Jumat, 21 Agustus 2020

Ansor dan Banser Beraksi dalam Bedah Rumah di Desa Dukuh


Ansor Watulimo News - Jum'at, 21 Agustus 2020 Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor dan Satkorkel Banser Desa Dukuh mengadakan Bedah rumah di rumahnya Saudara Eko Setiono yang beralamat di RT. 13 RW. 03 Dusun Krajan Desa Dukuh Kecamatan Watulimo.
.
Kegiatan bedah rumah tersebut dikomandani oleh Sahabat Dimyati Rofi'i yang merupakan Ketua PR. GP-Ansor Desa Dukuh Masa Khidmah 2018-2020. Selain itu juga hadir dari Jajaran PAC GP. Ansor Watulimo Sahabat Murdiyanto (ketua PAC) beserta segenap jajaran Satkoryon Banser, Ketua PR GP. Ansor Watulimo (Sahabat Samsul Huda) bersama Anggota Banser dari Ranting Watulimo. Selain bedah rumah juga dilaksanakan santunan oleh Baznas Kabupaten Trenggalek yang berupa pemberian Sembako dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
.
.
Acara bedah rumah kali ini mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Dukuh, Babinsa Dukuh, dan warga sekitar lokasi.
.
Anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Banser yang hadir sekitar 30 personil yang meliputi dari Jajaran PAC, Satkoryon, Pimpinan Ranting Dukuh, Satkorkel Dukuh, Pimpinan Ranting Watulimo, Satkorkel Watulimo dan Satkorkel Gemaharjo.
.
.
Alhamdulillah kegiatan bedah rumah berjalan dengan lancar dan selesai menjelang sholat Jum'at. Semoga kegiatan bedah rumah kali ini benar-benar bisa membantu dan meringankan bagi pemilik rumah sehingga rumah yang ditempati nantinya layak pakai dan layak huni. (MY)
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung