Selasa, 08 September 2020

PAC GP. Ansor Watulimo adakan Turba Maraton Ke-2 Ranting Sekaligus

Ansor Watulimo News - Senin, 7 September 2020 Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Watulimo mengadakan Turba Maraton ke-2 Ranting Sekaligus. Kedua Ranting itu adalah Ranting Karanggandu dan Ranting Tasikmadu.

Agenda pokok Turba ke Ranting Karanggandu adalah untuk persiapan Rapat Anggota yang sekaligus silaturahim kepada para Masyayikh / tokoh senior Ansor yang ada di Desa Karanggandu. Sedangkan untuk yang ke Ranting Tasikmadu dalam agenda konsolidasi persiapan Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang rencananya akan diselenggarakan di Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo.

Acara Turba maraton PAC GP. Ansor Watulimo dipimpin langsung oleh sahabat Murdiyanto selaku Ketua PAC dan didampingi oleh beberapa jajaran Pengurus Harian PAC serta jajaran Pengurus Banser Satkoryon Watulimo.

Kegiatan Turba dimulai pada pukul 19.30 WIB dan langsung menuju kediaman Ketua GP. Ansor Karanggandu (sahabat Thoyibun) dan dilanjutkan menuju kediaman para senior Ansor yang ada di Desa Karanggandu.


Selepas dari Karanggandu, sekitar pukul 22.30 WIB acara dilanjutkan menuju Ranting Tasikmadu untuk Konsolidasi persiapan pelaksanaan Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang rencananya akan dilaksanakan pada akhir bulan September 2020 ini atau selambat-lambatnya pada awal bulan Oktober 2020.

Acara Turba berakhir pada pukul 01.30 WIB dini hari selanjutnya menuju rumah masing-masing dengan diiringi rintik-rintik turunnya air dari langit yang membawa suasana dan kondisi para sahabat semakin basah kuyup dan kedinginan.

Alhamdulillah kegiatan turba maraton terlaksana dengan lancar, aman, baik dan sukses; semoga membawa kemanfaatan dan keberkahan untuk semuanya. Aamiin (MY)
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung