Sabtu, 06 November 2021

Bupati Pasuruan yang Juga Komandan Banser Jatim Dapat Penghargaan Kepala Daerah Inovatif 2021 Berkat Vaksinasi Kolaborasi

Caption foto : Bupati Pasuruan, Gus Irsyad (tiga dari kiri) berfoto bersama kepala daerah lain dan Menteri Agama Ya'qut Cholil Qoumas (empat dari kiri) yang mendapat penghargaan dari MNC Portal Indonesia


Anwalin News - Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf yang juga Komandan Banser Jawa Timur mendapat penghargaan Kepala Daerah Inovatif yang digelar oleh MNC Portal Indonesia, Jumat (5/11/2021). 

Gus Irsyad berhasil menyabet penghargaan kategori inovasi layanan publik bersama dengan 16 kepala daerah lain.

Diantaranya ada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dengan kategori inovasi kesehatan. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dengan kategori inovasi layanan publik. Serta 14 kepala daerah lainnya

Pada malam acara penghargaan Kepala Daerah Inovatif 2021, MNC Portal Indonesia (MPI) mengapresiasi program vaksinasi kolaborasi di Kabupaten Pasuruan sebagai langkah inovatif dalam menangani pandemi covid-19.

Vaksinasi Kolaborasi merupakan wujud kerja bersama antara pihak Polri, TNI, Kejaksaan, Pengadilan, ASN, relawan, serta organisasi kepemudaan. 

Berkat program vaksinasi kolaborasi, kini masyarakat Kabupaten Pasuruan tidak kesulitan dalam mendapatkan vaksinasi. 

Vaksinasi di Kabupaten Pasuruan tidak lagi terpusat di puskesmas atau kantor kecamatan. 

Melainkan petugas kesehatan yang jemput bola datang ke desa-desa untuk memvaksin warga. 

Sehingga angka prosentase capaian vaksinasi di Kabupaten Pasuruan bisa meningkat dan merata ke berbagai kalangan. 

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menyampaikan jika berbagai inovasi kebijakan kepala daerah sangat berpengaruh dalam memajukan perekonomian terutama dalam sektor Koperasi dan UMKM lewat pembangunan ekosistem digital. 

"Terlebih lagi, yang sekarang sangat diperlukan adalah peran aktif, inovasi dan terobosan Pemda dalam transformasi digital. Tujuannya mendorong percepatan digitalisasi UMKM," tandasnya. (ada)

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama, Yaqut Qaumas juga menyatakan jika kepala daerah patut berbangga karena  proses penilaian yanh dilalui cukup panjang hingga dapat penghargaan. Kebetulan, Gus Ya'qut adalah Ketua Umum GP Ansor, sehingga ada dua pentolan Ansor dalam penghargaan tersebut.

"MNC Portal Indonesia (MPI) telah melakukan seleksi penilaian yang tidak singkat. Sehingga yang dapat memang benar-benar layak menerima anugrah tersebut," ungkapnya. (Laoh Mahfud)


Share:

Sabtu, 23 Oktober 2021

Ansor Jatim Didik Kader Melalui Madrasah Cyber Gelombang Dua


Anwalin News - Mojokerto (23/10/2021) Digitalisasi dan Cyber dalam kehidupan sekarang tidak bisa terpisahkan, dengan menerjemahkan tantangan itu, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur tak tinggal diam, menggembleng kadernya melalui Madrasah Cyber.

 

Inovasi yang diklaim pertama di Indonesia tersebut, bergandeng tangan dengan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Yang nantinya kader ansor seluruh Jawa Timur tersebut akan digembleng terkait cyber, dengan materi orientasi, literasi digital, gerakan media sosial, desain grafis, jurnalistik, website, hingga big data.

 

Sebelumya, Madrasah Cyber yang mengambil tema Digital Literacy For University-Community Engagement, digelar pertama pada 17 September 2021, selang satu bulan kemudian gelombang dua pada tanggal 22 oktober 2021 baru bisa digelar.

 

Dalam sambutanya Habib Mahdi Khered Wakil Ketua Bidang Cyber ITE Ansor Jawa Timur, menuturkan bahwasanya, informasi terhadap Media Cyber Ansor ini, harus tersebar luas sampai dengan ranting-ranting, dalam kegiatan itu dihadiri oleh separuh lebih Kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Timur.

 

“Gelombang pertama menjadi tranding topic, di Nasional, dalam gelombang kedua ini saya ingin larinya lebih kencang untuk sahabat-sahabat, karena beban dipundak sahabar semua akan berat jika cuman jalan saja, setelah pelatihan ini nantinya juga akan menularkan ilmu-ilmu kepada Sahabat Ansor yang ada di Kabupaten Masing-masing,” terangnya saat membuka acara di Mojokerto.

 

Dirinya mengaku, bahwasanya era digitalisasi ini memiliki dua aspek positif dan negatif, analoginya adalah bisa memecah belah umat manusia, dan bisa menyatukan umat manusia. Nanti sahabat semua akan mendapatkan pelajaran tentang dunia sosial atau dunia cyber.

 

“Saya berterimakasih kepada UIN Sunan Ampel Surabaya, tentang gandeng tangan erat bersama Ansor ini membuktikan pendirinya memang betul warga Nahdliyin,” tambahnya.

 

Harapnya, terselenggaranya Madrasah Cyber yang mengambil tema Digital Literacy For University-Community Engagement, menumbuhkan embrio baru bagi kader Ansor dalam menerjemahkan tantangan zaman.

 

“Semoga dapat diikuti dan difahami secara betul-betul, sehingga nanti informasi penting, mengenai madrasah cyber ini bisa ditularkan hingga ranting,” ujarnya.

 

Sementara Wakil Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya Abdul Muhid, menjelaskan bahwasanya dengan adanya madrasah cyber ini penting untuk menjawab tantangan zaman. Baik sebagaia kader Gp Ansor maupun sebagai Mahasiswa.

 

“Apalagi eranya milenial, sahabat Gp Ansor maupum Mahasiswa mampu beradaptasi cepat tentang perkembangan zaman, seperti literacy digital hal komponen yang tidak bisa kita tinggalkan dalam dunia cyber,” tegasnya.

 

Dengan diklat cyber ini tujuan kita memang sama, bagaimana bisa mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan mempertahankan Kemerdekaan.

 

“Semoga, bisa terus bergandeng tangan untuk menyebar manfaat antara sesama dan khususnya demi NKRI,” tandas Wakil Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya.

Share:

Kamis, 14 Oktober 2021

KETUA UMUM PBNU DARI MASA KE MASA


Muktamar NU ke-1 (Surabaya, 1926) :
KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan
H.Hasan Gipo (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-2 (Surabaya, 1927) :
KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan 
H.Hasan Gipo (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-3 (Surabaya, 1928) :
KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan 
H.Hasan Gipo (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-4 (Semarang, 1929) :
KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan 
KH.Achmad Noor (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-5 (Pekalongan, 1930) : KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan 
KH.Achmad Noor (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-6 (Cirebon, 1931) : 
KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan 
KH.Achmad Noor (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-7 (Bandung, 1932) : 
KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan 
KH.Achmad Noor (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-8 (Jakarta, 1933) : 
KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan 
KH.Achmad Noor (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-9 (Banyuwangi, 1934) : KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan 
KH.Achmad Noor (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-10 (Surakarta, 1935) :
KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan 
KH.Achmad Noor (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-11 (Banjarmasin, 1936) : KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan 
KH.Achmad Noor (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-12 (Malang, 1937) : 
KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan 
KH.Machfudz Siddiq (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-13 (Banten, 1938) : 
KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan 
KH.Machfudz Siddiq (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-14 (Magelang, 1939) :
KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan 
KH.Machfudz Siddiq (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-15 (Surabaya, 1940) :
KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan 
KH.Machfudz Siddiq (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-16 (Purwokerto, 1946) : KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan 
KH.Nachrowi Tohir (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-17 (Madiun, 1947) : 
KH.Abdul Wahab Hasbullah (Rais Aam) dan
KH. Nachrowi Tohir (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-18 (Jakarta, 1948) : 
KH.Abdul Wahab Hasbullah (Rais Aam) dan
KH.Nachrowi Tohir (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-19 (Palembang, 1951) :
KH.Abdul Wahab Hasbullah (Rais Aam) dan
KH.Abdul Wahid Hasyim (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-20 (Surabaya, 1954) : 
KH.Abdul Wahab Hasbullah (Rais Aam) dan
KH.Muhammad Dahlan (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-21 (Medan, 1956) : 
KH.Abdul Wahab Hasbullah (Rais Aam) dan
KH.Idham Chalid (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-22 (Jakarta, 1959) : 
KH.Abdul Wahab Hasbullah (Rais Aam) dan
KH.Idham Chalid (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-23 (Surakarta, 1962) : 
KH.Abdul Wahab Hasbullah (Rais Aam) dan
KH.Idham Chalid (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-24 (Bandung, 1967) : 
KH.Abdul Wahab Hasbullah (Rais Aam) dan
KH.Idham Chalid (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-25 (Surabaya, 1971) : 
KH.Bisri Syansuri (Rais Aam) dan
KH.Idham Chalid (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-26 (Semarang, 1979) : 
KH.Bisri Syansuri (Rais Aam) dan
KH.Idham Chalid (Ketua Tanfidziyah).
Tahun 1980, KH.Bisri Syansuri wafat dan digantikan KH.Ali Maksum pada tahun 1981 dalam Munas Alim Ulama’ NU di Kaliurang.

Muktamar NU ke-27 (Situbondo, 1984) : 
KH.Achmad Siddiq (Rais Aam) dan
KH.Abdurrahman Wahid (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-28 (Yogyakarta, 1989) : KH.Achmad Siddiq (Rais Aam),
beliau wafat tahun 1991 kemudian diganti KH.Ali Yafie Tahun 1992,dalam Munas Alim Ulama’ di Lampung,
Pjs Rais Aam dilanjutkan KH.M.Ilyas Ruchiyat
sampai 1994 dan
KH.Abdurrahman Wahid (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-29 (Tasikmalaya, 1994) : KH.M.Ilyas Ruchiyat (Rais Aam) dan
KH.Abdurrahman Wahid (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-30 (Kediri, 1999) : 
KH.MA.Sahal Mahfudh (Rais Aam) dan
KH.A.Hasyim Muzadi (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-31 (Surakarta, 2004) : 
KH.MA.Sahal Mahfudh (Rais Aam) dan
KH.A.Hasyim Muzadi (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-32 (Makassar, 2010) : 
KH.MA.Sahal Mahfudh (Rais Aam),
Beliau wafat tahun 2014 kemudian diganti oleh KH.A.Musthofa Bisri menjadi Pejabat Rais Aam 2014-2015 dan
KH.Said Aqil Siroj (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-33 (Jombang, 2015) : 
KH.Ma’ruf Amin (Rais Aam) dan
KH.Said Aqil Siroj (Ketua Tanfidziyah).
Tahun 2018,KH.Ma’ruf Amin mengundurkan diri dan digantikan KH.Miftachul Akhyar sebagai Pejabat Rais Aam.

Muktamar NU ke-34 (Lampung, 2021)
Kita tunggu hasil Muktamar.
Share:

Minggu, 10 Oktober 2021

Pembukaan Safari Maulidur Rasul PAC GP. Ansor Watulimo


Anwalin News – Gemaharjo (09/10) Bulan Rabi’ul Awal adalah bulan yang sangat dimuliakan oleh umat muslim yang ada di seluruh dunia. Tentunya bukan tanpa alasan, karena pada bulan Rabi’ul Awal inilah Nabi Muhammad SAW dilahirkan ke dunia ini. Tepatnya pada hari senin, 12 Rabiul awal di tahun Gajah.

 

Bulan Rabiul Awal menjadi bulan untuk mengungkapkan akan kecintaan kita dan kegembiraan dengan adanya (lahirnya) baginda Rasulullah SAW. Bahkan bukan hanya orang muslim saja yang mendapatkan kegembiraan tersebut. Orang kafir sekaligus akan mendapatkan manfaat dengan kegembiraan tersebut.

 

Dalam hadits riwayat Imam al-Bukhori dikisahkan saat Tsuwaibah yakni budak perempuan dari Abu Lahab yang menyampaikan kabar gembira mengenai kelahiran bayi yang sangat mulia dan Abu Lahab segera memerdekakan Tsuwaibah sebagai bentuk dari wujud tanda cinta dan kasih. Karena kegembiraannya tersebut, pada hari kiamat kelak, siksa atas dirinya akan diringankan pada setiap hari senin.


 
Bulan Rabiul Awal juga menjadi bulan untuk mengembalikan keteguhan cinta kita kepada Rasulullah SAW. Bagi setiap orang mukmin, kecintaan pada Rasulullah SAW adalah merupakan satu kewajiban  dan salah satu cara untuk meningkatkan sebuah keimanan dan taqwa. Kecintaan pada Rasulullah SAW juga harus berada di barisan yang lain dan harus melebihi segalanya bahkan pada keluarga atau diri sendiri. Dalam sebuah hadits diterangkan : “Tidak sempurna iman salah satu diantara kamu sehingga aku lebih dicintai olehnya daripada anaknya, orangtuanya dan seluruh manusia.” (HR. Bukhari Muslim)

 

Dibulan Rabiul Awal atau bulan peringatan Maulid Nabi dianjurkan untuk Bersholawat atas Nabi, dan di anjurkan untuk memperbanyak bacaan sholawat nabi.  Dalam Al-Qur’an surah al-ahzab ayat 56 Allah SWT berfirman yang artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya”. Dari ayat di atas dapat diartikan bahwa di anjurkan bagi umat Islam untuk bersholawat kepada nabi sebagai makna penghormatan kepadanya.


 

Sebagai bentuk rasa syukur dan kebahagiaan atas datangnya bulan Rabi’ul awal, Pengurus PAC GP. Ansor Watulimo pada tahun ini (2021) menggelar kegiatan Safari Maulidur Rasul dan Turba Maulid se-wilayah Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek. Pada hari Sabtu, 09 Oktober 2021 bertepatan dengan tanggal 3 Rabi’ul Awal 1443 hijriyah, PAC mengawali safari turbanya yang sekaligus pembukaan kegiatan ditempatkan di rumah sahabat Murdiyanto (Ketua PAC GP. Ansor Watulimo). Kegiatan Safari Maulidur Rasul diisi dengan pembacaan sholawat al-barzanji natsar dan nadhom yang diikuti oleh segenap jajaran pengurus PAC, MDSRA, pengurus Ranting se-Kecamatan Watulimo dan Crew Media Anwalin PAC GP. Ansor Watulimo.



 

Sebelum pembacaan Maulid Al-Barzanji, kegiatan Safari diisi dengan Prakata/Sambutan pengantar dari sahabat Mustarom selaku Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor PAC GP. Ansor Watulimo. Sahabat Mustarom menyampaikan beberapa point penting terkait kegiatan MDSRA dan sekaligus membuka turba/safari maulidur rasul yang akan dilaksanakan secara bergilir dan berkeliling sewilayah Kecamatan Watulimo. Setelah itu kegiatan diisi dengan menyanyikan Mars Syubbanul Wathon dan Mars GP. Ansor yang diteruskan dengan pembacaan Maulid al-Barzanji oleh sahabat Samsul Huda (Ketua Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Watulimo) dan beberapa kader ansor yang lainnya dengan cara silih berganti dalam membaca maulid al-barzanji tersebut. Selanjutnya pada pembacaan doa maulid dipimpin oleh sahabat Masngat; Ketua Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Slawe yang sekaligus juga wakil ketua MDSRA – PAC GP. Ansor Watulimo.



Selepas pembacaan Maulid al-Barzanji, acara diisi oleh sahabat Murdiyanto selaku Ketua PAC GP. Ansor Watulimo. Kang Myanto (begitu panggilan akrabnya) menyampaikan beberapa agenda kedepan terkait dengan Program Kerja yang akan dilaksanakan oleh PAC GP. Ansor Watulimo Kabupaten Trenggalek. Program tersebut diantaranya pelaksanaan peringatan Hari Santri Nasional, Kemah Bhakti Sumpah Pemuda, Ziarah Auliya/Muassis NU, dan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2021. Selain itu juga disinggung terkait rencana pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Diklatsar Banser (dalam pembahasan lebih lanjut).

 

Alhamdulillah secara keseluruhan acara terlaksana dengan lancar, aman, penuh kekhidmatan dan sukses dengan harapan semoga dengan pembukaan Safari Maulidur Rasul yang akan dilaksanakan secara rutin tersebut dapat menambah rasa mahabbah kepada baginda Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai momentum meneladani perjuangan Rasulullah yang pada akhirnya kita diakui sebagai ummatnya yang berhak mendapatkan syafa’atnya besuk dihari kiamat. Aamiin (MY)

Share:

Rabu, 29 September 2021

PAC GP Ansor Watulimo; Menuju Organisasi yang Profesional dan Berintegritas


 Anwalin News. Selasa, 28 September 2021 kegiatan Akreditasi Tahap 2 GP Ansor di telah sukses digelar. Kegiatan akreditasi kali ini dilaksanakan di Masjid Nurul Ahadiyah, RT. 06, RW. 04, Ds. Margomulyo, Kecamatan Watulimo. Akreditasi pada tahap 2 ini merupakan akreditasi remidi atau pengulangan bagi tiga Pimpinan Ranting GP Ansor yang ada di Kecamatan Watulimo. Tiga Pimpinan Ranting tersebut yaitu: PR GP Ansor Pakel, PR GP Ansor Watuagung dan  PR GP Ansor Margomulyo.

Ketiganya terdapat alasan, kenapa sampai mengikuti akreditasi tahap dua ini. “Pimpinan Ranting GP Ansor Pakel sengaja mengikutinya karena ingin memperbaiki nilai atau predikat yang di proses akreditasi awal kamaren sempat medapatkan predikat B. Sedang Pimpinan GP Ansor Watuagung dan Margomulyo, dikarenakan  kedua Pimpinan Ranting ini terjadi permasalahan internal hingga akhirnya diputuskan untuk reorganisasi”, kata Sahabat Murdiyanto saat sambutannya sebagai Ketua PAC GP Ansor Watulimo.

Dalam proses akreditasi, ketiga Pimpinan Ranting tersebut yang diuji oleh Tim Asessor Pimpinan Cabang GP Ansor Trenggalek berjalan dengan lancar dan hikmat. Meski sempat dicecar beberapa pertanyaan oleh Tim Asessor, ketiganya dinyatakan lulus dengan mendapatkan predikat A. Sebuah prestasi yang menggembirakan, bahwa Akreditasi GP Ansor di Ranting se-Kecamatan Watulimo semuanya mendapatkan predikat A. Pecapaian hasil itu menandakan bahwa PAC GP Ansor Watulimo telah sukses menjalin komunikasi serta konsolidasi yang integral dengan Pimpinan Ranting.


Dalam acara akreditasi ini, disampaikan juga sambutan sekaligus  pembinaan organisasi oleh Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Trenggalek, Muhammad Izzudin Zaki. “Akreditasi tidak hanya sekedar perolehan predikat. Namun lebih dari itu, bahwa akreditasi ini merupakan sarana untuk memetakan arti serta peran kader pergerakan dalam memperjuangkan dan mengembangkan GP Ansor. Kader GP Ansor harus bisa masuk pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Menghidupkan dakwah an-nahdliyah disatu sisi, dan mampu mengambil peran di tataran kepemerintahan”, ujar pria yang akrab disapa Gus Zaki itu.


Pentingnya peran generasi muda (kader GP Ansor) dalam rangka ambil bagian dalam birokrasi kepemerintahan, Gus Zaki mengutip cuplikan ketika KH. Ma’ruf Amin ditanya tentang Jabatannya sebagai Wapres disaat masa yang sudah tidak muda lagi. Maka Beliau (KH. Ma’ruf Amin) mengatakan dengan penuh keyakinan, bahwa saat ini Beliau sedang menyiapkan kader terbaik Nahdlatul Ulama’ yang sepuluh – dua puluh tahun yang akan datang siap untuk memajukan NU dan NKRI ini.

Oleh sebab itu, untuk menuju masa yang akan datang itu sekaligus masa digitalisasi media masa, kader GP Ansor mampu menjadi teknokrat. Ikut mengambil bagian dalam teknologi, komunikasi dan informasi yang berbasis digital. Mengingat media masa merupakan sarana strategis untuk mengembangkan dakwah an-Nahdliyah dan organisasi GP Ansor serta sarana untuk melakukan counter attack terhadap mereka yang selama ini berusaha “menggoyang” NU dan NKRI.



Gus Zaki juga memberikan apresiasi kepada Media Anwalin (Ansor Watulimo Online) atas peran serta kinerjanya, sebagai media sosialisasi kegiatan PAC GP Ansor Watulimo. Segala kegiatan yang telah terekam yang kemudian di tayangkan di Media Anwalin ini dapat dipantau oleh siapa saja dan di mana saja. Sehingga bisa saja menjadi rujukan bagi PAC yang lainnya. Namun demikian peran Media Anwalin harus bisa keluar. Maksudnya adalah konten yang termuat di dalamnya harus bisa lebih menyentuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Watulimo adalah  daerah destinasi wisata, oleh karena itu media ini nantinya diperlukan sebagai media dakwah an-Nahdliyah dan corong yang bisa mengabarkan di tempat publik kawasan wisata. Sehinga dengan demikian muncul pandangan bahwa Watulimo adalah Kawasan GP Ansor.

(dh)

Share:

Minggu, 26 September 2021

Menag Gus Yaqut Minta Kader Ansor Tebar Manfaat Bagi Umat


Anwalin News - Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengadakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) mulai dari tanggal 24-26 September 2021 di Jakarta. Rakornas ini dibuka oleh Menteri Agama yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas.

Dalam sambutannya, Menag Gus Yaqut meminta para pengurus GP Ansor untuk terus memompa kaderisasi di semua tingkatan meski kondisi masih didera pandemi.

"Tentu dengan menyesuaikan dengan protokol kesehatan yang ketat. Selama pandemi banyak kegiatan dan program kaderisasi terganggu. Nah, manfaatkan momentum kaderisasi di tengah pandemi ini untuk dapat terus dapat menebar manfaat bagi umat, bagi masyarakat, berkhidmah bagi NU, bangsa, dan negara," tandas Gus Yaqut, sapaan akrabnya di sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) GP Ansor di Jakarta, Sabtu (24/9/2021).

Dalam Rakornas yang diikuti Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor 34 provinsi tersebut Gus Yaqut mengatakan Ansor adalah organisasi yang sangat dinamis. Maka, semua kader harus bisa menyesuaikan dengan situasi perkembangan.

"Kita harus beradaptasi dengan Pandemi Covid-19. Jangan sampai amanah-amanah kaderisasi terhambat. Kaderisasi harus terus berjalan, agar tercipta kader-kader andal yang mampu menghadapi dinamika yang ada," tegas Gus Yaqut.

Bagi Gus Yaqut, mengasah kemampuan dan memperluas jaringan itu bagian dari kaderisasi. "Semua harus mengasah kemampuan, tidak selesai begitu saja setelah kaderisasi. Saya juga berpesan jangan lupa dengan organisasi yang telah membesarkan kita," ujar Gus Yaqut yang juga Menteri Agama ini.

Rakornas GP Ansor juga diikuti seluruh pengurus pusat baik daring maupun luring. Forum ini selain membahas agenda organisasi juga bertujuan menyamakan persepsi menjelang pelaksanaan Munas dan Konbes NU.(*)
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung