Minggu, 26 September 2021

Menag Gus Yaqut Minta Kader Ansor Tebar Manfaat Bagi Umat


Anwalin News - Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengadakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) mulai dari tanggal 24-26 September 2021 di Jakarta. Rakornas ini dibuka oleh Menteri Agama yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas.

Dalam sambutannya, Menag Gus Yaqut meminta para pengurus GP Ansor untuk terus memompa kaderisasi di semua tingkatan meski kondisi masih didera pandemi.

"Tentu dengan menyesuaikan dengan protokol kesehatan yang ketat. Selama pandemi banyak kegiatan dan program kaderisasi terganggu. Nah, manfaatkan momentum kaderisasi di tengah pandemi ini untuk dapat terus dapat menebar manfaat bagi umat, bagi masyarakat, berkhidmah bagi NU, bangsa, dan negara," tandas Gus Yaqut, sapaan akrabnya di sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) GP Ansor di Jakarta, Sabtu (24/9/2021).

Dalam Rakornas yang diikuti Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor 34 provinsi tersebut Gus Yaqut mengatakan Ansor adalah organisasi yang sangat dinamis. Maka, semua kader harus bisa menyesuaikan dengan situasi perkembangan.

"Kita harus beradaptasi dengan Pandemi Covid-19. Jangan sampai amanah-amanah kaderisasi terhambat. Kaderisasi harus terus berjalan, agar tercipta kader-kader andal yang mampu menghadapi dinamika yang ada," tegas Gus Yaqut.

Bagi Gus Yaqut, mengasah kemampuan dan memperluas jaringan itu bagian dari kaderisasi. "Semua harus mengasah kemampuan, tidak selesai begitu saja setelah kaderisasi. Saya juga berpesan jangan lupa dengan organisasi yang telah membesarkan kita," ujar Gus Yaqut yang juga Menteri Agama ini.

Rakornas GP Ansor juga diikuti seluruh pengurus pusat baik daring maupun luring. Forum ini selain membahas agenda organisasi juga bertujuan menyamakan persepsi menjelang pelaksanaan Munas dan Konbes NU.(*)
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung