Kamis, 26 Februari 2026

Doa Bersama dan Buka Puasa di Ngembel: Perkuat Ukhuwah dan Ikhtiar Spiritual Kader Ansor–Banser Watulimo


Ngembel – Semangat kebersamaan dan kekuatan doa kembali menyatukan keluarga besar Ansor–Banser Kecamatan Watulimo dalam kegiatan Doa Bersama yang diselenggarakan oleh Sahabat Suyitno, anggota Banser Satkoryon Watulimo, pada Rabu, 25 Februari 2026, bertempat di Desa Ngembel, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Kegiatan ini merupakan hajat khusus keluarga Sahabat Suyitno sebagai bentuk ikhtiar batin untuk mendoakan seluruh anggota keluarganya agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, kelapangan rezeki, serta perlindungan dari Allah SWT. Momentum doa bersama tersebut juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antar kader dan pengurus di berbagai tingkatan.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Pengurus PAC Gerakan Pemuda Ansor Watulimo, pengurus Satkoryon Banser Watulimo, Pengurus MDS Rijalul Ansor, Denwanser, Pengurus Ranting GP Ansor, serta para Kasatkorkel Banser se-Kecamatan Watulimo. Tercatat sekitar 73 personel/anggota turut hadir mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhidmatan.

Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan yang disampaikan oleh Sahabat Murdiyanto selaku Purna Ketua PAC GP Ansor Watulimo yang hadir mewakili shahibul hajat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran seluruh sahabat Ansor dan Banser yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri dan mendoakan keluarga Sahabat Suyitno.

“Doa bersama ini bukan hanya bentuk ikhtiar spiritual untuk keluarga sahabat Suyitno, tetapi juga menjadi momentum memperkuat ukhuwah, loyalitas, dan kebersamaan kader Ansor–Banser. Semoga setiap langkah perjuangan kita selalu dalam lindungan dan ridha Allah SWT,” ungkapnya.

Rangkaian istighotsah dipimpin oleh Sahabat Mustarom, Purna Ketua MDS Rijalul Ansor Anak Cabang Watulimo, dengan penuh kekhusyukan. Lantunan dzikir dan istighfar menggema, menciptakan suasana haru dan syahdu yang menyentuh hati seluruh jamaah.

Pembacaan Hizib Nawawi dipimpin oleh Sahabat Khusnul Mutholib selaku Sekretaris PAC, kemudian dilanjutkan pembacaan Hizib Nashor oleh Sahabat Khoirul Masduki selaku Ketua PAC MDS Rijalul Ansor. Sementara itu, doa dan aurad dipimpin oleh Sahabat Mustakim selaku Bendahara PAC, yang memohon keberkahan, keselamatan, dan kekuatan lahir batin bagi keluarga shahibul hajat serta seluruh kader Ansor–Banser.

Suasana kebersamaan semakin terasa ketika acara dilanjutkan dengan buka bersama di lokasi kegiatan. Hidangan yang telah disiapkan menjadi simbol kebersahajaan dan kekompakan, mempererat tali persaudaraan di antara seluruh yang hadir.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa tradisi spiritual seperti istighotsah, pembacaan hizib, dan doa bersama tetap menjadi ruh perjuangan kader Ansor dan Banser. Di tengah dinamika kehidupan sosial, kekuatan doa dan soliditas organisasi menjadi pondasi penting dalam menjaga istiqamah perjuangan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian antar kader semakin kokoh, sekaligus menjadi wasilah turunnya keberkahan bagi keluarga Sahabat Suyitno dan seluruh keluarga besar Ansor–Banser Watulimo. (My)

Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung