Senin, 19 April 2021

Turba Kedua Safari Ramadhan PAC GP Ansor Watulimo, Pesan Kapolsek: Laksanakan 5M dan Tinggalkan 5M

Anwalin News- Ahad, 18 April 2021, Tim Turba Safari Ramadhan PAC GP Ansor Watulimo bersama dengan Forkopimcam Watulimo (Camat, Kapolsek dan Koramil Watulimo), MUI Kecamatan Watulimo, MWC NU Watulimo, PAC IPNU-IPPNU Watulimo, Pengurus NU Ranting Pakel, PR GP Ansor Pakel, Kepala Desa Pakel, BKTM, dan Babinsa Pakel melaksanakan kali kedua safari Ramadhannya. Safari Ramadhan kali ini bertempat di Masjid Nurul Huda, Desa Pakel Kecamatan Watulimo.

Acara yang berlangsung dengan khidmat ini diawali dengan Shalat Isya' dan dilanjutkan dengan Shalat Tarawih beserta Witir dengan berjama'ah. Kemudian acara inti Safari Ramadhan, tersusun dari: pembukaan, tilawah al-Qur'an al-Karim, Sambutan-sambutan; sambutan Takmir Masjid Nurul Huda; sambutan Ketua GP Ansor Ranting Pakel; sambutan Ketua Formatur PAC GP Ansor Watulimo; sambutan Camat Watulimo; sambutan Kapolsek Watulimo, dan diakhiri oleh do’a.

Secara garis besar, acara Safari Ramadhan ini memiliki tujuan, di antaranya yaitu: sebagai sarana silaturrahim, dakwah, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Nilai-nilai silaturrahim dapat ditujukan untuk menjalin kedekatan antara antara masyarakat setempat dengan organisasi sosial keagamaan, antara masyarakat dengan pemerintah yang dalam hal ini Forkopimcam ataupun pemdes, BKTM dan  Babinsanya, serta adanya kedekatan yang erat diantara ke tiganya. Nilai-nilai dakwah dapat diwujudkan dengan adanya penyampaian terhadap pesan-pesan moral yang dapat bersumber dari nilai-nilai ajaran agama Islam, maupun yang bersumber dari kearifan lokal. Sedangkan nilai dari edukasi dan sosialisasi ini dapat diwujudkan dengan penyampaian-penyampaian dari program pemerintah, edaran serta himbauannya kepada masyarakat. Sehingga dengan hal ini masyarakat bisa tercerahkan, bisa memahami dan akhirnya dapat meningkatkan pengetahuannya, baik dalam aspek agama, maupun sosialnya.

Sebagai tuan rumah, K. Syamsudin selaku Takmir Masjid Nurul Huda menyampaikan terima kasih kepada tim Safari Ramadhan, atas diberikannya kesempatan dan kepercayaan untuk digelarnya acara tersebut di Masjid Nurul Huda. Beliau juga berharap kehadiran serta acara dari Safari Ramadhan kali ini dapat membawa manfaat serta dapat meningkatkan kualitas iman jama’ah Masjid Nurul Huda.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua PR GP Ansor Pakel, Sahabat Koirudin. Setelah sukses menjadi tuan rumah untuk gelaran Konferancab XI PAC GP Ansor Watulimo di MI Pakel kemarin, kali ini  PR GP Ansor Pakel menjadi tuan rumah untuk acara Safari Ramadhan kali kedua Ramadhan tahun ini. Harapannya dengan ini semua dapat mempererat jalinan silaturrahim serta koordinasi antara PAC GP Ansor Watulimo dengan PR GP Ansor Pakel.

Safari Ramadhan sebenarnya adalah acara rutin tahunan yang menjadi agenda dari PAC GP Ansor Watulimo. Namun di Ramadhan 1442 H ini, konsep pelaksanaannya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. “Pada tahun ini Safari Ramadhan tergabung dalam satu tim yang terdiri dari instansi pemerintah (Forkopimcam) dengan beberapa ormas keagamaan. Sekiranya tahun ini pandemi ini tidak ada, atau sudah berakhir, pastinya Safari Ramadhan ini jauh lebih meriah”, ungkap dari Sahabat Murdiyanto, Ketua PAC GP Ansor Watulimo.

Meskipun acara ini dilakukan di daerah yang cukup aman, namun jama’ah diminta untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan. “Di daerah Watulimo masih ada pandemi, oleh karena itu, masyarakat tetap diharapkan mematuhi protokol kesehatan. Selalu memakai masker, baik pada saat menjalankan ibadah di masjid-musholla maupun aktivitas luar lainnya. Hal ini sebagai wujud dari sadar dan taat peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah”, tegas Bapak Agung Mukirno mewakili sambutan Camat Watulimo.

Hal tersebut juga dikuatkan dari sambutan Bapak AKP. Suyono selaku Kapolsek Watulimo. Beliau menegaskan bahwa adanya pandemi yang belum berakhir, sehingga adanya edaran dan himbauan dari KEMENAG, MUI dan dari ormas keagamaan untuk tetap melaksanakan disiplin protokol kesehatan. Menurutnya masyarakat harus tetap mematuhi dan melaksanakan 5 M. Yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, hindari kerumunan, dan tingkatkan imunitas tubuh serta tingkatkan ibadah. Karena itu semua merupakan ikhtiar untuk menjauhkan diri, keluarga dan lingkungan dari pandemi ini.

Disisi lain orang nomor satu di Mapolsek Watulimo ini, juga mengajak kepada masyarakat untuk mengelola dan menjaga kamtibmas agar selalu kondusif. “Karena modal dasar dari pembangunan nasional yang digadang-gadang bertumpu pada pembangunan dari desa ini adalah adanya kamtibmas yang stabi dan kondusif. Tanpa keamanan dan ketertiban yang kondusif pembangunan tidak akan terwujud. Oleh karena itu, kepada jama’ah khususnya kepada Bapak-bapak dan para remaja untuk menjauhi 5M, yang dalam bahasa jawanya molimo (tidak mau melakukan lima perkara yang dilarang). Yaitu: mendem (minuman keras), madat (napza), madon (berzina), main (berjudi), maling (mencuri).” pungkasnya. (dh).


Kontributor : Devid Hariyanto
Fotografer : Agus Rianto, Agus Salim

Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung