Senin, 15 November 2021

MAJELIS TAHKIM (DEWAN ETIK) MUKTAMAR KE-34 NU


MAJELIS TAHKIM MUKTAMAR KE 34 NU

Dalam susunan panitia Muktamar Ke-34 NU, terdapat 11 ulama sepuh NU yang duduk di Majelis Tahkim.

Posisi ini melengkapi susunan kepanitiaan selain Penanggung Jawab, Penasihat, Steering Committee (SC), Organizing Committee (OC), dan bidang-bidang, serta komisi.

Majelis Tahkim ini diketuai oleh KH Ma’ruf Amin dengan sepuluh anggotanya yakni:

1. Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri, 

2. Mustasyar PBNU sekaligus Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Anwar Manshur, 

3. Mustasyar PBNU sekaligus Rais Syuriyah PWNU Nusa Tenggara Barat TGH Turmudzi Badaruddin, 

4. Mustasyar PBNU KH Dimyati Rois. 

5. Mustasyar PBNU Habib Lutfi bin Yahya,

6. Rais Syuriyah PBNU KH Nurul Huda Jazuli,

7. Mustasyar PBNU Abuya Muhtadi Dimyathi, 

8. Pengasuh Pesantren Nurul Cholil Bangkalan KH Zubair Muntashor, 

9. Rais Syuriyah PBNU KH Ali Akbar Marbun, dan 

10. Mustasyar PBNU Prof KH Khotibul Umam.

Majelis Tahkim merupakan dewan etik yang terdiri dari para ulama sepuh untuk menjaga pelaksanaan Muktamar dengan menjunjung tinggi aturan-aturan dan akhlakul karimah. Keberadaan Majelis Tahkim ini penting untuk penyelenggaraan muktamar didasari NU bukanlah organisasi biasa, tetapi organisasinya para ulama. 

Karena itu, NU menjadi tempat pembelajaran semua pihak, baik di internal NU maupun masyarakat umum. Saat silaturahim Panitia Muktamar Ke-34 NU dengan Ketua Majelis Tahkim (Dewan Etik) Muktamar Ke-34 NU di kediaman resmi Wakil Presiden, Jalan Diponegoro, Jakarta, Jumat (12/11/2021), KH Ma’ruf Amin menyatakan kesiapannya hadir pada Muktamar.

Bahkan, Kiai Ma’ruf Amin akan menunggui Muktamar NU di Lampung secara fisik selama berlangsung dari pembukaan sampai penutupan. Hal itu dalam rangka memantau, menunggui, dan menjaga pelaksanaan muktamar. 

Kiai asal Tanara Banten ini menekankan pentingnya muktamar berjalan dengan mengedepankan musyawarah. Hal ini tidak lain agar muktamar berjalan sejuk. Kiai Ma’ruf juga menekankan agar semua pihak mentaati aturan-aturan yang sudah pernah dilakukan pada muktamar-muktamar sebelumnya. Di antaranya terkait pemilihan Rais ‘Aam PBNU yang tetap menjalankan mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa). 

Sementara dalam pemilihan Ketua Umum, sesuai aturan, pemilihan dilakukan dengan pemungutan suara oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU).    

Dalam Waktu dekat, Kiai Ma'ruf sebagai Ketua Majelis Tahkim akan mengundang seluruh anggota majelis tersebut. Hal itu guna memusyawarahkan kode etik bagi semuanya dalam pelaksanaan muktamar nanti. 

Sementara Ketua Panitia Pengarah (SC) Muktamar ke-34 NU, Prof Muhammad Nuh, menginginkan agar seluruh jajaran kepanitiaan mampu menciptakan kesejukan pada perhelatan muktamar mendatang.     

“Kita harus ciptakan suasana muktamar yang sejuk. Kita harapkan, kita bawa suasananya sejuk. Siapa yang akan jadi nanti, itu takdir. Tapi tugas kita adalah menyiapkan suasana sejuk,” katanya dalam rapat persiapan Muktamar ke-34 NU, di Gedung PBNU Jalan Kramat Raya 164 Jakarta, beberapa waktu lalu.  

Kesuksesan muktamar menurutnya tidak hanya dilihat dari sisi pelaksanaannya saja tetapi juga harus ada konten bermanfaat dan berkualitas, baik dari forum bahtsul masail (waqi’iyah, maudhuiyah, qanuniyah) dan komisi-komisi (program kerja, organisasi, rekomendasi). 


Sumber: NU Online
Share:

Tinjau Lokasi Muktamar NU, Prof Nuh: Panitia Harus Kompak Bersinergi


Ketua Steering Committee (SC) Muktamar ke-34 NU, Prof H Muhammad Nuh meninjau lokasi pembukaan Muktamar NU di Pesantren Darussa’adah Mojo Agung, Seputih Jaya, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Prof Nuh menyampaikan, panitia lokal Muktamar ke-34 NU harus kerja ekstra keras, cepat, melengkapi pembenahan-pembenahan infrastruktur seputar di komplek Pesantren Darussa’adah ini. 

Pada hari H kurang seminggu, pelaksanaan Muktamar ke-34 NU semua sarana sudah harus siap semua. 

“Mudah-mudahan Muktamar ke-34 NU ini berjalan lancar, sukses. Kita sambut hajatan lima tahunan warga NU ini dengan riang gembira. Semua elemen panitia lokal dan panitia daerah harus kompak dan bersinergi,” tambah mantan Rektor ITS Surabaya, Jawa Timur ini. 

Demikian disampaikan Ketua PCNU Lampung Tengah, KH Imam Suhadi, yang mendampingi panitia pusat dalam agenda silaturahim dengan Rais Syuriyah PWNU Lampung KH Muhsin Abdillah, Jumat (12/11/2021) malam. 

“Prof Nuh bersama panitia lokal dan pengurus PCNU Lampung Tengah lainnya selama satu jam lebih berkeliling Pesantren Daruss’adah dan meninjau lokasi pembangunan Aula Muktamar NU ke-34,” kata Kiai Imam Suhadi kepada NU Online melalui WhatsApp, Sabtu (13/11).

 Sebagaimana diketahui, Muktamar ke-34 NU akan digelar komplek Pesantren Darussa’adah Mojo Agung, Seputih Jaya, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, dan di Kota Bandar Lampung, pada Kamis-Sabtu, 23-25 Desember 2021 yang bertepatan 18-20 Jumadil Ula 1443 H. 

Sebagai informasi, forum permusyawaratan tertinggi di Nahdlatul Ulama ini mengusung tema Menuju Satu Abad NU: Membangun Kemandirian Warga untuk Perdamaian Dunia. 

Sejumlah agenda Dari informasi yang dihimpun NU Online, beberapa agenda Banom dan Lembaga NU untuk menyambut muktamar, baik yang akan digelar di komplek Pesantren Darussa’adah Mojo Agung maupun kabupaten/kota lainnya antara lain, pertama, Semaan Kubro yang akan diselenggarakan Pengurus Wilayah Jam’iyyatul Qurra’ wal Hufadz (PW JQH NU) Lampung pada Ahad, 5 Desember 2021 mendatang. 

Kedua, Pendidikan dan Latihan Khusus (Diklatsus) Ansor-Banser meliputi; Protokoler, Provost, dan Balantas Satkorwil Banser Provinsi Lampung, diagendakan di komplek Pesantren Darussa’adah Mojo Agung, pada Jumat-Ahad, 3-5 Desember 2021 mendatang, bertepatan 27-29 Rabiul Akhir 1443 H. Ketiga, Silaturahim Nasional (Silatnas) Jam’iyyah Ruqyah Aswaja An Nahdliyyah (JRA) se-Indonesia di komplek Pesantren Tri Bhakti At-Taqwa Rama Puja, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur, pada Rabu, 22 Desember 2021.

Kontributor: A Syarief Kurniawan 
Editor: Musthofa Asrori

Sumber: NU Online
Share:

Sabtu, 06 November 2021

Bupati Pasuruan yang Juga Komandan Banser Jatim Dapat Penghargaan Kepala Daerah Inovatif 2021 Berkat Vaksinasi Kolaborasi

Caption foto : Bupati Pasuruan, Gus Irsyad (tiga dari kiri) berfoto bersama kepala daerah lain dan Menteri Agama Ya'qut Cholil Qoumas (empat dari kiri) yang mendapat penghargaan dari MNC Portal Indonesia


Anwalin News - Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf yang juga Komandan Banser Jawa Timur mendapat penghargaan Kepala Daerah Inovatif yang digelar oleh MNC Portal Indonesia, Jumat (5/11/2021). 

Gus Irsyad berhasil menyabet penghargaan kategori inovasi layanan publik bersama dengan 16 kepala daerah lain.

Diantaranya ada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dengan kategori inovasi kesehatan. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dengan kategori inovasi layanan publik. Serta 14 kepala daerah lainnya

Pada malam acara penghargaan Kepala Daerah Inovatif 2021, MNC Portal Indonesia (MPI) mengapresiasi program vaksinasi kolaborasi di Kabupaten Pasuruan sebagai langkah inovatif dalam menangani pandemi covid-19.

Vaksinasi Kolaborasi merupakan wujud kerja bersama antara pihak Polri, TNI, Kejaksaan, Pengadilan, ASN, relawan, serta organisasi kepemudaan. 

Berkat program vaksinasi kolaborasi, kini masyarakat Kabupaten Pasuruan tidak kesulitan dalam mendapatkan vaksinasi. 

Vaksinasi di Kabupaten Pasuruan tidak lagi terpusat di puskesmas atau kantor kecamatan. 

Melainkan petugas kesehatan yang jemput bola datang ke desa-desa untuk memvaksin warga. 

Sehingga angka prosentase capaian vaksinasi di Kabupaten Pasuruan bisa meningkat dan merata ke berbagai kalangan. 

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menyampaikan jika berbagai inovasi kebijakan kepala daerah sangat berpengaruh dalam memajukan perekonomian terutama dalam sektor Koperasi dan UMKM lewat pembangunan ekosistem digital. 

"Terlebih lagi, yang sekarang sangat diperlukan adalah peran aktif, inovasi dan terobosan Pemda dalam transformasi digital. Tujuannya mendorong percepatan digitalisasi UMKM," tandasnya. (ada)

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama, Yaqut Qaumas juga menyatakan jika kepala daerah patut berbangga karena  proses penilaian yanh dilalui cukup panjang hingga dapat penghargaan. Kebetulan, Gus Ya'qut adalah Ketua Umum GP Ansor, sehingga ada dua pentolan Ansor dalam penghargaan tersebut.

"MNC Portal Indonesia (MPI) telah melakukan seleksi penilaian yang tidak singkat. Sehingga yang dapat memang benar-benar layak menerima anugrah tersebut," ungkapnya. (Laoh Mahfud)


Share:

Sabtu, 23 Oktober 2021

Ansor Jatim Didik Kader Melalui Madrasah Cyber Gelombang Dua


Anwalin News - Mojokerto (23/10/2021) Digitalisasi dan Cyber dalam kehidupan sekarang tidak bisa terpisahkan, dengan menerjemahkan tantangan itu, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur tak tinggal diam, menggembleng kadernya melalui Madrasah Cyber.

 

Inovasi yang diklaim pertama di Indonesia tersebut, bergandeng tangan dengan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Yang nantinya kader ansor seluruh Jawa Timur tersebut akan digembleng terkait cyber, dengan materi orientasi, literasi digital, gerakan media sosial, desain grafis, jurnalistik, website, hingga big data.

 

Sebelumya, Madrasah Cyber yang mengambil tema Digital Literacy For University-Community Engagement, digelar pertama pada 17 September 2021, selang satu bulan kemudian gelombang dua pada tanggal 22 oktober 2021 baru bisa digelar.

 

Dalam sambutanya Habib Mahdi Khered Wakil Ketua Bidang Cyber ITE Ansor Jawa Timur, menuturkan bahwasanya, informasi terhadap Media Cyber Ansor ini, harus tersebar luas sampai dengan ranting-ranting, dalam kegiatan itu dihadiri oleh separuh lebih Kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Timur.

 

“Gelombang pertama menjadi tranding topic, di Nasional, dalam gelombang kedua ini saya ingin larinya lebih kencang untuk sahabat-sahabat, karena beban dipundak sahabar semua akan berat jika cuman jalan saja, setelah pelatihan ini nantinya juga akan menularkan ilmu-ilmu kepada Sahabat Ansor yang ada di Kabupaten Masing-masing,” terangnya saat membuka acara di Mojokerto.

 

Dirinya mengaku, bahwasanya era digitalisasi ini memiliki dua aspek positif dan negatif, analoginya adalah bisa memecah belah umat manusia, dan bisa menyatukan umat manusia. Nanti sahabat semua akan mendapatkan pelajaran tentang dunia sosial atau dunia cyber.

 

“Saya berterimakasih kepada UIN Sunan Ampel Surabaya, tentang gandeng tangan erat bersama Ansor ini membuktikan pendirinya memang betul warga Nahdliyin,” tambahnya.

 

Harapnya, terselenggaranya Madrasah Cyber yang mengambil tema Digital Literacy For University-Community Engagement, menumbuhkan embrio baru bagi kader Ansor dalam menerjemahkan tantangan zaman.

 

“Semoga dapat diikuti dan difahami secara betul-betul, sehingga nanti informasi penting, mengenai madrasah cyber ini bisa ditularkan hingga ranting,” ujarnya.

 

Sementara Wakil Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya Abdul Muhid, menjelaskan bahwasanya dengan adanya madrasah cyber ini penting untuk menjawab tantangan zaman. Baik sebagaia kader Gp Ansor maupun sebagai Mahasiswa.

 

“Apalagi eranya milenial, sahabat Gp Ansor maupum Mahasiswa mampu beradaptasi cepat tentang perkembangan zaman, seperti literacy digital hal komponen yang tidak bisa kita tinggalkan dalam dunia cyber,” tegasnya.

 

Dengan diklat cyber ini tujuan kita memang sama, bagaimana bisa mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan mempertahankan Kemerdekaan.

 

“Semoga, bisa terus bergandeng tangan untuk menyebar manfaat antara sesama dan khususnya demi NKRI,” tandas Wakil Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya.

Share:

Kamis, 14 Oktober 2021

KETUA UMUM PBNU DARI MASA KE MASA


Muktamar NU ke-1 (Surabaya, 1926) :
KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan
H.Hasan Gipo (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-2 (Surabaya, 1927) :
KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan 
H.Hasan Gipo (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-3 (Surabaya, 1928) :
KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan 
H.Hasan Gipo (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-4 (Semarang, 1929) :
KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan 
KH.Achmad Noor (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-5 (Pekalongan, 1930) : KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan 
KH.Achmad Noor (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-6 (Cirebon, 1931) : 
KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan 
KH.Achmad Noor (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-7 (Bandung, 1932) : 
KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan 
KH.Achmad Noor (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-8 (Jakarta, 1933) : 
KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan 
KH.Achmad Noor (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-9 (Banyuwangi, 1934) : KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan 
KH.Achmad Noor (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-10 (Surakarta, 1935) :
KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan 
KH.Achmad Noor (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-11 (Banjarmasin, 1936) : KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan 
KH.Achmad Noor (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-12 (Malang, 1937) : 
KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan 
KH.Machfudz Siddiq (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-13 (Banten, 1938) : 
KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan 
KH.Machfudz Siddiq (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-14 (Magelang, 1939) :
KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan 
KH.Machfudz Siddiq (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-15 (Surabaya, 1940) :
KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan 
KH.Machfudz Siddiq (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-16 (Purwokerto, 1946) : KH.M.Hasyim Asy’ari (Rais Akbar) dan 
KH.Nachrowi Tohir (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-17 (Madiun, 1947) : 
KH.Abdul Wahab Hasbullah (Rais Aam) dan
KH. Nachrowi Tohir (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-18 (Jakarta, 1948) : 
KH.Abdul Wahab Hasbullah (Rais Aam) dan
KH.Nachrowi Tohir (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-19 (Palembang, 1951) :
KH.Abdul Wahab Hasbullah (Rais Aam) dan
KH.Abdul Wahid Hasyim (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-20 (Surabaya, 1954) : 
KH.Abdul Wahab Hasbullah (Rais Aam) dan
KH.Muhammad Dahlan (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-21 (Medan, 1956) : 
KH.Abdul Wahab Hasbullah (Rais Aam) dan
KH.Idham Chalid (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-22 (Jakarta, 1959) : 
KH.Abdul Wahab Hasbullah (Rais Aam) dan
KH.Idham Chalid (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-23 (Surakarta, 1962) : 
KH.Abdul Wahab Hasbullah (Rais Aam) dan
KH.Idham Chalid (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-24 (Bandung, 1967) : 
KH.Abdul Wahab Hasbullah (Rais Aam) dan
KH.Idham Chalid (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-25 (Surabaya, 1971) : 
KH.Bisri Syansuri (Rais Aam) dan
KH.Idham Chalid (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-26 (Semarang, 1979) : 
KH.Bisri Syansuri (Rais Aam) dan
KH.Idham Chalid (Ketua Tanfidziyah).
Tahun 1980, KH.Bisri Syansuri wafat dan digantikan KH.Ali Maksum pada tahun 1981 dalam Munas Alim Ulama’ NU di Kaliurang.

Muktamar NU ke-27 (Situbondo, 1984) : 
KH.Achmad Siddiq (Rais Aam) dan
KH.Abdurrahman Wahid (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-28 (Yogyakarta, 1989) : KH.Achmad Siddiq (Rais Aam),
beliau wafat tahun 1991 kemudian diganti KH.Ali Yafie Tahun 1992,dalam Munas Alim Ulama’ di Lampung,
Pjs Rais Aam dilanjutkan KH.M.Ilyas Ruchiyat
sampai 1994 dan
KH.Abdurrahman Wahid (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-29 (Tasikmalaya, 1994) : KH.M.Ilyas Ruchiyat (Rais Aam) dan
KH.Abdurrahman Wahid (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-30 (Kediri, 1999) : 
KH.MA.Sahal Mahfudh (Rais Aam) dan
KH.A.Hasyim Muzadi (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-31 (Surakarta, 2004) : 
KH.MA.Sahal Mahfudh (Rais Aam) dan
KH.A.Hasyim Muzadi (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-32 (Makassar, 2010) : 
KH.MA.Sahal Mahfudh (Rais Aam),
Beliau wafat tahun 2014 kemudian diganti oleh KH.A.Musthofa Bisri menjadi Pejabat Rais Aam 2014-2015 dan
KH.Said Aqil Siroj (Ketua Tanfidziyah)

Muktamar NU ke-33 (Jombang, 2015) : 
KH.Ma’ruf Amin (Rais Aam) dan
KH.Said Aqil Siroj (Ketua Tanfidziyah).
Tahun 2018,KH.Ma’ruf Amin mengundurkan diri dan digantikan KH.Miftachul Akhyar sebagai Pejabat Rais Aam.

Muktamar NU ke-34 (Lampung, 2021)
Kita tunggu hasil Muktamar.
Share:

Minggu, 10 Oktober 2021

Pembukaan Safari Maulidur Rasul PAC GP. Ansor Watulimo


Anwalin News – Gemaharjo (09/10) Bulan Rabi’ul Awal adalah bulan yang sangat dimuliakan oleh umat muslim yang ada di seluruh dunia. Tentunya bukan tanpa alasan, karena pada bulan Rabi’ul Awal inilah Nabi Muhammad SAW dilahirkan ke dunia ini. Tepatnya pada hari senin, 12 Rabiul awal di tahun Gajah.

 

Bulan Rabiul Awal menjadi bulan untuk mengungkapkan akan kecintaan kita dan kegembiraan dengan adanya (lahirnya) baginda Rasulullah SAW. Bahkan bukan hanya orang muslim saja yang mendapatkan kegembiraan tersebut. Orang kafir sekaligus akan mendapatkan manfaat dengan kegembiraan tersebut.

 

Dalam hadits riwayat Imam al-Bukhori dikisahkan saat Tsuwaibah yakni budak perempuan dari Abu Lahab yang menyampaikan kabar gembira mengenai kelahiran bayi yang sangat mulia dan Abu Lahab segera memerdekakan Tsuwaibah sebagai bentuk dari wujud tanda cinta dan kasih. Karena kegembiraannya tersebut, pada hari kiamat kelak, siksa atas dirinya akan diringankan pada setiap hari senin.


 
Bulan Rabiul Awal juga menjadi bulan untuk mengembalikan keteguhan cinta kita kepada Rasulullah SAW. Bagi setiap orang mukmin, kecintaan pada Rasulullah SAW adalah merupakan satu kewajiban  dan salah satu cara untuk meningkatkan sebuah keimanan dan taqwa. Kecintaan pada Rasulullah SAW juga harus berada di barisan yang lain dan harus melebihi segalanya bahkan pada keluarga atau diri sendiri. Dalam sebuah hadits diterangkan : “Tidak sempurna iman salah satu diantara kamu sehingga aku lebih dicintai olehnya daripada anaknya, orangtuanya dan seluruh manusia.” (HR. Bukhari Muslim)

 

Dibulan Rabiul Awal atau bulan peringatan Maulid Nabi dianjurkan untuk Bersholawat atas Nabi, dan di anjurkan untuk memperbanyak bacaan sholawat nabi.  Dalam Al-Qur’an surah al-ahzab ayat 56 Allah SWT berfirman yang artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya”. Dari ayat di atas dapat diartikan bahwa di anjurkan bagi umat Islam untuk bersholawat kepada nabi sebagai makna penghormatan kepadanya.


 

Sebagai bentuk rasa syukur dan kebahagiaan atas datangnya bulan Rabi’ul awal, Pengurus PAC GP. Ansor Watulimo pada tahun ini (2021) menggelar kegiatan Safari Maulidur Rasul dan Turba Maulid se-wilayah Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek. Pada hari Sabtu, 09 Oktober 2021 bertepatan dengan tanggal 3 Rabi’ul Awal 1443 hijriyah, PAC mengawali safari turbanya yang sekaligus pembukaan kegiatan ditempatkan di rumah sahabat Murdiyanto (Ketua PAC GP. Ansor Watulimo). Kegiatan Safari Maulidur Rasul diisi dengan pembacaan sholawat al-barzanji natsar dan nadhom yang diikuti oleh segenap jajaran pengurus PAC, MDSRA, pengurus Ranting se-Kecamatan Watulimo dan Crew Media Anwalin PAC GP. Ansor Watulimo.



 

Sebelum pembacaan Maulid Al-Barzanji, kegiatan Safari diisi dengan Prakata/Sambutan pengantar dari sahabat Mustarom selaku Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor PAC GP. Ansor Watulimo. Sahabat Mustarom menyampaikan beberapa point penting terkait kegiatan MDSRA dan sekaligus membuka turba/safari maulidur rasul yang akan dilaksanakan secara bergilir dan berkeliling sewilayah Kecamatan Watulimo. Setelah itu kegiatan diisi dengan menyanyikan Mars Syubbanul Wathon dan Mars GP. Ansor yang diteruskan dengan pembacaan Maulid al-Barzanji oleh sahabat Samsul Huda (Ketua Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Watulimo) dan beberapa kader ansor yang lainnya dengan cara silih berganti dalam membaca maulid al-barzanji tersebut. Selanjutnya pada pembacaan doa maulid dipimpin oleh sahabat Masngat; Ketua Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Slawe yang sekaligus juga wakil ketua MDSRA – PAC GP. Ansor Watulimo.



Selepas pembacaan Maulid al-Barzanji, acara diisi oleh sahabat Murdiyanto selaku Ketua PAC GP. Ansor Watulimo. Kang Myanto (begitu panggilan akrabnya) menyampaikan beberapa agenda kedepan terkait dengan Program Kerja yang akan dilaksanakan oleh PAC GP. Ansor Watulimo Kabupaten Trenggalek. Program tersebut diantaranya pelaksanaan peringatan Hari Santri Nasional, Kemah Bhakti Sumpah Pemuda, Ziarah Auliya/Muassis NU, dan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2021. Selain itu juga disinggung terkait rencana pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Diklatsar Banser (dalam pembahasan lebih lanjut).

 

Alhamdulillah secara keseluruhan acara terlaksana dengan lancar, aman, penuh kekhidmatan dan sukses dengan harapan semoga dengan pembukaan Safari Maulidur Rasul yang akan dilaksanakan secara rutin tersebut dapat menambah rasa mahabbah kepada baginda Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai momentum meneladani perjuangan Rasulullah yang pada akhirnya kita diakui sebagai ummatnya yang berhak mendapatkan syafa’atnya besuk dihari kiamat. Aamiin (MY)

Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung