Rabu, 06 Juli 2022

ALASAN GUS MUS AKTIF DI MEDIA SOSIAL


Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Musthofa Bisri adalah salah satu ulama yang cukup aktif mengisi ruang media sosial.

Gus Mus sapaan akrabnya kini sudah berusia 77 tahun. Meskipun tidak setiap hari, Gus Mus setidaknya setiap hari Jumat bisa dipastikan mengunggah kalimat-kalimat sarat hikmah.
Pengikut setiap media sosialnya yang dimiliki juga tak sedikit, akun twitternya diketahui punya follower 2,4 juta lebih.

Gus Mus menegaskan, bahwa tokoh masyarakat, kiai, ulama, dan santri tidak boleh anti terhadap media sosial. Pasalnya, media sosial saat ini punya pengaruh besar dalam kehidupan manusia.

Sementara menurutnya, orang yang saat ini menguasai media sosial masih didominasi oleh orang-orang yang tidak punya ilmu memadai, terutama dalam bidang pengetahuan agama.

Menurut Gus Mus, media sosial tidak boleh dianggap remeh.

Kiai dalam pandangannya harus aktif mengisi ruang-ruang media sosial dengan pengetahuan-pengetahuan agama, khususnya yang saat ini dibutuhkan masyarakat luas.
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung