Jumat, 27 Agustus 2021

GP Ansor Ranting Tasikmadu Gelar Rapat Lanjutan Persiapan Akreditasi Organisasi


Anwalin News
- (26/08) pada agenda selanjutnya PAC GP Ansor Watulimo dampingi ranting Tasikmadu dalam rapat mengenai Instrumen Akreditasi pada pukul 22.00 WIB bertempatan di Masjid Al Istiqomah dusun Ketawang desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek, yang mana pada agenda sebelumnya PAC GP Ansor Watulimo menghadiri rapat di ranting prigi kemudian dilanjut ke ranting Tasikmadu.

Pada agenda tersebut beberapa Pengurus Harian dan anggota GP Ansor Tasikmadu membahas mengenai progres sekaligus mengisi draf instrimen akreditasi yang sudah dikirimkan oleh PAC, adapun beberapa perihal yang kurang begitu dipahami mengenai pengisian draf, kemudian dibahas langsung bersama Pengurus Harian PAC GP Ansor Watulimo. Untuk kedepannya PAC juga akan mengagendakan turba ke beberapa ranting dengan tujuan supaya mengetahui sejauh mana perogres yang sudah kerjakan dari tiap ranting.

Semoga kedepannya Ansor Tasikmadu bisa lebih maju dan berkembang, dan semoga apa yang diharapkan dari ranting bisa tercapai, amiin 3× ya robbal alamiin.


Kontributor : Fahmi NH.
Share:

PAC GP ANSOR Watulimo Hadiri Pembukaan Majlis Dzikir Sholawat Rijalul Ansor Ranting Prigi


Anwalin News
- (27/08) GP Ansor ranting Prigi adakan musyawarah dalam rangka untuk melengkapi struktur kepengurusan ranting Ansor serta pembukaan majlis dzikir sholawat rijalul Ansor ranting Prigi, acara tersebut dimulai pada pukul 20.00 WIB bertempatan di Rumah sahabat Rukhani, Dusun Gendingan Desa Prigi Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek.

Pada agenda tersebut dihadiri oleh PAC GP Ansor Watulimo dan pengurus maupun anggota GP Ansor ranting Prigi, adapun serangkaian acara pada kegiatan ini yakni pembukaan sekaligus pembacaan istighosah yang dipimpin oleh sahabat Rokhani selaku shohibul bait, kemudian dilanjut dengan sambutan dari sahabat Mustarom wakil ketua PAC GP Ansor Watulimo, pada sambutan tersebut disampaikan Pada tahun ini dan bulan depan ada akreditasi dari masing masing ranting, draf atau instrumen berkas sudah dikirim ke sekertaris dan ketua melalui grub whatsapp.

Harapan dari PAC semoga form sudah diisi semuanya, rencananya bulan september awal ini nanti PAC akan mengadakan turba pada ranting zona atas ( Watuagung, ngembel , Watulimo, Pakel ), zona tengah ( Dukuh, Sawahan, Slawe, Gemaharjo ) dan zona bawah (Karanggandu, Prigi, Tasikmadu, Margomulyo). Kemudian dilanjutkan untuk musyawarah antara PAC dan ranting yang mana sekiranya ada permasalahan dalam pengisian draf akan diselesaikan bersama.
Semoga kegiatan ini nanti bisa berjalan dengan sukses, lancar dan semoga semua ranting GP Ansor Watulimo bisa aktif dalam semua kegiatan Ansor, amiin 3× ya robbal alamin.


Kontributor : Fahmi NH.
Share:

FADHILAH MEMBACA SHOLALLOHU 'ALA MUHAMMAD


Imam Assamarqandi berkata: Aku mendengar Nabi Khidlir AS. dan Nabi Ilyas AS. berkata: Kami mendengar Rasulullah Saw. bersabda: 

‎ما من مؤمن يقول صلى الله على محمد إلا أحبه الناس وإن كانوا أبغضوه والله لا يحبونه حتى يحبه الله عز وجل

Tiada seorang mukmin yg membaca "shollallohu 'ala Muhammmad" kecuali akan dicintai para manusia walaupun sebelumnya mereka membencinya. Demi Allah, mereka tidak mencintainya kecuali karena Allah mencintainya". 

‎من قال صلى الله على محمد فقد فتح على نفسه سبعين بابا من الرحمة

"Barang siapa mengucapkan shollallohu 'ala Muhammad maka sungguh telah membuka untuk dirinya tujuhpuluh pintu rahmat" 

Bahkan guru-guru kami di Lirboyo dawuh; jika ingin rejeki lancar apalagi saat membangun, maka bacalah shalawat ini sehari semalem 1000 kali. Sungguh amalan ini sangat mujarrab. 

Sumber: Kitab Afdholussholawat hal 37.
Share:

Minggu, 22 Agustus 2021

SANTUNAN ANAK YATIM DAN DUAFA

Santunan Yatim dan Dhuafa 1443 H
Ansorkreatif Dukuh - Dukuh (22/08), Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Dukuh melaksanakan kegiatan santunan kepada anak yatim dan dhuafa yang berada di Desa Dukuh, yang bekerjasama dengan keluarga besar Nahdlatul 'Ulama Ranting Dukuh, Masyarakat dan Donatur.
.
Acara ini dilaksanakan pada hari Ahad, 22 Agustus 2021, diMasjid Nuril Hidayah
. 
Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang telah berjalan beberapa tahun terakhir. Didalam beberapa tahun kebelakang, kegiatan ini dilaksanakan dengan cangkupan lebih luas, dengan skala yang lebih besar dan dilaksanakan dengan acara yang cukup megah, seperti rangkaian sholawat pada tahun 2018 lalu yang dikemas dalam Dukuh Bersholawat.
.
Tahun ini dan tahun lalu semenjak adanya pandemi Covid-19, kegiatan ini dilaksanakan dengan sederhana, akan tetapi tidak menyurutkan semangat kita untuk terus memberikan kemanfaatan bagi sesama.
Semoga agenda rutin ini dapat berjalan dengan baik kedepan, tetap istiqomah, dan bermanfaat untuk semuanya. Barakallah.
.
Dana yang terkumpul adalah Rp.19.229.000,- yang sudah tersalurkan ke 13 anak yatim dan 21 duafa se Desa Dukuh
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Share:

Doa Kebangsaan Peringatan HUT KE 76 RI dan Sosialisasi Akreditasi Gerakan Pemuda Ansor Ranting se Kecamatan Watulimo


Anwalin News
- Pimpinan Anak Cabang Gerakan pemuda Ansor gelar Doa Kebangsaan Peringatan HUT KE 76 RI serta Sosialisasi Akreditasi GP Ansor ranting se kecamatan Watulimo di Pendopo GUPILI Desa Slawe Kecamatan Watulimo. Pada agenda kali ini dihadiri oleh Pengurus Harian PAC GP Ansor Watulimo, dan perwakilan dari masing masing Ranting se Kecamatan Watulimo yang terdiri dari Ketua Ansor Ranting, Ketua MDS Rijalul Ansor, Sekertaris dan Kasatkorkel.

Adapun serangkaian acara pada hari ini yakni pembukaan dengan pembacaan surat Al fatihah, menyanyikan lagu Indonesia raya, Syubbanul Wathan, Mars GP Ansor, Mars banser, kemudian Istighosah bersama, dilanjut dengan sambutan dari Sahabat Murdianto selaku ketua Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Watulimo, pada sambutannya beliau berpesan untuk setiap ranting sesegera mungkin menyelesaikan susunan kepengurusan Ansor dan banser tingkat ranting, Membuat instrumen akreditasi dari masing masing ranting, akreditasi merupakan sarana tolak ukur kinerja organisasi. Pengejawentahan dari program kerja menjadi kegiatan yang terpadu dengan adminiatrasi dan dokumentasi.


Memasuki Pada Acara inti yakni terkait dengan Sosialisasi dan bedah instrumen yang dipimpin langsung oleh sahabat Mustarom selaku Koordinator Departemen Akreditasi PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo bersama sahabat Devid Hariyanto. Dalam pembahasan Akreditasi ini terdapat berkas Instrumen legalitas Organisasi , yang didalamnya terdapat poin poin penting meliputi Legalitas organisasi, Kebanseran, Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor, Instrumen Kaderisasi Anggota GP Ansor,Kegiatan Sosial Bermasyarakat, Pengembangan Kapasitas Digital Kader.

Alhamdulillah kegiatan terlaksana dengan lancar aman dan sukses; Semoga membawa kemanfaatan dan keberkahan untuk pribadi dan organisasi.


Share:

Senin, 16 Agustus 2021

9 Tokoh NU Bergelar Pahlawan Nasional


Jam’iyyah Nahdlatul Ulama melahirkan para pejuang yang merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Meski para pahlawan dari NU dan pesantren terbilang banyak, tapi hanya beberapa nama yang kemudian mendapat gelar Pahlawan Nasional. 

Para pahlawan nasional dari NU ini, menurut sejarawan KH Abdul Mun’im DZ menunjukkan bahwa NU bukan pemain figuran dalam pembentukan negara ini, melainkan pemeran utama.  Berikut ini nama tokoh bergelar pahlawan nasional yang pernah aktif di NU di berbagai tingkatan yang disusun berdasarkan tahun penetapan gelar. Hanya disajikan riwayat sangat singkat dan sebagian kecil peran dan jasa mereka yang besar untuk umat dan negaranya.

1. Hadratussyekh KH Hasyim Asyari
Hadratussyekh KH Hasyim As’yari adalah tokoh utama dan pendiri Nahdatul Ulama pada 31 Januari 1926. Ia merupakan satu-satunya penyandang gelar Rais Akbar NU hingga akhir hayatnya dan tak pernah ada lagi hingga sekarang. Ia ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tahun 17 November 1964 berkat jasanya yang berperan besar dalam pendidikan melalui NU dan melawan penjajah. Salah satu di antara jasanya untuk negara ini adalah memutuskan NU untuk mengeluarkan Resolusi Jihad fi Sabilillah yang direkomendasikan untuk pemerintah RI yang baru berdiri dan Jihad fi Sabilillah untuk umat Islam dengan fatwa, setiap orang dewaasa yang berada dalam radius 90 km dari medan pertempuran melawan penjajah wajib berperang. Keduanya diputuskan menjadi pernyataan resmi organisasi NU pada 22 Oktober 1945. Tanggal tersebut kemudian dijadikan sebagai Hari Santri Nasional.

2. KH Abdul Wahid Hasyim 
KH Abdul Wahid Hasyim adalah putra Hadratussyekh KH Hasyim As’yari dan ayah dari presiden keempat RI KH Abdurrahmann Wahid. Ia merupakan salah satu anggota Badan Penyidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Di pondok pesantren Tebuireng ia mempelopori masuknya ilmu pengetahuan umum ke dunia pesantren dengan mendirikan Madrasah Nidzmiyah dengan ilmu umum 70 persen, ilmu agama 30 persen. Ia  ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tanggal 17 November 1960.

3. KH Zainul Arifin
KH Zainul Arifin, merupakan tokoh NU asal Barus, Sumatera Utara. Keturunan raja-raja Barus ini aktif di NU sejak muda melalui kader dakwah. Di antara jasanya adalah pada pembentukan pasukan semi militer Hizbullah. Kemudian menjadi panglimanya. Ia pernah menjadi perdana menteri Indonesia, Ketua DPR-GR. Selain itu, beliau juga berjasa dalam menjadi anggota badan pekerja Komite Nasional Pusat. Pemerintah menetapkan dirinya sebagai pahlawan nasional pada 4 maret 1963. 

4. KH Zainal Musthafa
KH Zainal Musthafa merupakan tokoh NU dari Tasikmalaya, pernah menjadi salah seorang Wakil Rais Syuriyah. Ia salah seorang kiai yang secara terang-terangan melawan para penjajah Belanda. Ketika Belanda lengser dan diganti penjajah Jepang, ia tetap menolak kehadiran mereka. Bersama para santrinya mengadakan perang dengan Jepang. Atas jasanya ia dianugerahi sebagai pahlawan nasional pada1972.

5. KH Idham Chalid
Ia pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Indonesia pada Kabinet Ali Sastroamidjojo II dan Kabinet Djuanda. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua MPR dan Ketua DPR. Selain sebagai politikus, ia merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada tahun 1956-1984. Hingga saat ini ia merupakan ketua paling lama di ormas bentukan para kiai ini. Atas jasanya, ia ditetapkan sebagai pahlawan pada 8 November 2011. Kemudian pada 19 Desember 2016, Pemerintah mengabadikannya di pecahan uang kertas rupiah baru, pecahan Rp 5 ribu.

6. KH Abdul Wahab Chasbullah  KH Abdul Wahab Chasbullah merupakan Salah seorang pendiri NU. Sebelumnya, ia pendiri kelompok diskusi Tashwirul Afkar (Pergolakan Pemikiran), pendiri Madrasah Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Negeri), pendiri Nahdlatut Tujjar (Kebangkitan Pedagang). Sejak 1924, mengusulkan agar dibentuk perhimpunan ulama untuk melindungi kepentingan kaum tradisionalis yang bermazhab. Usulannya terwujud dengan mendirikan NU pada 1926 bersama kiai-kiai lain. Ia juga salah seorang penggagas MIAI, pernah menjadi Rais ‘Aam PBNU. Kiai yang wafat pada 29 Desember 1971 itu mendapatkan gelar pahlawan pada 8 November 2014.

7. KH As’ad Syamsul Arifin
KH As’ad Syamsul Arifin salah seorang kiai berperang melawan penjajah. Ia menjadi pemimpin para pejuang di Situbondo, Jember maupun Bondowoso, Jawa Timur. Di masa revolusi fisik, Kiai As'ad menjadi motor yang menggerakkan massa dalam pertempuran melawan penjajah pada 10 November 1945. Selepas kemerdekaan Kiai As'ad adalah penggerak ekonomi-sosial masyarakat. Ia menyerap aspirasi dari warga kemudian mendorong pemerintah daerah, menteri, maupun presiden guna mewujudkan pembangunan yang merata. Kiai As'ad juga berperan menjelaskan kedudukan Pancasila tidak akan mengganggu nilai-nilai keislaman. Atas jasa-jasanya, ia mendapat anugerah pahlawan pada 9 November 2016.

8. KH Syam’un
KH Syam’un merupakan pengurus NU di Serang, banten. Ia pernah hadir di Muktamar NU keempat di Semarang pada 1929, pada Muktamar NU kelima di Pekalongan 1930 dan pada Muktamar NU kesebelas di Banjarmasin pada 1936. KH Syam'un selain alim dalam keilmuan, menguasai tiga bahasa asing dan pernah mengajar di Arab Saudi pada masa mudanya, ketika kembali ke tanah air, ia bergabung dengan kelaskaran. Ia pernah menjadi perwira tentara sukarela Pembela Tanah Air (PETA). Pernah menjadi Komandan Batalyon berpangkat daidancho atau mayor tahun 1943. Tahun 1944 dilantik jadi Komandan Batalion PETA berpangkat mayor, memimpin 567-600 orang pasukan. Saat TKR dibentuk 5 Oktober 1945, pangkatnya naik jadi kolonel, Komandan Divisi l TKR dengan memimpin 10.000 orang pasukan. Tahun 1948, ia naik pangkat brigadir jenderal. Ia memimpin gerilya di wilayah Banten, sampai wafatnya tahun 1949. Ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah RI pada 8 November 2018.

9.  KH Masykur
KH Masjkur adalah tokoh Nahdlatul Ulama pernah menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Di antara kontribusinya semasa hidup adalah ikut terlibat merumuskan Pancasila sebagai dasar negara. KH Masjkur juga tercatat selaku pendiri Pembela Tanah Air (Peta) yang kemudian menjadi unsur laskar rakyat dan TNI di seluruh Jawa. Ketika pertempuran 10 November 1945, namanya muncul sebagai pemimpin Barisan Sabilillah. Ia pernah menjadi Menteri Agama Indonesia pada 1947 hingga 1949 dan 1953 sampai 1955. Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI periode 1956 sampai 1971 dan anggota Dewan Pertimbangan Agung pada 1968. Selain itu, Kiai Masjkur ikut serta membangun moral anak bangsa dengan mendirikan Yayasan Sabililah, lembaga masyarakat yang bergelut di bidang pendidikan. Ia ditetapkan pemerintah sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah pada 8 November 2019

Sumber: nu.or.id
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung