Kamis, 10 September 2020

Sosialisasi dan Pemantapan Susunan Pengurus Gerakan Pemuda Ansor Ranting Margomulyo

Ansor Watulimo News - Rabu, tanggal 9 September 2020 bertempat di Masjid al-Barokah, Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Margomulyo melaksanakan rapat pembentukan kepengurusan Pimpinan Ranting GP Ansor Margomulyo untuk masa khidmat 2020-2022. Dalam acara tersebut, hadir sejumlah 34 anggota baru dan beberapa tamu undangan, khususnya dari Tanfidziyah NU. Dari segi kuantitas terdapat peningkatan anggota dibanding dengan pertemuan sebelumnya. Setingkat pimpinan ranting jumlah yang sekian tersebut sudah lebih dari cukup untuk menggerakkan sebuah organisasi. Namun hal itu dengan catatan bahwa kuantitas harus berbanding lurus atau sejajar dengan kualitas anggota. Semakin banyak anggota, idealnya harus memperbanyak usaha untuk menjaga serta meningkatkan kualitas anggota. Pun ketika tidak berjalan sepenuhnya begitu, maka alternatifnya adalah harus memunculkan adanya beberapa kader militan yang bisa mengcover pergerakan organisasi.

Ada sekitar 19 anggota yang terpilih untuk menempati struktur kepengurusan GP Ansor Ranting Margomulyo dengan ketua umum dijabat oleh Sahabat Masruriyatul Hikmat. Sebagaimana hasil dari  Rapat Anggota Ranting pada tanggal 30 Agustus 2020 kemarin, menetapkan bahwa Sahabat Masruriyatul Hikmat sebagai ketua terpilih GP Ansor Ranting Margomulyo masa khidmat 2020-2022. Untuk draft penyusunan struktur kepengurusan baru sebelumnya telah diforumkan dalam rapat formatur yang terdiri dari ketua terpilih, ketua lama, perwakilan dari dusun serta dari penasihat.

Dalam sambutannya, Masruriyatul Hikmat mengucapkan terima kasih atas amanat yang dipercayakan kepadanya. Ia meminta kepada segenap anggota, terutama yang menduduki jabatan struktural untuk bekerja sama dalam memberdayakan organisasi. Merapatkan barisan serta menyatukan persepsi untuk berjuang bersama dalam wadah GP Ansor Ranting Margomulyo. Ia juga menghimbau kepada seluruh anggota untuk bersikap profesional, tanggung jawab dan independen. Hal ini dikarenakan bahwa GP Ansor merupakan “anak mbarep” dari NU harus bisa menjadi generasi penerus NU. Di sisi lain, segala kiprah GP Ansor harus bisa menjadi teladan bagi banom muda lainnya. Dalam proses perjalanan khidmatnya nanti segenap jajarannya membutuhkan dukungan, saran serta kritik yang bersifat membangun demi tercapainya tujuan organisasi.

Sebagai sambutan penutup serta motivasi kepada seluruh anggota, K. Sidik Rubani, selaku Ketua Tanfidziyah NU Ranting Margomulyo menyampaikan bahwa NU harus punya generasi muda yang militan. Dan generasi muda yang paling dekat itu adalah GP Ansor. Oeh karena itu, Kader Ansor harus tanggap terhadap segala tantangan permasalahan keumatan dan kebangsaan. GP Ansor harus bisa menjadi garda depan dalam menjaga umat dan bangsa. Beliau juga berpesan “jangan pernah mempertanyakan apa yang telah diberikan NU atau Ansor kepadamu, tetapi tanyalah dirimu sendiri, apa yang telah kamu berikan kepada NU atau Ansor”.

Semoga Pimpinan Ranting GP Ansor Margomulyo masa khidmat ini bisa “mbarokahi”. Aamiin.


Kontributor : David Hariyanto
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung