuk terus menjalankan protokol kesehatan. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi interaksi. Pelaksanaan protokol kesehatan ini harus dilaksanakan baik ketika beraktifitas di dalam maupun di luar ruangan. Terlebih pada saat di tempat atau fasilitas umum.

Sambutan selanjutnya dari pihak Forkopimcam Watuimo yang dalam hal ini disampaikan oleh Babinkamtibmas Desa Slawe, Bapak Setiono. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan kondisi terkini persebaran covid-19, khususnya yang terjadi di Desa Slawe. Masyarakat harus selalu patuh untuk memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak aman. Upaya ini merupakan langkah yang paling efektif dan efisien untuk melindungi diri sendiri, keluarga dan lingkungan dari ancamaan covid-19. Beliau juga berharap kepada masyarakat untuk terus mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah dalam kaitannya penanganan covid-19. Tidak lain dan tidak bukan, kebijakan-kebijakan tersebut dalam upaya melindungi segenap masyarakat Indonesia dari wabah covid-19.

Memasuki sesi orasi keagamaan, tausiyah disampaikan oleh Bapak K. Syamsudin dari Rais Syuriah NU Ranting Slawe sekaligus Ketua LDNU MWC NU Watulimo. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan bahwa sanad keilmuan harus bersambung sampai kepada guru. Santri harus tawadhu’ dan taat pada sang guru, agar ridho dan hikmah dari bisa masuk dalam hati santri. Sedangkan di era sekarang banyak orang yang mencari ilmu agama dengan mengenyampingkan sanad keilmuannya. Misal, adanya anggapan bahwa cukup dengan melihat google. Sehingga hal ini tentunya juga berimbas pada ilmu serta pengetahuan yang didapat. Munculnya kaum takfiri, seakan mengulngi sejarah masa lalu akan adanya kelompok Khawarij. Maka dari itulah, NU dengan sistem pendidikan agamanya, terlebih lagi tradisi mengaji di pondok pesantren merupakan trend sistem pembelajaran yang sangat komprehensif. mencetak generasi yang benar-benar paham agama, penerus perjuangan bangsa dan negara.

Semoga safari ke-12 ini sekaligus malam peringatan lailatul qadar memberi manfaat dan barokah kepada kite sekalian. Aamiin.

Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung