Kamis, 17 Juni 2021

Tim Media Anwalin PAC GP. Ansor Watulimo Adakan Mujahaddah Dalam Kegiatan Turba Lailatul Ijtima’


Anwalin News  - Margomulyo (16/06) Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Watulimo mengadakan kegiatan rutinan yang dikemas dalam bentuk Lailatul Ijtima’ dan Mujahaddahan (Istighotsah / Dzikir Bersama). Mujahaddah tersebut dilaksanakan dirumah Sahabat David Hariyanto yang beralamat di Dusun Ketok Desa Margomulyo Kecamatan Watulimo.

Sahabat David Hariyanto adalah Sekretaris PAC GP. Ansor Watulimo yang telah dipilih dan ditetapkan oleh Tim Formatur untuk masa Khidmah Kepengurusan 2021-2023. Pada kesempatan yang sama Kang David (panggilan akrabnya) menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada sahabat-sahabat yang telah berkenan hadir dirumahnya yang mana selama ini belum pernah untuk ditempati kegiatan-kegiatan organisasi utamanya Gerakan Pemuda Ansor. Kang David berharap, semoga dengan adanya kegiatan GP. Ansor yang diisi dengan Mujahadah/Dzikir bersama tersebut menjadikan timbul “BERKAH” buat keluarganya, lingkungan dan organisasi secara keseluruhan.

Kegiatan Lailatul Ijtima’ PAC GP. Ansor Watulimo  ini merupakan kerjasama antara Pengurus Harian PAC bersama Tim Media Anwalin PAC GP. Ansor Watulimo yang digelar 2 (dua) Minggu sekali setiap malam Kamis dengan system Turba kerumah para Pengurus Harian dan anggota Tim Media Anwalin yang telah terjadwal dan tersusun berdasarkan hasil musyawarah sebelumnya. Selain Mujahaddah / Dzikir Bersama, kegiatan Ijtimaan tersebut setiap turbanya juga diisi dengan kegiatan yang berbeda-beda, antara lain Istima’ul Qur’an, Tahlilan, Manakiban, Dikrul Ghofilin, Pembacaan Al-Barzanji dan/atau Sholawat Nabi Muhammad SAW. Perbedaan amalan setiap Turba tersebut didasarkan dengan permintaan dari Shohibul Bait/Hajat serta menyesuaikan dengan kebutuhan pada saat rutinan berlangsung/digelar.

Setelah selesai Mujahaddahan, kegiatan diisi dengan pembinaan keorganisasian oleh sahabat Murdiyanto selaku Ketua PAC GP. Ansor Watulimo. Kang Myanto berpesan kepada para Pengurus yang hadir agar lebih meningkatkan pengetahuan dibidang organisasi, ilmu pengetahuan dan teknologi serta lebih aktif untuk berdakwah di media sosial. Hal tersebut dikarenakan tantangan untuk generasi saat ini dan mendatang adalah setiap Kader Ansor harus mampu untuk Upgrade di dunia teknologi dan media sosial.  

“Kader Ansor harus mampu mengaplikasikan dan mengimplementasikan ilmunya dalam berdakwah di media sosial dan online, hal tersebut adalah suatu keniscayaan bagi setiap kader / generasi muda NU” begitu tutur Kang Myanto dalam sambutannya.

Hadir dalam kegiatan Lailatul Ijtima’ PAC GP. Ansor Watulimo adalah segenap Pengurus Harian PAC bersama Tim Media Anwalin PAC GP Ansor Watulimo dengan jumlah keseluruhan 23 Orang. Jumlah yang hadir pada kegiatan Ijtimaan memang sengaja dibatasi mengingat wilayah Watulimo khususnya dan Negara Indonesia umumnya pada saat ini masih dilanda Pagebluk dengan adanya Pandemi Covid-19 yang bahkan pada saat ini muncul lagi Varian baru yang lebih ganas dari Covid-19 tersebut.

Semoga dengan ikhtiyar kita mentaati protocol kesehatan dan mujahaddah / dzikir bersama tersebut Pandemi Covid-19 semakin hilang dari bumi Indonesia, semua warganya senantiasa diberi kesehatan dan keselamatan sehingga bisa beraktifitas normal seperti sebelum adanya Covid-19 dan bisa lebih banyak berbuat kemaslahatan serta kemanfaatan untuk pribadi, keluarga, sesama, organisasi dan khalayak luas pada umumnya. Aamiin (MY)
.

Kontributor : MY
Fotografer : Agus Rianto
Share:

Sabtu, 29 Mei 2021

Pembukaan Kegiatan Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor PAC GP Ansor Watulimo


Anwalin News - (29/5) PAC GP Ansor Watulimo Gelar Pembukaan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor. Acara tersebut diadakan di Kediaman Sahabat Murdiyanto selaku Ketua PAC GP Ansor Watulimo pada pukul 19.00 WIB, peserta yang hadir dalam acara tersebut berjumlah kurang lebih sekitar 60 Orang meliputi Pengurus Harian PAC beserta Pengurus Perwakilan dari ranting se-kecamatan Watulimo, tentunya dengan menerapkan Protokol kesehatan yang ada.


Kegiatan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor merupakan kegiatan keagamaan, penguatan aqidah Ahlussunah wal Jama’ah dan dakwah Islam Rahmatan lil a’lamin kiai muda Gerakan Pemuda Ansor. Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor bertanggung jawab kepada Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor disetiap tingkatan.


Adapun susunan acara pada agenda tersebut meliputi Sholat Jamaah Isya’ dilokasi, Pembukaan, Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathon dan Mars GP. Ansor, Mujahadahan (Istighotsah dan Pembacaan Hizib), Sambutan Ketua PAC, Pembacaan Sholawat Nabi (Asroqol) kemudian diakhiri dengan Penutup / Doa.


Pada sambutan dari  Ketua PAC GP Ansor Watulimo yakni Sahabat Murdiyanto terdapat beberapa poin penting yang disampaikan yakni : 

  1. Majelis dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor dibentuk mulai dari Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, Pimpinan Cabang, Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan ranting di seluruh  Indonesia.
  2. Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor bersifat semi otonom disetiap tingkatan yang diangkat, disahkan dan diberhentikan oleh pimpinan Gerakan Pemuda Ansor di masing-masing tingkat kepengurusan.

Juga ada tambahan yang disampaikan dari ketua PAC mengenai fungsi, tugas dan tanggung jawab dari Majlis Dzikir dan Sholawat Rialul Ansor. 

Fungsi Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor adalah :
  1. Sebagai upaya menjaga dan mempertahankan paham Aqidah Ahlus sunnah wal Jama’ah ala Nahdlatul Ulama.
  2. Sebagai upaya melakukan konsolidasi kiai dan ulama muda Gerakan Pemuda Ansor disetiap tingkatan.

Tugas Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor adalah:
  1. Mensyiarkan ajaran-ajaran dan amalan-amalan keagamaan yang telah diajarkan oleh para masayyih Nahdlatul Ulama dan para Wali penyebar agama Islam di Nusantara.
  2. Melaksanakan program-program kegiatan peringatan hari besar Islam sebagai upaya dakwah Islam Ahlussunah wal Jama’ah ala Nahdlatul Ulama.

Tanggung Jawab Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor adalah:
  1. Menjaga, memelihara dan menjamin kelangsungan hidup dan kejayaan aqidah ahlussunah wal jama’ah ala Nahdlatul Ulama.
  2. Menjaga gerakan Islam Indonesia tetap sebagai agama Islam yang rahmatan lil alamin dan menolak cara-cara kekerasan atas nama Islam.
-------------
Kontributor : Fahmi Nurul Huda
Fotografer : Agus Rianto

Share:

Rabu, 26 Mei 2021

TATA CARA SALAT GERHANA BULAN


Sejak dulu hingga sekarang, hamparan alam semesta menyimpan jutaan rahasia. Sehingga tak aneh, sejak zaman dahulu, masyarakat jahiliyah memiliki perhatian lebih terhadap berbagai fenomena dan kejadian alam yang terjadi, tak terkecuali mengaitkannya dengan hal-hal yang berbau gaib. Namun semenjak kedatangan agama Islam, paradigma yang mengakar kuat di masyarakat tersebut sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan. Dalam konteks ini, yang menjadi bukti nyata adalah terkait fenomena gerhana bulan.

Dalam al-Qur’an, Allah swt. telah berfirman:

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah.” (QS. Fusshilat [41]: 37)

Sebagai bentuk dari representasi ayat tersebut adalah adanya kesunahan salat Khusufaian (dua gerhana) yang mencakup salat gerhana bulan (Khusuf) dan salat gerhana matahari (Kusuf). Kedua salat ini merupakan salah satu ibadah yang hanya dikhususkan untuk umat Nabi Muhammad Saw. Salat gerhana matahari (Kusuf) pertama kali disyariatkan pada tahun kedua Hijriyah. Sementara untuk salat gerhana bulan (Khusuf) baru disyariatkan sekitar tiga tahun setelahnya, yakni bulan Jumadil Akhiroh di tahun kelima Hijriyah.[1]

Hukum Salat Gerhana Bulan

Dalam sudut pandang tuntutan hukumnya (taklifi), salat gerhana bulan termasuk kategori salat sunah yang mukkadah. Artinya, salat gerhana merupakan ibadah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan, baik secara Munfarid (sendirian) ataupun berjamaah. Namun, yang lebih utama adalah dilakukan secara berjamaah.

Waktu Salat Gerhana Bulan

Salat gerhana memiliki kaitan yang sangat erat dengan waktu terjadinya gerhana itu sendiri. Salat gerhana bulan disunahkan untuk dilakukan sejak awal mula terjadinya gerhana. Kesunnahan ini akan berakhir apabila proses gerhana telah usai (injila’). Secara spesifik, gerhana bulan (Khusuf) akan berakhir dengan selesainya proses gerhana atau terbitnya matahari.[2]

Tata Cara Salat Gerhana Bulan

Apabila merujuk dalam khazanah fiqih, salat gerhana bulan sedikit berbeda dengan yang lainnya. Dikatakan berbeda karena dalam segi praktek pelaksanaannya, salat ini memiliki karakteristik yang sangat berbeda, yakni di setiap rokaatnya terdapat dua kali berdiri, dua kali ruku’ dan dua kali I’tidal.  Meskipun pada dasarnya salat gerhana dapat dilakukan sebagaimana salat sunah yang lain, yakni dua rokaat tanpa menggandakan berdiri, ruku’, dan i’tidal di setiap rokaatnya. Akan tetapi para ulama berpendapat, praktek yang demikian merupakan pelaksanaan paling minimalis dan kurang utama untuk dilakukan (khilaful afdhol).[3]

Adapun tata cara pelaksanaan salat gerhana bulan yang sempurna adalah sebagai berikut:

1.Niat sholat gerhana bulan;

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

“saya niat (melaksanakan) salat sunah gerhana bulan 2 rokaat karena Allah ta’ala”.

2.Takbiratul ihram;

3.Membaca do’a iftitah dan ta’awudz, kemudian membaca surat al-Fatihah dan membaca surat;

4.Ruku’;

5.Bangkit dari ruku’ (i’tidal);

6.Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat al-Fatihah (berdiri kedua);

7.Ruku’ kembali (ruku’ kedua);

8.Bangkit dari ruku’ (i’tidal);

9.Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali;

10.Bangkit dari sujud lalu mengerjakan rokaat kedua sebagaimana rokaat pertama;

11.Setelah sujud kedua di rokaat kedua, diakhiri dengan duduk tahiyyat akhir;

12.Salam.[4]

Salat gerhana bulan akan lebih sempurna apabila dilakukan sesuai urutan dan tata cara sebagaimana yang telah disebutkan di atas dan menambahkan hal-hal berikut:

Pada rakaat pertama, setelah membaca surat al-Fatihah saat berdiri pertama membaca surat al-Baqarah atau jumlah ayat yang menyamainya. Dan setelah membaca surat al-Fatihah saat berdiri kedua membaca sekitar 200 ayat. Pada rokaat kedua, setelah membaca surat al-Fatihah saat berdiri pertama membaca sekitar 150 ayat. Dan setelah membaca surat al-Fatihah saat berdiri kedua membaca sekitar 100 ayat. Menurut pendapat lain, secara berturut-turut empat kali berdiri dalam dua rokaat itu disunnahkan membaca surat al-Baqarah atau jumlah ayat yang menyamainya, surat Ali ‘Imran atau jumlah ayat yang menyamainya, surat an-Nisa’ atau jumlah ayat yang menyamainya, dan surat al-Maidah atau jumlah ayat yang menyamainya.
Dalam 2 rokaat tersebut terdapat empat kali ruku’. Secara berturut-turut disunahkan membaca bacaan tasbih dengan kadar menyamai membaca surat al-Baqarah sebanyak 100 ayat, 80 ayat, 70 ayat, dan 50 ayat.
Bacaan al-Fatihah dan surat dibaca secara secara keras (Jahr).
Apabila dilakukan secara berjamaah, bagi imam disunahkan membaca dua khutbah setelah salat gerhana bulan. Adapun syarat dan rukunnya sama persis dengan khutbah jum’at. Adapun substansi khutbah yang disampaikan dalam salat gerhana ditekankan berupa ajakan untuk berbuat baik, seperti taubat, sedekah, dan lain-lain.[5]
[]waAllahu a’lam

_____________________

Referensi:

[1] Tarsyih al-Mustafidin, hal. 97, cet. Al-Haromain.

[2] Hamisy Fathil Qorib, vol. I hal. 230, cet. Dar al-‘Ilmi.  

[3] Syarah al-Mahalli ‘ala al-Minhaj, vol. I hal. 361, cet. Al-Hidayah.

[4] Kifayatul Akhyar, vol. I hal. 151, CD. Maktabah Syamilah.

[5] Syarah al-Mahalli ‘ala al-Minhaj, vol. I hal. 361-363, cet. Al-Hidayah.
.
.
Sumber : FB LIRBOYO
Share:

Minggu, 16 Mei 2021

Gus Yaqut: Kader Ansor Harus Percepat Adaptasi Teknologi, Jangan Sampai Mlongo


JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas meminta pada kader Ansor dan Banser untuk merespons dengan cepat perubahan zaman yang berkembang pesat saat ini. Adaptasi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi mendesak dilakukan sebab situasi sekarang tidak senormal dibandingkan sebelumnya. 

“Kita harus ubah cara berpikir kita dengan pendekatan transformasi. Kader harus bisa beradaptasi dengan teknologi dengan lebih cepat. Jangan sampai kita tertinggal dan akhirnya mlongo (tidak bisa berbuat apa-apa lagi, red),” kata Gus Yaqut, panggilan akrabnya, saat memberikan sambutan pada Halalbihalal Virtual GP Ansor, Sabtu (15/5/2021) malam.

Menurut Gus Yaqut, di tengah pandemi Covid-19 saat ini, kegiatan-kegiatan organisasi harus tetap berjalan namun tak bisa lagi seluruhnya dilakukan dengan cara bertemu fisik. Untuk itu, perlu terobosan baru atau penyiasatan yang taktis agar kader tetap bisa berkhidmat dan berdakwah. 

Gus Yaqut mencontohkan, beberapa pengkaderan di Ansor seperti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) atau Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) saatnya untuk diujicoba dengan mengombinasikan secara virtual. “Meski kehangatan tidak pernah sama dengan bertemu fisik,  namun saya meyakini, hati, perasaan dan alam pikiran kita tetap bisa tersambung dan menyatu,” terang Gus Yaqut.

Pemanfaatan teknologi dan penguasaan di dunia maya menjadi keniscayaan para kader agar dakwah yang dilakukan juga lebih masif dan berdampak kuat. Dia menilai, kekuatan Ansor dan Banser yang sangat besar saat ini harus dioptimalkan untuk memberi kemanfaatan di berbagai lini kehidupan. Dengan penguasaan teknologi itu, ujar Gus Yaqut, maka komitmen besar Ansor dan Banser dalam menjaga ulama, serta NKRI tetap terwujud. 

Dalam kesempatan itu, Gus Yaqut secara pribadi maupun sebagai Menteri Agama RI juga meminta maaf kepada seluruh kader karena Kongres Ansor belum bisa dilaksanakan sesuai rencana awal. Meski demikian, penundaan kongres akibat pandemi Covid-19 ini diyakini akan banyak mendatangkan hikmah bagi kemajuan organisasi pemuda NU ini ke depan. 

“Untuk itu melalui forum ini saya meminta maaf kepada seluruh kader dan semoga kita bisa terus berkhidmat untuk NU dan NKRI,” terangnya. 

Instruktur nasional GP Ansor KH Ahmad Nadhif Mujib (Gus Nadhif) juga menilai kekuatan Ansor dan Banser saat ini luar biasa. Selain memiliki jumlah yang sangat besar, kiprah Ansor dan Banser di lapangan juga semakin nyata. Di berbagai daerah, Ansor dan Banser selalu menjadi penggerak utama dalam kegiatan sosial  seperti penanganan Covid-19. 

Meski demikian, Gus Nadhif  berharap Ansor dan Banser tidak lengah dengan potensi besar yang dimiliki tersebut. Sebab tantangan bangsa ke depan semakin kompleks lebih-lebih di era teknologi digital. Menurut Gus Nadhif, Ansor dan Banser tak hanya kuat berkiprah di lapangan, tapi juga perlu di dunia maya. Selama ini, diakui kekuatan Ansor di dunia maya belum sangat kuat. 

“Kebesaran Ansor saat disiapkan Allah untuk segalanya, maka transformasi media juang adalah keniscayaan, utama di media. Kekuatan di dunia maya harus kita imbangi,” terang Pengasuh Pesantren Nahdlatut Thalibin, Tayu Wetan, Kabupaten Pati ini.

Halal bihalal Virtual GP Ansor ini selain diikuti Sekjen Abdul Rochman, Waketum Mohammad Haerul Amri, Wakasatkornas Banser.

Share:

Sabtu, 15 Mei 2021

Gelar Koordinasi dan Konsolidasi, Kapolres Trenggalek Ajak Perguruan Silat Jaga Kamtibmas

 

Anwalin News - Idul Fitri adalah hari kemenangan bagi umat Islam. Setelah sebulan lamanya kaum muslimin ditempa menjadi muttaqin. Menahan lapar, dahaga, serta meninggalkan hawa nafsu lainnya yang dapat membatalkan dari ibadah puasa. Semua itu dilakukan semata-mata untuk mengharap ridha Ilahi serta mendapatkan pahala dari-Nya.

Di malam hari kemenangan itu, selayaknya muslim mengagungkan asma Allah. Menggemakan takbir, tahlil, tasbih serta tahmid seraya merendahkan diri di hadapan Allah Yang Maha Perkasa Lagi Maha Mulia. Penuh dengan harapan, agar muslim benar-benar kembali fitri sebagaimana seorang bayi yang baru saja dilahirkan oleh sang ibu.

Namun ternyata dibalik perayaan hari raya yang seharusnya penuh dengan hikmat itu, ada aksi yang seharusnya tidak perlu terjadi. Adanya clash antar oknum anggota perguruan silat hingga sampai adanya pengrusakan atribut organisasi kepemudaan, memaksa pihak berwajib serta pihak terkait untuk harus turun tangan. Hingga akhirnya kejadian tersebut harus diselesaikan ke ranah hukum.

Oleh karena itulah, pada hari Sabtu, 15 Mei 2021, bertempat di Gedung Pujasera Taman 360 Tasikmadu, Kapolres Trenggalek beserta Kapolsek Watulimo mengadakan pertemuan koordinasi dan konsolidasi dengan beberapa pengurus perguruan pencak silat yang ada di Kecamatan Watulimo. Acara tersebut langsung dipimpin oleh Kapolres Trenggalek Bapak AKBP Doni Satria Sembiring, S.H., S.I.K., M.Si. Turut hadir dalam acara tersebut, Kasat Intelkam Polres Trenggalek, Wakapolres Trenggalek, Kapolsek Watulimo, Ketua PAC GP Ansor Watulimo beserta Kasatkoryon Banser Watulimo, Disparbud Watulimo, Ketua Pagar Nusa, Pengurus PSHT, Pengurus TS, Pengurus IKSPI.

Acara ini dibuka dengan sambutan dari Bapak Kapolres Trenggalek. Dalam sambutan pembukanya, Beliau menjelaskan maksud dan tujuannya diadakan acara pertemuan ini, yaitu untuk tetap menggalang semangat persatuan dan kesatuan demi terwujudnya kerukunan dan nama baik Kecamatan Watulimo. Beliau juga menjelaskan adanya permasalahan kamtibmas yang telah terjadi sehingga pada akhirnya memerlukan komunikasi yang lebih intens antara pihak berwajib dengan pihak terkait. Sehingga pada akhirnya keamanan dan ketertiban di Kecamatan Watulimo bisa kondusif.

“Adanya clash yang terjadi di malam hari raya, serta adanya pengrusakan atribut salah satu organisasi kepemudaan mengharuskan kita untuk mengadakan pertemuan ini. Siapa yang terlibat (bersalah) pada kejadian itu, akan ditindak secara hukum. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga persatuan dan kesatuan demi kerukunan bersama serta nama baik Watulimo”, ungkap Kapolres Trengglek mengawali sambutannya.

Kedepannya pihaknya akan berkoordinasi dengan IPSI kaitannya dengan pembuatan aturan bagi anggora perguruan pecak silat yang melanggar hukum akan dikeluarkan dan tidak boleh diterima di perguruan lain. Selain itu, adanya beberapa organisasi atau komunitas yang tidak masuk dalam wadah IPSI akan ditindaklanjuti bersama. Hal ini merupakan langkah prefentif terhadap adanya gangguan-gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Beberapa tahun terakhir ini, untuk meminimalisir gangguan kamtibmas yang disebabkan adanya clash antar perguruan silat ini, telah diadakannya program pembuatan spanduk/benner bersama dalam rangka menyambut Bulan Ramadhan dan Idul fitri. Hal ini bertujuan, agar semangat keakraban, kebersamaan serta persatuan di antara anggota perguruan silat ini semakin kuat. Menjaga nama baik perguruan serta daerah domisilinya. Sehingga dengan demikian, tawuran dan bentrok tidak akan terjadi. Dan malah sebaliknya, solidaritas sebagai sesama anggota perguruan semakin erat.

Ke depannya, pihak kepolisian akan masuk dalam acara perguruan silat. Misalnya saja untuk penyampaian materi Wawasan Kebangsaan, materi Pancasila, serta perundang-undangan yang kesemuanya itu mempunyai tujuan akhir yaitu untuk menumbuhkan rasa memiliki, merawat kebhinekaan dan cinta tanah air serta persauan sesama anak bangsa.

Pernyataan dari Kapolres Trenggalek tersebut juga dikuatkan oleh Kasat Intelkam Polres Trenggalek.Pihaknya telah mengetahui ada beberapa organisasi/komunitas di luar perguruan silat.

“Terdapat beberapa kelompok atau komunitas (pencak silat) yang ada di luar perguruan. Hal ini memberikan efek yang sangat besar, sehingga pengawasannya menjadi sangat sulit. Dan juga karena tidak melekat pada perguruan silat, maka pengendalinya menjadi tidak ada”, ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa adanya kelompok-kelompok tersebut harus segera dipetakan. Hal tersebut bertujuan untuk mengantisipasi serta menghindari adanya gangguan stabilitas keamanan. Oleh sebab itu, semua potensi konflik atau masalah tersebut secepanya ada usaha pencegahan sejak dini.

Menanggapi kejadian malam hari raya, Kapolsek Watulimo, Bapak AKP. Suyono, S.H.,M.Hum, mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak terkait karena sudah bisa berdamai. Adapun tentang adanya atribut salah satu organisasi pemudaan yang telah dirusak pihaknya mengatakan bahwa hal ini telah dikomunikasikan dengan pengurus atau ketua organisasi tersebut. Namun selebihnya proses hukum tetap berlanjut. Karena hal ini pada dasarnya bukan permasalahan organisasi, tetapi sudah masuk dalam masalah pribadi.

Senada dengan yang dikatakan oleh Kapolsek Watulimo, Ketua PAC GP Ansor Watulimo, Sahabat Murdiyanto mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan komunikasi dan menjalin koordinasi dengan pihak berwajib. Hukum adalah kuasa tertinggi dalam berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu sebagai warga negara yang baik hendaklah mendukung serta menerima keputusan dari pihak berwajib. Pun demikian, Beliau juga meminta kepada seluruh ketua atau pengurus perguruan silat yang ada di Kecamatan Watulimo untuk legowo (menerima dengan lapang dada) menerima dari hasil putusan hukum, apapun hasilnya.

Kaitannya dengan clash yang terjadi di Desa Tasikmadu, yang notabenenya daerah wisata, Disparbud Kabupaten Trenggalek, Bapak Sunyoto, mengatakan bahwa kamtibmas merupakan modal dasar majunya pariwisata. Dengan majunya parwisata tentunya akan meningkatkan taraf ekonomi masyaraat sekitar. Kamtibmas yang buruk disamping akan mempengaruhi nama Watulimo juga akan mempengaruhi sektor pariwisata.

Sebagai pernyataan penutup, Bapak Kapolres Trenggalek mengajak kepada semua masyarakat umumnya serta kepada perguruan pencak silat khususnya, untuk bersama-sama menjaga serta meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat agar pembangunan serta kegiatan pariwisata tetap berjalan dengan baik. Memberikan sumbangsih bagi masyarakat serta pembangunan nasional. (dh)

Share:

Jumat, 14 Mei 2021

KH Abdul Wahab Chasbullah Penggagas Istilah "Halal Bi Halal"


Setelah Indonesia merdeka 1945, pada tahun 1948, Indonesia dilanda gejala disintegrasi bangsa. Para elit politik saling bertengkar, tidak mau duduk dalam satu forum. Sementara pemberontakan terjadi dimana-mana, diantaranya DI/TII, PKI Madiun.

Pada tahun 1948, yaitu dipertengahan bulan Ramadhan, Bung Karno memanggil KH Wahab Chasbullah ke Istana Negara, untuk dimintai pendapat dan sarannya untuk mengatasi situasi politik Indonesia yang tidak sehat. 

Kemudian Kiai Wahab memberi saran kepada Bung Karno untuk menyelenggarakan Silaturrahim, sebab sebentar lagi Hari Raya Idul Fitri, dimana seluruh umat Islam disunahkan bersilaturrahmi.

Lalu Bung Karno menjawab, "Silaturrahmi kan biasa, saya ingin istilah yang lain."

"Itu gampang". kata Kiai Wahab. 

"Begini, para elit politik tidak mau bersatu, itu karena mereka saling menyalahkan. Saling menyalahkan itu kan dosa. Dosa itu haram. Supaya mereka tidak punya dosa (haram), maka harus dihalalkan. Mereka harus duduk dalam satu meja untuk saling memaafkan, saling menghalalkan. Sehingga silaturrahmi nanti kita pakai istilah 'Halal Bi Halal'." jelas Kiai Wahab.

Dari saran Kiai Wahab itulah, kemudian Bung Karno pada Hari Raya Idul Fitri saat itu, mengundang semua tokoh politik untuk datang ke Istana Negara untuk menghadiri silaturrahmi yang diberi judul 'Halal bi Halal' dan akhirnya mereka bisa duduk dalam satu meja, sebagai babak baru untuk menyusun kekuatan dan persatuan bangsa.

Sejak saat itulah, instansi-instansi pemerintah menyelenggarakan Halal bi Halal yang kemudian diikuti juga oleh warga masyarakat secara luas, terutama masyarakat muslim di Jawa sebagai pengikut para ulama. Jadi Bung Karno bergerak lewat instansi pemerintah, sementara Kiai Wahab menggerakkan warga dari bawah. Jadilah Halal bi Halal sebagai kegiatan rutin dan budaya Indonesia saat Hari Raya Idul Fitri seperti sekarang.
.
.
Sumber : FB Pesantren Online
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung