Senin, 31 Agustus 2020

Pemimpin Tertinggi Nahdlatul Ulama


Pemimpin Tertinggi Nahdlatul Ulama dari masa ke masa. Pada jabatan
Rais Akbar Nahdlatul Ulama disematkan kepada K.H. Hasyim Asy'ari. Sedangkan untuk jabatan Rais Aam Nahdlatul Ulama disandang 

oleh nama-nama besar seperti,
- KH. Wahab Chasbullah,
- KH. Bisri Syansuri,
- KH. Ali Maksum,
- KH. Achmad Muhammad Hasan Siddiq,
- KH. Ali Yafie,
- KH. M. Ilyas Ruhiyat,
- KH. M. A. Sahal Mahfudh,
- KH. Mustofa Bisri (Gus Mus),
- KH. Ma'ruf Amin, dan
- KH. Miftahul Akhyar.

Semoga pengabdian beliau-beliau kepada NU dan Indonesia ini menjadi amal ibadah. Aamin ya Rabbal'alamiiin.
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung