Minggu, 18 April 2021

KH. Abdullah Alwi Murtadlo Pendiri PMII Yang Mastur


Keberadaan KH. Abdullah Alwi Murtadlo (AA Murtadlo) sebagai satu diatara pendiri PMII (organisasi Kemahasiswaan Nahdlatul Ulama) baru tersiar setelah  KH. Munsif Nahrowi menyampaikah Tausyiahnya disatu tahun yang lalu dalam acara diskusi daring bertajuk “Tausiah Pergerakan 3 Pendiri PMII” pada hari Sabtu malam 18 April 2020 yang di helat PB PMII, dalam rangka HUT PMII ke 60 kala itu.  

KH. Munsif Nahrawi adalah satu diantara 13 Muasis PMII yg saat ini masih sehat, beliau putra KH. Nahrawi Tohir, cucu dari almagfurlah Mbah Kiai Tohir Mbungkuk pendiri Pesantren Mbungkuk Singosari Malang yang mashur Kewalianya itu. Demikian cuplikan tausyiah beliau: 

“Saudara diperiode ini, saya bilang 20 tahun terakhir ini, saya merasakan rupanya apakah itu pengurus terstruktur atau anggota, kelihatanya ingin mendekati induknya, oleh sebab itu dikahir akhir ini munculah tersebar dimana mana 13 orang pendiri, saya tidak tahu kapan molainya dan dari mana sumber munculnya 13 orang pendiri itu, pada momen harlah ini, saya ingin sampaikan saya ingin meluruskan  sejarah pendiri-pendiri PMII”

Putra Kiai Nahrowi Tohir Singosari ini membeberkan : ”Sebenarnya ada 1 pendiri yang rupanya di tinggalkan, saya sebutkan saja namanya biasa dikenal dengan AA murtadlo, pada saat itu beliau ketua perwakilan PP IPNU Jakarta, beliau mahasiwa ADLN ( akademi dinas luar negeri), beliau beberapa kali memimpin sesi waktu pertemuan (deklarasi PMII) disurabaya, beliau termasuk salah satu pemegang andil dalam berdirinya PMII, makanya pada kesempatan ini saya ingin meluruskan bahwa ada satu orang lagi pendiri PMII yang belum muncul (namanya), yaitu namanya AA Murtadlo lengkapnya Abdullah Alwi Murtadlo”

Selanjutnya Cucu Mbah Kiai Tohir MBungkuk ini menegaskan “……Beliau ini yang memimpin beberapa sesi waktu pertemuan Surabaya (deklarasi PMII gedung Yayasan Khadijah Sekarang), setelah selesai kuliahnya beliau masuk Departemen Luar Negeri dan menjadi Dubes di beberapa Negara, tolong diralat (13 pendiri ditambah 1 pendiri), Haq! Haq! saya menyaksikan! dan saya yakin semuanya menyaksikan!, bahwa betul dia (AA Murtadlo) adalah salah seorang yang seharusnya masuk ke dalam 13 itu, resmi saya nyatakan bahwa sebetulnya (pendiri PMII) ada 14 orang” 

AA Murtadho yang dimaksud oleh KH.Munsif Nahrowi ini adalah KH. Abdullah Alwi Murtadho putra Kiai Alwi Murtadlo kelahiran singosari, yang tak lain adalah adik kandung KH. Basori Alwi Murtadlo - Pengasuh Pesantren Ilmu Alquran (PIQ) Singosari Malang. Dengan demikian ada 2 orang muasis PMII berasal dari keluarga besar Pesantren Quran ini, yaitu KH. Said Budari cucu kiai Alwi Murtadho, dan KH. Abdullah Murtadlo putra kiai Alwi Murtadho, meskipun poisisnya ponakan dan paman namun umur keduanya tidak terpaut jauh, sebab KH Said Budairi konon semenjak kecil diasuh kakeknya Kiai Alwi murtadho dan menyusu ke neneknya lantaran sang ibu meninggal saat melahirkan Sekum pertama PMII ini. 

Dengan Demikian muasis PMII yang semula hanya dikenal 13 orang kini menjadi genap 14. Para muasis PMII itu adalah, KH.Cholid Mawardi, KH. Said Budairy, KH. Shobich Ubaid, KH. Makmun Syukri, KH. Hilman Badrudinsyah, KH. Ismail Makky, KH. Moensif Nachrawi, KH. Nuril Huda Suaidy, Nyai Hj. Laily Mansur, KH. Abdul Wahab Jaelani, KH. Hisbullah Huda, KH.M. Cholid Marbuko, KH. Ahmad Husein, dan diitambah 1 lagi yaitu KH. Abdullah Alwi Murtadlo. 

Untuk seluruh Muasis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lahumul fatihah…

-----
By. Akh Yunan Athoillah
Direktur Lembaga Kajian Strategis Surabaya PC PMII Surabaya 2003-2004. Direktur LEPASDA PKC PMII Jatim 2005-2007

*Disarikan dari jejak digital https://youtu.be/tYD6wjRq_58 PMII Channel, www.nu.or.id, dan buku Simpul-simpul Sejarah Perjuangan (Fauzan Alfas, 1994) 
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung