Rabu, 16 September 2020

Gerakan Pemuda Ansor Ranting Karanggandu Adakan Reorganisasi Melalui Forum Rapat Anggota

Ansor Watulimo News – Selasa, 15 September 2020 Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Karanggandu mengadakan reorganisasi dalam bingkai Rapat Anggota. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Madrasah Ibtidaiyah Karanggandu Kecamatan Watulimo dengan mengundang segenap Pengurus dan Anggota Ansor – Banser se Desa Karanggandu.

Acara Rapat Anggota dimulai pukul 19.30 WIB dengan diawali ceck in Peserta yang hadir dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan yaitu pakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai air mengalir dan sabun serta memakai hand sanitizer.

Rapat Anggota yang dilaksanakan di Ranting Karanggandu tersebut merupakan rangkaian agenda Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Watulimo dan merupakan Rapat Anggota yang ke-10 kalinya setelah Rapat Anggota di Ranting Pakel. 

Selain undangan dari Pengurus dan Anggota Ansor juga dihadiri oleh Pengurus Nahdlatul Ulama Ranting Karanggandu dan undangan dari tokoh masyarakat – tokoh agama yang ada di Desa Karanggandu.

Dari PAC GP Ansor Watulimo, hadir Ketua PAC (sahabat Murdiyanto) yang didampingi oleh sahabat Endri Supriyo (Sekretaris PAC) dan segenap jajaran Pengurus Harian PAC GP. Ansor Watulimo maupun Jajaran Satkoryon Banser Watulimo. 

Rapat Anggota didahului dengan Pembukaan, pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars GP. Ansor, Mars Syubbanul Wathon, Sambutan-sambutan, Prosesi Pemilihan dan diakhiri dengan Penutup yang diisi Doa.

Dalam Sambutannya, Ketua GP. Ansor Ranting Karanggandu, yaitu sahabat Thoyibun menyampaikan Bahwa dalam 1 tahun terakhir untuk Ranting Karanggandu hampir vakum dari kegiatan ijtimaan. Namun demikian dalam bidang tertentu Ranting Karanggandu sangat eksis dalam melaksanakan kegiatan tersebut, misal dalam hal perekonomian dan usaha organisasi sampai masa Bhakti berakhir Ranting Karanggandu menyisakan (Saldo) Kas Organisasi sekitar Rp. 38 juta. Sungguh sangat fantastis dalam pengelolaan sumber dana dan usaha organisasi.

Selanjutnya sahabat Murdiyanto selaku Ketua PAC GP. Ansor Watulimo menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap jajaran Pengurus Ranting Gerakan Pemuda Ansor Karanggandu beserta segenap jajaran satkorkel Banser Karanggandu Masa Khidmah 2018-2020. Ketua PAC juga berharap, kedepan GP. Ansor Karanggandu harus lebih solid lagi, serta berupaya untuk disiplin dan tertib administrasi dengan berpedoman pada Peraturan Organisasi yang berlaku. 

Hal ini dikarenakan selain tuntutan dalam Pedoman Organisasi juga karena GP. Ansor berbeda dengan Banom-banom NU lainnya. Pada organisasi GP. Ansor ada sistem Akreditasi Organisasi yang mensinyalkan kepada para pengurus untuk lebih giat dan tertib dalam penataan administrasi secara baik dan benar.

Selain hal tersebut diatas, juga disampaikan beberapa hal terkait Program Kerja yang harus terus digiatkan dan diistiqomahkan. Mengingat beberapa bulan terakhir, kegiatan Ansor banyak yang tertunda dan terbengkalai akibat Wabah Covid-19 (Virus Corona) yang menghambat segala aktifitas manusia dalam bertemu dan berkumpul bersama dibatasi. Program-program tersebut antara lain kegiatan Rijalul Ansor dan Kaderisasi yang sampai saat ini masih Vakum. 

Acara Rapat Anggota GP. Ansor Karanggandu memilih dan menetapkan sahabat Ali Azhar Makmun sebagai Ketua Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Karanggandu untuk Masa Khidmah 2020-2022. Semoga kedepan Gerakan Pemuda Ansor Ranting Karanggandu semakin maju, jaya, bermanfaat dan membawa keberkahan untuk semuanya . (MY)
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung