Rabu, 19 Agustus 2020

LTN NU Jatim Launching Madrasah Virtual Alkimya

SURABAYA — Lembaga Ta’lim wa-Nasyr (LTN) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur melaunching Madrasah Virtual Alkimya, pada Kamis 20 Agustus 2020, bertepatan 1 Muharram 1442H. Program dakwah bertema “Mengembangkan Madrasah Virtual Sebagai Strategi Dakwah dalam Bingkai Islam Rahmatan lil ‘Alamin”, akan diresmikan Rais Am PBNU KH Miftachul Akhyar.
Menurut Ahmad Karomi, Direktur al-Kimya, perkembangan teknologi informasi cukup pesat sehingga kehidupan individu masa kini sulit kiranya tidak berkait dengannya. Karenanya, ketergantungan dengan smartphone – sebagai salah satu dari produk teknologi– dengan perangkat canggihnya meniscayakan kebutuhan cepat terpenuhi.
“Hampir semua hal dilakukan dengan mengandalkan media sosial, tak terkecuali nutrisi kebutuhan pikiran dan hati, bergantung pada informasi visual dengan karakternya yang serba bebas,” tuturnya.
Kebebasan informasi di media sosial rupanya juga menjadi faktor yang menghantarkan banyak penikmatnya terpengaruh paham-paham Islam yang tidak menyegarkan. Bahkan bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang telah diwariskan para pendakwah Islam.
Menurutnya, dakwah Islam ramah yang didasarkan pada basis keilmuan yang matang dan berkesinambungan sanadnya. Lebih dari itu, para penikmat ini juga sudah tidak mengindahkan nilai-nilai sosial, yang telah diwariskan para pendiri bangsa. Yakni nilai-nilai harmoni dan saling menghormati walaupun berbeda suku, agama dan ras.
“Atas dasar ini, Al-Kimya hadir sebagai sarana berdakwah secara virtual dengan program unggulan Madrasah Virtual. Al-Kimya adalah komunitas virtual Muslim, diinisiasi oleh para ustad dan kiai muda pesantren yang memiliki kesamaan visi dan misi untuk mengembangkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di internet,” tuturnya.
Menurut Karomi, menjadikan dakwah secara virtual sebagai model perjuangan dan pergerakan.
Untuk itu, al-Kimya akan senantiasa berdakwah dengan semangat organisasi sebagai berikut:
Program ini, menghadirkan nilai keislaman yang didasari pada semangat akhlakul karimah.
Selain itu, program ini bermaksud menyapa dunia internet dengan program unggulan madrasah virtual untuk menyadarkan pentingnya ilmu pengetahuan.
Menjadikan spirit Aswaja al-Nahdhiyyah sebagai landasan ideologis, baik dalam pikiran maupun Tindakan.
Tetap berkomitmen dengan penuh kesadaran terhadap nilai-nilai kebangsaan yang telah diwariskan oleh para pendiri bangsa. (Red)

Sumber : PWNU Jatim
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung