Kamis, 07 Agustus 2025

MWC NU Watulimo Dorong GP Ansor Terus Perkuat Khidmad dan Sinergi dalam Konferancab Ke-XIII


NU Online WatulimoKonferensi Anak Cabang (Konferancab) Ke-XIII PAC GP Ansor Watulimo resmi dibuka pada Rabu (06/08/2025) dengan penuh khidmat. Pembukaan yang digelar di Hotel Prigi - Jln. Raya Tasikmadu Kecamatan Watulimo ini turut dihadiri oleh jajaran Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Watulimo, tokoh masyarakat, aparat pemerintah, kepolisian, dan ratusan kader Ansor-Banser se-Kecamatan Watulimo.

MWC NU Watulimo diwakili oleh Kyai Chalimy Anwar, selaku Pelaksana Rais Syuriyah, memberikan sambutan yang penuh motivasi dan nasihat. Dalam arahannya, beliau menegaskan pentingnya Ansor untuk selalu berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah, menjaga marwah organisasi, dan memperkuat peran dalam membentengi umat serta mengawal keutuhan NKRI.

“Konferancab ini bukan hanya ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum untuk meneguhkan niat khidmah kepada agama, bangsa, dan organisasi. GP Ansor harus menjadi garda terdepan yang siap menghadapi tantangan zaman, menjaga ukhuwah, dan bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat,” ujar Kyai Chalimy Anwar.


Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran PAC GP Ansor Watulimo masa khidmad 2023–2025 yang telah bekerja keras membangun sinergi, baik dengan MWC NU, pemerintah, maupun pihak keamanan. Harapannya, kepengurusan baru nanti dapat melanjutkan bahkan meningkatkan capaian yang telah diraih, sehingga eksistensi Ansor di Watulimo semakin kuat dan bermanfaat.

Acara pembukaan ini berlangsung penuh semangat, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathon, dan Mars GP Ansor, serta sambutan dari berbagai pihak. Konferancab Ke-XIII ini dijadwalkan membahas laporan pertanggungjawaban pengurus, merumuskan program kerja strategis, dan memilih ketua PAC GP Ansor Watulimo masa khidmat 2025–2028.

Dengan dibukanya Konferancab Ke-XIII ini, MWC NU Watulimo berharap GP Ansor terus menjadi pelopor kebaikan, perisai ulama, dan pejuang kebangsaan di tengah masyarakat.



Kontributor : Tim Media NU Online Watulimo
.
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung