Minggu, 27 Juni 2021

Mujahaddah Bersama Oleh GP. Ansor Ranting Dukuh Sebagai Ikhtiyar Bathin Menghadapi Covid-19


Anwalin News
– Dukuh (26/06), Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Dukuh menggelar Mujahaddah bersama dengan rangkaian acara Istighotsah, Pembacaan Hizib dan Sosialisasi Prokes serta Proker Gerakan Pemuda Ansor. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Miftahul Huda yang berlokasi di RT. 09 RW. 03 Dusun Krajan Desa Dukuh Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek.
.
Tujuan dilaksanakannya kegiatan mujahaddah yang diisi dengan istighotsah dan dzikir bersama tersebut adalah sebagai ikhtiyar bathin keluarga besar GP. Ansor dalam menghadapi adanya wabah corona yang sampai saat ini belum sirna dari wilayah Kecamatan Watulimo dan bumi Indonesia. Dengan harapan dan memohon kepada Allah SWT, supaya pandemi covid-19 tersebut segera diangkat dari bumi Indonesia sehingga semua warga bisa beraktifitas normal seperti sebelum adanya pandemi.


Acara mujahaddah dihadiri oleh segenap Pengurus GP. Ansor Desa Dukuh, Pengurus Harian PAC GP. Ansor Watulimo, Pengurus Nahdlatul Ulama Ranting Dukuh, Crew Media Anwalin, dan segenap Jamaah Masjid Miftahul Huda Dusun Krajan Desa Dukuh. Sebelum acara mujahaddah bersama dilaksanakan sholat Isya’ berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Istighotsah bersama yang dipimpin oleh bapak Kyai Muhammad Syamsun yang mana beliau adalah Rais Syuriyah Nahdlatul Ulama Desa Dukuh. Selesai istighotsah acara dilanjutkan dengan pembacaan hizib dan diteruskan dengan sosialisasi Prokes serta planning Program Kerja PAC GP. Ansor Watulimo oleh sahabat Murdiyanto (Ketua PAC GP. Ansor Watulimo).
.
Pada sambutannya, kang Myanto (begitu panggilan akrabnya) menyampaikan himbauan dari Pemerintah terkait dengan pengetatan penerapan protokol kesehatan kepada seluruh warga masyarakat yang hadir diacara mujahadah bersama tersebut. Mengingat sampai saat ini wabah corona semakin meningkat dan semakin ganas penularannya kepada setiap warga yang daya tahan tubuhnya (imunnya) lemah.
.
“Sampai saat ini, wabah covid-19 belum sirna/hilang dari bumi Indonesia; maka penerapan protokol kesehatan harus ditingkatkan guna meminimalisir serta mencegah terhadap penularannya virus (covid-19) tersebut. Selain ikhtiyar lahir (penerapan prokes) setiap warga/jamaah harus secara istiqomah mengadakan mujahaddah yang berisi istighotsah, dzikir bersama, pembacaab hizib, dan lain-lain; dan tentunya harus dibersamai dengan penerapan protokol kesehatan tersebut” begitu kang Myanto menyampaikan dalam pembukaan Sambutannya.


Selain menyampaikan masalah Prokes, Kang Myanto yang diamanahi sebagai ketua PAC untuk yang kedua kalinya tersebut juga menyampaikan Planning Program Kerja PAC GP. Ansor Watulimo masa Bhakti 2021-2023 untuk tahun pertama. Ia menyampaikan bahwa Proker PAC untuk periode saat ini, metode dan penerapannya berbeda dengan periode sebelumnya. Mengingat sampai saat ini Pandemi Covid-19 belum hilang, maka untuk system kerja, perencanaan dan realisasi program diselaraskan dengan kondisi wilayah saat ini. Begitu juga dengan Tupoksi Pengurus Harian dan Departemensasi PAC disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi yang ada guna meminimalisir (mencegah) tertularnya virus corona serta untuk memaksimalkan realisasi program kerja PAC GP. Ansor Watulimo masa khidmah 2021-2023.
.
Diakhir kegiatan acara diisi dengan diskusi bersama sebagai upaya untuk menyerap usulan dan masukan dari sahabat-sahabat Ansor dengan harapan organisasi Gerakan Pemuda Ansor yang berada dibawah komando Pimpinan Anak Cabang Watulimo semakin baik, bermanfaat, maju dan membawa keberkahan untuk semuanya. (MY).
.

Kontributor : MY
Fotografer : Agus Rianto
Share:

Kamis, 24 Juni 2021

PERTOLONGAN PERTAMA SAAT ASAM LAMBUNG NAIK


Asam lambung naik menuju ke kerongkongan atau esofagus yang pada akhirnya menimbulkan rasa nyeri pada ulu hati atau adanya rasa sensasi seperti terbakar pada bagian dada.

Untuk meredakan asam lambung ada langkah-langkah penting yang harus diperhatikan.

1. Duduk dengan posisi relaks 35-45 derajat. Hindari berbaring karena asam lambung akan semakin meningkat.

2. Hindari stres.
Kondisi ini akan memicu nyeri ulu hati dan meningkatkan kadar sakitnya.

3. Longgarkan pakaian Anda.
Terutama pada area dada dan perut. Usahakan Anda dalam kondisi relaks.

4. Atur napas dengan baik

5. Minum air hangat sedikit-sedikit dan jangan terlalu cepat karena dapat memicu muntah.

6. Hindari konsumsi teh, jus, dan kopi karena dapat meningkatkan gas.

7. Konsumsi makanan yang lunak seperti pisang atau bubur.

8. Kunyahlah permen karet, agar mulut mengeluarkan banyak air liur, sehingga mampu menurunkan asam lambung.

9. Minum air kelapa.

SEMOGA BERMANFAAT 
Share:

Rabu, 23 Juni 2021

MONDOK CUMA 7 BULAN SUDAH NGALIM.


Adalah KH. HASAN ZAMZAMI MAKHRUS atau yg terkenal dg sebutan Gus Zam, ketika menapaki pondok Al-Fadlu Kaliwungu sesudah wafatnya KH Makhrus Ali (Ayahanda Beliau), Gus Zam dgn Gus An'im ngaji Jurumiyah kepada Abah KH. Dimyati Rois yg sebelumnya sudah dititipi KH Makhrus Ali, salah satu putra Beliau, yakni Gus Kafabih.

Di suatu kesempatan, Gus Zam sengaja menyendiri sowan kepada Abah Dim dalam rangka minta didoakan, pinta Beliau:

"Mbah Dim, kulo nyuwun dungo kersane saget cepet alim."

Padahal waktu itu Gus Zam pertama kali mondok dan baru ngaji Jurumiyyah. Lalu Abah Dim memerintahkan Gus Zam utk ngaji IQNA'

"Ngaji Iqna' smpyn iso porak Zam ", seru Abah Dim

Gus Zam menjawab : "Njih saget Mbah Dim".

Lalu dipanggillah Gus Nasrul yg juga mondok di Al-Fadlu atas saran dari Kyai Makhrus,

"Nasrul, sampean ngaji o Iqna' karo Zam yo" begitu dawuh Abah Dim.

Gus Nasrul pun cepat meng-iyakan, "Sendiko dawuh, njih Bah."

Kala itu bulan sofar, mulailah Gus Zam mulang kitab Iqna' dan muridnya cuma satu, yaitu Gus Nasrul yg populer dg sebutan "Gus Kopral" karena orangnya tinggi, berambut kriting dan gemar pake jaket tentara.

6 bulan berikutnya di bulan Sya'nan 3 hari menjelang Khataman ngaji Iqna'.

Gus Zam sowan Abah Dim, "Mbah Dim, tigang dinten malih ngaose khatam, kulo nyuwun mangke Mbah Dim ndungoni khatamanipun".

Abah Dim menjawab : "Iyo Zam, nko sing dungo khataman aku, tapi ono 1 syarat."

Gus Zam pun sangat gembira, "Njih nderek Mbah Dim, syarat nopokemawon kulo lampahi".

"Syarate 1 tok zam, mengko nek khataman tak kabari." dhawuh Abah Dim.

Ketika Khataman tiba, Abah Dim pun ngrawuhi acara tersebut. Usai berdoa.

Beliau dhawuh : "Zam, syarate 1 sampeyan sak wise khatam Iqna' iki kudu boyong muleh nyang Lirboyo."

Gus Zam kaget tersentak, tidak mengira syaratnya sedahsyat itu. Beliaupun pun menangis, campur-aduk perasaan antara bahagia didoakan khatamannya & sekaligus sedih lantaran mesti berpisah dgn Abah Dim, kiainya.

Tapi karena status Beliau adalah murid, tak ada lain kecuali Sam'an wa Tho'atan, dg berat hati, Gus Zam meninggalkan Alfadllu pulang ke Lirboyo. Hanya 7 bulan saja mondok di Al-Fadlu, namun Gus Zam telah 'Alim 'Allamah.

Paling Sering Abah Dim dhawuh; "Moco Kitabe  Zam iku persis moco ne Mbah Ber " (Sebutan KH. Zubair Dahlan dari Sarang yg tak lain adalah guru Abah Dim sendiri).

Mbah Ber jika membaca kitab sanggup membawa para mustami'in serta-merta faham tanpa mesti diterangkan lagi, demikian juga Gus Zam, "Nek moco kitab sekali jadi." nuruni Ayahanda Beliau (KH. Makhrus Ali).

Beberapa waktu kemudian, Gus Zam sering sowan Abah Dim, minta diakui murid oleh Beliau, tetapi Abah Dim mengelak :

"Ora iso, sampean dudu muridku, wong dadi alim dewe ko".


Keterangan Foto di atas :
📷 Foto dari kiri : Simbah KH. Anwar Manshur, KH. Zamzami Makhrus, KH. Abdullah Kafabihi Makhrus, KH. An'im Falahuddin Makhrus
Share:

Kamis, 17 Juni 2021

Tim Media Anwalin PAC GP. Ansor Watulimo Adakan Mujahaddah Dalam Kegiatan Turba Lailatul Ijtima’


Anwalin News  - Margomulyo (16/06) Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Watulimo mengadakan kegiatan rutinan yang dikemas dalam bentuk Lailatul Ijtima’ dan Mujahaddahan (Istighotsah / Dzikir Bersama). Mujahaddah tersebut dilaksanakan dirumah Sahabat David Hariyanto yang beralamat di Dusun Ketok Desa Margomulyo Kecamatan Watulimo.

Sahabat David Hariyanto adalah Sekretaris PAC GP. Ansor Watulimo yang telah dipilih dan ditetapkan oleh Tim Formatur untuk masa Khidmah Kepengurusan 2021-2023. Pada kesempatan yang sama Kang David (panggilan akrabnya) menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada sahabat-sahabat yang telah berkenan hadir dirumahnya yang mana selama ini belum pernah untuk ditempati kegiatan-kegiatan organisasi utamanya Gerakan Pemuda Ansor. Kang David berharap, semoga dengan adanya kegiatan GP. Ansor yang diisi dengan Mujahadah/Dzikir bersama tersebut menjadikan timbul “BERKAH” buat keluarganya, lingkungan dan organisasi secara keseluruhan.

Kegiatan Lailatul Ijtima’ PAC GP. Ansor Watulimo  ini merupakan kerjasama antara Pengurus Harian PAC bersama Tim Media Anwalin PAC GP. Ansor Watulimo yang digelar 2 (dua) Minggu sekali setiap malam Kamis dengan system Turba kerumah para Pengurus Harian dan anggota Tim Media Anwalin yang telah terjadwal dan tersusun berdasarkan hasil musyawarah sebelumnya. Selain Mujahaddah / Dzikir Bersama, kegiatan Ijtimaan tersebut setiap turbanya juga diisi dengan kegiatan yang berbeda-beda, antara lain Istima’ul Qur’an, Tahlilan, Manakiban, Dikrul Ghofilin, Pembacaan Al-Barzanji dan/atau Sholawat Nabi Muhammad SAW. Perbedaan amalan setiap Turba tersebut didasarkan dengan permintaan dari Shohibul Bait/Hajat serta menyesuaikan dengan kebutuhan pada saat rutinan berlangsung/digelar.

Setelah selesai Mujahaddahan, kegiatan diisi dengan pembinaan keorganisasian oleh sahabat Murdiyanto selaku Ketua PAC GP. Ansor Watulimo. Kang Myanto berpesan kepada para Pengurus yang hadir agar lebih meningkatkan pengetahuan dibidang organisasi, ilmu pengetahuan dan teknologi serta lebih aktif untuk berdakwah di media sosial. Hal tersebut dikarenakan tantangan untuk generasi saat ini dan mendatang adalah setiap Kader Ansor harus mampu untuk Upgrade di dunia teknologi dan media sosial.  

“Kader Ansor harus mampu mengaplikasikan dan mengimplementasikan ilmunya dalam berdakwah di media sosial dan online, hal tersebut adalah suatu keniscayaan bagi setiap kader / generasi muda NU” begitu tutur Kang Myanto dalam sambutannya.

Hadir dalam kegiatan Lailatul Ijtima’ PAC GP. Ansor Watulimo adalah segenap Pengurus Harian PAC bersama Tim Media Anwalin PAC GP Ansor Watulimo dengan jumlah keseluruhan 23 Orang. Jumlah yang hadir pada kegiatan Ijtimaan memang sengaja dibatasi mengingat wilayah Watulimo khususnya dan Negara Indonesia umumnya pada saat ini masih dilanda Pagebluk dengan adanya Pandemi Covid-19 yang bahkan pada saat ini muncul lagi Varian baru yang lebih ganas dari Covid-19 tersebut.

Semoga dengan ikhtiyar kita mentaati protocol kesehatan dan mujahaddah / dzikir bersama tersebut Pandemi Covid-19 semakin hilang dari bumi Indonesia, semua warganya senantiasa diberi kesehatan dan keselamatan sehingga bisa beraktifitas normal seperti sebelum adanya Covid-19 dan bisa lebih banyak berbuat kemaslahatan serta kemanfaatan untuk pribadi, keluarga, sesama, organisasi dan khalayak luas pada umumnya. Aamiin (MY)
.

Kontributor : MY
Fotografer : Agus Rianto
Share:

Sabtu, 29 Mei 2021

Pembukaan Kegiatan Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor PAC GP Ansor Watulimo


Anwalin News - (29/5) PAC GP Ansor Watulimo Gelar Pembukaan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor. Acara tersebut diadakan di Kediaman Sahabat Murdiyanto selaku Ketua PAC GP Ansor Watulimo pada pukul 19.00 WIB, peserta yang hadir dalam acara tersebut berjumlah kurang lebih sekitar 60 Orang meliputi Pengurus Harian PAC beserta Pengurus Perwakilan dari ranting se-kecamatan Watulimo, tentunya dengan menerapkan Protokol kesehatan yang ada.


Kegiatan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor merupakan kegiatan keagamaan, penguatan aqidah Ahlussunah wal Jama’ah dan dakwah Islam Rahmatan lil a’lamin kiai muda Gerakan Pemuda Ansor. Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor bertanggung jawab kepada Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor disetiap tingkatan.


Adapun susunan acara pada agenda tersebut meliputi Sholat Jamaah Isya’ dilokasi, Pembukaan, Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathon dan Mars GP. Ansor, Mujahadahan (Istighotsah dan Pembacaan Hizib), Sambutan Ketua PAC, Pembacaan Sholawat Nabi (Asroqol) kemudian diakhiri dengan Penutup / Doa.


Pada sambutan dari  Ketua PAC GP Ansor Watulimo yakni Sahabat Murdiyanto terdapat beberapa poin penting yang disampaikan yakni : 

  1. Majelis dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor dibentuk mulai dari Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, Pimpinan Cabang, Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan ranting di seluruh  Indonesia.
  2. Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor bersifat semi otonom disetiap tingkatan yang diangkat, disahkan dan diberhentikan oleh pimpinan Gerakan Pemuda Ansor di masing-masing tingkat kepengurusan.

Juga ada tambahan yang disampaikan dari ketua PAC mengenai fungsi, tugas dan tanggung jawab dari Majlis Dzikir dan Sholawat Rialul Ansor. 

Fungsi Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor adalah :
  1. Sebagai upaya menjaga dan mempertahankan paham Aqidah Ahlus sunnah wal Jama’ah ala Nahdlatul Ulama.
  2. Sebagai upaya melakukan konsolidasi kiai dan ulama muda Gerakan Pemuda Ansor disetiap tingkatan.

Tugas Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor adalah:
  1. Mensyiarkan ajaran-ajaran dan amalan-amalan keagamaan yang telah diajarkan oleh para masayyih Nahdlatul Ulama dan para Wali penyebar agama Islam di Nusantara.
  2. Melaksanakan program-program kegiatan peringatan hari besar Islam sebagai upaya dakwah Islam Ahlussunah wal Jama’ah ala Nahdlatul Ulama.

Tanggung Jawab Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor adalah:
  1. Menjaga, memelihara dan menjamin kelangsungan hidup dan kejayaan aqidah ahlussunah wal jama’ah ala Nahdlatul Ulama.
  2. Menjaga gerakan Islam Indonesia tetap sebagai agama Islam yang rahmatan lil alamin dan menolak cara-cara kekerasan atas nama Islam.
-------------
Kontributor : Fahmi Nurul Huda
Fotografer : Agus Rianto

Share:

Rabu, 26 Mei 2021

TATA CARA SALAT GERHANA BULAN


Sejak dulu hingga sekarang, hamparan alam semesta menyimpan jutaan rahasia. Sehingga tak aneh, sejak zaman dahulu, masyarakat jahiliyah memiliki perhatian lebih terhadap berbagai fenomena dan kejadian alam yang terjadi, tak terkecuali mengaitkannya dengan hal-hal yang berbau gaib. Namun semenjak kedatangan agama Islam, paradigma yang mengakar kuat di masyarakat tersebut sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan. Dalam konteks ini, yang menjadi bukti nyata adalah terkait fenomena gerhana bulan.

Dalam al-Qur’an, Allah swt. telah berfirman:

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah.” (QS. Fusshilat [41]: 37)

Sebagai bentuk dari representasi ayat tersebut adalah adanya kesunahan salat Khusufaian (dua gerhana) yang mencakup salat gerhana bulan (Khusuf) dan salat gerhana matahari (Kusuf). Kedua salat ini merupakan salah satu ibadah yang hanya dikhususkan untuk umat Nabi Muhammad Saw. Salat gerhana matahari (Kusuf) pertama kali disyariatkan pada tahun kedua Hijriyah. Sementara untuk salat gerhana bulan (Khusuf) baru disyariatkan sekitar tiga tahun setelahnya, yakni bulan Jumadil Akhiroh di tahun kelima Hijriyah.[1]

Hukum Salat Gerhana Bulan

Dalam sudut pandang tuntutan hukumnya (taklifi), salat gerhana bulan termasuk kategori salat sunah yang mukkadah. Artinya, salat gerhana merupakan ibadah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan, baik secara Munfarid (sendirian) ataupun berjamaah. Namun, yang lebih utama adalah dilakukan secara berjamaah.

Waktu Salat Gerhana Bulan

Salat gerhana memiliki kaitan yang sangat erat dengan waktu terjadinya gerhana itu sendiri. Salat gerhana bulan disunahkan untuk dilakukan sejak awal mula terjadinya gerhana. Kesunnahan ini akan berakhir apabila proses gerhana telah usai (injila’). Secara spesifik, gerhana bulan (Khusuf) akan berakhir dengan selesainya proses gerhana atau terbitnya matahari.[2]

Tata Cara Salat Gerhana Bulan

Apabila merujuk dalam khazanah fiqih, salat gerhana bulan sedikit berbeda dengan yang lainnya. Dikatakan berbeda karena dalam segi praktek pelaksanaannya, salat ini memiliki karakteristik yang sangat berbeda, yakni di setiap rokaatnya terdapat dua kali berdiri, dua kali ruku’ dan dua kali I’tidal.  Meskipun pada dasarnya salat gerhana dapat dilakukan sebagaimana salat sunah yang lain, yakni dua rokaat tanpa menggandakan berdiri, ruku’, dan i’tidal di setiap rokaatnya. Akan tetapi para ulama berpendapat, praktek yang demikian merupakan pelaksanaan paling minimalis dan kurang utama untuk dilakukan (khilaful afdhol).[3]

Adapun tata cara pelaksanaan salat gerhana bulan yang sempurna adalah sebagai berikut:

1.Niat sholat gerhana bulan;

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

“saya niat (melaksanakan) salat sunah gerhana bulan 2 rokaat karena Allah ta’ala”.

2.Takbiratul ihram;

3.Membaca do’a iftitah dan ta’awudz, kemudian membaca surat al-Fatihah dan membaca surat;

4.Ruku’;

5.Bangkit dari ruku’ (i’tidal);

6.Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat al-Fatihah (berdiri kedua);

7.Ruku’ kembali (ruku’ kedua);

8.Bangkit dari ruku’ (i’tidal);

9.Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali;

10.Bangkit dari sujud lalu mengerjakan rokaat kedua sebagaimana rokaat pertama;

11.Setelah sujud kedua di rokaat kedua, diakhiri dengan duduk tahiyyat akhir;

12.Salam.[4]

Salat gerhana bulan akan lebih sempurna apabila dilakukan sesuai urutan dan tata cara sebagaimana yang telah disebutkan di atas dan menambahkan hal-hal berikut:

Pada rakaat pertama, setelah membaca surat al-Fatihah saat berdiri pertama membaca surat al-Baqarah atau jumlah ayat yang menyamainya. Dan setelah membaca surat al-Fatihah saat berdiri kedua membaca sekitar 200 ayat. Pada rokaat kedua, setelah membaca surat al-Fatihah saat berdiri pertama membaca sekitar 150 ayat. Dan setelah membaca surat al-Fatihah saat berdiri kedua membaca sekitar 100 ayat. Menurut pendapat lain, secara berturut-turut empat kali berdiri dalam dua rokaat itu disunnahkan membaca surat al-Baqarah atau jumlah ayat yang menyamainya, surat Ali ‘Imran atau jumlah ayat yang menyamainya, surat an-Nisa’ atau jumlah ayat yang menyamainya, dan surat al-Maidah atau jumlah ayat yang menyamainya.
Dalam 2 rokaat tersebut terdapat empat kali ruku’. Secara berturut-turut disunahkan membaca bacaan tasbih dengan kadar menyamai membaca surat al-Baqarah sebanyak 100 ayat, 80 ayat, 70 ayat, dan 50 ayat.
Bacaan al-Fatihah dan surat dibaca secara secara keras (Jahr).
Apabila dilakukan secara berjamaah, bagi imam disunahkan membaca dua khutbah setelah salat gerhana bulan. Adapun syarat dan rukunnya sama persis dengan khutbah jum’at. Adapun substansi khutbah yang disampaikan dalam salat gerhana ditekankan berupa ajakan untuk berbuat baik, seperti taubat, sedekah, dan lain-lain.[5]
[]waAllahu a’lam

_____________________

Referensi:

[1] Tarsyih al-Mustafidin, hal. 97, cet. Al-Haromain.

[2] Hamisy Fathil Qorib, vol. I hal. 230, cet. Dar al-‘Ilmi.  

[3] Syarah al-Mahalli ‘ala al-Minhaj, vol. I hal. 361, cet. Al-Hidayah.

[4] Kifayatul Akhyar, vol. I hal. 151, CD. Maktabah Syamilah.

[5] Syarah al-Mahalli ‘ala al-Minhaj, vol. I hal. 361-363, cet. Al-Hidayah.
.
.
Sumber : FB LIRBOYO
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung