Rabu, 28 April 2021

BISMA ; Si Imam Syafi'i Jaman Now


IMAM SYAFI'I JAMAN NOW.
Dari hafalannya tersebut, ia dijuluki sebagai ‘si Imam Syafi’I Jaman Now’.

Pada tahun 2017, Bisma telah mendapat penghargaan dari Ra’is ‘Aam PBNU KH. Ma’ruf Amin berupa dua jilid kitab Marah Labin atau yang lebih dikenal dengan Tafsir Munir karya Syeikh Nawawi al-Bantani.

Penghargaan tersebut diberikan saat momentum Hari Santri Nasional pada tahun 2017 lalu yang diselenggarakan di GOR Delta Sidoarjo dan dihadiri oleh 100 ribu santri secara nasional. Pada momentum itu juga menggelar ngaji bareng kitab Nasha’ihul ‘Ibad yang dipimpin langsung oleh ra’is ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin.

_____________________________________________

Muhammad Bisma Rahmatullah, kelahiran Kota Sidoarjo, 10 April 2007
Anak ini bisa dikatakan anugerah yang istemewa buat negeri ini , kenapa bisa begitu???
Dia masih berumur 13 tahun , tapi sudah hafal 
• Al Qur'an 30 juz
• bulughul marom lengkap dgn rowi2nya
• arbain nawawi
• durrotun Nasihin 
• alfiyah ibnu Malik 1000 bait
• bbrp kitab maulid sprt simtud duror dll

Dan sekarang dalam proses menghafal tajridus shorih , Mukhtasar kitab Bukhori 

Dia bukan anak seorang kyai maupun tokoh agama , namun karena berkah dari bapaknya yg menjaga diri dari Rizqi yg syubhat

Bapaknya pernah ditanya " kok bisa punya anak hebat sprt itu pak???"
Beliau menjawab " saya berusaha sekuat tenaga mengikuti ayahnya imam Syafi'i untuk tidak makan dr perkara yg syubhat"

Bisma pernah nyantri di Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus.

Anak ini sekarang berdomisili di Ribath DH PP Al Anwar sarang rembang , semoga anak ini bisa tumbuh layaknya ulama-ulama zaman dahulu yg membawa berkah bagi agama dan negaranya.

• Nahdliyin Online
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung